<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Telomoyo Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/telomoyo/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 26 Jul 2024 12:01:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Telomoyo Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kejuaraan Internasional Gantole di Telomoyo, PB FASI Ingin Pengelolaan Kawasan yang Tertib dan Bebas Pungli</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/26/kejuaraan-internasional-gantole-di-telomoyo-pb-fasi-ingin-pengelolaan-kawasan-yang-tertib-dan-bebas-pungli</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jul 2024 12:01:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Gantole]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[kejuaraan]]></category>
		<category><![CDATA[PB FASI]]></category>
		<category><![CDATA[Telomoyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=427433</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) – Sebanyak 31 atlet berpartisipasi dalam Kejuaraan Internasional Lintas Alam Terbatas Gantole Piala Telomoyo VIII 2024 Cat 2 FAI, di Gunung Telomoyo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang dimulai Rabu-Ahad, 24-28 Juli 2024. 31 peserta kejuaraan Gantole di Gunung Telomoyo tersebut berasal dari berbagai wilayah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatera, hingga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/26/kejuaraan-internasional-gantole-di-telomoyo-pb-fasi-ingin-pengelolaan-kawasan-yang-tertib-dan-bebas-pungli">Kejuaraan Internasional Gantole di Telomoyo, PB FASI Ingin Pengelolaan Kawasan yang Tertib dan Bebas Pungli</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>SEMARANG (SUARABARU.ID) – </b><span style="font-weight: 400;">Sebanyak 31 atlet berpartisipasi dalam Kejuaraan Internasional Lintas Alam Terbatas Gantole Piala Telomoyo VIII 2024 Cat 2 FAI, di Gunung Telomoyo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah yang dimulai Rabu-Ahad, 24-28 Juli 2024.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">31 peserta kejuaraan Gantole di Gunung Telomoyo tersebut berasal dari berbagai wilayah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Sumatera, hingga beberapa atlet dari India.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dimulainya kejuaraan Gantole tahun ini juga sekaligus meresmikan Gunung Telomoyo menjadi pusat olahraga Dirgantara Gantole, yang ditandatangani oleh Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jateng, Sujarwanto Dwiyatmoko, disaksikan perwakilan dari Perhutani, dan Pengurus Besar Federasi Aero Sport Indonesia (PB FASI).</span></p>
<p><b>Atlet Wanita dan Termuda</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu atlet yang menarik perhatian yakni satu-satunya atlet perempuan sekaligus jadi yang termuda, Yuana Putri Kurnia Ramadani (19) asal Madiun, Jawa Timur. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dia bilang, Gunung Telomoyo punya kekhasannya tersendiri ketika digunakan untuk terbang. Lokasi ini menjadi yang kedua kalinya untuk Mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu terbang hingga kejuaraan kali ini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Di Gunung Telomoyo enaknya lama, bisa terbang 2-3 jam. Pemandangannya juga indah banyak Gunung, ada Gunung Merbabu,” kata dia.  </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu tantangan untuk terbang di Gunug Telomoyo yakni kondisi Termal. Kemudian dekat dengan kabut awan, yang itu akan sering dihindari penerbang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jadi memang awan itu dihindari. Akan bahaya kalau masuk, karena putih semua. Jadi bisa tabrakan antar penerbang,” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk diketahui, Yuana merupakan salah satu atlet potensial Gantole. Dia baru mengenal dunia olahraga ini pada saat kelas 2 SMA tepatnya pada 2021.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kenal olahraga ini dikenalkan oleh orang tua dahulu karena terlibat di Pramuka. Kemudian berlatih dan berlatih, mulai lari-larian di bandara. Terjun di tempat pendek, mulai ketinggian 5 meter-10 meter. Keluarga itu yang menjadi dukungan terbesar saya,” ujarnya.</span></p>
<figure id="attachment_427437" aria-describedby="caption-attachment-427437" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-medium wp-image-427437" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot_20240726-185347_WhatsApp-400x226.jpg" alt="" width="400" height="226" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot_20240726-185347_WhatsApp-400x226.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot_20240726-185347_WhatsApp-150x85.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/Screenshot_20240726-185347_WhatsApp.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-427437" class="wp-caption-text">Atlet Gantole dalam kejuaraan internasional di Gunung Telomoyo. (Foto: Diaz Abidin)</figcaption></figure>
<p style="text-align: left;"><strong>Perjuangkan Olahraga Dirgantara</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketua PB FASI Marsda TNI Andi Wijaya bercerita sejak 1997 memperjuangkan Gantole menjadi cabang olahraga yang diakui, hingga kini berkembang dan menjadi daya tarik tersendiri di tengah masyarakat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Saya bercerita sedikit saya ini seorang penerbang. Tahun 1997, Gantole sudah mengawali.  Setiap ada olahraga dirgantara di sana akan tumbuh sisi ekonomi dan pariwisata,” kata dia.  </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Khusus Gunug Telomoyo, kata dia, menjadi salah satu tempat tertinggi di Indonesia untuk olahraga dirgantara.  </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan adanya Gantole, potensi pariwisata alam di Gunung Telomoyo yang berada pada ketinggian 1.894 MDPL membuatnya semakin diperkenalkan kepada publik nasional, dan internasional.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dengan adanya olahraga dirgantara ini, setiap kawasan yang kami gunakan makin dikenal. Apalagi Gunung Telomoyo ini wisatanya bagus untuk pemandangannya,” kata dia. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Andi Wijaya menambahkan, keberadaan para atlet olahraga dirgantara tidak semata-mata mengejar profit, meskipun keberadaanya pasti menumbuhkan ekonomi dan pariwisata.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Misalnya ada bazar usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di tempat pendaratan Gantole dan Parahlayang. Lalu daya tarik kunjungan pariwisata di Gunung Telomoyo.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kami ini pak, kalau hobi ya hobi saja. Namun olahraga ini mengajarkan kami membentuk karakter, disiplin, dan mental berani.” kata dia.</span></p>
<p><b>Tertib dan Bebas Pungli</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan tumbuhnya pariwisata di kawasan, Andi Wijaya ingin adanya kolaborasi antar pihak, dan dibuatkan landasan aturan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tujuannya, kata dia, agar kawasan pariwisata bisa semakin tertib. Dia ingin ada perjanjian kerja sama atau MoU yang mengikat.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sebuah tempat pariwisata itu butuh ketertiban. Wisata akan langgeng kalau ada servis dan keamanan, kalau tidak begitu maka pariwisata akan hilang.  Keamanan dan servis harus dijaga, yang paling penting tidak ada pungli (pungutan liar),” ujarnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jateng, Sujarwanto Dwiyatmoko menyampaikan dukungan penuh untuk PB FASI menggelar kegiatan-kegiatan tersebut. Terlebih mampu meregenerasi bibit muda atlet, hingga mendatangkan atlet internasional.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Kami menaruh fokus untuk mengembangkan sport tourism di Jawa Tengah. Apalagi di Gunung Telomoyo ini, dengan potensi alam yang luar biasa,” kata dia.</span></p>
<p><strong>Diaz Abidin</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/26/kejuaraan-internasional-gantole-di-telomoyo-pb-fasi-ingin-pengelolaan-kawasan-yang-tertib-dan-bebas-pungli">Kejuaraan Internasional Gantole di Telomoyo, PB FASI Ingin Pengelolaan Kawasan yang Tertib dan Bebas Pungli</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gumuk Reco Sepakung, Bagi yang Ingin Menggelegakkan Adrenalin</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/12/09/gumuk-reco-sepakung-bagi-yang-ingin-menggelegakkan-adrenalin</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Dec 2020 12:14:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[banyubiru]]></category>
		<category><![CDATA[Disporapar Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[gumuk reco sepakung]]></category>
		<category><![CDATA[ondo langitt]]></category>
		<category><![CDATA[Telomoyo]]></category>
		<category><![CDATA[visit jateng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=131438</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Widiyartono R ANDA mengenal Gunung Telomoyo? Ya, para orang tua yang kini di atas 60 tahun setidaknya mengenal lagu Keroncong Telomoyo yang dinyanyikan Mus Mulyadi. Ya, sejak lama Telomoyo sudah sangat dikenal. Dulu semasa dunia telekomunikasi dan informatika belum sedahsyat sekarang, di puncak gunung itu sudah dipancangkan menara yang menjadi pemancar televisi, dalam hal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/09/gumuk-reco-sepakung-bagi-yang-ingin-menggelegakkan-adrenalin">Gumuk Reco Sepakung, Bagi yang Ingin Menggelegakkan Adrenalin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;">Oleh: <strong>Widiyartono R</strong></span></p>
<p><strong>ANDA</strong> mengenal Gunung Telomoyo? Ya, para orang tua yang kini di atas 60 tahun setidaknya mengenal lagu <em>Keroncong Telomoyo</em> yang dinyanyikan Mus Mulyadi. Ya, sejak lama Telomoyo sudah sangat dikenal. Dulu semasa dunia telekomunikasi dan informatika belum sedahsyat sekarang, di puncak gunung itu sudah dipancangkan menara yang menjadi pemancar televisi, dalam hal ini TVRI.</p>
<p>Dari jauh, puluhan kilometer jaraknya menara itu tampak. Dan, sampai sekarang menara itu masih berdiri dan bisa kita pandangi saat melintasi dari Salatiga menuju Kopeng. Pemerintah memang memberi perhatian cukup baik untuk Telomoyo. Sehingga, jalan menuju puncak pun sudah cukup baik untuk dilewati sepeda motor bahkan mobil.</p>
<p>Nah, kini terkait dengan Telomoyo ada yang sedang ngetop, yaitu nama Sepakung, sebuah desa di kaki Gunung Telomoyo yang masuk dalam wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Nama ini memang kemudian menjadi viral karena bermula dari unggahan di media sosial. Kita paham benar, bahwa dengan perkembangan teknologi informatika, berkembangnya peranti ponsel pintas dengan aneka fitur, menjadikan penggunanya serasa dimanjakan.</p>
<p>Mereka menjadi terbiasa, bahkan <em>addict</em> untuk selalu berswafoto alias berfoto selfi. Nah, Sepakung popular karena memiliki alam yang yang indah, dan instagramable. Tepatnya di Gumukreco, sebuah kawasan did esa itu berupa tebing terjal tegak lurus yang fenomenal.</p>
<p>Sebagai destinasi, Gumukreco Sepakung memang masih disebut “barang baru”. Baru 15 Oktober 2017 pembangunan selesai dan diresmikannya Gumuk Reco Sepakung sebagai atraksi wisata yang paling  sering dijadikan objek kunjungan. Destinasi ini kalau pada masa lalu disebut “wisata minat khusus”, yang tidak semua wisatawan berminat. Yang ditawarkan adalah wisata petualangan.</p>
<p>Tetapi “wisata minat khusus” tampaknya memang sudah agak diabaikan. Wisatawan sekarang suka hal-hal baru, meski untuk menuju ke sana penuh tantangan dengan jalan penuh tikungan tajam dan tanjakan, tidak masalah. Yang penting, mendapatkan spot foto indah, instagramabel, dan syukur-syukur viral.</p>
<p>Maklum saja, lokasi di gunung, jadi jalan menuju ke sana memang penuh tanjakan dan tikungan. Dan, jalan tentu tidak selebar jalan umum apalagi jalan tol. Pemandangan indah berupa areal pesawahan atau dinding batu tegak lurus dengan hiasan tanaman semak hijau.</p>
<figure id="attachment_131440" aria-describedby="caption-attachment-131440" style="width: 545px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-131440" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/danarsibolang.jpg" alt="" width="545" height="681" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/danarsibolang.jpg 545w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/danarsibolang-320x400.jpg 320w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/danarsibolang-120x150.jpg 120w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/danarsibolang-336x420.jpg 336w" sizes="(max-width: 545px) 100vw, 545px" /><figcaption id="caption-attachment-131440" class="wp-caption-text">Meniti jembatan Ondo Langit, menumpahkan adrenalin. Foto: @danarsibolang</figcaption></figure>
<p><strong>Ondho Langit</strong></p>
<p>Pemandangan sawah, tebing dengan semak hijau, itu sekadar bonus. Inilah tantangan yang sebenarnya. Bagi merekan yang suka menggelakkan adreanalin, inilah tempatnya. Di Sepakung ada sebuah tebing batu yang bernama Gumuk Reco.</p>
<p>Konon, menurut si empunya cerita, tebing batu ini peninggalan zaman Kerajaan Majapahit yang semula akan dipahat menjadi ukiran atau patung (<em>reca,</em> dalam bahasa Jawa). Maka kemudian diberi nama Gumuk Reco atau bukit patung.</p>
<p>Inilah perpaduan wisata alam dengan tambahan artifisial. Di tebing yang tegak 90 derajat itu, kemudian dipasang tangga atau tepatnya jembatan yang tampak melayang. Jembatan sepanjang sekitar 15 meter dengan ketinggian sekita 17 meter di atas permukaan tanah di bawahnya. Karena melayang inilah kemudian wahana ini disebut <em>andha langit</em> (ejaan bahasa Jawa yang benar) yang berarti tangga langit. Tetapi umumnya masyarakat akan bingung, maka disebutlah Ondo Langit.</p>
<p>Mereka yang bernyali, bisa melepaskan adrenalinya dengan naik tangga atau meniti jembatan ini. Tentu, pemandangan dari sana akan sangat luar biasa, maka pasti takkan lupa bawa kamera. Kemudian tentu tak lupa juga, meminta orang lain untuk memotretnya, karena petualangan ini sudah tak ternilai harganya.</p>
<p>Bukan itu saja, ada tantangan yang lebih “ngeri” lagi, bermain ayunan. Karena juga melintasi barat daratan, ayunan ekstrem ini disebut ayunan langit. Yang ciut nyali, sekali lagi jangan mencoba, meski penyelenggara meyakinkan bahwa wahana itu aman.</p>
<figure id="attachment_131441" aria-describedby="caption-attachment-131441" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-full wp-image-131441" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/asroriachmad.jpg" alt="" width="681" height="453" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/asroriachmad.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/asroriachmad-400x266.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/asroriachmad-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/asroriachmad-631x420.jpg 631w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/12/asroriachmad-640x426.jpg 640w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-131441" class="wp-caption-text">Ekstrem, bermain ayunan langit di Gumukreco Sepakung. Foto: asroriachmad</figcaption></figure>
<p><strong>Tidak Mahal</strong></p>
<p>Soal harga memang relatif. Begitu juga untuk masuk objek-objek wisata. Kawasan wisata yang dikelola oleh Desa wisata Sepakung ini, tentu juga sudah harus menggunakan manajemen pariwisata. Pengunjung yang masuk dikenai bayaran yang pasti, dan diharapkan tidak ada pungutan-pungutan yang tidak perlu alias liar.</p>
<p>Untukk masuk Desa Wisata Sepakung, pengunjung ditarik biaya masuk sebesar Rp 5.000. Bila menggunakan kendaraan tentu saja ada tambahan ongkos parker. Kemudian bila ingin menggelegakkan adrenalin, bisa menambah Rp 25 ribu untuk melintasi jembatan Ondo Langit. Dan, jangan lupa pula nikmati ayunan langitnya yang pasti mendebarkan jantung.</p>
<p>Jaraknya tidak jauh, dari Kota Semarang sekitar 60 km dengan jarak tempuh kurang dari dua jam. Ayo berwisata. Tetapi ingat, masih masa pandemi. Pakai masker, jaga jarak, dan jangan lupa cuci tantang pakai sabun atau disemprot dengan <em>sanitizer.</em></p>
<p><em>Widiyartono R, wartawan, travel writer, pemerhati pariwisata</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/12/09/gumuk-reco-sepakung-bagi-yang-ingin-menggelegakkan-adrenalin">Gumuk Reco Sepakung, Bagi yang Ingin Menggelegakkan Adrenalin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2020 10:53:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[festival lima gunung]]></category>
		<category><![CDATA[merapi]]></category>
		<category><![CDATA[merbabu]]></category>
		<category><![CDATA[sumbing]]></category>
		<category><![CDATA[Telomoyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=103778</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) - Di  tengah masa pandemi covid-19, para petani seniman yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung menggelar Festival Lima Gunung (FLG) ke-19.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk">Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) </strong>&#8211; Di  tengah masa pandemi covid-19, para petani seniman yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung menggelar Festival Lima Gunung (FLG) ke-19.</p>
<p>Acara berlangsung di lereng Gunung Sumbing, tepatnya di Dusun Krandegan, Desa Sukomakmur, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, Minggu (9/8).</p>
<p>Namun, pada pergelaran kali ini dilaksanakan t lebih sederhana dan jauh dari hingar bingar dari FLG sebelumnya. Yakni, tanpa dihadiri  ribuan penonton dan juga pengisi  festival kesenian tahunan tersebut  juga lebih sedikit.</p>
<p>Pada acara bertajuk “Donga Slamet Waspada Virus Donya” tersebut diawali dengan prosesi doa dan permohonan izin ke  makam leluhur masyarakat setempat.</p>
<p>Diawali dengan ziarah di Petilasan Gadung Mlati-Tledek Meyek yang ada di dekat masjid dusun setempat. Selain itu juga ke makam Eyang Dipo Drono (cikal bakal Dusun Krandegan) yang ada di dekat Sanggar Cipto Budoyo Sumbing.</p>
<p><strong>Di Atap Rumah</strong></p>
<p>Prosesi doa di makam Eyang Dipo Drono dan Petilasan Gadung Mlati-Tledek Meyek  tersebut dipimpin sesepuh dusun setempat Warijanto. Setelah itu dilanjutkan  pementasan  yakni Topeng Ireng, Lengger, Jarang Kepang (kuda lumping), Beksan Wanara Arga, Jathilan perempuan.</p>
<p>Uniknya, semua kesenian   tersebut dipentaskan bukan di atas sebuah tanah lapang,  melainkan di  atas ‘dak’ atap rumah penduduk yang terbuat dari cor-coran semen. Selain itu di sebuah lahan ladang yang ditanami <em>onclang</em> (daung bawang). Dan, jarak antara tempat pentas yang satu dengan lainnya berjarak sekitar 100 sampai 200 meter.</p>
<p>Keunikan lainnya, yakni poster-poster Festival 5 Gunung yang biasa dibagikan melalui berbagai macam media sosial tersebut, diunggah oleh masing-masing seniman hanya berselang 10 menit sebelum pentas tersebut dimulai.</p>
<p>Sedangkan. Biasanya poster-poster yang ditujukan untuk menarik pengunjung untuk menyaksikan acara tersebut diunggah jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan.</p>
<p>Adapun atap rumah penduduk yang digunakan pentas tersebut yakni rumah milik  Haryoto yang dijadikan panggung utama sekaligus tempat pentas kesenian Lengger, kemudian kesenian Topeng Ireng menggunakan rumah milik Moh Soni.</p>
<p>Sedangkan, kesenian kuda lumping dari kelompok Cahyo Budoyo Sumbing pentas di atas rumah milik Taufik, kesenian <em>jathilan</em> perempuan pentas di atas rumah milik Rodin. Sementara , kesenian  Beksan Wanara Arga pentas di atas ladang tanaman<em> onclang </em>(daun bawang) milik Sugiyarto.</p>
<p>Pentas sejumlah kesenian yang dilakukan di atas atap rumah penduduk tersebut tersebut salah satu upaya dari panita untuk menghindari adanya kerumunan massa selama pentas tersebut berlangsung.</p>
<p>Selain itu, panitia juga menerapkan protokol kesehatan bagi semuanya, yakni wajib memakai masker, dan jaga jarak.</p>
<p><strong>Yon-trs</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/09/festival-5-gunung-seniman-menari-di-atap-rumah-penduduk">Festival 5 Gunung, Seniman Menari di Atap Rumah Penduduk</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>