blank
POLICELINE - Lokasi mesin ATM BRI unit Gumayun, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal dipasang policeline. (Foto: Istimewa)

SLAWI (SUARABARU.ID) – Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tegal, masih melakulan penyelidikan guna mengungkap kasus pencurian disertai pemberatan di sebuah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BRI unit Gumayun, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah

Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa’at melalui Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Vonny Farizky, Rabu (15/09), mengatakan, telah berhasil mengantongi identitas para pelaku. Vonny mengungkapkan aksi para pelaku sempat terekam kamera CCTV. “Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, kita identifikasi pelaku berjumlah 4 orang,” ujar Vonny.

Vonny menjelaskan, dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui merupakan kelompok residivis asal Jakarta dan Bekasi. “Para pelaku ini merupakan residivis. Mereka berasal dari kelompok Jakarta dan Bekasi,” terang Vonny.

Menurut Kasat Reskrim, usai beraksi para pelaku langsung kabur ke arah Jawa Barat. Vonny mengungkapkan, keberadaan para pelaku sudah diketahui. “Mudah-mudahan segera tertangkap. Mohon doanya,” beber Vonny.

Vonny menjelaskan, pencurian mesin ATM BRI unit Gumayun yang terletak di PT LEEA, Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, terjadi hari Sabtu, (10/09/2022) sekitar pukul 03.30 WIB. Peristiwa tersebut diketahui berawal saat pihak Vendor PT Bringin Gigantara di Pemalang menangkap sinyal mesin ATM dilokasi mengalami offline.

Selanjutnya pihak Vendor memberitahukan kepada Vendor di Tegal sekitar pukul 04.40 WB, Sabtu (10/09/2022) perihal mesin ATM di lokasi yang offline. Mendapat laporan tersebut, dua petugas vendor Tegal yang sedang melakukan perbaikan di ATM Margasari langsung melakukan pengecekan sekitar pukul 05.15 WIB, Sabtu (10/9/2022).

“Saat saksi tiba di lokasi didapati satu set mesin ATM BRI berikut uang yang ada didalamnya sudah tidak ada ditempat,” terang Vonny.

Atas kejadian tersebut, saksi langsung melaporkan ke pimpinan vendor dan Polsek lebaksiu. “Kerugian satu set mesin ATM dan di dalam ATM terdapat uang tunai kurang lebih sebesar Rp 110 juta,” pungkasnya.

Sutrisno