<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wisata kudus Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/wisata-kudus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jun 2025 03:29:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>wisata kudus Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keris Pusaka Peninggalan Sunan Kudus Dijamas, Ini Ritual Langkanya!</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/12/keris-pusaka-peninggalan-sunan-kudus-dijamas-ini-ritual-langkanya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2025 03:29:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Jamasan keris sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kiai cinthaka]]></category>
		<category><![CDATA[menara kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Ritual kudus]]></category>
		<category><![CDATA[sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Yayasan masjid menara dan makam Sunan Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=478757</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Sebuah prosesi sakral kembali digelar di kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Kamis (12/6/2025). Sebilah keris pusaka bernama Kiai Cinthaka, peninggalan Sunan Kudus, menjalani ritual jamásan atau pencucian yang telah berlangsung secara turun-temurun selama ratusan tahun. Sejak pagi, suasana di tajug (pendapa kecil) Masjid Menara terasa berbeda. Kepulan asap kemenyan memenuhi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/12/keris-pusaka-peninggalan-sunan-kudus-dijamas-ini-ritual-langkanya">Keris Pusaka Peninggalan Sunan Kudus Dijamas, Ini Ritual Langkanya!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Sebuah prosesi sakral kembali digelar di kompleks Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Kamis (12/6/2025). Sebilah keris pusaka bernama Kiai Cinthaka, peninggalan Sunan Kudus, menjalani ritual jamásan atau pencucian yang telah berlangsung secara turun-temurun selama ratusan tahun.</p>
<p>Sejak pagi, suasana di tajug (pendapa kecil) Masjid Menara terasa berbeda. Kepulan asap kemenyan memenuhi udara, menciptakan atmosfer sakral dan khusyuk. Rombongan para kiai, sesepuh, serta pengurus Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus yang lebih dulu berziarah ke makam, kemudian berkumpul di lokasi tajug.</p>
<p>Dengan iringan lantunan shalawat, seorang sesepuh mengambil sebuah kotak dari ruang penyimpanan di atap tajug. Di dalamnya tersimpan keris Kiai Cinthaka – keris berlekuk sembilan yang diyakini berasal dari akhir masa Kerajaan Majapahit dan termasuk dalam dapur “Panimbal”, simbol dari kebijaksanaan dan kekuasaan.</p>
<p>Ritual jamásan keris Kiai Cinthaka dilakukan oleh KH Fakihuddin, yang kini menjabat sebagai ahli penjamasan menggantikan mendiang KH Ahmad Bashir, ulama besar Kudus.</p>
<p>Proses diawali dengan menyiram keris menggunakan banyu landa (air rendaman merang ketan hitam) sebanyak tiga kali. Kemudian, keris dibersihkan dengan air jeruk nipis, dan dijemur di atas sekam ketan hitam hingga kering.</p>
<p>Setelah selesai, keris disimpan kembali di tempat semula, disaksikan para ulama dan tokoh masyarakat dengan iringan doa dan shalawat. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian Buka Luwur Sunan Kudus, sekaligus menyambut datangnya Bulan Suro (Muharram).</p>
<p>“Jamásan pusaka Sunan Kudus sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu dan menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dilestarikan,” ujar KH Arinal Haq, Ketua Panitia Buka Luwur 2025.</p>
<p>Tradisi jamasan ini selalu digelar pada hari Senin atau Kamis pertama setelah hari Tasyrik (tiga hari setelah Idul Adha), menandai dimulainya bulan baru dalam penanggalan Hijriyah.</p>
<h5><strong>Keris Kiai Cinthaka dan Kisah Magisnya</strong></h5>
<p>Selain keris Kiai Cinthaka, dua pusaka lain berupa tombak trisula yang berada di mihrab Masjid Menara Kudus juga ikut dijamas dalam ritual tersebut.</p>
<p>Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, keris Kiai Cinthaka memiliki keistimewaan luar biasa. Konon, keris ini pernah dipinjam oleh Keraton Surakarta untuk memadamkan kebakaran besar. Sebagai bentuk penghormatan, pihak keraton bahkan rutin mengirimkan parfum khusus bernama kophok gajah kepada Sunan Kudus setiap tahun.</p>
<p>Hal unik dari prosesi ini adalah sajian hidangan yang disiapkan. Menu utama berupa jajan pasar dan nasi opor ayam. Jajan pasar melambangkan kesederhanaan dan kedekatan dengan rakyat, sementara opor ayam dikenal sebagai makanan favorit Sunan Kudus.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/12/keris-pusaka-peninggalan-sunan-kudus-dijamas-ini-ritual-langkanya">Keris Pusaka Peninggalan Sunan Kudus Dijamas, Ini Ritual Langkanya!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua TP PKK Kudus Ikut Uji Nyali Jeep Adventure di Desa Menawan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/12/tp-pkk-kudus-dukung-wisata-desa-menawan-jeep-adventure</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 May 2025 10:02:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[agrowisata Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Kudus Sam’ani Intakoris]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Menawan Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi wisata Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Endhah Endayani]]></category>
		<category><![CDATA[jeep adventure Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Desa Tri Lestari]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[potensi wisata desa]]></category>
		<category><![CDATA[TP PKK Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata alam Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata desa Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kudus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata lokal Jawa Tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=474012</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endayani Sam’ani Intakoris, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi Desa Menawan, Kecamatan Gebog, dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal. Pujian tersebut disampaikan saat menghadiri acara Gathering PKK Kabupaten Kudus yang digelar di desa tersebut pada Senin (12/5/2025). Menurut Endhah, Desa Menawan memiliki kekayaan alam dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/12/tp-pkk-kudus-dukung-wisata-desa-menawan-jeep-adventure">Ketua TP PKK Kudus Ikut Uji Nyali Jeep Adventure di Desa Menawan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID</strong>) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus, Endhah Endayani Sam’ani Intakoris, memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi Desa Menawan, Kecamatan Gebog, dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis potensi lokal. Pujian tersebut disampaikan saat menghadiri acara Gathering PKK Kabupaten Kudus yang digelar di desa tersebut pada Senin (12/5/2025).</p>
<p>Menurut Endhah, Desa Menawan memiliki kekayaan alam dan budaya yang unik, serta menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kudus.</p>
<p>“Desa Menawan menyimpan potensi wisata yang sangat menarik. Ini adalah kekayaan lokal yang wajib kita promosikan secara luas agar semakin dikenal,” ujarnya.</p>
<p>Endhah juga memberikan penghargaan khusus kepada Kepala Desa Menawan, Tri Lestari, atas dedikasi dan konsistensinya dalam memajukan sektor pariwisata desa.</p>
<p>“Bu Kades Menawan ini luar biasa. Beliau sangat aktif dan penuh semangat memperkenalkan potensi desa. Komitmennya layak menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kudus,” tambahnya.</p>
<p>Dalam forum tersebut, Endhah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pariwisata.</p>
<figure id="attachment_474014" aria-describedby="caption-attachment-474014" style="width: 681px" class="wp-caption aligncenter"><img class="wp-image-474014 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-12-at-16.47.26.jpeg" alt="" width="681" height="454" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-12-at-16.47.26.jpeg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-12-at-16.47.26-400x267.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/WhatsApp-Image-2025-05-12-at-16.47.26-150x100.jpeg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-474014" class="wp-caption-text">Jeep Adventure, wisata petualangan yang menjadi daya tarik utama Desa Menawan. foto: Ist</figcaption></figure>
<p>Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Mutrikah, Camat Gebog, para kepala desa, Ketua TP PKK se-Kabupaten Kudus, serta jajaran pengurus lainnya.</p>
<p>Salah satu atraksi yang paling menarik dalam acara ini adalah Jeep Adventure, wisata petualangan yang menjadi daya tarik utama Desa Menawan. Ketua TP PKK Kudus, Endhah Endayani, turut merasakan pengalaman seru menjelajahi trek wisata menggunakan mobil jeep.</p>
<p>Para peserta diajak melintasi jalur wisata yang menyuguhkan pemandangan alam khas pedesaan, mulai dari lanskap pertanian, sentra buah jambu di Kinclong Farm, hingga kawasan bukit rehabilitasi yang dikembangkan bersama Yayasan Konservasi Djarum. Area seluas 123 hektare tersebut kini ditanami berbagai jenis buah-buahan sebagai bagian dari program pelestarian lingkungan dan edukasi agrowisata.</p>
<p>Kepala Desa Menawan, Tri Lestari, menjelaskan bahwa konsep Jeep Adventure tidak sekadar menghadirkan petualangan, tetapi juga edukasi tentang potensi pertanian dan lingkungan desa.</p>
<p>“Kami ingin mengenalkan sisi lain Desa Menawan lewat jalur petualangan yang seru namun tetap sarat nilai edukatif. Ini adalah bentuk inovasi wisata yang memadukan alam dan kearifan lokal,” tuturnya.</p>
<p>Dengan beragam atraksi yang ditawarkan, Desa Menawan kian siap menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kudus. Selain menyuguhkan hiburan, wisata ini juga mampu memberdayakan masyarakat setempat dan menjaga kelestarian lingkungan.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/12/tp-pkk-kudus-dukung-wisata-desa-menawan-jeep-adventure">Ketua TP PKK Kudus Ikut Uji Nyali Jeep Adventure di Desa Menawan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ayam Bakar yang Paling Ueeeenaaaak Itu Ada di Colo</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/09/ayam-bakar-yang-paling-ueeeenaaaak-itu-ada-di-colo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2021 02:59:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[ayam bakar mbok yanah colo]]></category>
		<category><![CDATA[curug montel]]></category>
		<category><![CDATA[gunung muria]]></category>
		<category><![CDATA[ojek colo]]></category>
		<category><![CDATA[sunan muria]]></category>
		<category><![CDATA[walisongo]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kudus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata ziarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=138769</guid>

					<description><![CDATA[<p>Reportase Widiyartono R COLO adalah sebuah desa di Kecamatan Dawe, kaki Gunung Muria Kudus. Jarak dari kota Kudus menuju lokasi ini kurang dari 20 km, yang bisa ditempuh dengan kendaraan dalam waktu sekitar setengah jam. Ya, Colo memang dikenal sebagai tujuan wisata religi, khususnya ziarah ke makam Sunan Muria, atau Raden Mas Said. Maka pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/09/ayam-bakar-yang-paling-ueeeenaaaak-itu-ada-di-colo">Ayam Bakar yang Paling Ueeeenaaaak Itu Ada di Colo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Reportase <strong>Widiyartono R</strong></p>
<p><strong>COLO </strong>adalah sebuah desa di Kecamatan Dawe, kaki Gunung Muria Kudus. Jarak dari kota Kudus menuju lokasi ini kurang dari 20 km, yang bisa ditempuh dengan kendaraan dalam waktu sekitar setengah jam. Ya, Colo memang dikenal sebagai tujuan wisata religi, khususnya ziarah ke makam Sunan Muria, atau Raden Mas Said.</p>
<p>Maka pada saat normal di luar pandemi seperti saat ini, banyak dijumpai bus-bus membawa peziarah dari berbagai tempat yang parkir di kawasan wisata Colo. Meski saat pandemic seperti sekarang, tetap masih ada yang berkunjung ke sana, meskipun tidak meluap seperti biasa.</p>
<p>Colo memang tepat peziarahan, khususnya bagi umat Islam. Tetapi selain itu, tempat ini memang unik. Lokasinya di ketinggian, udara relatif sejuk pada siang hari, tetapi sangat dingin pada waktu malam. Untuk sekadar “ngadhem”, Colo merupakan lokasi yang cocok.</p>
<p>Terlebih di sana juga ada hotel milik pemda yang bi dijadikan tempat beristirahat. Di hotel ini juga sering diadakan kegiatan seperti rapat, pelatihan, <em>workshop</em>, dan lain-lain.</p>
<p><strong>Jeruk Pamelo</strong></p>
<p>Ada yang unik bila kita berkunjung ke Colo. Setelah masuk dan membayar tiket, kemudian kita akan melewati kawasan yang biasa digunakan untuk parkir bus-bus pembawa wisatawan. Di situ ada masjid, dan di sekitarnya banyak sekali pedagang.</p>
<p>Yang dijual sangatlah khas Colo, misalnya <em>ganyong</em> sejenis umbi-umbian keluarga yang termasuk kana seperti bunga puspanyidra. Umbi yang berasa manis dengan serat-serat kasar ini dijajakan sudah dalam keadaan matang.</p>
<p>Selain <em>ganyong </em>ada juga kimpul atau talas yang juga dijual sudah dalam keadaan matang. Jadi kalau kita beli, bisa langsung kita nikmati. Bagi orang kota, jenis makanan ini jelas sangat jarang dijumpai. Maka, ini adalah sebuah sensasi bila kita menikmatinya di Colo.</p>
<p>Dagangan lainnya ada petai. Nah, petai menjadi buah tangan bagi yang berkunjung ke Colo. Bentuknya yang panjang, bijinya besar, apalagi yang tua. Ah, sangat mantap untuk disantap di rumah sebagai teman makan ayam goreng, campuran nasi goreng, atau masakan lainnya.</p>
<p>Ada juga kulit pohon pakis, dalam ukuran tertentu, yang konon dipercaya bisa menjadi pengusir tikus. Bentuknya yang eksotis bagaikan ukiran, potongan kayu pakis ini juga bisa digunakan sebagai hiasan. Kemudian yang juga selalu ada di Colo adalah pisang tanduk atau orang Jawa meyebutnya <em>gedhang gebyar</em>.</p>
<figure id="attachment_138778" aria-describedby="caption-attachment-138778" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-138778" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2930-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-138778" class="wp-caption-text">Di pasar ini kita bisa membeli pisang tanduk, petai, dan buah-buah lainya termasuk jeeruk pamelo. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p>Yang juga sangat popular adalah jeruk pamelo. Ini semacam jeruk bali, dalam ukuran yang besar, rasanya manis, buahnya berwarna merah.</p>
<p>Nama &#8220;pamelo&#8221; sekarang disarankan oleh Kementerian Pertanian, karena ini bukan “jeruk bali” dan tidak ada kaitannya dengan Bali. Konon pula, kata <em>pamelo</em> ini disematkan pada jeruk itu, karena mengacu pada bintang film <em>Baywatch</em> Pamela Andersen yang dadanya besar seperti jeruk endemik Muria ini. Ah ada-ada saja….</p>
<p>Jeruk pamelo memang besar dan rasanya manis. Maka harganya pun, wow, tentu tidak murah. “Ini yang kecil-kecil dua puluh ribu. Yang agak besar tiga puluh lima ribu. Yang super tujuh puluh lima ribu,” ujar penjual di pasar buah yang ada di Colo.</p>
<p>Yang harganya 35 ribu rupiah, itu memang besar, tetapi ada “cacat” di kulitnya karena adanya serangan hama atau tumbuhnya tidak sehat. Tetapi yang super memang dijamin. Selain besar juga manis.</p>
<p>“Kalau milih jeruk seperti ini jangan cuma karena besarnya. Tetapi diangkat dan dirasakab beratnya. Kalau yang lebih berat, itu isi buahnya besar. Kalau ringan kebanyakan lapisan kulitnya,” ujar seorang pengunjung.</p>
<figure id="attachment_138775" aria-describedby="caption-attachment-138775" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-138775" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2939-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-138775" class="wp-caption-text">Sajian ayam bakar dan pecel pakis Mbok Yanah ini, cocok sekali dinikmati di Colo yang sejuk. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p><strong>Ayam Bakar dan Pecel Pakis</strong></p>
<p>Yang paling sensasional, kalau berkunjung ke Colo ya makan pecel paku. <em>Lho, mosok</em> paku dimakan. Ya, pakis adalah tanaman jenis paku-pakuan. Jenis pakis tertentu, daunnya bisa dimasak. Kalau di Baturaden dimasak <em>oseng-oseng</em> dicamput <em>kamijara</em> atau sereh. Nah, di Colo dimacak pecel.</p>
<p>Ada sebuah warung namanya Mbok Yanah, yang menyediakan pecel pakis ini. Tetapi yang lebih menggetarkan lagi adalah ayam bakarnya. Tetapi maf-maaf kata, kalau Anda cuma berduaan saja disarankan jangan pesan ayam bakar di sini. Dijamin <em>nggak bakalan </em>habis.</p>
<p>“Kalau pesan ayam di sini harus satu ekor, ya kalau nggak habis kan bisa dibungkus dibawa pulang,” kata pemilik warung.</p>
<p>Maklum, pemilik warung memang tidak menyediakan potongan ayam. Jadi kalau kita ke sana, harus pesan ayam satu ekor utuh. Jadi kalau cuma berdua, ya sisanya dibungkus buat oleh-oleh. Rasa ayam bakarnya memang <em>mak nyussssss</em>. Manis gurih, disantap dengan nasi hangat dan pecel pakis. Pokoknya <em>uenaaak tenan.</em></p>
<p>Bila tidak pesan ayam, ada sih lauk lainnya seperti bakwan, tempe, atau kerupuk. Juga bisa pesan ayam goring tentu saja. Tetapi pecel pakis itu pasti turut disajikan.</p>
<figure id="attachment_138781" aria-describedby="caption-attachment-138781" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-138781" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/DSCF2920-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-138781" class="wp-caption-text">Berfoto dengan latar belakang rumah-rumah di lereng Gunung Muria jangan dilewatkan sebagai kenang-kenangan. Foto: Widiyartono R.</figcaption></figure>
<p><strong>Rumah-rumah di Lereng</strong></p>
<p>Di Kabupaten Magelang ada tempat viral di Dusun Butuh, Kecamatan Kaliangkrik. Dusun Buuh namanya tenggelam berganti dengan Nepal van Java. Ya, rumah-rumah di lereng punggung Gunung Sumbing itu diimajinasikan oleh netizen seperti rumah-rumah di Nepal, di lereng Pegunungan Himalaya.</p>
<p>Di Colo, ada juga rumah-rumah eksotik yang berderet di lereng yang cukup tajam. Bila dipandang di pinggir jalan raya depan hotel milik pemda, memang jadi eksotik sekali. Hanya saja, tidak diwarna-warni seperti di Butuh, Kaliangkrik.</p>
<p>Pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang kawasan rumah di tebing tajam itu. Bila cuaca bagus, akan sangat indah. Kalau pun toh ada kabut, itu akan menambah sensasi di foto-foto kita.</p>
<p>Tetapi, bila berkunjung ke Colo memang harus hati-hati. Tukang ojek banyak sekali di sana, mengantar pengunjung yang berziarah ke makam Sunan Muria di puncak. Mereka adalah pengendara yang amat mahir, sehingga mengemudikannya pun cenderung ngebut. Cukup ngeri juga bagi pengunjung.</p>
<p>Ya, ayo kita ke Colo. Tetapi harap diingat, karena masih suasana pandemi maka tetap harus dijaga protocol kesehatan. Pakai masker, cuci tangan, dan yang penting <strong>jangan bergerombol, jangan berkerumun.</strong></p>
<p>Selamat berwisata.</p>
<p><em>Widiyartono R, wartawan suarabaru.id, pemerhati masalah pariwisata.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/09/ayam-bakar-yang-paling-ueeeenaaaak-itu-ada-di-colo">Ayam Bakar yang Paling Ueeeenaaaak Itu Ada di Colo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Disbudpar Sebut Pengelola Wisata Terapkan Protokol Kesehatan dengan Baik</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/21/disbudpar-sebut-pengelola-wisata-terapkan-protokol-kesehatan-dengan-baik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2020 00:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[protokol-kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=134115</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus memastikan mayoritas objek wisata serta fasilitas pendukung lainnya sudah mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya mendukung pencegahan penularan Covid-19. &#8220;Hasil pengawasan di lapangan, masing-masing pengelola objek wisata sudah mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari penyiapan tempat cuci tangan, poster imbauan memakai masker dan jaga jarak serta petugas yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/21/disbudpar-sebut-pengelola-wisata-terapkan-protokol-kesehatan-dengan-baik">Disbudpar Sebut Pengelola Wisata Terapkan Protokol Kesehatan dengan Baik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus memastikan mayoritas objek wisata serta fasilitas pendukung lainnya sudah mematuhi protokol kesehatan sebagai upaya mendukung pencegahan penularan Covid-19.</p>
<p>&#8220;Hasil pengawasan di lapangan, masing-masing pengelola objek wisata sudah mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari penyiapan tempat cuci tangan, poster imbauan memakai masker dan jaga jarak serta petugas yang mengecek suhu tubuh setiap pengunjung,&#8221; kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Bergas Catur Sasi Penanggungan, Senin (21/12).</p>
<p>Selain itu, lanjut dia, para pelaku wisata di Kudus juga sudah mengikuti program bimbingan teknis wisata alam, budaya dan buatan dengan penerapan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan ramah lingkungan (Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability/CHSE).</p>
<p>Dengan adanya bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diharapkan semakin termotivasi untuk menerapkan protokol kesehatan demi membangkitkan kembali sektor pariwisata di masa pandemi Covid-19.</p>
<p>Ketika terjadi klaster penularan Covid-19 di objek wisata, ia mengingatkan bahwa hal itu bisa berpotensi mengakibatkan penutupan objek wisata tersebut sehingga merugikan pihak pengelola objek wisata.</p>
<p>Untuk itu, mereka diminta menjalankan aturan protokol kesehatan secara ketat dengan harapan upaya pemulihan ekonomi juga berjalan beriringan dengan pemulihan kesehatan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Hal terpenting, pengelola objek wisata harus rutin memantau kepatuhan pengunjung terutama dalam memakai masker dan menghindari kerumunan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Ia memaparkan, untuk memastikan kepatuhan masing-masing pengelola objek wisata di Kabupaten Kudus, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus juga telah menerjunkan Satuan Petugas Pariwisata untuk mengawasi kedisiplinan pengelola objek wisata menerapkan protokol kesehatan.</p>
<p>Juru bicara Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus Deny Nur Hakim mengungkapkan aturan protokol kesehatan memang secara ketat diberlakukan bagi setiap pengunjung Makam Sunan Kudus. Sejumlah poster berisi imbauan memakai masker, mencuci tangan dan jaga jarak aman juga terpampang di setiap lokasi.</p>
<p>Aturan soal protokol kesehatan, katanya tidak bisa ditawar karena peziarah yang ketahuan tidak memakai masker tidak diizinkan masuk ke kompleks makam. Peziarah juga diminta mencuci tangan terlebih dahulu karena sudah tersedia tempat cuci tangan.</p>
<p><strong>Tm-Ab</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/21/disbudpar-sebut-pengelola-wisata-terapkan-protokol-kesehatan-dengan-baik">Disbudpar Sebut Pengelola Wisata Terapkan Protokol Kesehatan dengan Baik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pesona Wisata Air Terjun Kedung Gender, Destinasi Wisata Alam di Kudus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/11/29/pesona-wisata-air-terjun-kedung-gender-destinasi-wisata-alam-di-kudus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2020 08:24:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[air terjun]]></category>
		<category><![CDATA[kedung gender]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=128803</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Selain dikenal sebagai Kota Kretek, Kudus ternyata punya pesona lain berupa wisata alam. Dan yang paling gres adalah wisata air terjun Kedung Gender yang berada di Desa Dukuh Waringin, Kecamatan Dawe. Ya, air terjun ini memang destinasi wisata yang terbilang baru di Kabupaten Kudus, karena lokasi ini ini baru terbuka untuk umum [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/11/29/pesona-wisata-air-terjun-kedung-gender-destinasi-wisata-alam-di-kudus">Pesona Wisata Air Terjun Kedung Gender, Destinasi Wisata Alam di Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Selain dikenal sebagai Kota Kretek, Kudus ternyata punya pesona lain berupa wisata alam. Dan yang paling gres adalah wisata air terjun Kedung Gender yang berada di Desa Dukuh Waringin, Kecamatan Dawe.</p>
<p>Ya, air terjun ini memang destinasi wisata yang terbilang baru di Kabupaten Kudus, karena lokasi ini ini baru terbuka untuk umum sejak tahun 2017 silam.</p>
<p>“Sebelum tahun 2017 jalur menuju air terjun masih hutan belantara dan jurang.  Akhirnya bersama pemuda yang tergabung dalam Kelompok Sadar wisata (Pokdarwis), kami membuat jalur menuju air terjun hingga kini bisa dinikmati oleh masyarakat umum,”kata Hasanudin, ketua Pokdarwis Mutiara Hijau selaku pengelola air terjun.</p>
<p>Air terjun yang memiliki ketinggian 20 meter ini menyimpan keindahan alam bagi wisatawan. Tak hanya itu, keasrian keindahan alam memanjakan wisatawan yang datang.</p>
<p>Untuk menempuh menuju air terjun, dari lokasi parkir harus berjalan kaki menempuh jarak 600 meter. Saat berjalan kaki wisatawan dimanjakan dengan keindahan tebing dan sungai yang masih alami.</p>
<p>Selain menikmati sejuknya alam dalam perjalanan ke lokasi, pengelola juga menyediakan beberapa spot foto, seperti perahu dan jembatan cinta untuk memuaskan wisatawan. Spot-spot itu banyak tersebar di sepanjang jalan menuju air terjun.</p>
<figure id="attachment_128805" aria-describedby="caption-attachment-128805" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="wp-image-128805 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/air-terjun-kedung-gender2.jpg" alt="" width="640" height="419" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/air-terjun-kedung-gender2.jpg 640w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/air-terjun-kedung-gender2-400x262.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/11/air-terjun-kedung-gender2-150x98.jpg 150w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption id="caption-attachment-128805" class="wp-caption-text">Seorang pengunjung saat berenang di jernihnya air terjun Kedung Gender. foto:Suarabaru.id</figcaption></figure>
<p>Yang tak kalah menarik, lanjutnya, di tengah perjalanan, ada juga sumber air yang dipercaya bisa membuat awet muda para pengunjung perempuan yang membasuhkannya ke wajah. Sumber air ini konon merupakan petilasan dari Sunan Muria.</p>
<p>Meski harus menempuh medan yang naik turun, namun rasa capek pengunjung akan segera terbayar lunas saat tiba di lokasi.</p>
<p>Begitu tiba, pengunjung dimanjakan dengan keindahan air terjun. Kondisi airnya pun terlihat jernih. Pengunjung tidak hanya bisa berfoto saja, melainkan bisa langsung menikmati jernihnya air terjun Kedung Gender.</p>
<p>“Saya jamin rasa capek akan hilang saat tiba di lokasi,”ujarnya.</p>
<p>Pria yang akrab disapa Udin tersebut menjelaskan, wisata air terjun ini baru dibuka sejak tahun 2017 lalu. Sehingga saat ini wisata air terjun masih menjadi favorit warga mengisi akhir pekan. Namun semenjak ada pandemi Corona, wisata air terjun sempat ditutup sementara.</p>
<p>&#8220;Setelah era new normal, akhirnya kami memutuskan membuka kembali lokasi ini dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua pengunjung harus menerapkan 3 M saat datang ke sini,”ujarnya.</p>
<p>Udin juga menambahkan, pihaknya menyediakan paket wisata. Paket wisata itu terdiri dari objek wisata air terjun, kemudian menuju kampung lebah, dan melihat UMKM di Dukuhwaringin.</p>
<p>&#8220;Masuknya kita juga menyediakan paket wisata Rp 30 ribu, bisa menikmati air terjun Kedung Gender, kampung lebah, dan UMKM,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Udin menjelaskan, sebelum ada Corona wisata air terjun biasanya ramai pengunjung. Apalagi saat akhir pekan. Wisatawan datang dari beberapa daerah seperti dari Kudus, Juwana, Pati, hingga Semarang.</p>
<p>&#8220;Sebelum ada Corona Sabtu dan Minggu pasti ramai. Ada dari Juwana, Jepara, hingga ada dari Semarang. Setelah new normal ini, tingkat kunjungan hanya 40 persen dibandingkan sebelum ada pandemi,&#8221; tandas Udin.</p>
<p><strong>Tm-Ab</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/11/29/pesona-wisata-air-terjun-kedung-gender-destinasi-wisata-alam-di-kudus">Pesona Wisata Air Terjun Kedung Gender, Destinasi Wisata Alam di Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>