<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Novel Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/novel/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Oct 2023 14:20:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Novel Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menghanyutkan Impian</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/20/menghanyutkan-impian</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2023 14:20:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita pendek]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[temu sastra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=376230</guid>

					<description><![CDATA[<p>Cerita pendek Ramli Lahaping DEMI mengakhiri status dudanya juga, Bahri berucap, &#8220;Apa Bapak ada jampi-jampi? Bagilah kepadaku,&#8221; pintanya, di tengah obrolannya dengan Kilan di tepi sungai, empat bulan yang lalu, setelah mereka mandi siang untuk melesapkan peluh selepas mengurus kebun mereka masing-masing. Kilan menggeleng santai. Ia lalu tersenyum lebar dan memperlihatkan barisan giginya yang tak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/20/menghanyutkan-impian">Menghanyutkan Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;">Cerita pendek <em><strong>Ramli Lahaping</strong></em></span></p>
<p><strong>DEMI </strong>mengakhiri status dudanya juga, Bahri berucap, &#8220;Apa Bapak ada jampi-jampi? Bagilah kepadaku,&#8221; pintanya, di tengah obrolannya dengan Kilan di tepi sungai, empat bulan yang lalu, setelah mereka mandi siang untuk melesapkan peluh selepas mengurus kebun mereka masing-masing.</p>
<p>Kilan menggeleng santai. Ia lalu tersenyum lebar dan memperlihatkan barisan giginya yang tak keruan setelah tanggal satu per satu.</p>
<p>&#8220;Lalu, apa rahasia Bapak sampai bisa memikat hati seorang perempuan?&#8221; selidik Bahri, penasaran.</p>
<p>Kilan yang sudah berusia 62 tahun lalu menggesek-gesekkan ibu jari dengan jari telunjuknya. &#8220;Uang. Pikatlah perempuan dengan uang. Hanya itu.&#8221;</p>
<p>Mendengar jawaban Kilan, Bahri pun percaya sepenuhnya. Ia jelas bisa melihat kalau keindahan rupa dan kekuatan fisik tidak lagi menjadi modal bagi lelaki yang lebih tua 13 tahun darinya itu. Tetapi soal kemapanan finansial atas ketekunannya bertani, si tua itu cukup meyakinkan.</p>
<p>Akhirnya, perasaan iri memacu Bahri untuk meningkatkan hasil panen kacang tanahnya. Ia ingin menyaingi Kilan dalam perolehan hasil panen, agar ia bermodal juga untuk menikah lagi. Ia sungguh tak tahan menduda dan mendapatkan sindiran dari orang-orang, terutama dari Kilan yang berhasil menikahi seorang janda cantik berusia 41 tahun dengan hasil panen kacangnya.</p>
<p>Tanpa menunda waktu, Bahri menyusun langkah cepat. Ia ingin segera mendapatkan hasil panen yang melimpah untuk kembali membangun rumah tangga. Apalagi, ia tengah tergila-gila pada seorang janda beranak satu di desa sebelah desanya.</p>
<p>Karena itulah, ia memutuskan untuk memperluas lahannya pertaniannya. Ia memutuskan menebang pohon tarap dan kepayang, juga membabat bambu dan gelagah di tepi kebunnya yang berbatasan dengan sungai.</p>
<p>Selain untuk memperluas lahan, keputusannya melenyapkan pepohonan dan tetumbuhan liar itu, juga untuk meningkatkan produktivitas tanaman kacangnya. Meski hanya tamatan SMP, dari pengalamannya, ia paham betul kalau tanaman apa pun tidak akan tumbuh subur dan memberi hasil yang baik jika dinaungi tetumbuhan lain, sebab akan kekurangan terpaan cahaya matahari yang penting bagi perkembangannya.</p>
<p>Tetapi rencana Bahri untuk menebang pepohonan dan tetumbuhan tersebut, malah mendapat penolakan dari Sofian, putranya yang duduk di kelas II SMA. “Menebang tanaman-tanaman itu akan membahayakan kebun kita, Ayah, sebab akan merentankan terjadinya erosi. Berdasarkan apa yang kupelajari di sekolah, akar perpohonan sangat penting untuk mencegah penggerusan tanah di daerah aliran sungai,” tutur Sofian, setelah sang ayah mengajaknya ke kebun untuk melakukan penebangan.</p>
<p>&#8220;Ah, kau ini. Belum juga sarjana, sudah berani-berani mengajari orang tua,&#8221; tanggap Bahri, tampak tersinggung.</p>
<p>&#8220;Tetapi penelitian memang menyatakan begitu, Ayah. Aku bahkan sudah menonton video ilustrasinya, kalau tanpa tanaman di pinggir sungai, akan sangat rawan terjadi longsor,&#8221; terang Sofian, mencoba mempertahankan pendapatnya. &#8220;Kupikir, keuntungan yang kita peroleh dari lahan setelah penebangan nanti, tidak seberapa ketimbang bahaya yang mengancam kebun kita.&#8221;</p>
<p>Bahri sontak menggeleng-geleng. Tak sependapat. &#8220;Lalu, apa kita akan membiarkan saja tanaman itu tubuh dan berkembang biak tanpa memberikan keuntungan yang berarti untuk kita? Bukankah sebaiknya kita memaksimalkan pemanfaatkan lahan untuk bercocok tanam?&#8221; sergahnya, dengan raut dan nada kesal.</p>
<p>Menyaksikan kengototan ayahnya, Sofian memilih tak membalas.</p>
<p>&#8220;Kau ini cuma sekolah untuk berurusan dengan buku-buku. Kau belum punya pengalaman apa-apa soal pemanfaatan lahan dan pertanian,&#8221; sambung Bahri.</p>
<p>Sofian mendengkus saja. Ia tampak malas untuk memperpanjang perdebatan.</p>
<p>&#8220;Sudah. Tak usah banyak cincong. Kau lakukan saja apa yang kurencanakan untuk meningkatkan hasil pertanian kita. Apalagi, butuh banyak uang untuk membeli sepeda motor. Kau mau dibelikan motor, kan?&#8221; sergap Bahri, seperti berusaha membuat rencana perluasan lahan itu terkesan sebagai kepentingan sang anak, bukan kepentingannya pribadi.</p>
<p>Akhirnya, atas kemauannya sedari dahulu, Sofian mengangguk pasrah.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu. Bekerjalah dengan keras. Kalau hasil panen kacang kita nantinya memuaskan, aku akan segera membelikan sepeda motor untukmu,&#8221; pungkas Bahri, sembari memendam hasratnya untuk menikahi seorang janda.</p>
<p>Akhirnya, atas titah ayahnya, Sofian turut ke kebun dengan membawa sebuah kapak dan sebilah parang untuk membabat tanam-tanaman liar di pinggir sungai.</p>
<p>Dalam waktu seminggu, sekitar tiga setengah bulan yang lalu, pepohonan dan tetumbuhan di pinggir sungai itu akhirnya terbabat habis. Batang pepohonan kemudian diolah menjadi papan, sedangkan dahan dan rantingnya dikeringkan untuk menjadi kayu bakar. Bagian-bagian pepohonan dan potongan tetumbuhan yang dianggap tidak berguna, kemudian dihanyutnya di sungai begitu saja, seolah tak akan berakibat apa-apa.</p>
<p>Setelah tanaman-tanaman tersebut tumbang dan lenyap, Bahri pun senang melihat keadaan kebunnya yang tampak lapang dan lowong. Dengan semangat, ia lantas menanam benih kacang dengan sepenuh-penuh lahannya, hingga ke tepian sungai. Demi hasil panen yang melimpah, juga demi mengalahkan hasil panen Kilan, ia sungguh tak ingin menyia-nyiakan secuil pun permukaan tanahnya.</p>
<p>Hari demi hari bergulir, Bahri jadi makin optimistis menyaksikan taman kacangnya yang jauh lebih banyak dan tampak akan memberikannya hasil yang menakjubkan. Karena itu, ia mulai berkhayal-khayal kalau selepas panen nanti, ia akan mendapatkan tambahan modal yang banyak untuk segera meminang janda idamannya. Bahkan ia menaksir kalau setelah panen berikutnya, ia akan sanggup membeli sepeda motor untuk putranya.</p>
<p>Akhirnya, belakangan waktu, benak Bahri makin disesaki bayangan indah sang pujaan hatinya. Permenungannya itu kemudian menjerumuskannya ke dalam dunia imajinasi. Lantas, fantasinya meliar, hingga sang janda kerap hadir di dalam mimpinya. Karena itulah, dua hari berlalu di tengah kepungan hawa dingin akibat hujan yang terus-menerus, ia hanya mendekam di dalam rumahnya sembari mengkhayalkan sang pujaan pada siang hari, dan memimpikannya pada malam hari.</p>
<p>Dan lagi-lagi, malam tadi, ia kembali bermimpi tengah bermesraan dengan janda itu di taman penuh bunga dengan latar musik dangdut favoritnya. Adegan itu kemudian disusul adegan mereka yang saling berkejar-kejaran di bawah pepohonan, seperti dalam film India kesukaannya. Lantas selanjutnya, mereka terlibat adegan mesra di atas sebuah kasur yang empuk, seperti yang ia lakukan dengan istrinya dahulu. Serangkaian adegan itu benar-benar membuatnya terlena, hingga ia tak kunjung terjaga untuk menyaksikan kenyataan yang terjadi di dunia nyata.</p>
<p>Pagi pun datang. Matahari telah meninggi dengan cahaya yang masih meredup akibat terhalang awan mendung. Bahri akhirnya terbangun dengan kekecewaan setelah ia menyadari kalau kebersamaannya dengan sang pujaan hanyalah mimpi. Ia lantas bangkit dari pembaringan dengan perasaan lemas.</p>
<p>Ia kemudian menuju ke teras depan rumah panggungnya yang berdiri di dataran yang tinggi tersebut. Hingga akhirnya, dari balik tirai-tirai gerimis, ia menyaksikan pemandangan pada sisi dataran bawah, bahwasanya banjir telah menyapu bersih tanaman kacangnya dan meninggalkan timbunan lumpur. Ia pun melihat kalau arus banjir telah menggerus lahan perkebunannya, seperi yang diwanti-wantikan putranya.</p>
<p>Seketika, impian dan khayalannya, hancur berkeping-keping. Yang tersisa hanyalah penyesalan, sebab atas hasratnya yang tidak terkendali untuk mendapatkan keuntungan besar dalam waktu yang singkat, ia tidak hanya kehilangan bakal panenan kacang tanahnya, tetapi juga kehilangan seluasan lahan kebunnya karena gerusan banjir.</p>
<p>&#8220;Lihatlah, Ayah, apa yang terjadi kalau kita tidak paham dan peduli pada kelestarian lingkungan?&#8221; singgung Sofian, putranya, setelah terbangun dan menyusulnya di teras depan rumah.</p>
<p>Bahri tak membalas. Tetapi diam-diam, ia menginsafi kekeliruannya.</p>
<p>Detik-detik terus bergulir. Ayah dan anak itu hanya membisu dengan isi pikiran masing-masing.</p>
<p>Hingga akhirnya, saat gerimis kembali mereda, Kilan, tetangga mereka, datang bertamu dan memecah keheningan.</p>
<p>Setelah berbasa-basi dan menguatkan Bahri atas apa yang telah terjadi, Kilan lalu melontarkan kata-kata suruhan, sebagaimana tabiatnya yang lancang mengeluarkan isi hatinya, “Sofian, tolong seduhlah kopi untuk aku, juga ayahmu. Hawa sangat dingin, dan aku yang sudah tua ini butuh kopi untuk menghangatkan badan.&#8221;</p>
<p>Tanpa berkata-kata, Sofian melaksanakan perintah itu.</p>
<p>&#8220;Kok minta dibuatkan kopi sama Sofian? Apa istri baru Bapak tak pandai menyeduh kopi?&#8221; singgung Bahri, merasa aneh.</p>
<p>Wajah Kilan merengut kecut. &#8220;Ah, dia tidak bisa diatur. Dia mau yang enak-enak saja. Dia suka dikasih uang, tetapi malas bekerja. Karena kami cekcok, dia akhirnya pulang ke rumah orang tuanya, empat hari yang lalu.&#8221;</p>
<p>Mendengar penuturan polos Kilan itu, seketika, Bahri merasa telah mendapatkan penawar yang ampuh untuk meredakan kesedihannya.***</p>
<p><em><strong>Ramli Lahaping</strong>. Kelahiran Gandang Batu, Kabupaten Luwu. Berdomisili di Kota Makassar. Menulis di blog pribadi (sarubanglahaping.blogspot.com). Bisa dihubungi melalui Instagram (@ramlilahaping) atau Facebook (Ramli Lahaping).</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/20/menghanyutkan-impian">Menghanyutkan Impian</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>‘Oase di Neraka’, Kisah Perempuan yang Tidak Biasa dari Sulis Bambang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/23/oase-di-neraka-kisah-perempuan-yang-tidak-biasa-dari-sulis-bambang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Aug 2023 05:23:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Susastra]]></category>
		<category><![CDATA[Bengkel Sastra Taman Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Oase di Neraka]]></category>
		<category><![CDATA[penyair Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Sulis Bambang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=361900</guid>

					<description><![CDATA[<p>ADA pesan lewat messenger yang mengabarkan bahwa aka nada acara “resepsi sastra” pada tanggal 23 Agustus 2023 di Aula SMA Kesatrian 2 Semarang. Acaranya membincangkan novel Oase di Neraka tulisan Mbak Sulis Bambang, seorang penggiat sastra Tangguh di Semarang. Mbak Dewi Es Cao menanyakan pada saya, apakah berkenan datang untuk acara ini. Dia meminta konfirmasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/23/oase-di-neraka-kisah-perempuan-yang-tidak-biasa-dari-sulis-bambang">‘Oase di Neraka’, Kisah Perempuan yang Tidak Biasa dari Sulis Bambang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ADA </strong>pesan lewat <em>messenger </em>yang mengabarkan bahwa aka nada acara “resepsi sastra” pada tanggal 23 Agustus 2023 di Aula SMA Kesatrian 2 Semarang. Acaranya membincangkan novel <em>Oase di Neraka </em>tulisan Mbak Sulis Bambang, seorang penggiat sastra Tangguh di Semarang.</p>
<p>Mbak Dewi Es Cao menanyakan pada saya, apakah berkenan datang untuk acara ini. Dia meminta konfirmasi kedatangan itu, dan meminta Alamat saya. “Ya, insyaallah saya datang, Mbak,” balas saya.</p>
<p>Beberapa hari kemudian, sahabat saya Mas Agung Wibowo penyair Patidusa datang ke rumah, membawa buku <em>Oase di Neraka </em>karya Mbak Sulis Bambang.</p>
<p>Dan, sore ini, Rabu 23 Agustus 2023, mulai pukul 15.00 sampai menjelang magrib, digelar perbincangan tentang buku ini di Aula SMA Kesatrian di Jalan Gajah, dalam tajuk &#8220;Resepsi Sastra&#8221;. Dan, saya pasti menghadirinya.</p>
<p>Dua hari sejak buku itu datang, masih terbungkus, saya belum membukanya. Hari ketiga, buku itu kubuka, lepas Tengah hari dan saya mulai membacanya. Entah kenapa, saya marathon membaca buku itu, dalam waktu kurang dari dua setengah jam selesai. Tentu saja sempat terjeda untuk membuat kopi, menemani membaca buku itu.</p>
<p>Sebelum membaca isinya, saya tengok dulu tulisan di sampul belakang luar. Saya menduga, novel ini berkisah tentang pergulatan seorang perempuan yang berstatus sebagai istri, yang punya masalah dalam rumah tangganya.</p>
<p><em>Melaui novel ini, penulis meletakkan Perempuan sedemikian bebas dan mandiri untuk menentukan cerai atau tidak berdasarkan pertimbangan sendiri, tidak terseret “arus pendapat di luar diri sebab toh yang menjalani di surga atau di neraka bukanlah orang lain”. </em>Begitu tulisan di sampul belakang, Ada salah tulis rupanya, mestinya “di neraka” tertulis “di negara”.</p>
<figure id="attachment_361906" aria-describedby="caption-attachment-361906" style="width: 681px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-full wp-image-361906" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/budi.jpg" alt="" width="681" height="511" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/budi.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/budi-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/budi-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/budi-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/budi-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/budi-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/budi-238x178.jpg 238w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" /><figcaption id="caption-attachment-361906" class="wp-caption-text">Penulis &#8220;Oase di Neraka&#8221; Sulis Bambang bersama Budi Maryono atau Massakerah dalam acara bincang buku &#8220;Surga di Mana&#8221; karya penulis yang sama. Foto: Dok FB</figcaption></figure>
<p>Melihat tulisan ini, saya kemudian menerka-nerka, ya tampaknya perempuan ini memilih perceraian meskipun menyakitkan yang dilambangkan dengan “neraka” tetapi dia mendapatkan kesejukan karena terbebas dari neraka itu.</p>
<p>Ternyata saya salah. Perempuan itu, Nena, seorang pramugari cantik yang memilih menikah dengan lelaki pilihannya, Aston, meskipun orang tua, terutama ayahnya sangat tidak setuju.</p>
<p>Satu hal, karena Aston berbeda keyakinan dengan keluarga Nena. Karena hambatan ini, kemudian hubungan Nena dan Aston harus putus. Alasan sang ibu, untuk yang seagama saja bisa pisah apalagi yang beda agama.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/23/oase-di-neraka-kisah-perempuan-yang-tidak-biasa-dari-sulis-bambang">‘Oase di Neraka’, Kisah Perempuan yang Tidak Biasa dari Sulis Bambang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Novel “Kim Ji-young, Born 1982” Jadi Karya Sastra Korea Seletan Paling Populer di Mancanegara</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/01/18/novel-kim-ji-young-born-1982-jadi-karya-sastra-korea-seletan-paling-populer-di-mancanegara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2022 08:21:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Ji-young Born 1982]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mancanegara]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[Sepuluh Bahasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=226078</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID)- Novel “Kim Ji-young, Born 1982” menjadi karya asal sastra Korea Selatan yang paling populer di mancanegara selama lima tahun terakhir, menurut data Literature Translation Institute (LTI) of Korea pada Selasa (18/1/2022). Dikutip dari Yonhap, Selasa, lembaga penerjemah tersebut menyebutkan bahwa novel yang ditulis oleh Cho Nam-joo itu telah diterjemahkan ke dalam 10 bahasa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/18/novel-kim-ji-young-born-1982-jadi-karya-sastra-korea-seletan-paling-populer-di-mancanegara">Novel “Kim Ji-young, Born 1982” Jadi Karya Sastra Korea Seletan Paling Populer di Mancanegara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID)-</strong> Novel “Kim Ji-young, Born 1982” menjadi karya asal sastra Korea Selatan yang paling populer di mancanegara selama lima tahun terakhir, menurut data Literature Translation Institute (LTI) of Korea pada Selasa (18/1/2022).</p>
<p>Dikutip dari Yonhap, Selasa, lembaga penerjemah tersebut menyebutkan bahwa novel yang ditulis oleh Cho Nam-joo itu telah diterjemahkan ke dalam 10 bahasa berbeda dengan penjualan lebih dari 300.000 eksemplar selama periode 2016 hingga 2020.</p>
<p>Data LTI Korea tersebut didasarkan pada penjualan 492 terjemahan sastra Korea Selatan atau sekitar 75 persen dari total keseluruhan buku Korea yang diterbitkan di luar negeri.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/01/18/album-terbaru-enhypen-dimension-answer-terjual-500-ribu-kopi-dalam-sepekan/">Album Terbaru Enhypen “Dimension: Answer” Terjual 500 Ribu Kopi Dalam Sepekan</a></strong></p>
<p>Pada 2018, terjemahan “Kim Ji-young” dalam bahasa Jepang juga telah terjual lebih dari 200.000 eksemplar sejak dirilis.</p>
<p>Tokoh dalam novel tersebut, Kim Ji-young, disebut melambangkan gambaran keseharian perempuan Korea berusia 30-an yang mengalami diskriminasi gender dalam budaya masyarakat Korea yang didominasi laki-laki. Novel ini pertama kali diterbitkan pada 2016 oleh penerbit Minumsa.</p>
<p>Pada 2020, “Kim Ji-young” juga masuk daftar panjang dalam penghargaan National Book Award for Translated Literature dari AS dan Emile Guimet Prize for Asian Literature dari Prancis.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/01/17/k-beauty-jadi-tren-perawatan-kulit-di-tahun-2022/">K-beauty Jadi Tren Perawatan Kulit di Tahun 2022</a></strong></p>
<p>Buku tersebut telah diadaptasi menjadi film dengan judul sama yang dibintangi oleh Jung Yu-mi dan Gong Yoo. Syuting berlangsung pada awal 2019 dan dirilis pada tahun yang sama.</p>
<p>Selain “Kim Ji-young”, LTI Korea juga mengumumkan deretan novel populer lainnya, termasuk karya Han Kang “The Vegetarian” yang terjual lebih dari 160.000 eksemplar dalam 13 bahasa asing. Berkat karyanya ini, ia memenangkan Man Booker International Prize pada 2016.</p>
<p>Sementara itu, peringkat keempat dan kelima ditempati oleh “Almond” karya Son Won-pyeong yang terjual lebih dari 90.000 eksemplar di Jepang dan “The Origin of Species” karya Jung Yoo-jung terjual lebih dari 20.000 eksemplar di Brasil.</p>
<p>Terjemahan bahasa Jerman dari “A Murderer&#8217;s Guide to Memorization” karya Kim Young-ha juga terjual lebih dari 10.000 eksemplar pada akhir tahun. Popularitas novel yang dirilis pada Februari 2020 ini didorong oleh kemenangan Kim atas dua penghargaan sastra Jerman pada tahun yang sama.</p>
<p><em><strong>Ant-Claudia</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/18/novel-kim-ji-young-born-1982-jadi-karya-sastra-korea-seletan-paling-populer-di-mancanegara">Novel “Kim Ji-young, Born 1982” Jadi Karya Sastra Korea Seletan Paling Populer di Mancanegara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8220;Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi&#8221; Tayang 15 Oktober di Netflix</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/09/22/seperti-hujan-yang-jatuh-ke-bumi-tayang-15-oktober-di-netflix</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2020 05:31:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Netflix]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=114657</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Film &#8220;Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi&#8221; akan tayang perdana secara global pada 15 Oktober di platform streaming Netflix. Dibintangi oleh artis muda seperti Jefri Nichol, Aurora Ribero, Axel Matthew dan Nadya Arina, &#8220;Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi&#8221; diproduksi oleh IFI Sinema yang bekerjasama dengan Screenplay Films. Film ini merupakan karya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/09/22/seperti-hujan-yang-jatuh-ke-bumi-tayang-15-oktober-di-netflix">&#8220;Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi&#8221; Tayang 15 Oktober di Netflix</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong> &#8211; Film &#8220;Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi&#8221; akan tayang perdana secara global pada 15 Oktober di platform streaming Netflix.</p>
<p>Dibintangi oleh artis muda seperti Jefri Nichol, Aurora Ribero, Axel Matthew dan Nadya Arina, &#8220;Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi&#8221; diproduksi oleh IFI Sinema yang bekerjasama dengan Screenplay Films.</p>
<p>Film ini merupakan karya sutradara Lasja F. Susatyo serta penulis naskah Upi Avianto dan Piu Syarief.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2020/09/16/film-ayah-potret-kesahajaan-kaum-santri-di-masa-pandemi/">Film ‘Ayah’ Potret Kesahajaan Kaum Santri di Masa Pandemi</a></strong></p>
<p>Film hasil adaptasi dari buku karya penulis Boy Candra ini menceritakan tentang sosok Kevin, seorang pemuda yang berjuang untuk menyatakan cintanya kepada sahabatnya, Nara.</p>
<p>Namun, ketika Nara bertemu dengan Juned, seorang pria yang tampak cocok dengannya, Kevin harus menghadapi berbagai emosi dan dan rasa takut akan penolakan dari sahabat satu-satunya.</p>
<p>Lasja F. Susatyo pada Maret lalu mengatakan sudah lama rindu membuat film tentang kisah cinta manis para tokoh. Dia merasa sudah ada kedekatan dengan para pemain bahkan sejak proses reading.</p>
<p>&#8220;Saya sudah sekian lama merindukan bikin tentang kisah cinta manis para karakternya, yang menarik sejak reading saya merasa chemistry-nya dapet,&#8221; kata Lasja.</p>
<p>Menurut Lasja, cerita cinta menjadi kisah yang sangat populer dan melalui film &#8220;Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi&#8221; ada perspektif berbeda tentang cara menyatakan cinta.</p>
<p>Selain Jefri, Aurora dan Axel, film &#8220;Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi&#8221; juga dibintangi Nadya Arina, Rebecca Kloper, Karina Suwandi, Haris Soedarto dan Jauhar Roberts.</p>
<p><em><strong>Ant/Naf</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/09/22/seperti-hujan-yang-jatuh-ke-bumi-tayang-15-oktober-di-netflix">&#8220;Seperti Hujan yang Jatuh ke Bumi&#8221; Tayang 15 Oktober di Netflix</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>