blank
Jalan antara Sukorejo-Jambangan, Kecamatan Tunjungan, Blora, sedang dibangun model rigit pavement, dan tertutup untuk lalu lintas umum. Foto: SB/Wahono

BLORA (SUARABARU.ID)– Proyek peningkatan Jalan Maguwan-Tunjungan senilai Rp 3,7 miliar lebih, diduga bermasalah. Selain bermasalah, proyek jalan tersebut tanpa disiapkan jalan darurat dan lamban pengerjaannya, sehingga dikeluhkan masyarakat pengguna jalan.

Sampai Minggu (18/10/2020), sejumlah ruas jalan yang tengah dalam pengerjaan dalam kondisi stagnan (terhenti), tanpa ada pekerja. Para pengguna jalan pun harus bersusah-payah lewat jalur non jalan (lahan terbuka).

”Iya benar, dimensi besinya salah. Kami sudah minta untuk dibongkar dan diganti,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Samgautama Karnadajaya.

BACA JUGA : 1.512 Pasien Covid-19 di Kudus Berhasil Sembuh

Dijelaskan mantan Kepala Badan Prencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) itu, lantaran dimensi besinya salah atau tidak sesuai spesifikasi, maka kepada rekanan, diminta menghentikan pelaksanaan proyek, dan semua besi (beton) harus diganti.

Samgautama menambahkan, proyek lanjutan ruas Jalan Maguwan-Tunjungan dengan rigid pavement (perkerasan kaku berbahan beton semen), dilaksanakan di dua titik. Dan pada lantai kerja memang tidak ada besinya.

”Memang proyek itu bermasalah. Sementara ini kami hentikan dan besinya harus diganti semua,” beber Kepala DPUPR setempat.

Diperoleh keterangan, proyek peningkatan jalan kelas kabupaten Maguwan-Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, Blora ini, senilai Rp 2,464 miliar untuk 745,00 meter x 5,50 meter dengan masa kerja 120 hari kelender.

blank
Proyek peningatan jalan model pekerasan kaku (cor beton) Maguwan-Tunjungan, sedang diawasi secara khusus oleh tim dari DPUPR Kabupaten Blora. Foto: SB/Wahono

Besi Dilepas
Berdasarkan perjanjian kerja, proyek itu seharusnya sudah mulai digarap pada 29 Juli hingga 25 November 2020, dengan nomor kontrak 602.4/BBM 1.120/2020 dari dana APBD Kabupaten Blora, oleh pelaksana proyek PT Timbul Persada.

Satu ruas lagi senilai Rp 1,308 miliar, perjanjian kontrak juga sama, 120 hari (29 juli hingga 25 November 2020), berupa pembuatan jalan beton 610,00 meter x 4,50 meter, dua unit gorong-gorong, dan drainase beton 10 meter x 11,40 meter.

Proyek yang bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 Kabupaten Blora itu, menjadi tanggung jawab rekanan PT Timbul Jaya, dengan label kegiatan bernama Peningkatan Jalan 1.

”Jalan antara Sukorejo-Jambangan sedang dibangun, kini ditutup untuk semua lalu lintas tanpa ada jalan darurat. Jadi susah dan harus lewat samping jalan,” ungkap Yono, warga Blora yang sering beraktivitas ke Kecamatan Tunjungan.

Keluhan yang sama dilontarkan Suyanto (48), yang menyebutkan pembangunan jalan Maguwan-Tunjungan terkesan lamban. Bahkan dia melihat, akhir-akhir ini besi yang sudah dipasang kembali dilepas.

Wahono-Riyan