blank
Untuk mengantisipasi banjir tanpa sungai, warga masyarakat di Kecamatan Paranggupito. Kabupaten Wonogiri, beramai-ramai melakukan kerja bakti membuka sumbatan mulut luweng.(Dok.Kecamatan Paranggupito)
WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Warga masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, beramai-ramai kerja bakti membuka mulut-mulut luweng (lubang perut bumi) yang tersumbat. Ini dilakukan, sebagai antisipasi banjir tanpa aliran sungai.

Camat Paranggupito, Catur Susilo Prono, Selasa (8/11), menyatakan, untuk mengantisipasi banjir susulan, kini dilakukan upaya membuka mulut-mulut luweng yang tersumbat. Tujuannya, agar air hujan dapat masuk ke lubang perut bumi melalui mulut luweng, dan tidak menyebabkan banjir.

Sebagaimana diberitakan, wilayah kecamatan di Wonogiri selatan itu tidak memiliki tidak memiliki sungai. Tapi ketika terjadi hujan deras dalam tempo lama, terjadi banjir di 5 desa yang menggenangi 76 rumah warga. Pemicu banjir karena mulut luweng tersumbat sampah bercampur lumpur dan batu.

Kelima desa yang tergenangi banjir itu, berada di Desa Gunturharjo yang menyebabkan sebanyak 18 keluarga terdampak. Di Desa Paranggupito sebanyak 26 keluarga terdampak di Dusun Ngasem, Kloposari, Grimbal dan Nogosari.

Ruas Jalan


Di Desa Johunut sebanyak 10 keluarga yang tinggal di Dusun Gebang dan Pakel. Berikut untuk Desa Sambiharjo sebanyak 11 keluarga di Dusun Pakis, Joho, Blimbing, Jerukwangi dan Kajor. Selanjutnya di Desa Song Bledeg 9 keluarga di Dusun Weru.

Ruas jalan di Dusun Guntur, Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, masih tergenangi air banjir dengan ketinggian 0,5 Meter (M) sepanjang 15 M. Meski demikian dapat dilalui oleh mobil dan sepeda motor.

Camat Paranggupito, Catur Susilo Prono, menyatakan, untuk mengantisipasi banjir susulan, kini dilakukan upaya membuka mulut-mulut luweng yang tersumbat. Tujuannya, agar air hujan dapat masuk ke lubang perut bumi melalui mulut luweng, dan tidak menyebabkan banjir.

Di Dusun Ngasem, Desa Paranggupito, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, dilakukan penyedotan air genangan dengan mesin pompa. Tujuannya, demi mempercepat surutnya air genangan banjir.

Bambang Pur