blank
Sejumlah pedagang Pasar Johar yang tergabung dalam PPJP rayon Pasar Johar beraudiensi ke Komisi B DPRD Kota Semarang meminta dilakukan penataan ulang Pasar Johar. Foto: Ist

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) rayon Pasar Johar meminta Pemerintah Kota Semarang menata ulang Pasar Johar yang baru saja diresmikan beberapa waktu lalu.

Ketua PPJP rayon Pasar Johar, Surahman, saat audiensi ke DPRD Kota Semarang, Jumat (7/1/2022), menilai konsep penataan yang dilakukan Pemkot Semarang masih belum pas dan kurang sesuai aspirasi pedagang.

“Kami menilai penataannya masih bermasalah dan tidak sesuai dengan janji-janji. Zonasinya juga tidak pas serta kurang komunikasi dengan para pedagang,” katanya.

Di hadapan anggota Komisi B DPRD Kota Semarang Surahman mengungkapkan, sebenarnya konsep penataan Pasar Johar yang direncanakan Pemkot Semarang pada awalnya cukup bagus, namun praktiknya di lapangan tidak sesuai karena tidak melibatkan pedagang.

Dirinya menjelaskan, hingga saat ini keterisiian Pasar Johar yang baru saja dibangun masih belum terisi sepenuhnya. Ini menandakan penataan yang dilakukan Pemkot Semarang belum berhasil, sehingga perlu ada penataan ulang yang melibatkan pedagang.

“Pedagang yang masih di tempat relokasi (MAJT) masih ada sekitar 2.000 orang dan mereka belum mendapatkan lapak. Mereka juga ada yang kurang setuju jika kebagian ditempatkan di Shopping Center Johar (SCJ/Matahari Johar) lantai 3 dan 4, mereka maunya berdagang di lantai 1,” katanya.

Di sisi lain, hingga saat ini lantai 1 SCJ masih dikelola oleh pihak ketiga dan baru pada pertengahan 2023 mendatang kembali dikuasai oleh Pemkot Semarang. Alasan pedagang tidak mau ditempatkan di lantai 3 dan 4 dikarenakan khawatir tidak laku.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Susilo, usai rapat dengar dengan perwakilan PPJP rayon Pasar Johar mengatakan, pihaknya menampung semua aspirasi para pedagang dan selanjutnya akan diteruskan ke pihak Pemkot Semarang.

“Sudah lima bulan terakhir ini Pasar Johar kok ubreg terus (rame bermasalah), oleh karena itu kami menampung semua aspirasi dari para pedagang agar kemudian dari dinas (Perdagangan) bisa menyelesaikannya, dan harus pakai data, benar atau tidak itu 2000 pedagang belum dapat lapak?,” katanya.

Lebih jauh Joko berharap, dengan adanya pergantian Kepala Dinas Perdagangan yang baru, Nurkholis, bisa memberikan jalan keluar dan solusi yang terbaik bagi para pedagang Pasar Johar. Apalagi Nurkholis adalah orang lama di Dinas Perdagangan.

“Persoalan Pasar Johar ini di 2022 harus selesai dan tidak boleh ada keluhan lagi. Saya yakin bisa, apalagi Pak Nurkholis ini orang lapangan yang lama di Dinas Perdagangan,” katanya.

Hery priyono