blank
Ganjar berkomunikasi dengan beberapa siswi dalam uji coba PTM, yang digelar mulai Senin (5/4/2021). Foto: dok/ist

Dari pantauannya itu, Ganjar menyatakan, persiapan sekolah menggelar uji coba tatap muka sudah matang. Sarana prasarana dan SOP sudah disiapkan dan berjalan dengan baik.

Namun Ganjar mengingatkan, agar SOP yang disepakati itu benar-benar diterapkan. Sebab yang paling sulit menurutnya adalah, implementasi dari aturan-aturan itu.

”Namun konsep, ngomong itu mudah. Yang sulit adalah implementasinya. Maka tadi saya lihat, ketidaksiplinan guru-guru yang berkerumun jaraknya tidak ada satu meter. Ini simpel, tapi serius dan teman-teman tidak ada yang aware pada itu,” tegasnya.

BACA JUGA: FE Unissula Raih Akreditasi Internasional ABEST21

Selain itu, Ganjar juga berdialog dengan siswa terkait penerapan protokol kesehatan. Dari para siswa itu, Ganjar yakin uji coba berjalan aman, karena mereka memahami aturan yang ada.

”Mereka datang diantar orang tua, ada yang berangkat sendiri dan lainnya. Semuanya berjalan baik, tinggal kedisiplinan menaati itu semua. Ini masih uji coba, dan saya akan pantau terus. Saya minta laporan dilakukan per hari untuk kita evaluasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 1 Ungaran, Supriyanto menyampaikan, tak menduga Ganjar akan sidak PTM di sekolahnya. Sebab jadwal yang beredar, Ganjar hanya akan sidak di Kota Semarang.

BACA JUGA: Zonasi Guru Mutlak Perlu

”Tidak menyangka Gubernur ke sini, soalnya di jadwal yang beredar kan tidak di sini. Memang tidak ada persiapan, ya ini natural seperti ini,” ungkap dia.

Namun Supriyanto tidak khawatir dengan sidak Ganjar itu. Sebab, pihaknya sudah mempersiapkan sarana prasarana, serta SOP yang matang sudah dijalankan.

”Ya saya tidak takut, karena semua sudah berjalan sesuai yang diharapkan. Bisa dilihat sarana prasarana kami lengkap, ada tempat cuci tangan, ada garis-garis di lantai untuk mengatur flow anak-anak, jarak meja di kelas sudah ditata dan sebagainya. Kami optimistis PTM akan berjalan baik,” terangnya.

Supriyanto menambahkan, ada tujuh kelas yang dibuka dalam uji coba PTM kali ini. Masing-masing kelas hanya diikuti maksimal 15 siswa, dengan jam pembelajaran selama empat jam tanpa istirahat.

”Kami juga melibatkan orang tua siswa untuk memastikan anak-anak aman. Mulai berangkat dari rumah, diantarkan ke sekolah sampai pulang lagi. Protokol itu sudah kami sosialisasikan kepada orang tua siswa, dan semoga bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.

Riyan-Sol