<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Serie A Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/serie-a/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Nov 2025 05:55:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Serie A Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Klub Serie A Como 1907 Sumbangkan Penjualan Tiket untuk Penghijauan di Bukit Patiayam Kudus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/11/24/klub-serie-a-como-1907-sumbangkan-penjualan-tiket-untuk-penghijauan-di-bukit-patiayam-kudus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2025 01:11:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Bukit Patiayam]]></category>
		<category><![CDATA[Como 1907]]></category>
		<category><![CDATA[Como Football]]></category>
		<category><![CDATA[CSR Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Emisi CO2]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Patiayam Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Penanaman Pohon]]></category>
		<category><![CDATA[Penghijauan Como 1907]]></category>
		<category><![CDATA[Penghijauan Patiayam]]></category>
		<category><![CDATA[Penjualan Tiket Musim]]></category>
		<category><![CDATA[Program AKAR Como]]></category>
		<category><![CDATA[Reboisasi Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Reboisasi Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Roots]]></category>
		<category><![CDATA[Sepak Bola Italia]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<category><![CDATA[Sustainability Football]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=509193</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID)  – Bukit Patiayam, salah satu kawasan perbukitan di Kudus, Jawa Tengah yang selama bertahun-tahun menghadapi tantangan lingkungan, kini mendapat angin segar melalui program reboisasi yang digagas klub sepak bola Italia, Como 1907. Informasi mengenai program ini dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Como, @comofootball. Dalam unggahan tersebut, Como 1907 menegaskan bahwa reboisasi menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/24/klub-serie-a-como-1907-sumbangkan-penjualan-tiket-untuk-penghijauan-di-bukit-patiayam-kudus">Klub Serie A Como 1907 Sumbangkan Penjualan Tiket untuk Penghijauan di Bukit Patiayam Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong>  – Bukit Patiayam, salah satu kawasan perbukitan di Kudus, Jawa Tengah yang selama bertahun-tahun menghadapi tantangan lingkungan, kini mendapat angin segar melalui program reboisasi yang digagas klub sepak bola Italia, Como 1907. Informasi mengenai program ini dikutip dari unggahan akun Instagram resmi Como, @comofootball.</p>
<p>Dalam unggahan tersebut, Como 1907 menegaskan bahwa reboisasi menjadi langkah penting untuk memulihkan kualitas udara, meningkatkan kesuburan tanah, dan memberikan harapan baru bagi masyarakat setempat di sekitar Bukit Patiayam, Kabupaten Kudus.</p>
<figure id="attachment_509198" aria-describedby="caption-attachment-509198" style="width: 681px" class="wp-caption aligncenter"><img class="wp-image-509198 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot-2025-11-24-081802_edited.jpg" alt="" width="681" height="449" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot-2025-11-24-081802_edited.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot-2025-11-24-081802_edited-400x264.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/11/Screenshot-2025-11-24-081802_edited-150x99.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-509198" class="wp-caption-text">Tangkapan layar IG @comofootball</figcaption></figure>
<p><strong>Program ROOTS </strong></p>
<p>Como 1907 mengungkapkan bahwa proyek reboisasi ini memiliki makna personal melalui program ROOTS, yang merepresentasikan: Akar keluarga, karena wilayah sekitar Patiayam memiliki keterkaitan asal-usul dengan keluarga yang terhubung dengan manajemen Como 1907.</p>
<p>Akar klub sepak bola, yang sangat terhubung dengan komunitas dan para pendukungnya.</p>
<p>Akar pohon, sebagai simbol yang membantu memulihkan keseimbangan planet dengan mengimbangi emisi CO₂ dari perjalanan para penggemar ke stadion.</p>
<p><strong>Keberlanjutan Jangka Panjang</strong></p>
<p>Dalam unggahan @comofootball, klub menyampaikan kebanggaannya bisa ikut dalam upaya reboisasi dengan menanam dua pohon untuk setiap pemegang tiket musim. Langkah ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan jangka panjang Como 1907, yang bertujuan mempromosikan tanggung jawab lingkungan dan memberikan dampak positif bagi generasi mendatang.</p>
<p>“Masa depan sepak bola, seperti planet kita, bergantung pada akar yang kita pilih untuk dipelihara hari ini,” tulis Como 1907 dalam pernyataannya.</p>
<p>Unggahan ini menuai respon dari para warganet. Dalam akun komentar, banyak di antara mereka memuji langkah dari Como tersebut. Salah satunya adalah akun @in1102 yang menuliskan ‘Terima kasih karena lebih peduli dibandingkan pemerintahan kita sendiri. Sukses selalu Como’.</p>
<p>Komentar lucu dituliskan oleh akun @Dhikapradana yang menuliskan agar Como mau melakukan friendly match dengan Persiku.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/11/24/klub-serie-a-como-1907-sumbangkan-penjualan-tiket-untuk-penghijauan-di-bukit-patiayam-kudus">Klub Serie A Como 1907 Sumbangkan Penjualan Tiket untuk Penghijauan di Bukit Patiayam Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tambahan Pemain Baru Bikin Jay Idzes Makin Bersemangat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/03/20/tambahan-pemain-baru-bikin-jay-idzes-makin-bersemangat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2025 03:50:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Australia]]></category>
		<category><![CDATA[Babak Kualifikasi]]></category>
		<category><![CDATA[italia]]></category>
		<category><![CDATA[Jay Idzes]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<category><![CDATA[Skuad Garuda]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[TIMNAS INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[Venezia FC]]></category>
		<category><![CDATA[Zona Asia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=466303</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes menegaskan tekadnya, untuk berjuang demi Skuad Garuda, jelang pertandingan Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia putaran ketiga melawan Australia. Pemain yang juga membela klub Serie A Italia, Venezia FC ini menyatakan, perubahan di staf kepelatihan dan beberapa tambahan pemain baru, tidak mengurangi tekad tim untuk tampil maksimal. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/20/tambahan-pemain-baru-bikin-jay-idzes-makin-bersemangat">Tambahan Pemain Baru Bikin Jay Idzes Makin Bersemangat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes menegaskan tekadnya, untuk berjuang demi Skuad Garuda, jelang pertandingan Babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia putaran ketiga melawan Australia.</p>
<p>Pemain yang juga membela klub Serie A Italia, Venezia FC ini menyatakan, perubahan di staf kepelatihan dan beberapa tambahan pemain baru, tidak mengurangi tekad tim untuk tampil maksimal.</p>
<p>Hal ini menurutnya, seperti dilansir dari laman resmi Timnas Indonesia, justru akan menambah semangat para pemain untuk saling bahu membahu di setiap tantangan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/20/patrick-kluivert-ubah-sedikit-komposisi-tim">Patrick Kluivert Ubah Sedikit Komposisi Tim</a></strong></p>
<p>&#8221;Saya telah bekerja sama dengan pelatih sebelumnya, selama sekitar satu tahun. Dan sekarang kami bekerja dengan pelatih dan para staf yang berbeda. Mereka adalah nama besar di Belanda bahkan di dunia, dan memiliki karier yang bagus. Kami siap untuk pertandingan nanti dengan para pelatih baru dan beberapa pemain baru,&#8221; ujar Idzes, dalam sesi jumpa pers jelang pertandingan, Rabu (19/3/2025).</p>
<p>Selain itu, Jay juga mengapresiasi upaya PSSI dalam mendatangkan pemain-pemain terbaik untuk memperkuat Timnas Indonesia. Termasuk mereka yang lahir di luar negeri, tetapi memiliki darah Indonesia.</p>
<p>&#8221;Federasi (PSSI) melakukan yang terbaik untuk mendatangkan para pemain bagus, yang ingin membela Tanah Air Indonesia, seperti saya. Kami memang lahir di tempat berbeda, tapi kami siap bertarung untuk warna dan jersey yang sama untuk mewakili negara,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/03/20/fakultas-teknologi-pertanian-usm-gelar-international-guest-lecture-via-daring">Fakultas Teknologi Pertanian USM Gelar International Guest Lecture via Daring</a></strong></p>
<p>Bek berusia 24 tahun itu juga menegaskan, suasana di dalam tim tetap kondusif, meskipun ada perubahan dan adaptasi yang harus dilakukan beberapa pemain baru. Sebut saja Emil Audero, Joey Pelupessy, Dean James serta Ole Romeny.</p>
<p>&#8221;Mereka bisa beradaptasi sangat baik, dan suasana di tim ini juga sangat baik sejauh ini,&#8221; ungkap Idzes.</p>
<p>Seperti dijadwalkan, laga kontra Australia akan digelar di Sydney Football Stadium, pada Kamis (20/3/2025). Ini akan menjadi langkah penting lainnya bagi tim Garuda dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/03/20/tambahan-pemain-baru-bikin-jay-idzes-makin-bersemangat">Tambahan Pemain Baru Bikin Jay Idzes Makin Bersemangat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sepak Bola, Sirkus yang Mengaduk Hati dan Mimpi&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/04/15/sepak-bola-sirkus-yang-mengaduk-hati-dan-mimpi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Apr 2023 10:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Bayern Munchen]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[napoli]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=330226</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // sepak bola tak jauh dari rasa/ bahkan dialah rasa/ yang merambati jiwa/ yang merayapi nadi/ merangsang hasrat-hasrat berekspresi&#8230;// (Sajak “Sirkus Sepak Bola”, 2023) HASRAT siapa &#8212; pecinta bola &#8212; yang tak terbangkitkan oleh aksi mentereng anak-anak Arsenal, sejauh ini? Hasrat siapa tak terpicu oleh “keberingasan” Erling-Burt Haaland yang bermain bagai [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/15/sepak-bola-sirkus-yang-mengaduk-hati-dan-mimpi">Sepak Bola, Sirkus yang Mengaduk Hati dan Mimpi&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-330227 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/04/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// sepak bola tak jauh dari rasa/ bahkan dialah rasa/ yang merambati jiwa/ yang merayapi nadi/ merangsang hasrat-hasrat berekspresi&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Sirkus Sepak Bola”, 2023)</strong></p>
<p><strong>HASRAT</strong> siapa &#8212; pecinta bola &#8212; yang tak terbangkitkan oleh aksi mentereng anak-anak Arsenal, sejauh ini?</p>
<p>Hasrat siapa tak terpicu oleh “keberingasan” Erling-Burt Haaland yang bermain bagai robot gol untuk Manchester City?</p>
<p>Hasrat siapa pula tak terangsang oleh pertunjukan penuh teknik “Maradona Baru” Kchvicha Kvaratskhelia yang meroket bersama dan meroketkan Napoli?</p>
<p>Pun, siapa tak berhasrat menanti ending persaingan di La Liga, Liga Primer, dan Liga Serie A? Inikah musim yang menjanjikan suasana segar untuk tidak terjebak <em>status quo</em> “lu lagi, lu lagi&#8230;”?</p>
<p><strong>Arsenal dan Napoli</strong><br />
Arsenal tentu bukan kekuatan baru Liga Primer. Hanya, status puasa trofi selama 19 musim adalah gambaran “kerinduan” yang terpendam lama.</p>
<p>Baru pada musim 2022-2023 ini, di bawah racikan impresif Mikel Arteta, The Gunners menapak mantap ke rivalitas <em>big four,</em> bahkan memimpin klasemen hingga sejauh ini.</p>
<p>Jika Granit Xhaka cs tidak terpeleset di sisa laga, akan sulit bagi Manchester City &#8212; yang kini tertinggal enam poin &#8211;, untuk melewati. Pada sisi lain, penampilan terakhir, berbagi skor 2-2 dengan Liverpool di Anfield pekan lalu menjadi “warning” tentang pentingnya kewaspadaan bagi Meriam London.</p>
<p>Kondisi Arsenal mirip Napoli. Terakhir kali meraih <em>scudetto</em> Serie A pada 1989-1990, bertahun-tahun Napoli hanya menjadi kekuatan medioker. Kejayaan bersama “Sang Dewa” Diego Maradona pun menjadi tinggal cerita.</p>
<p>Kini, <em>allenatore</em> Luciano Spaletti mampu membawa Il Partenopei melewati kekuatan-kekuatan utama Italia. Victor Osimhen dkk tinggal menjaga konsistensi, jika ingin kembali menggegerkan Italia dan Eropa.</p>
<p>Berselisih 16 poin dari peringkat kedua klasemen, Lazio membuat Napoli aman, namun Spaletti menolak semua puja-puji untuk skuadnya.</p>
<p>Dia bahkan membalas sanjungan Pep Guardiola dengan menyebutnya sebagai taktik psikologis membuat lena. Peracik Manchester City itu memuji Napoli sebagai tim dengan gaya terbaik di Eropa saat ini, bermain sangat cair, namun Spaletti menepisnya.</p>
<p>Sirkus liga-liga makin lengkap dengan perjalanan kebangkitan Barcelona di La Liga. Tersisih di Liga Champions dan Europa League, sang arsitek Xavi Hernandez kini fokus menjaga keunggulan 13 poin atas Real Madrid. Semestinya Blaugrana bisa unggul 15 angka, namun Robert Lewandowski dkk gagal meraih angka penuh ketika menjamu Girona di Camp Nou, awal pekan kemarin.</p>
<p>Walaupun Xavi belum berhasil mengaduk kenangan lewat permainan<em> tiki-taka</em>, Barcelona telah dia bawa kembali ke trek elite Spanyol.</p>
<p><strong>Sirkus Haaland</strong><br />
Di tengah kondisi seru sejumlah liga, pernak-pernik sirkus juga menjadi magnet panggung seni tersendiri.</p>
<p>Siapa yang pernah memperkirakan Kvaratskhelia dan Osimhen meroket setinggi itu? Bukan hanya sebagai faktor pembeda, bahkan keduanya unjuk teknik sebagai pemain langka.</p>
<p>Bagaimana kisah perjalanan Bukayo Saka yang menjadi pemain sayap terbaik saat ini, dan bersama Gabriel Martinelli mengukuhkan ketajaman Arsenal?</p>
<p>Seperti apa pula sirkus Erling Haaland yang dalam setiap laga The Citizens mendatangkan ketakutan luar biasa para kiper lawan? Termasuk, yang paling aktual, membobol gawang Bayern Muenchen dalam <em>leg</em> pertama perempat final Liga Champions di Etihad?</p>
<p>Musim ini liga-liga Eropa berada di fase persaingan yang penuh pesona industri. Bumbu spekulasi bursa transfer di tengah fenomena performa sejumlah bintang adalah salah satunya. Termasuk pergerakan kepindahan pelatih. Pada sisi lain, juga tren muram sejumlah klub yang punya tradisi kuat seperti Liverpool, Juventus, dan Real Madrid.</p>
<p>Dalam pergerakan proses, yang dideterminasi oleh tren mediatika, industri kompetisi memicu adrenalin para pecinta bola untuk menunggu produk akhir: Arsenal atau City-kah? Konsitenkah Barcelona? Keingarbingaran seperti apa yang muncul andai Napoli berjaya mengangkat trofi?</p>
<p>Tak salah apabila sepak bola juga lekat sebagai luap rasa, yang mengaduk-aduk hati dan mimpi&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan suarabaru.id, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/04/15/sepak-bola-sirkus-yang-mengaduk-hati-dan-mimpi">Sepak Bola, Sirkus yang Mengaduk Hati dan Mimpi&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Antonio Conte, Internazionale, dan &#8220;Sisa-Sisa Laskar Pajang&#8221;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/05/08/antonio-conte-internazionale-dan-sisa-sisa-laskar-pajang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 May 2021 10:00:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Intermilan]]></category>
		<category><![CDATA[Scudetto]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=169677</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // jangan kau bilang hanya sisa-sisa/ yang terbuang lalu tak dibutuhkan/ bukankah mereka menemukan cahaya// menerang di langit Milan // meraja di Seri A/ bakal membahana di Eropa/ pria-pria itu tengah unjuk perkasa/ katakan, mereka masih ada&#8230;// (Sajak &#8220;La Beneamata&#8221;, 2021) BISA dipahami, mengapa Antonio Conte begitu emosional saat Internazionale Milan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/08/antonio-conte-internazionale-dan-sisa-sisa-laskar-pajang">Antonio Conte, Internazionale, dan &#8220;Sisa-Sisa Laskar Pajang&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-169680 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// jangan kau bilang hanya sisa-sisa/ yang terbuang lalu tak dibutuhkan/ bukankah mereka menemukan cahaya// menerang di langit Milan // meraja di Seri A/ bakal membahana di Eropa/ pria-pria itu tengah unjuk perkasa/ katakan, mereka masih ada&#8230;//</em><br />
<em><strong>(Sajak &#8220;La Beneamata&#8221;, 2021)</strong></em></p>
<p><strong>BISA</strong> dipahami, mengapa Antonio Conte begitu emosional saat Internazionale Milan memastikan scudetto Liga Seri A musim 2020-2021 ini. Bahkan pria ekspresif &#8212; terkadang hiper-ekspresif &#8212; itu, mengaku merasakan kebahagiaan berlipat dibandingkan dengan ketika membawa Juventus berjaya, atau saat mengantar Chelsea meraih trofi Liga Primer.</p>
<p>Anda tahu, Conte hadir ke San Siro untuk meracik para pemain yang sebagian besar berkategori &#8220;sisa-sisa laskar Pajang&#8221;, kondisi yang tergambarkan sebagai &#8220;para pemain yang terbaikan di klub lama mereka&#8221;.</p>
<p>(Istilah &#8220;Sisa-Sisa Laskar Pajang&#8221; ini saya ambil dari judul film <em>1972</em> karya sutradara Nas, CM yang diadaptasi dari novel silat SH Mintardja, <em>Tanah Warisan</em>).</p>
<p>Problem pertama, pelatih 51 tahun itu sempat menimbukan resistensi. Wajar, karena dia identik dengan Juventus, baik sebagai pemain maupun pelatih. Juve notabene adalah rival sengit Inter. Conte tak sepenuhnya diterima oleh Interisti.</p>
<p>Problem kedua, dia disodori stok pemain yang kurang kompetitif. Skuad Inter bukan sumberdaya yang dia butuhkan untuk meraih kembali titel yang vakum selama 11 tahun.</p>
<p>Namun dia tak butuh waktu lama untuk menjadi figur yang patut dicintai. Pada musim terakhir sebelum Conte, di bawah pelatih Luciano Spaletti, <em>La Beneamata</em> menempati posisi keempat klasemen. Setelah dia masuk, pada musim 2019-2020 Inter merangsek menjadi runner up liga dan Liga Europa.</p>
<p>&#8221;Saya merespons tantangan ini dengan semangat yang besar. Saya pikir kerja keras membayar semua pengorbanan itu,&#8221; tutur Conte.</p>
<p>Kerja keras. Ya, kerja keraslah yang menjadi kunci sukses <em>Il Biscone</em>. Sejarah besar? Internazionale punya. Tradisi Eropa? Inter memilikinya. Namun dalam 10 tahun terakhir, Si Hitam-Biru tenggelam di balik dominasi Juventus. Mereka menjadi penantang kuat pada tiap musim, tetapi realitas persaingan dengan AC Milan, Atalanta, dan Napoli menjadi warna yang memanaskan Seri A.</p>
<p>Dan, Conte-lah pendobraknya. Setidak-tidaknya dia mendekatkan masa-masa kelam klub ini dengan impian kejayaan saat meraih treble Liga Seri A, Copa Italia, dan Liga Champions bersama Jose Mourinho pada 2019-2010.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * *</strong></span></p>
<p><strong>STEVEN Zhang</strong>, sang pemilik Internazionale pasti segera dihadapkan pada bargaining Antonio Conte: cukupkah hanya <em>scudetto</em>?</p>
<p>Setelah dua musim gagal berprestasi di level Eropa, musim depan visi klub tentu mengembalikan kejayaan yang pernah diraih pada era Mourinho. Inter mendominasi Seri A lima msim berurutan pada 2006-2010.</p>
<p>Pada 1964 dan 1965, di bawah arsitek Helenio Herrera, Inter meraih Piala Champions. Pelatih asal Argentina itu mengusung konsep taktik &#8220;<em>catenaccio</em>&#8220;, permainan bertahan yang ganas bak gerendel, dan belakangan menjadi karakter rata-rata klub Seri A, sebagian dikembangkan dengan metode yang kejam.</p>
<p>Pada musim 2019-2020 dan 2020-2021, Conte meracik &#8220;sisa-sisa laskar Pajang&#8221;-nya menjadi kekuatan dahsyat. Barisan Romelu Lukaku, Alexis Sanchez, Ashley Young, Matteo Darmian, Christian Eriksen, Arturo Vidal, dan Aleksandar Kolarov yang &#8220;terbuang&#8221; dari Manchester United, Tottenham Hotspur, Barcelona, dan AS Roma, menjadi adonan produktif dalam visi 3-5-2 Conte.</p>
<p>Mereka berkombinasi dengan nama-nama segar Andrea Ranocchia, Lautaro Martinez, Stefano Sensi, Roberto Gagliardini, Milan Skriniar, Danilo D’Ambrosio, Alessandro Bastoni, dan Marcelo Brozovic, dan Nicolo Barella.</p>
<p>Realitas Lukaku yang menjadi <em>top scorer</em> klub dan pemberi assist rajin sejak musim lalu, Young dengan kekuatan karakter bek sayap-serang, dan para pemain &#8220;buangan&#8221; yang punya peran khusus, menunjukkan Antonio Conte mampu menuang konsep kepelatihan dan taktiknya menjadi modal juara Inter Milan. Dia paham bagaimana menangani dan mengembalikan performa mereka.</p>
<p>Dan, pastilah perayaan scudetto kali ini dirasakan oleh Interisti di seluruh dunia sebagai pemulihan kebesaran. Dalam beberapa musim setelah fantastika raihan Mourinho, fans Inter boleh dibilang mengalami inferioritas lantaran sentuhan satu pelatih ke pelatih lainnya tidak memberi tanda-tanda kebangkitan.</p>
<p>Padahal, dari data lima tahun terakhir, jumlah fans Inter di seluruh dunia mencapai hampir 50 juta orang dari 75 negara, jauh lebih banyak dari Juventus (20 juta) dan Bayern Muenchen (24 juta), tetapi ada di bawah AC Milan (99 juta) dan Liverpool (71 juta). Sedangkan empat besar fans dikuasai Manchester United (354 juta), Barcelona (270 juta), Real Madrid (174 juta), dan Chelsea (135 juta). Angka-angka ini tentu sudah makin berkembang. Apalagi sekarang Manchester City dan Paris St Germain juga mulai merambah prestasi Eropa.</p>
<p>Conte dan pasukan yang semula diragukan terbukti telah memberi kebahagiaan. Sukses meracik &#8220;sisa-sisa laskar Pajang&#8221; adalah indikator Conte menjadi figur yang pas untuk karakter dan filosofi Nerazzurri.</p>
<p>Resapilah cahaya di Estadio Giuseppe Meazza. Pada musim-musim depan, &#8220;<em>Derby de la Madonnina</em>&#8221; bakal makin mengundang gengsi: siapa Milan yang sejati, siapa pula &#8220;raja Milan&#8221; sesungguhnya&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/08/antonio-conte-internazionale-dan-sisa-sisa-laskar-pajang">Antonio Conte, Internazionale, dan &#8220;Sisa-Sisa Laskar Pajang&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Makhluk-makhluk Langka di Habitat Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/03/13/makhluk-makhluk-langka-di-habitat-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2021 13:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[inter milan]]></category>
		<category><![CDATA[Romelu Lukaku]]></category>
		<category><![CDATA[Serie A]]></category>
		<category><![CDATA[suarasemarang.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=156226</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // andai bukan makhluk langka/ takkan mungkin mereka mengharu-biru dunia/ dengan kesaktian mewujud perbedaan/ : kecepatan/ kekuatan/ seni mengolah/ seni mengeksekusi/ seni mengecoh/ seni mempengaruhi/ dan karisma kepribadian/ semua terprasasti sebagai sejarah/ pada suatu masa/ jagat sepak bola dikaruniai para genius tak biasa// (Sajak “Manusia-manusia Langka”, 2021) PADA musim-musim sebelumnya, boleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/03/13/makhluk-makhluk-langka-di-habitat-sepak-bola">Makhluk-makhluk Langka di Habitat Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-156227 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/03/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// andai bukan makhluk langka/ takkan mungkin mereka mengharu-biru dunia/ dengan kesaktian mewujud perbedaan/ : kecepatan/ kekuatan/ seni mengolah/ seni mengeksekusi/ seni mengecoh/ seni mempengaruhi/ dan karisma kepribadian/ semua terprasasti sebagai sejarah/ pada suatu masa/ jagat sepak bola dikaruniai para genius tak biasa//</em><br />
<strong>(Sajak “Manusia-manusia Langka”, 2021)</strong></p>
<p><strong>PADA</strong> musim-musim sebelumnya, boleh jadi kita tidak terlalu menghitung sosok yang satu ini: Romelu Lukaku. Mungkin pula Anda tak serius mengistimewakan nama Dominic Calvert-Lewin. Pernah jugakah Anda mempertimbangkan nama-nama yang “non-mainstream” ini: dari Jack Grealish, Mason Mount, Franck Kessie, Hakan Calhanoglu, hingga Ilkay Gundogan?</p>
<p>Jagat sepak bola terbukti tak kenal henti mengetengahkan manusia-manusia istimewa. Yang masuk kategori di luar logika kemampuan anak manusia, pada era sekarang ini boleh jadi melekat pada diri kuartet Lionel Andres Messi, Cristiano Ronaldo, Neymar Junior, dan Kylian Mbappe. Lainnya masuk kategori luar biasa, untuk memosisikan para jagoan seperti Robert Lewandowski, Zlatan Ibrahimovic, Mohamed Salah, Sadio Mane, Son Heung-min, atau Harry Kane.</p>
<p>Maka ketika pelatih sekaliber Alberto Zaccheroni tiba-tiba mengapungkan nama Romelu Lukaku dan Franck Kessie dalam daftar pemain dengan “kemampuan layak Ballon d’Or”, kita seperti tersadar, betapa semesta sepak bola sangat kaya untuk tidak terpaku pada deret bintang “arus utama”. Ada makhluk-makhluk penakluk yang tak seharusnya luput dari percaturan dan jangkauan mdia.</p>
<p>Dengan enam trofi Ballon d’Or untuk Messi dan lima untuk Ronaldo, “penyusupan” Luka Modric pada 2018 sedikit mencairkan kebekuan, meskipun setahun kemudian trofi kembali lagi ke Messi. Tahun 2020, ketika kontestasi Ballon d’Or ditiadakan karena pandemi covid-19, produktivitas gol Lewandowski tersubstitusi oleh trofi setara sebagai Pemain Terbaik FIFA.</p>
<p>Dominasi dalam lebih dari satu dasawarsa itu mengindikasikan dua hal. Pertama, baik Messi maupun Ronaldo secara konsisten terbukti mampu merawat performa fisik dan bakat, sehingga bisa bertahan di maqam utama. Terbukti pula talenta-talenta yang mendekati kemampuan dua maharaja memang belum ada, termasuk dalam diri Neymar maupun Mbappe sekalipun.</p>
<p>Kedua, performa yang betul-betul eksepsional untuk masuk ke orbit “alien” belum dicapai oleh mereka, yang sudah antre di lapis kemampuan seurat di bawah Messi dan Ronaldo. Lapisan itu baru membentuk barisan pemain “luar biasa”.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * *</strong></span></p>
<p><strong>PARAMETER</strong> yang melejitkan manusia-manusia langka itu ke orbit “alien” memang tidak mudah. Syarat eksepsionalitas dari bakat dan karunia tak sembarang pemain memilikinya. Dari realitas pendekatan ini, boleh jadi kita masih harus menunggu pematangan mutiara-mutiara Dario Sarmiento, Thiago Almeda, Reinier, Ansu Fati, Erling Haaland, atau Phil Foden.</p>
<p>Eksepsionalitas yang tersaji di liga-liga dunia saat ini, belum mengapungkan “mahakarya performa” yang akan abadi dikenang. Aksi-aksi Jack Grealish, Calvert-Lewin, dan Mason Mount memang sudah menjadi sihir baru di Liga Primer. Sepak terjang Haaland sudah membuat heboh Bundesliga, sama dengan produktivitas dan pengaruh yang kini dicapai oleh Romelu Lukaku di Serie A, termasuk peran penting Kessie untuk orkestrasi AC Milan. Tetapi cukupkah reputasi itu menjadi parameter untuk meraih trofi pemain terbaik sejagat?</p>
<p>Acungan jempol Zaccheroni untuk Lukaku dan Kessie tentu bukan sembarang pujian untuk mempromosikan calon peraih trofi Ballon d’Or 2021. Ada alasan-alasan argumentatif yang mengusik tanggung jawab seorang pelatih, seperti ketika Calhanoglu mati-matian dipertahankan oleh AC Milan. Barang tentu pula tak sembarang skill dan pengaruh yang melekat pada para pemain yang (walaupun) tidak pernah berjajar di orbit “alien”, bahkan dalam kelompok “luar biasa” itu.</p>
<p>Andai ada “sedikit ruang” yang memberi “tempat” kepada pemain sekelas Lukaku, setidak-tidaknya dalam deret pengakuan nominee, betapa wilayah kelangkaan makhluk-makhluk sepak bola itu bakal makin meluas, tak terpaku pada dua maharaja yang bertahta dalam lebih dari satu dasawarsa.</p>
<p>Sejak digaet dari Anderlecht dan berlabuh di Chelsea (2011-2014), Romelu Lukaku kehilangan sentuhan magisnya, sehingga sempat dipinjamkan ke West Bromwich Albion dan Everton. Dia kembali menemukan sinar ketika dipermanenkan oleh The Toffees, sehingga Manchester United pun tergiur merekrutnya pada 2017-2019. Namun di Old Trafford, baik di bawah arahan Jose Mourinho maupun Ole Gunnar Solskjaer, ia mengalami kemandekan sebelum akhirnya didatangkan ke San Siro.</p>
<p>Lalu bagaimana pemain berjejuluk The Lawyer itu bisa menemukan lagi kehebatannya di Internazionale Milan?</p>
<p>Bersama Inter, dengan penuh konfidensi, Lukaku menjadi penentu demi penentu. Antonio Conte sangat memercayai striker raksasa asal Belgia itu. Pelatih nyentrik yang ekspresionis itu mengembalikan Lukaku ke habitat langka kemakhlukan sepak bola.</p>
<p>Dan, bukankah terbukti, kini ia menjelma sebagai monster yang siap melukai gawang lawan mana pun? Lukaku akan menjadi lukamu&#8230;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/03/13/makhluk-makhluk-langka-di-habitat-sepak-bola">Makhluk-makhluk Langka di Habitat Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>