<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tim Nasional Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/tim-nasional/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jan 2026 04:08:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Tim Nasional Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Datangkan Pelatih Baru, Erick Thohir Apresiasi Dukungan Pecinta Sepak Bola Nasional</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/01/14/datangkan-pelatih-baru-erick-thohir-apresiasi-dukungan-pecinta-sepak-bola-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2026 04:08:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Erick Thohir]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[John Herdman]]></category>
		<category><![CDATA[Ketua Umum PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[Konferensi Pers]]></category>
		<category><![CDATA[Senayan]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=539314</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Dukungan maksimal dari seluruh elemen sepak bola Nasional untuk pelatih Timnas Indonesia yang baru, John Herdman, terus digaungkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir. Hal itu dilakukannya, usai PSSI menggelar perkenalan secara resmi pelatih asal Inggris itu, di sesi konferensi pers yang dilakukan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026). &#8221;Saya mengharapkan dukungan maksimal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/14/datangkan-pelatih-baru-erick-thohir-apresiasi-dukungan-pecinta-sepak-bola-nasional">Datangkan Pelatih Baru, Erick Thohir Apresiasi Dukungan Pecinta Sepak Bola Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Dukungan maksimal dari seluruh elemen sepak bola Nasional untuk pelatih Timnas Indonesia yang baru, John Herdman, terus digaungkan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.</p>
<p>Hal itu dilakukannya, usai PSSI menggelar perkenalan secara resmi pelatih asal Inggris itu, di sesi konferensi pers yang dilakukan di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2026).</p>
<p>&#8221;Saya mengharapkan dukungan maksimal dari para pemain, pengurus, dan juga pecinta sepak bola Nasional, yang mau menghargai proses pembentukan Timnas, agar makin kompetitif,&#8221; kata Erick, menjawab pertanyaan dari sejumlah awak media.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/01/14/genangan-banjir-di-pantura-kudus-surut-kondisi-jalan-jadi-rusak-parah">Genangan Banjir di Pantura Kudus Surut, Kondisi Jalan Jadi Rusak Parah</a></strong></p>
<p>Menurut dia, seperti dikutip dari laman resmi PSSI, visi dan pengalaman Herdman akan terwujud optimal, dengan sinergi dan dukungan penuh dari semua pihak. Erick juga menyampaikan apresiasi atas sambutan positif dari media, pengurus PSSI, dan pecinta sepakbola, sejak nama John Herdman pertama kali menguak sebagai kandidat pelatih Timnas.</p>
<p>Momen ini menandai babak baru bagi sepak bola Nasional, di mana PSSI berkomitmen penuh untuk membawa Timnas ke level yang lebih tinggi. &#8221;Ini merupakan momen, di mana PSSI dan sepak bola Indonesia masuk ke era baru, ditangani pelatih seperti John Herdman,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Dalam sesi perkenalan itu, John Herdman sendiri telah menyampaikan pandangannya. Dirinya melihat, tekanan itu sebagai sebuah keistimewaan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/01/14/uksw-hadirkan-dialog-mutu-pendidikan-pariwisata-melalui-instrumen-akreditasi-lamwisata">UKSW Hadirkan Dialog Mutu Pendidikan Pariwisata Melalui Instrumen Akreditasi LAMWisata</a></strong></p>
<p>&#8221;Memimpin tim nasional, berarti memikul harapan sebuah bangsa. Tekanan itu bisa menjadi kutukan, tetapi juga bisa menjadi berkah. Kami memilih menjadikannya berkah,&#8221; ungkap Herdman, menunjukkan mentalitas positif yang akan ditanamkan dalam tim.</p>
<p>Disebutkan dia, pencapaian besar membutuhkan proses dan konsistensi. Lolos ke Piala Dunia tidak terjadi dalam semalam. Kanada membutuhkan waktu puluhan tahun, untuk mencapainya.</p>
<p>&#8221;Indonesia telah membuat satu langkah besar, langkah yang sangat penting. Dan kini tugas kami mengambil langkah berikutnya,&#8221; ucap Herdman, memberikan perspektif realistis namun penuh optimisme.</p>
<p>Bersamaan dengan perkenalan Herdman, PSSI juga memperkenalkan Cesar Meylan, sebagai pelatih performa fisik, yang akan membantu Herdman. Meylan juga akan fokus pada pengembangan aspek kebugaran, kekuatan, dan daya tahan fisik pemain.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/01/14/datangkan-pelatih-baru-erick-thohir-apresiasi-dukungan-pecinta-sepak-bola-nasional">Datangkan Pelatih Baru, Erick Thohir Apresiasi Dukungan Pecinta Sepak Bola Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rizky Ridho, Sekadar Nominee pun Luar Biasa</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/22/rizky-ridho-sekadar-nominee-pun-luar-biasa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 10:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Eksepsional]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk Nominasi]]></category>
		<category><![CDATA[persija jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Puskas Award]]></category>
		<category><![CDATA[Rizky Ridho]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=508609</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // naluri dan seni/ inikah hakikat yang melekat/ pada genius sepak bola?/ dan kita menoreh sejarah itu/ dari pemain bernama Rizky Ridho// (Sajak &#8220;Puskas Award&#8221;, 2025) ASIA Tenggara luar biasa! Dan, pesepak bola kita pun tak kalah luar biasa. Rizky Ridho, bek tengah Persija Jakarta dan andalan tim nasional, mencatat sejarah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/22/rizky-ridho-sekadar-nominee-pun-luar-biasa">Rizky Ridho, Sekadar Nominee pun Luar Biasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-508638 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// naluri dan seni/ inikah hakikat yang melekat/ pada genius sepak bola?/ dan kita menoreh sejarah itu/ dari pemain bernama Rizky Ridho//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Puskas Award&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>ASIA</strong> Tenggara luar biasa!</p>
<p>Dan, pesepak bola kita pun tak kalah luar biasa.</p>
<p>Rizky Ridho, bek tengah Persija Jakarta dan andalan tim nasional, mencatat sejarah masuk <em>nominee</em> sebagai pencetak gol eksepsional untuk Puskas Award 2025.</p>
<p>Golnya ke gawang Arema FC dalam pertandingan Liga 1 pada 10 Maret 2025 menarik perhatian FIFA, sebagai salah satu calon penerima penghargaan sebagai gol terbaik dunia tahun ini. Nominee lain di antaranya adalah Declan Rice (Arsenal), Lamine Yamal (Barcelona), dan sejumlah gol eksotik yang mewarnai kontestasi sepak bola 2025.</p>
<p>Ini adalah momen kedua untuk pemain Asia Tenggara. Sebelumnya, Mohd Faiz Subri dari Malaysia bahkan tak hanya menjadi<em> nominee</em>. Pemain Penang FC itu meraih Puskas Award 2023 untuk golnya ke gawang Sri Pahang FC yang dicetak melalui tendangan bebas berputar.</p>
<p><strong>Ferenc Puskas</strong><br />
Penghargaan gol terbaik itu digagas oleh mantan Presiden FIFA Sepp Blatter pada 20 Oktober 2009, untuk menghormati Ferenc Puskás, striker legendaris Real Madrid era 1950-1960-an. Bintang asal Hongaria itu dianggap sebagai pemain Eropa paling tajam dan produktif.</p>
<p>Oleh Federasi Internasional Sejarah Sepak Bola &amp; Statistik (IFFHS) pada 1997 Puskas dinilai sebagai pencetak gol terbaik sepanjang abad ke-20. Dia membukukan 806 gol dari 793 laga dan 86 gol untuk tim nasional.</p>
<p>Lionel Messi, pemain terbaik dunia pada masanya, yang membendaharakan delapan trofi Ballon d&#8217;Or, belum pernah meraih Puskas Award, meskipun telah tujuh kali dinominasikan, terbanyak yang pernah diterima oleh seorang pemain.</p>
<p>Tiga kali Messi menjadi <em>runner-up</em>, kalah dari Neymar pada 2011 dan Wendell Lira pada 2015, lalu kalah dari Daniel Zsori pada 2019. Justru Cristiano Ronaldo-lah yang mendapatkannya ketika anugerah itu pertama kali digelar.</p>
<p><strong>Determinatif</strong><br />
Rizky Ridho mencetak gol dari tengah lapangan saat Persija Jakarta menghadapi Arema FC pada 10 Maret 2025. Proses gol tersebut dimulai dari permainan reguler, lalu serangan balik. Episode selanjutnya Rizky Ridho melihat posisi kiper Arema, Lucas Frigeri meninggalkan gawang terlalu jauh.</p>
<p>Prosesnya dimulai dari upaya Persija menahan serangan Arema. Sebagai bek tengah, Rizky Ridho harus menghalau serangan lawan. Dia berdiri di kotak penalti mengantisipasi pergerakan pemain-pemain lawan. Melihat umpan terobosan Arema ke kotak penalti, dia bereaksi cepat memotong bola, menguasainya di garis akhir lapangan.</p>
<p>Tak berlama-lama menahan bola, Ridho langsung mengoper pada Ryo Matsumura. Pada titik ini, kejelian Rizky Ridho membaca situasi terlihat jelas. Dia melihat posisi kiper lawan terlalu maju, dan langsung melob bola ke gawang.</p>
<p>Gol Ridho menggabungkan elemen-elemen determinasi, dengan kemenonjolan visi, <em>skill</em>, dan kalkulasi <em>timing</em>. Saya membandingkannya dengan gol spektakuler David Beckham ke gawang Wimbledon yang dijaga Neil Sullivan di laga perdana Liga Primer, 17 Agustus 1996.</p>
<p>Kiper Arema Lucas Frigeri dan Neil Sullivan sama-sama terlalu maju dari muka gawang, sehingga luncuran bola Ridho dan Beckham mulus menukik ke gawang melewati kepala mereka.</p>
<p>Masuknya gol Ridho sebagai <em>nominee</em> Puskas Award menimbulkan euforia tersendiri. Netizens Indonesia yang dikenal sangat aktif, bergelombang memberikan dukungan.</p>
<p>Voting pada hari penentuan nanti akan memilih tiga gol terbaik dari <em>nominee</em>, dan akan dipanel oleh tim teknis FIFA yang terdiri dari para legenda. Pemilihan ditentukan oleh dua faktor, yakni dukungan netizens yang menghasilkan tiga calon pemenang, yang kemudian akan diolah oleh tim panel FIFA.</p>
<p><strong>Tingkat Kesulitan</strong><br />
Gol-gol kelas Puskas Award punya kualitas seni dan tingkat kesulitan tinggi. Kalau kita simak bagaimana Cristiano Ronaldo membobol gawang FC Porto sebagai pesepak bola pertama yang mendapat anugerah itu, kita bisa menyimpulkan betapa dahsyat tendangan jarak jauh CR7.</p>
<p>Lalu apabila kita menyimak gol-gol pemenang, seperti gol Zlatan Ibrahimovic ke gawang Inggris, Son Heung-min ke gawang Burnley pada 2020, hingga tahun 2024 ketika Alejandro Garnacho membuat gol dengan tendangan saltonya, semua berkategori luar biasa, dan hanya para seniman bola yang bisa melakukannya.</p>
<p>Hampir semua gol dari 2009, 2010, hingga 2024 adalah gol eksepsional dengan seni dan proses sulit yang berkelas.</p>
<p>Apakah gol Rizky Ridho bisa menembus &#8220;syarat&#8221; itu?</p>
<p>Ya, bahkan andai akhirnya sekadar menjadi <em>nominee</em> pun, rasanya sudah luar biasa&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/22/rizky-ridho-sekadar-nominee-pun-luar-biasa">Rizky Ridho, Sekadar Nominee pun Luar Biasa</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Berlebihan bila Publik Merindukan Shin Tae-yong</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/18/tak-berlebihan-bila-publik-merindukan-shin-tae-yong</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2025 10:00:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[juru kunci]]></category>
		<category><![CDATA[kepercayaan publik]]></category>
		<category><![CDATA[Kluivert Out]]></category>
		<category><![CDATA[kualifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Netizens]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=501966</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak ada ruang untuk berdalih/ bukankah materi terbaik/ dalam sejarah timnas/ telah disediakan?/ : dengan proses yang mungkin instan/ apa pula yang dianggap kurang?// (Sajak &#8220;Patrick Kluivert&#8221;, 2025) TAGAR &#8220;Kluivert Out&#8221; di sejumlah akun media sosial yang mengungkapkan kekecewaan netizens, dapat dipahami sebagai ketidakpercayaan tentang masa depan tim nasional jika [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/18/tak-berlebihan-bila-publik-merindukan-shin-tae-yong">Tak Berlebihan bila Publik Merindukan Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-501981 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak ada ruang untuk berdalih/ bukankah materi terbaik/ dalam sejarah timnas/ telah disediakan?/ : dengan proses yang mungkin instan/ apa pula yang dianggap kurang?//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Patrick Kluivert&#8221;, 2025)</strong></p>
<p><strong>TAGAR</strong> &#8220;Kluivert Out&#8221; di sejumlah akun media sosial yang mengungkapkan kekecewaan netizens, dapat dipahami sebagai ketidakpercayaan tentang masa depan tim nasional jika masih ditangani oleh orang yang sama.</p>
<p>Dan, akhirnya PSSI pun berkesimpulan sama dengan suara publik. Pelatih asal Belanda itu, bersama tim kepelatihannya &#8212; termasuk Gerald Vanenburg yang menangani timnas U23, Kamis lalu resmi diberhentikan. Kontraknya baru berakhir 2027, namun tim pelatih Belanda itu diputus lebih cepat.</p>
<p>Patrick Kluivert kehilangan kepercayaan publik sepak bola kita, selepas kegagalan Jay Idzes dkk lolos ke Piala Dunia 2026. Bahkan ke babak kelima kualifikasi pun tidak. Kekalahan 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak memosisikan Indonesia sebagai juru kunci Grup B babak keempat.</p>
<p>Hasil di Jeddah itu melengkapi catatan kurang meyakinkan Kluivert, yang awal tahun ini menggantikan Shin Tae-yong. Dari delapan laga, tiga kali dia memberi kemenangan, sekali seri, dan empat kali kalah. Timnas kebobolan 15 gol, dan mencetak 11 gol. Di kualifikasi Piala Dunia, Indonesia mengemas 5 gol.</p>
<p>Pelatih asal Belanda itu didampingi dua asisten, Danny Landzaat dan Alex Pastoor, juga Gerald Vanenburg pelatih timnas U23. Arya Sinulingga, salah satu Exco PSSI, pernah menyebut staf kepelatihan Kluivert ini sebagai yang terbaik dalam sejarah sepak bola Indonesia.</p>
<p><strong>Tidak Membanggakan</strong><br />
Simaklah apa kata Mohammad Kusnaeni sebelum Kluvert resmi dipecat. Pengamat sepak bola terkemuka ini menegaskan, kinerja Kluivert harus dievaluasi. Kontraknya baru berakhir 2027, namun dalam perkembangannya timnas tidak memperlihatkan permainan terbaik, terutama ketika berhadapan dengan tim-tim kuat seperti Australia, Jepang, dan Arab Saudi.</p>
<p>Patrick Kluivert tidak memberi warna baru dan meningkatkan level permainan timnas. Timnas, menurut Kusnaeni, masih berkutat pada masalah kreativitas, kurang tajam, dan banyak melakukan kesalahan sendiri.</p>
<p>Hasil-hasil itu tentu sulit disebut membanggakan. Teriakan suporter yang menggaungkan nama Shin Tae-yong, pada sisi lain juga menunjukkan publik masih lebih memercayai dan merindukan <em>kochi-min</em> asal Korea Selatan itu.</p>
<p><em>Coach</em> Shin sebenarnya <em>on the track</em> dalam laju timnas di kualifikasi Piala Dunia, tetapi dengan pertimbangan tertentu, &#8212; konon dalam komunikasinya dengan sejumlah pemaim &#8211;, oleh PSSI kontraknya diputus sejak awal 2025, justru setelah Indonesia menang 2-0 atas Arab Saudi di Jakarta. Selama ini dia dikenal mampu menerbitkan aura dalam perbaikan kultur disiplin pemain sepak bola kita.</p>
<p>Bagaimanapun, dialah yang membawa Garuda menempati posisi ketiga Grup C di babak ketiga, sebagai syarat lolos ke babak keempat.</p>
<p>Kita boleh saja berandai-andai STY kembali didatangkan untuk menggantikan Kluivert. Apalagi dia baru saja diberhentikan sebagai pelatih Ulsan Hyundai di Liga Korea. Secara filosofis, taktik STY tampak lebih cocok dalam membesut timnas dibandinglan dengan Kluivert.</p>
<p>Namanya diapungkan oleh media sebagai salah satu dari sejumlah pelatih yang diperkirakan layak menjadi calon pengganti Kluivert. Nama lainnya adalah Erik Ten Hag, Alex Pastoor, Mark van Bommel, Philip Cocu, Giovanni van Bronckhorst, Jesus Casas, dan Bernardo Tavares.</p>
<p>Spekulasi itu boleh-boleh saja dilakukan oleh media, atau siapa pun pengamat. Hanya, dari pengalaman penggantian STY dengan Kluivert, tampaknya ada ekspektasi yang kemudian menjadi pukulan balik. Dan, PSSI-lah yang akhirnya merasakan efeknya.</p>
<p>Lalu apakah PSSI mau menerima kenyataan, mendatangkan kembali STY? Kita tunggu saja apa kesimpulan dan langkah PSSI setelah mengevaluasi kegagalan timnas lolos ke Piala Dunia.</p>
<p><strong>&#8220;Kemewahan&#8221;</strong><br />
Boleh dikata, dalam pekerjaannya Patrick Kluivert telah menikmati &#8220;kemewahan&#8221; materi pemain lewat proyek naturalisasi/diaspora ini. Dengan mayoritas pemain dibesarkan di Belanda, dia juga lebih mengenal kultur mereka.</p>
<p>Dari sisi ini, seharusnya Kluivert sudah membawa modal berharga dalam penyusunan tim. Akan tetapi, dalam laga melawan tim-tim kuat Asia, kualitas racikannya belum terasa. Baik ketika menghadapi Australia, Jepang, maupun Arab Saudi.</p>
<p>Dia banyak dikritik melakukan blunder taktik dengan menurunkan formasi pemain yang tidak pas, sehingga kalah dari Arab Saudi. Ada logika penempatan pemain dalam formasi yang sulit dipahami. Responsnya terhadap perkembangan permainan juga dinilai tidak cepat.</p>
<p>Itulah realitasnya. Dalam sejumlah pertandingam, hingga sejauh ini, penampilan timnas tidak semantap seperti ketika ditangani <em>coach</em> Shin. Performa ketika menahan seri Arab Saudi 1-1, menang 2-0 di Jakarta, dan menahan 0-0 Australia di Jakarta adalah bukti STY lebih pas dalam meracik tim ini.</p>
<p>Timnas makin bertabur bintang diaspora di era Kluivert. Dalam perkembangannya, proyek diaspora ini mendatangkan makin banyak pemain berkualitas, namun belum bisa terformulasikan sebagai kekuatan tim yang tangguh.</p>
<p>Kita paham, pelatih butuh waktu, namun tampaknya perkembangan kualitas permainan Garuda di bawah Patrick Kluivert membuat publik sepak bola akhirnya merindukan Shin Tae-yong, sosok yang &#8212; suka atau tidak suka &#8212; telah memberi energi kebangkitan timnas.</p>
<p>Siapa pun yang ditunjuk PSSI untuk menggantikan Kluivert, tetap saja gambaran tentang &#8220;kedekatan&#8221; <em>coach</em> STY dengan jejak timnas sulit terhapuskan&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/18/tak-berlebihan-bila-publik-merindukan-shin-tae-yong">Tak Berlebihan bila Publik Merindukan Shin Tae-yong</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sensasi-sensasi Kecil di Piala Asia, dan &#8220;Tradisi Diremehkan&#8221;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/06/sensasi-sensasi-kecil-di-piala-asia-dan-tradisi-diremehkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jan 2024 10:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[cina]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Libya]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=392046</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // rasanya serendah itu diperlakukan/ kita telah terbiasa tak diperhitungkan/ pun nyatanya/ kita hanya punya jejak-jejak kecil kejutan// (Sajak &#8220;Piala Asia&#8221;, 2024) TAK gelisahkah kita atas kekalahan 0-4 dari Libya dalam uji coba di Antalya, Turki, pada pekan ini, yang disusul skor 1-2 dalam pertandingan kedua, 5 Januari kemarin? Disiplin pertahanan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/06/sensasi-sensasi-kecil-di-piala-asia-dan-tradisi-diremehkan">Sensasi-sensasi Kecil di Piala Asia, dan &#8220;Tradisi Diremehkan&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-392049 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/01/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// rasanya serendah itu diperlakukan/ kita telah terbiasa tak diperhitungkan/ pun nyatanya/ kita hanya punya jejak-jejak kecil kejutan//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Piala Asia&#8221;, 2024)</strong></p>
<p><strong>TAK</strong> gelisahkah kita atas kekalahan 0-4 dari Libya dalam uji coba di Antalya, Turki, pada pekan ini, yang disusul skor 1-2 dalam pertandingan kedua, 5 Januari kemarin?</p>
<p>Disiplin pertahanan bocor, aliran bola tersendat, serangan pun tanpa sengatan. Betul-betul penampilan yang memprihatinkan, padahal medan laga Piala Asia sudah di depan mata.</p>
<p>Bagaimana tim nasional bisa meletupkan optimisme dengan kualitas performa seperti itu? Atau, laga kedua kemarin membersitkan harapan tentang perbaikan sikap bermain?</p>
<p>Akan tetapi, bisakah kita sedikit menghibur diri? Ya, ketika pada sisi lain ada jejak-jejak &#8212; yang betapa pun kecil, tak patut dilupakan.</p>
<p>Ada catatan-catatan &#8212; yang sesederhana apa pun, tak mungkin terhapuskan.</p>
<p>Sejarah adalah perekam sahih yang mengabadikan catatan. Dan, itu tak mungkin terbelokkan.</p>
<p>Masa silam, apalagi dengan kisah-kisah yang menumbuhkan pengharapan, bukankah menjadi motivasi untuk masa depan?</p>
<p>Begitulah saya menandai penampilan tim nasional sepak bola kita di panggung Piala Asia, baik dalam jejak kelolosan dari babak kualifikasi, maupun catatan-catatan di putaran final.</p>
<p>Ada cercah kebanggaan, ada keprihatinan; sekaligus evaluasi posisional dari masa ke masa: o, baru pada titik inikah &#8220;maqam&#8221; sepak bola kita?</p>
<p><strong>Fenomena</strong><br />
Menjelang tampil melawan Irak di Grup D Piala Asia 2024 di Qatar, 15 Januari nanti, mari mengkilas balik empat catatan di putaran final dari 1996, 2000, 2004, hingga 2007.</p>
<p>Dalam turnamen di Uni Emirat Arab pada 1996, Bima Sakti dkk yang tergabung satu grup bersama Kuwait, Korea Selatan, dan UEA menorehkan sensasi tersendiri.</p>
<p>Gol salto Widodo Cahyono Putro membobol gawang Kuwait. Aksi sensasional yang oleh pelatih UEA Ivica Osim dilukiskan dengan ungkapan &#8220;bam-bam-bam&#8221; itu akhirnya terpilih sebagai &#8220;Gol Sepanjang Masa Piala Asia&#8221;. Arsitek Kuwait Milan Macala juga memuji aksi itu sebagai &#8220;Kungfu Widodo&#8221;.</p>
<p>Secara mengejutkan, Indonesia sempat unggul 2-0 lewat gol Ronny Wabia, namun disamakan Kuwait menjadi 2-2. Skor imbang itu, antara lain karena kiper utama Kurnia Sandy mengalami cedera parah. Dia digantikan oleh Hendro Kartiko.</p>
<p>Performa melawan Kuwait itu, sayangnya tak berlanjut di dua laga berikut. Tim Danurwindo kalah 2-4 dari Korea &#8212; yang antara lain diperkuat oleh Shin Tae-yong dan pemain legendaris Kim Joo-sung. Terakhir Indonesia ditundukkan tuan rumah UEA 2-0.</p>
<p>Empat tahun kemudian di Lebanon, Hendro Kartiko mencatat sensasi. Penampilan gemilangnya mampu mementahkan bombardemen para penyerang Kuwait, dan tim asuhan Nandar Iskandar itu pun mampu memaksakan hasil tanpa gol. Berkat tampilan impresifnya, Hendro terpilih sebagai <em>Man of the Match</em>.</p>
<p>Sayang dalam laga melawan Cina dan Korea Selatan, Indonesia kalah 0-4 dan 0-3.</p>
<p>Hendro mengulang sensasi <em>Man of the Match</em> di Tiongkok 2004. Kemenangan pertama Indonesia di Piala Asia yang dicatat oleh tim racikan Ivan Venkov Kolev, tak lepas dari kecemerlangan kiper berjejuluk Fabien Barthez Indonesia itu.</p>
<p>Dianggap underdog saat menghadapi Qatar, anak-anak Garuda malah tampil menggila. Indonesia menang 2-1 lewat gol Ponaryo Astaman dan Budi Sudarsono. Namun dalam dua laga selanjutnya, kalah dari Cina 0-5 dan Bahrain 1-3.</p>
<p>Pasukan Kolev membalas kekalahan dari Bahrain di Jakarta 2007. Dua gol Budi Sudarsono dan Bambang Pamungkas mengontribusikan hasil 2-1.</p>
<p>Berikutnya, dengan penampilan impresif Indonesia memaksakan skor imbang 1-1 melawan Arab Saudi hingga menit ke-89. Sayang, akhirnya Ellie Aiboi cs kalah 1-2. Kekalahan berlanjut dalam pertandingan ketiga, 0-1 dari Korea Selatan. Tampil bagus, tetapi menutup laga dengan kegagalan lolos ke babak kedua.</p>
<p><strong>Underdog Lagi</strong><br />
Predikat underdog tampaknya belum lepas dari tim nasional kita. Piala Asia sejauh ini masih didominasi tim-tim Asia Timur dan Asia Barat.</p>
<p>Dengan Australia yang sekarang menjadi anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), peta kekuatan makin mempersempit peluang tim-tim Asia Tenggara.</p>
<p>Pengembangan kekuatan timnas Indonesia lewat program naturalisasi pemain menjadi sorotan tersendiri pada 2024 ini, termasuk masalah <em>chemistry</em> yang diduga menciptakan blunder-blunder konyol dalam pertandingan?</p>
<p>Lalu, apakah di Qatar nanti, dalam pertandingan yang sesungguhnya, proyek itu akan mengubah konstelasi kekuatan? Atau baru dalam level menciptakan gebyar harapan?</p>
<p>Secara mediatika, naturalisasi memang memberikan cercah harapan dan rupa-rupa tafsir viral pemberitaan. Bagaimanapun, langkah ini menyerupai jalan pintas dalam kealamiahan pembinaan.</p>
<p>Piala Asia 2024 akan menjadi forum eksaminasi tentang harapan, teori, juga boleh jadi evaluasi terhadap proyek pragmatis tersebut.</p>
<p>Harapan yang berkembang, misalnya, akankah dengan konstelasi kekuatan sekarang, Asnawi Mangkualam dkk mampu memberi cukup perlawanan kepada Irak, Jepang, dan Vietnam di Grup D?</p>
<p>Seperti apa realitas peningkatan performa kualitatif setelah langkah-langkah naturalisasi?</p>
<p>Ataukah Timnas Garuda hanya akan meninggalkan jejak fenomena individual seperti kisah &#8220;gol kungfu&#8221; Widodo dan ketangguhan Hendro Kartiko?</p>
<p>Dari sisi ini, bagaimanapun pertarungan di Qatar mulai 15 Januari nanti membersitkan harapan dan rasa kepenasaran. Kita masih akan melihatnya dari uji coba terakhir melawan Iran, 9 Januari nanti.</p>
<p>Ya, ada realitas ke-underdog-an terhadap skuad Shin Tae-yong, kali ini. Juga ada &#8220;tradisi diremehkan&#8221; yang tak kunjung hilang. Hasil ujicoba melawan Libya menunjukkan di atmosfer mana timnas kita berada&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/06/sensasi-sensasi-kecil-di-piala-asia-dan-tradisi-diremehkan">Sensasi-sensasi Kecil di Piala Asia, dan &#8220;Tradisi Diremehkan&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PSSI Gandeng JFA untuk Benchmarking Manajemen Tim Nasional</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/05/24/pssi-gandeng-jfa-untuk-benchmarking-manajemen-tim-nasional</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 May 2023 23:09:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[PSSI Gandeng JFA]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[untuk Benchmarking Manajemen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=339469</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)- Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan President of Japan Football Association (JFA) Tashima Kohzo menandatangani Nota Kesepahaman (MoU). Melalui MoU ini, PSSI dan JFA menyepakati tiga poin penting bagi pengembangan persepakbolaan Indonesia. Penandatangan MoU antara PSSI dan JFA tersebut dilaksanakan di Prince Takamado Memorial JFA YUME Field, Chiba, Jepang, Senin (22/5). Poin yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/24/pssi-gandeng-jfa-untuk-benchmarking-manajemen-tim-nasional">PSSI Gandeng JFA untuk Benchmarking Manajemen Tim Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID)-</strong> Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan President of Japan Football Association (JFA) Tashima Kohzo menandatangani Nota Kesepahaman (MoU). Melalui MoU ini, PSSI dan JFA menyepakati tiga poin penting bagi pengembangan persepakbolaan Indonesia.</p>
<p>Penandatangan MoU antara PSSI dan JFA tersebut dilaksanakan di Prince Takamado Memorial JFA YUME Field, Chiba, Jepang, Senin (22/5). Poin yang disepakati adalah pertama, PSSI dan JFA akan bekerja sama dalam pengembangan tim sepakbola Putri.</p>
<p>Jepang memiliki catatan prestasi yang baik dalam mengembangkan tim putrinya, baik pada kelompok U–16, U-20, bahkan mampu menjadi juara dunia. “Saya sudah meminta ada pelatih yang didatangkan dari Jepang, untuk bekerja sama dan bisa melatih di Indonesia,” ujar Erick.</p>
<p>Kedua, PSSI dan JFA bersepakat mendorong dilakukannya benchmarking dalam hal manajemen tim nasional. Tujuannya adalah mendapatkan masukan tentang bagaimana tim nasional sepakbola Indonesia dapat dikembangkan. Benchmarking akan dilakukan antara liga- liga di Indonesia dengan liga yang diselenggarakan di Jepang, termasuk liga utama mereka, atau J-League.</p>
<p>Ketiga, masalah perwasitan juga menjadi hal penting untuk diperhatikan. Atas dasar itu, PSSI menggandeng JFA untuk memberikan dukungan perwasitan, termasuk mengirimkan wasit-wasit terbaik mereka ke Indonesia.</p>
<p>&#8220;Kita akan menggunakan wasit Jepang. Kita sedang tunggu nama-namanya. Dengan jalan ini kita berusaha perwasitan kita akan semakin baik,” tegas Erick.</p>
<p>Dia pun berharap kerja samanya dengan Jepang akan membawa banyak kebaikan bagi sepakbola Indonesia.</p>
<p>Sebelumnya, beres rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Hiroshima, yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Erick kemudian mengarah ke Tokyo. Di ibukota negeri Sakura tersebut Erick menemui koleganya di federasi sepakbola Jepang atau yang dikenal dengan JFA.</p>
<p>&#8220;Ini adalah bagian pembangunan sepakbola Indonesia yang kita inginkan. Dengan liga yang berkualitas kita dapat menciptakan pemain dan tim nasional yang berkualitas juga.&#8221;</p>
<p><em><strong>Muhaimin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/05/24/pssi-gandeng-jfa-untuk-benchmarking-manajemen-tim-nasional">PSSI Gandeng JFA untuk Benchmarking Manajemen Tim Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>