blank
Kapolres Jepara AKBP Warsono

JEPARA (SUARABARU.ID) – Kapolres Jepara AKBP Warsono memastikan tim khusus yang dibentuk untuk menangani kasus pesta miras di Jepara yang mengakibatkan 7 orang meregang nyawa  terus bekerja. “Setelah melakukan penyelidikan, kini status perkaranya mulai tadi malam telah ditingkatkan menjadi penyidikan,” ujar AKBP Warsono yang dihubungi SUARABARU.ID, Rabu (2/2-2022).

Ia juga mengungkapkan, mulai tadi malam sejumlah saksi telah diperiksa di Mapolres Jepara, termasuk penjual miras yang mengakibatkan 7  orang meninggal dunia. “Dari tadi malam sampai Rabu pagi ini yang bersangkutan masih terus kita periksa,”  ungkapnya.

Namun Kapolres Jepara belum bersedia merinci kasus pesta miras berbuntut maut di Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo ini. “Tim penyidik masih terus melakukan pemeriksaan. Tunggu, secepatnya hasilnya akan kami rilis atau umumkan,” tegas Kapolres Jepara yang telah memerintahkan tim untuk menuntaskan kasus ini secepatnya.

Sebagaimana diberitakan SUARABARU.ID, pesta miras berbuntut maut ini bermula dari  di sebuah café L J dukuh Ploso, Karanggondang pada Jumat  hingga Sabtu 29-30 Januari 2022). Belasan remaja menenggak minum keras yang kemudian berakhir dengan maut setelah mereka pulang kerumah masing-masing.

Korban meninggal  7 orang adalah adalah MHD (18)  penduduk RT 3/6 Desa Karanggondang, IAH (18), penduduk RT 3/ RW 01  Desa Srobyong, serta SW penduduk RT 5 / RW 6 Desa Srobyong,  VK,  yang tinggal di RT 3 / RW 6 Desa SG, RT 6/ RW 9 Desa Karanggondang serta DZ, rt 3 / RW 06.

Hadepe