<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>wayang Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/wayang/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Nov 2024 03:50:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>wayang Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Museum Wayang Indonesia Wonogiri, Ada Sumur Drajad Tempat Mandi Presiden Soeharto</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/07/museum-wayang-indonesia-wonogiri-ada-sumur-drajad-tempat-mandi-presiden-soeharto</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Nov 2024 23:28:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Wonogiri]]></category>
		<category><![CDATA[museum wayang indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Wayang Indonesia Wonogiri]]></category>
		<category><![CDATA[Pak Bei Tani]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Soeharto]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<category><![CDATA[Wuryantoro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=445276</guid>

					<description><![CDATA[<p>WONOGIRI (SUARABARU.ID) &#8211; Hari ini, Tanggal 7 November 2024, telah ditetapkan menjadi Hari Wayang Nasional yang juga Hari Wayang Dunia. Ini berkaitan erat dengan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang pada tanggal 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai warisan budaya Indonesia. Penetapan oleh UNESCO, yakni Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/07/museum-wayang-indonesia-wonogiri-ada-sumur-drajad-tempat-mandi-presiden-soeharto">Museum Wayang Indonesia Wonogiri, Ada Sumur Drajad Tempat Mandi Presiden Soeharto</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>WONOGIRI (SUARABARU.ID) &#8211;</b> Hari ini, Tanggal 7 November 2024, telah ditetapkan menjadi Hari Wayang Nasional yang juga Hari Wayang Dunia.</p>
<p>Ini berkaitan erat dengan <i>United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization </i>(UNESCO) yang pada tanggal 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai warisan budaya Indonesia.</p>
<p>Penetapan oleh UNESCO, yakni Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini, dilakukan di Paris, Perancis. Indonesia, saat itu diwakili oleh Dalang Kondang Ki Manteb Sudharsana (Alm). Berawal dari hal ini, kemudian ditetapkan Tanggal 7 Nopember sebagai Hari Wayang Dunia.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, fokus utama UNESCO adalah mempromosikan kerja sama antarnegara dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan.</p>
<p>Organisasi Internasional ini,  memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai universal seperti keadilan, hak asasi manusia dan kebebasan hakiki.</p>
<p>Ada lebih dari 100 jenis wayang yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Wayang-wayang tersebut sudah masuk dalam data Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia, yang tersebar di seluruh Tanah Air.</p>
<p>Wayang yang menjadi koleksi museum, misalnya wayang kulit yang berbahan kulit kerbau atau lembu, wayang beber yang berupa lukisan di kain besar, wayang golek, wayang klithik, dan koleksi topeng.</p>
<p>Berkaitan hal tersebut, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor: 30 Tahun 2018, tertanggal 17 Desember 2018, pemerintah menetapkan setiap pada Tanggal 7 November memperingati Hari Wayang Nasional (HWN).</p>
<figure id="attachment_445329" aria-describedby="caption-attachment-445329" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-445329" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/WAYANG3.jpg" alt="" width="681" height="416" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/WAYANG3.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/WAYANG3-400x244.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/11/WAYANG3-150x92.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-445329" class="wp-caption-text">Sebgian koleksi MWI Wonogiri. Fotyo: Tangkapan layar youtube Parjiyo Ghani</figcaption></figure>
<p>HWN Tanggal 7 November tersebut, juga berdasarkan keputusan UNESCO yang menetapkan wayang sebagai <i>Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity.</i> Selanjutnya, wayang juga masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO, untuk kategori <i>Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity</i> dengan judul <i>The Wayang Puppet Theater</i> tertanggal 4 November 2008.</p>
<p>Dengan penetapan HWN setiap Tanggal 7 November, diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk meningkatkan apresiasi terhadap wayang, sebagai aset budaya nasional. Sehingga, HWN sekaligus menjadi sarana untuk pembentukan jati diri dan karakter bangsa.</p>
<p><b>Tempat Tinggal Presiden Soeharto</b></p>
<p>Berbicara wayang, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, memiliki Museum Wayang Indonesia (MWI). Museum ini, menempati Rumah Joglo Padepokan Pak Bei Tani di Desa Wuryantoro, Kecamatan Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/07/museum-wayang-indonesia-wonogiri-ada-sumur-drajad-tempat-mandi-presiden-soeharto">Museum Wayang Indonesia Wonogiri, Ada Sumur Drajad Tempat Mandi Presiden Soeharto</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nana Sudjana Saksikan Aksi Dalang Kembar dalam Rangkaian HUT Jawa Tengah ke 79</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/08/15/nana-sudjana-saksikan-aksi-dalang-kembar-dalam-rangkaian-hut-jawa-tengah-ke-79</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Aug 2024 10:06:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[79]]></category>
		<category><![CDATA[hut]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Nana Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[pemprov]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=430905</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana turut menyaksikan pagelaran wayang kulit di halaman kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), Rabu 14 Agustus 2024 malam. Kegiatan ini digelar dalam rangkaian memperingati hari jadi ke-79 Provinsi Jawa Tengah. Dalang Ki Warseni Slenk dihadirkan dengan lakon &#8220;Semar Kembar-Sembadra Larung&#8221;. Sebelumnya turut menghibur para [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/15/nana-sudjana-saksikan-aksi-dalang-kembar-dalam-rangkaian-hut-jawa-tengah-ke-79">Nana Sudjana Saksikan Aksi Dalang Kembar dalam Rangkaian HUT Jawa Tengah ke 79</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana turut menyaksikan pagelaran wayang kulit di halaman kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), Rabu 14 Agustus 2024 malam.</p>
<p>Kegiatan ini digelar dalam rangkaian memperingati hari jadi ke-79 Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p>Dalang Ki Warseni Slenk dihadirkan dengan lakon &#8220;Semar Kembar-Sembadra Larung&#8221;. Sebelumnya turut menghibur para penikmat wayang, yakni aksi dalang kembar asal Semarang Bagas Satyanegara (Satya) dan Brata Satrianegara (Satria) membawa lakon &#8220;Jarasandha Lena&#8221;.</p>
<p>&#8220;Ini untuk memperingati hari jadi ke-79 Provinsi Jawa Tengah, juga dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus. Sekaligus untuk menggali dan melestarikan budaya bangsa,&#8221; kata Nana Sudjana dalam sambutannya.</p>
<p>Wayang Kulit yang telah tercatat sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Jawa. Sehingga layak untuk dilestarikan dan dikembangkan.</p>
<p>&#8220;Terbukti wayang kulit tidak hanya digemari di Jawa tetapi sudah masuk ranah Indonesia, sudah go international. Budaya ini harus kita lestarikan,&#8221; katanya.</p>
<p>Nana mengatakan, pagelaran wayang kulit bukan sekadar pertunjukan. Terdapat nilai luhur, termasuk tuntunan kehidupan sehari-hari. Dalam ceritanya juga memberikan pesan moral yang mengajak masyarakat lebih bijaksana dan lebih mulia.</p>
<p>Sebagaimana cerita &#8220;Semar Kembar-Sembadra Larung&#8221;. Di tengah banyaknya keserakahan dunia dan perilaku buruk, kebaikan selalu menjadi pemenangnya.</p>
<p>&#8220;Ini mengandung edukasi. Apalagi nanti kita akan menghadapi Pilkada serentak. Kita harapkan dari pertunjukan ini, Jateng tetap damai, adem, dan kondusif,&#8221; kata Nana.</p>
<p>Acara dimulai dengan simbolis penyerahan wayang Semar oleh Nana didampingi Pangdam IV/Diponegoro Deddy Suryadi dan Sekda Jateng Sumarno kepada dalang Ki Warseno Slenk.</p>
<p>Adapun, perhatian Pemprov Jateng pada bidang kebudayaan khususnya seni tradisional sangat besar. Mulai tahun 2018, penyaluran alat seni karawitan atau gamelan terus digelontorkan.</p>
<p><strong>Diaz Abidin</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/08/15/nana-sudjana-saksikan-aksi-dalang-kembar-dalam-rangkaian-hut-jawa-tengah-ke-79">Nana Sudjana Saksikan Aksi Dalang Kembar dalam Rangkaian HUT Jawa Tengah ke 79</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pagelaran Wayang Pandowo Boyong, Wujud Soliditas TNI-Polri</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/01/16/pagelaran-wayang-pandowo-boyong-wujud-soliditas-tni-polri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2023 13:22:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Dharma Samudera]]></category>
		<category><![CDATA[Pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pandowo boyong]]></category>
		<category><![CDATA[Soliditas]]></category>
		<category><![CDATA[tni-polri]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<category><![CDATA[Wujud]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=308269</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Aksi kompak para petinggi TNI dan Polri tampak dalam pagelaran wayang orang &#8220;Pandowo Boyong&#8221; yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Minggu (15/1/2023). Pagelaran yang diselenggarakan TNI AL dalam rangka memperingati hari Dharma Samudera&#8221; berkolaborasi dengan Laskar Indonesia Pusaka (LIP) yang didirikan oleh Jaya Suprana dan grup wayang orang Bharata. Kegiatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/16/pagelaran-wayang-pandowo-boyong-wujud-soliditas-tni-polri">Pagelaran Wayang Pandowo Boyong, Wujud Soliditas TNI-Polri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID</strong>) &#8211; Aksi kompak para petinggi TNI dan Polri tampak dalam pagelaran wayang orang &#8220;Pandowo Boyong&#8221; yang diselenggarakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada Minggu (15/1/2023).</p>
<p>Pagelaran yang diselenggarakan TNI AL dalam rangka memperingati hari Dharma Samudera&#8221; berkolaborasi dengan Laskar Indonesia Pusaka (LIP) yang didirikan oleh Jaya Suprana dan grup wayang orang Bharata.</p>
<p>Kegiatan yang melibatkan pejabat utama TNI AL, TNI AD, TNI AU, dan Polri ini, menampilkan aktor utama Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono yang berperan sebagai tokoh Bima Sena dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Prabu Puntadewa</p>
<p>Kemudian, Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali berperan sebagai Batara Baruna, Kasad Jenderal TNI Dudung Abdurachman sebagai Batara Brama, Kasau Marsekal TNI Fadjar Prasetyo sebagai Begawan Abiyasa, dan Ketua Umum Dharma Pertiwi Vero Yudo Margono sebagai Dewi Nagagini.</p>
<p>Dalam konferensi persnya, Panglima TNI Yudo Margono menyebut, tujuan kegiatan wayang orang ini tidak lain menyangkut soal pelestarian budaya.</p>
<p>&#8220;Kita bersama-sama akan melestarikan budaya asli Indonesia, yaitu budaya kesenian wayang, yang merupakan kesenian asli Indonesia,&#8221; kata Yudo.</p>
<p>Yudo menambahkan, pagelaran ini merupakan bentuk kerja sama antara TNI dan Polri. Ia menyebut TNI-Polri juga harus bekerja sama dalam mengabadikan budaya-budaya Indonesia.</p>
<p>&#8220;Ini sinergitas TNI-Polri, selain menjaga kedaulatan keamanan, melindungi tumpah darah Indonedia, juga sinergitas TNI-Polri melestarikan budaya asli Indonesia,&#8221; tambah dia.</p>
<p>Sementara Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengaku bangga lantaran ikut dalam pagelaran tersebut. Ia menyebut wayang orang ini sebagai kegiatan yang luar biasa.</p>
<p>&#8220;Pagelaran ini luar biasa, karena Panglima dan seluruh staf dan perwira tinggi lain dari semua angkatan ikut bergabung,&#8221; kata Sigit.</p>
<p>Dia berharap nantinya pagelaran ini bisa semakin meningkatkan sinergitas antara TNI-Polri. Sebab, menurut Listyo ada banyak bilai filosofis dalam kegiatan ini.</p>
<p>Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo menambahkan, pagelaran ini tidak hanya menunjukkan soliditas dan sinergitas TNI-Polri dalam menjaga kedaulatan, pertahanan, dan keamanan bangsa, melainkan juga dalam memajukan seni dan budaya bangsa.</p>
<p>&#8220;Wayang orang ini menceritakan tentang lakon Pandawa Boyong, dimana ketika lima orang ksatria bersaudara boyongan (pindah) dari Alengka yang dikuasai Kurawa ke Astinapura untuk memerdekakan diri dari kekuasaan Kurawa,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Mereka kemudian harus berperang melawan Kurawa yang jumlahnya jauh lebih besar dan memiliki persenjataan lebih banyak. Namun berkat kesungguhan yang didasarkan niat baik, Pandawa dapat memenangkan perang.</p>
<p>Dia menyebut, pagelaran wayang orang ini juga mengandung pesan moral untuk mengajak masyarakat agar lebih memahami, menghayati, dan mengamalkan Pancasila. Bahkan sosok dalam Pandawa Lima pun relevan dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila.</p>
<p><em><strong>Ning Suparningsih</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/16/pagelaran-wayang-pandowo-boyong-wujud-soliditas-tni-polri">Pagelaran Wayang Pandowo Boyong, Wujud Soliditas TNI-Polri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sosialisasi Cukai, Dinkominfotik Brebes Nanggap Wayang Santri</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/12/06/sosialisasi-cukai-dinkominfotik-brebes-nanggap-wayang-santri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Dec 2021 13:28:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Brebes]]></category>
		<category><![CDATA[diskominfotik]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=215974</guid>

					<description><![CDATA[<p>BREBES (SUARABARU.ID) &#8211; Sebagai upaya penyampaian pesan kepada khalayak tentang Cukai, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes menggelar Wayang Santri. Pergelaran virtual ini disiarkan langsung lewat Chanel Youtube Humas TV Pemkab Brebes dari Gedung Islamic Center Jalan Yos Sudarso Brebes, Sabtu (4/12) lalu. Dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (5/12), disebutkan bahwa wayang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/06/sosialisasi-cukai-dinkominfotik-brebes-nanggap-wayang-santri">Sosialisasi Cukai, Dinkominfotik Brebes Nanggap Wayang Santri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BREBES (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Sebagai upaya penyampaian pesan kepada khalayak tentang Cukai, Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Brebes menggelar Wayang Santri. Pergelaran virtual ini disiarkan langsung lewat Chanel Youtube Humas TV Pemkab Brebes dari Gedung Islamic Center Jalan Yos Sudarso Brebes, Sabtu (4/12) lalu.</p>
<p>Dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (5/12), disebutkan bahwa wayang santri dengan dalang Ki Haryo Entus Susmono tersebut dibuka Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT. Pembukaan Wayang Santri yang mengambil lakon Kembang Wijaya Kusuma ditandai dengan penyerahan tokoh Lupit dari Sekda kepada Ki Dalang Haryo Enthus Susmono.</p>
<p>Atas nama Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH dalam sambutannya, Djoko mengapresiasi Dinkominfotik yang mensosialisasikan UU no 39 tahun 2007 tentang cukai, lewat pergelaran wayang santri. Sehingga diharapkan bisa meresap dan dipahami masyarakat secara luas tanpa kesan menggurui. Seperti diketahui, ada banyak barang-barang yang dikenai cukai, yang bisa menjadi sumber pendapatan negara.</p>
<p>Djoko melihat, tentang rokok ada mata rantai yang saling bersinggungan dengan kesejahteraan masyarakat yang menyangkut petani tembako, buruh pabrik, hingga pengecer rokok yang jumlahnya mencapai jutaan orang.</p>
<p>Di sisi lain, ada dampak negatif yang mengancam faktor kesehatan bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Penerapan cukai rokok, merupakan langkah keseimbangan untuk mengatasi dampak buruk merokok dan menambah devisa negara.</p>
<p>Djoko menginformasikan, Kabupaten Brebes pada tahun 2021 menerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp 7 M. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai kegiatan di masing-masing OPD terkait.</p>
<p>Kepala Dinkominfotik Brebes Tatag Koes Adianto menjelaskan, pergelaran wayang lazimnya diadakan di lapangan terbuka dari malam hari hingga menjelang subuh. Namun karena kondisi Pandemi Covid-19 maka disajikan virtual. Sehingga masyarakat Brebes hnaya bisa menyaksikan pergelaran ini melalui Chanel Youtube Humas TV.</p>
<p>Pergelaran wayang sebagai instrumen dalam rangka sosialosasi gempur rokok ilegal, selain menghibur juga ada pesan yang bisa disampaikan. Tatag berharap melalui pergelaran Wayang santri yang digelar virtual masyarakat hanya terhibur namun juga dapat memahami apa itu cukai, cukai ilegal, ciri-ciri rokok dengan pita cukai palsu dan apa saja sangsi yang didapat jika memproduksi, menyimpan atau mengedarkan rokok dengan pita cukai illegal.</p>
<p>Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Analisis Perekonomian Een Erliana menjelaskan, terkait DBHCHT merupakan transfer dari Pusat ke daerah dan tidak semua provinsi mendapatkan DBHCHT. Provinsi Jawa Tengah mendapatkan Rp 748 Miliar yang dibagi ke seluruh pemerintah Kabupaten / Kota di Jawa Tengah. Termasuk Kabupaten Brebes sebagai penghasil cukai maka mendapatkan DBHCHT cukai rokok.</p>
<p>“Dana tersebut, diperuntukan di bidang Kesehatan Masyarakat, Ketrampilan Kerja, Modal Usaha, BLT dan Penegakan Hukum,” terang Een.</p>
<p>Selain itu tatag juga berharap melalui pergelaran wayang kali ini dapat menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat terhadap wayang yang merupakan budaya bangsa sendiri.</p>
<p>Pergelaran Wayang Santri dengan dalang Ki Haryo Enthus Susmono dipentaskan dengan kocak. Haryo mengambil lakon Kembang Wijaya Kusuma, yang merupakan sebuah simbol dari kemenangan harum dan harus dijaga. Kehadirannya membuat yang mati menjadi hidup, yang rusak menjadi baik.</p>
<p>Di tengah carut marutnya dunia karena wabah, diharapkan setiap insan manusia bisa menjadi Kembang Wijaya Kusuma. Kembang ini mampu menjadi cahaya di tengah kegelapan, menjadi solusi dalam setiap permasalahan.</p>
<p><strong>Nino Moebi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/06/sosialisasi-cukai-dinkominfotik-brebes-nanggap-wayang-santri">Sosialisasi Cukai, Dinkominfotik Brebes Nanggap Wayang Santri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkot Tegal Sosialisasikan Cukai Lewat Pergelaran Wayang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/11/29/pemkot-tegal-sosialisasikan-cukai-lewat-pergelaran-wayang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Nov 2021 13:34:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[cukai]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=214307</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Pemerintah Kota Tegal bersama Kantor Bea Cukai sosialisasi cukai melalui pergelaran wayang golek dan wayang kulit. Sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dilaksanakan di halaman Pendopo Ki Gede Sebayu Kompleks Balaikota Kota Tegal, Sabtu malam (27/11/2021). Pergelaran menampilkan wayang Santri dalang Ki Haryo Enthus Susmono dari Kabupaten Tegal membawakan lakon [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/11/29/pemkot-tegal-sosialisasikan-cukai-lewat-pergelaran-wayang">Pemkot Tegal Sosialisasikan Cukai Lewat Pergelaran Wayang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Pemerintah Kota Tegal bersama Kantor Bea Cukai sosialisasi cukai melalui pergelaran wayang golek dan wayang kulit. Sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dilaksanakan di halaman Pendopo Ki Gede Sebayu Kompleks Balaikota Kota Tegal, Sabtu malam (27/11/2021).</p>
<p>Pergelaran menampilkan wayang Santri dalang Ki Haryo Enthus Susmono dari Kabupaten Tegal membawakan lakon &#8216;Kembang Wijaya Kusuma.&#8217; Sedangkan pentas wayang kulit dengan dalang Ki Warseno Slank dari Surakarta yang membawakan lakon Pandawa Krida. Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengungkapkan bahwa kita patut bersyukur karena bisa menikmati suguhan Wayang yang merupakan budaya kebanggaan Indonesia.</p>
<p>“Syukur Alhamdulillah malam ini kita masih bisa menikmati suguhan Wayang Kulit yang merupakan budaya kebanggaan kita, terlebih malam ini tidak hanya menampilkan satu dalang, tetapi dua orang dalang sekaligus. Tentu ini pementasan yang istimewa, karena dua orang dalang pentas dalam satu panggung. Mudah-mudahan pementasan ini bisa menghibur masyarakat Tegal, yang hampir dua tahun tidak menyaksikan pentas kesenian secara langsung,” ucap Wali Kota mengawali sambutan.</p>
<p>Wali Kota menjelaskan untuk pementasan kesenian tradisional di masa seperti sekarang ini memiliki nilai yang sangat strategis. Sebab saat ini kita berada di era dimana arus K-Pop atau budaya korea ekspansi ke Indonesia begitu gencar. Tak hanya drama dan musik saja, tetapi sudah merambah ke produk kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>Dalam kondisi seperti ini budaya kita makin terancam eksistensinya. Perlahan tapi pasti remaja kita mulai gandrung dengan budaya korea. Perlahan tapi pasti pula budaya kita mulai tergeser dari fokus remaja kita.</p>
<p>“Tentu hal ini menjadi keprihatinan kita bersama, karena sesungguhnya kita memiliki kebudayaan adiluhung yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan dan ajaran mulia. Tetapi sekarang anak-anak kita lebih memilih budaya luar yang belum tentu sesai dengan sosiologi dan geografi kita. Itulah makanya saya selalu mendukung dan mendorong kegiatan yang berorientasi pada pelestarian kebudayaan lokal,” tutur Wali Kota.</p>
<p>Terkait dalang yang tampil pada pagelaran wayang, Wali Kota mengapresiasi kehadiran dalang muda yang masih mau melestarikan budaya bangsa.</p>
<p>“Kehadiran Ki Haryo Enthus Susmono di dunia pewayangan sejujurnya mampu menghibur saya akan kekhawatiran-kekhawatiran tadi. Karena Ki Haryo yang tergolong masih muda ini memiliki kemampuan memainkan seni tradisi yang luar biasa. Saya tahu Ki Haryo tidak hanya piawai memainkan wayang, tetapi juga mahir di bidang seni karawitan dan geguritan. Saya sangat berharap sosok Ki Haryo ini mampu menginspirasi kawan-kawan muda lainnya untuk mengikuti jejak beliau dalam rangka ‘nguri-uri’ budaya jawa,” ujar Wali Kota.</p>
<p>“Kalau sudah banyak anak muda yang memiliki kemampuan memainkan dan melestarikan seni-seni tradisi, maka Ki Warseno Slank tidak perlu lagi khawatir akan masa depan dunia pedalangan atau pewayangan. Tak perlu pula khawatir akan dunia karawitan, geguritan, ketoprak, batik, ukiran, dan seni-seni tradisi lainnya,” pungkas Wali Kota.</p>
<p>Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Ismail Fahmi mengatakan, bahwa maksud dan tujuan dari pagelaran wayang tersebut adalah selain nguri-nguri budaya jawa juga menyebarluaskan informasi tentang cukai rokok dan cukai tembakau.</p>
<p>“Maksud dan Tujuan acara Pagelaran Wayang Kulit dan Wayang Santri pada malam ini selain nguri-uri budaya Jawa atau ikut berperan serta melestarikan budaya jawa juga bertujuan untuk menyebarluaskan informasi tentang Cukai Rokok dan Cukai Tembakau kepada masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya supaya dapat mencegah peredaran produk rokok tanpa cukai atau rokok dengan cukai illegal,” ucap Ismail Fahmi.</p>
<p>Sementara Analis Perekonomian Sekretariat DBHCHT Provinsi Jawa Tengah –- Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah yang diwakili oleh Een Erliana juga menyampaikan, pergelaran wayang ini adalah media yang tepat dan informative dalam memberikan informasi tentang Cukai Rokok dan Cukai Tembakau kepada masyarakat Kota Tegal dan sekitarnya supaya dapat mencegah peredaran produk rokok tanpa cukai atau rokok dengan cukai illegal.</p>
<p><strong>Nino Moebi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/11/29/pemkot-tegal-sosialisasikan-cukai-lewat-pergelaran-wayang">Pemkot Tegal Sosialisasikan Cukai Lewat Pergelaran Wayang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sih Agung Pentas Wayang di  “Galengan” Sawah karena Prihatin Padi Diserang Hama</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/02/04/sih-agung-pentas-wayang-di-galengan-sawah-karena-prihatin-padi-diserang-hama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2021 05:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[pentas wayang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang serangga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=145035</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID)-  Pentas wayang  yang dilakukan Ki Sih Agung Prasetyo asal Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang ini lain dari pada lainnya. Yakni, di galengan (pematang) sawah yang sedang digarap oleh petani dusun setempat. Pada pementasan tersebut, ia hanya membawa beberapa tokoh wayang kulit, seperti para tokoh punakawan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/04/sih-agung-pentas-wayang-di-galengan-sawah-karena-prihatin-padi-diserang-hama">Sih Agung Pentas Wayang di  “Galengan” Sawah karena Prihatin Padi Diserang Hama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID</strong>)-  Pentas wayang  yang dilakukan Ki Sih Agung Prasetyo asal Dusun Sudimoro, Desa Baleagung, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang ini lain dari pada lainnya. Yakni, di <em>galengan</em> (pematang) sawah yang sedang digarap oleh petani dusun setempat.</p>
<p>Pada pementasan tersebut, ia hanya membawa beberapa tokoh wayang kulit, seperti para tokoh punakawan Semar, Gareng, Petruk dan Bagong serta Buto Terong.</p>
<p>Selain itu, ia menampilkan beberapa tokoh wayang  serangga yang terbuat dari fiber, yakni <em>tawon</em> (lebah), <em>walang</em> ( belalang), <em>gonteng</em> (raja rayap). Sedangkan untuk gunungan ada dua satu terbuat dari kulit dan satu lainnya terbuat dari fiber.</p>
<p>Tidak ketinggalan ia mengikutsertakan lima penabuh gamelan untuk mengiringi pentas yang berjuluk  <em>Donga Saka Sawah </em>(doa dari sawah).</p>
<p>Cerita pentas wayang tersebu juga tidak bersumber pada epos Mahabarata yang biasa dilakonkan pada pergelaran wayang kulit biasanya .Melainkan, berisi edukasi bagi masyarakat terkait kondisi pertanian saat ini.</p>
<p>“Wayang serangga ini  ceritanya  terkait dengan lingkungan alam  pedesaan seperti masalah pertanian, lingkungan alam dan lainnya,” kata pria lulusan Fakultas Bahasa dan Seni program studi Bahasa Jawa Universitas Negeri Yogyakarta ini.</p>
<p>Menurutnya, pementasan wayang serangga tersebut juga untuk mengedukasi masyarakat, utamanya para petani agar lebih peduli kepada lingkungan. Yakni, mengutamakan penggunaan pupuk alami daripada menggunakan pupuk kimia.</p>
<p>Selain itu, pentas yang dilakukan di pematang sawah tersebut juga sebagai bentuk keprihatinan atas nasib para petani yang  gagal panen akibat hama tikus dan burung yang merajalela.</p>
<p>“Maraknya hama tikus yang mengancam panenan milik petani ini, juga diakibatkan semakin punahnya predator hama,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap dengan pementasan di tengah sawah  sesuai dengan temanya”Donga Saka Sawah” tersebut,  kehidupan para petani kembali membaik dengan hasil pertanian yang kembali meningkat, sehingga tidak terjadi krisis pangan.</p>
<p>Agung menambahkan, sebelumnya beberapa waktu lalu ia mementaskan wayang serangga dengan judul “ Donga Saka Gunung” ( doa dari gunung).</p>
<p>Dalam pentas tersebut, ia menceritakan  berbagai macam bencana yang melanda tanah air tercinta, mulai gempa bumi, banjir, tanah longsor dan lainnya.</p>
<p>Menurutnya, tema-tema yang dibawakan saat pentas wayang serangga ini juga bisa sebagai sarana edukasi bagi anak-anak agar lebih mencintai alam  sekitarnya.</p>
<p><strong>Tidak Nglangut</strong></p>
<p>Sih Agung menjelaskan, pentas wayang tersebut dilakukan tidak sekedar untuk mengedukasi masyarakat tentang alam sekitarnya, tetapi juga  untuk mengisi waktu di tengah pandemi covid-19 yang belum juga berakhir.</p>
<p>“Sebagai seorang seniman, pandemic covid-19 yang berkepanjangan  sangat berpengaruh. Yakni, tidak ada <em>tanggapan</em> ( jadwal pentas),”  katanya.</p>
<p>Menurutnya, dengan pentas di tempat yang tidak lazim tersebut juga sebagai “obat rindu” pentas dan agar tidak <em>nglangut</em> di tengah pandemi seperti saat ini.</p>
<p>“Dengan pentas di tengah sawah, hutan atau sungai, merupakan obat rindu kami untuk bisa menyalurkan  jiwa berkesenian, meskipun tetap mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.</p>
<p>Agung mengatakan, sebagai pekerja seni masih bisa berkarya meskipun di tengah aturan yang mengikatnya seperti PSBB, PPKM dan lain sebagainya, supaya kita tidak <em>ngelangut.</em></p>
<p><strong>Widiyas Cahyono</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<table width="0">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/02/04/sih-agung-pentas-wayang-di-galengan-sawah-karena-prihatin-padi-diserang-hama">Sih Agung Pentas Wayang di  “Galengan” Sawah karena Prihatin Padi Diserang Hama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wayang Berbahan Besi Galvalum, Kreasi Seniman Lereng Merbabu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/20/wayang-berbahan-besi-galvalum-kreasi-seniman-lereng-merbabu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2021 11:47:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kreasi seniman]]></category>
		<category><![CDATA[seniman magelang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=141481</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Wayang biasanya terbuat dari kulit lembu (sapi) yang kemudian dinamakan wayang kulit. Ada juga wayang yang terbuat dari kertas karton, rumput, dan lainnnya. Namun, wayang yang dibuat oleh Sujono (50) seorang seniman  asal  lereng Gunung Merbabu, tepatnya di Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang lain daripada lainnya. Yakni terbuat  dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/20/wayang-berbahan-besi-galvalum-kreasi-seniman-lereng-merbabu">Wayang Berbahan Besi Galvalum, Kreasi Seniman Lereng Merbabu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) </strong>&#8211; Wayang biasanya terbuat dari kulit lembu (sapi) yang kemudian dinamakan wayang kulit. Ada juga wayang yang terbuat dari kertas karton, rumput, dan lainnnya.</p>
<p>Namun, wayang yang dibuat oleh Sujono (50) seorang seniman  asal  lereng Gunung Merbabu, tepatnya di Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang lain daripada lainnya. Yakni terbuat  dari  galvalum (baja berkualitas tinggi yang bersifat ringan dan tipis) yang sering digunakan untuk atap rumah, dan lainnya.</p>
<p>Selama hampir tiga bulan ini, Sujono yang juga Pimpinan Sanggar Seni “Saujana” Dusun Keron tersebut membuat 100 tokoh wayang dari epos Mahabharata dan satu buah gunungan berbahan dasar galvalum.</p>
<figure id="attachment_141484" aria-describedby="caption-attachment-141484" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-141484" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/jono-keron.jpg" alt="" width="681" height="314" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/jono-keron.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/jono-keron-400x184.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/01/jono-keron-150x69.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-141484" class="wp-caption-text">Sujono, seniman dari lereng Gunung Merbabu yang juga Pimpinan Sanggar Seni “Saujana” Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. foto: Yon</figcaption></figure>
<p>Salah satu  alasan penggunaan galvalum tersebut, agar tahan dari hujan dan panas. Meskipun wayang -wayang tersebut dipasang di ruangan terbuka bebas seperti lapangan dan lainnya.</p>
<p>Sujono mengatakan, ide pembuatan wayang galvalum tersebut  datang, ketika Muhammad Khoirul Sholeh, warga Dusun Kebon Kliwon, Desa Kebon Rejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang memintanya untuk membuatkan wayang yang akan dipasang sebagai hiasan luar objek wisata edukasi di desanya.</p>
<p>“Beberapa waktu lalu, saya dihubungi oleh mas Irul Kebon Kliwon  yang meminta agar objek wisata yang dirintisnya bernuansa budaya. Dan, saya langsung punya ide membuat wayang yang  awet tahan air dan panas, yakni  terbuat dari galvalum,”  ujar  pria yang akrab disapa Jono Keron ini.</p>
<p>Setelah ide tersebut disetujui,  maka dirinya langsung membuat wayang tersebut sejak November 2020 kemarin.  Dan untuk proses pembuatannya  tersebut, dirinya dibantu oleh istrinya Rubiyati (45) dan kedua anak laki-lakinya, yakni Gading Indra (21) dan Bondan Pratoto (13).</p>
<p><strong>Tidak Rumit</strong></p>
<p>Menurutnya, dalam proses  pembuatan wayang galvalum  tidak serumit dengan pembuatan wayang dari kulit maupun karton. Karena, untuk wayang galvalum ini, tidak sampai detail  <em>sunggingan</em> (perwarnaan) nya seperti wayang kulit biasanya.</p>
<p>“ Kalau wayang galvalum ini, warnanya hanya abu-abu saja. Dan untuk detailnya hanya warna hitam di beberapa  bagian saja,”  ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, untuk proses mewarnai tubuh wayang tersebut menggunakan cat <em>epoxy</em> (cat dasar yang biasa digunakan untuk cat dasar mobil).  Sedangkan, untuk beberapa detil  tubuh dari tokoh wayang tersebut ia menggunakan cat warna hitam.</p>
<p>Untuk membuat 100 tokoh wayang dan satu buah gunungan tersebut, ia memerlukan sekitar 125 meter galvalum dengan ketebalan 0,3 milimeter. Selain itu juga menggunakan sebanyak 50 batang besi cor  beton untuk dijadikan rangka wayang-wayang tersebut.</p>
<p>Agar bentuk dan karakter wayang buatannya tersebut mirip dengan tokoh-tokoh wayang kulit seperti biasanya, ia juga belajar dan meminta masukan dari kakaknya Ki Hadi Suroto yang juga dikenal sebagai seorang dalang wayang kulit.</p>
<p>Dari 100 tokoh wayang yang dibuatnya tersebut terdiri dari beberapa karakter dan bentuk wayang  yang ada dalam epos Mahabharata itu,</p>
<p><strong>Gunungan</strong></p>
<p>Jono menjelaskan, 100 wayang dan satu buah gunungan yang dibuatkan tersebut mempunyai ukuran  variatif  dan lebih besar daripada ukuran wayang kulit sebenarnya.</p>
<p>“Dan yang besar adalah karakter <em>buta</em> (raksasa)  dengan tinggi 200 cm x 90 cm. Paling kecil 50 cm. Sedangkan, untuk ukuran gunungan  ketinggiannya mencapai 150 cm,” imbuhnya.</p>
<p>Ia mengaku, dari 101 wayang galvalum  yang dibuatnya tersebut yang paling sulit yakni gunungan.</p>
<p>Menurutnya, gunungan yang mempunyai tinggi 1,5 meter tersebut tingkat kesulitannya  berupa mengukir relung-relungnya. Karena, di dalam bentuk gunungan tersebut juga mempunyai cerita dari objek wisata edukasi Dusun Krandan.</p>
<p>“Di dalam  gunungan itu terdapat ukiran yang menceritakan tentang Dusun Krandan yang digambarkan seorang janda (asal usul Dusun Krandan, yakni <em>randha</em>/janda). Kemudian ada ukiran <em>ciblon</em> (pemandian) dan lainnya,” jelasnya.</p>
<p>Dalam pengerjaan wayang galvalum tersebut dirinya tidak menemui kendala yang berarti. Karena, bahan baku  galvalum tersebut mudah didapat dari beberapa toko material di Kecamatan Muntilan maupun di Kota Magelang.</p>
<p>Bahkan, ketika saat ini  sedang mengerjakan 100 tokoh wayang  berbahan dasar galvalum,  ia juga sudah mendapatkan pesanan khusus dari sebuah perusahaan galvalum dari Surabaya .</p>
<p>Perusahan galvalum tersebut, telah  memintanya untuk  dibuatkan seni instalasi serta bentuk-bentuk lain yang mempunyai ciri khas Surabaya  dan nantinya akan dipasang di sebuah taman di wilayah itu.</p>
<p><strong>Widiyas Cahyono-wied</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/20/wayang-berbahan-besi-galvalum-kreasi-seniman-lereng-merbabu">Wayang Berbahan Besi Galvalum, Kreasi Seniman Lereng Merbabu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Go Pot Jadi Pelestari Wayang Potehi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/10/01/go-pot-jadi-pelestari-wayang-potehi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hery Priyono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Oct 2020 08:41:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[go pot]]></category>
		<category><![CDATA[marimas]]></category>
		<category><![CDATA[potehi]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=117850</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – 10 matahari putra dewa langit naik melintasi langit menyebabkan malapetaka kerusakan bagi semua makhluk hidup di muka bumi. Bagai bola api besar, 10 matahari tersebut membakar hutan dan membuat manusia mati kelaparan. Atas malapetaka tersebut, seorang pemuda bernama Hou Yi memutuskan untuk memanah 10 matahari penyebab malapetaka. Hou Yi memanah kesembilan matahari [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/10/01/go-pot-jadi-pelestari-wayang-potehi">Go Pot Jadi Pelestari Wayang Potehi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>) – 10 matahari putra dewa langit naik melintasi langit menyebabkan malapetaka kerusakan bagi semua makhluk hidup di muka bumi. Bagai bola api besar, 10 matahari tersebut membakar hutan dan membuat manusia mati kelaparan.</p>
<p>Atas malapetaka tersebut, seorang pemuda bernama Hou Yi memutuskan untuk memanah 10 matahari penyebab malapetaka. Hou Yi memanah kesembilan matahari dan menyisakan satu matahari yang lari ketakutan kabur ke langit timur bersembunyi.</p>
<p>Sepotong kisah dari cerita rakyat Tiongkok berjudul Hou Yi sang Pemanah Matahari tersebut dibawakan dalam pentas Wayang Potehi yang dimainkan di Gedung Rasa Darma, Gang Pinggir, Semarang, Kamis (1/10/2020) siang.</p>
<p>Ya, pagelaran wayang asal negeri Tiongkok tersebut dipentaskan kembali setelah beberapa waktu lamanya di Semarang sudah sangat jarang sekali ada pentas Wayang Potehi. Dihadiri oleh segelintir penggemar Wayang Potehi, pentas tersebut juga dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat.</p>
<p>Uniknya, dalam pentas kali ini Wayang Potehi menggunakan mobil pick up sumbangan dari PT <a href="http://Marimas.com">Marimas</a> sebagai panggung pementasan. Baik dalang maupun pemain musik pengiring berada di atas mobil yang didesain menjadi panggung portable.</p>
<p>“Dengan adanya panggung yang menempel pada mobil Go Pot(ehi) ini, pementasan wayang potehi jadi lebih mudah digelar dan bisa dilakukan berkeliling dari satu tempat ke tempat lain dengan mudah,” kata Ketua Yayasan Rasa Darma Semarang, Harjanto Halim.</p>
<p>Harjanto berharap, dengan adanya Go Pot ini pentas Wayang Potehi bisa lebih bergairah lagi. Apalagi sekarang ini Wayang Potehi tidak hanya sekedar sebagai sebuah ritual saja, melainkan menjadi seni pertunjukan dengan cerita yang lebih menarik.</p>
<p>“Ini (Go Pot) sebentar lagi pentas ke Sumatra, semoga saja bisa keliling Indonesia. Saya pribadi melihat Potehi ini sebagai akulturasi budaya yang baik, ini tidak hanya sekedar wujud ritual tapi seni budaya, dan yang penting jangan sampai redup,” kata Harjanto.</p>
<p>Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat yang diundang dalam acara tersebut, Hendrar Prihadi, mendukung dan mengapresiasi pengembangan kesenian wayang potehi agar lebih mudah dipertunjukkan.</p>
<p>Menurut pria yang biasa disapa Hendi ini, upaya pengembangan kesenian wayang Potehi melalui Go Pot sesuai dengan semangat Semarang Smart City, yang terus mengupayakan berbagai inovasi dalam mendorong kemajuan Kota Semarang.</p>
<p>&#8220;Wayang ini merupakan warisan seni budaya yang harus dilestarikan dan diapresiasi. Saya rasa berbagai upaya yang kita lakukan bersama di hari ini menjadi sesuatu yang berharga bagi generasi &#8211; generasi kita nanti,&#8221; katanya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/10/01/go-pot-jadi-pelestari-wayang-potehi">Go Pot Jadi Pelestari Wayang Potehi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>