<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Neymar Junior Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/neymar-junior/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Apr 2025 00:37:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Neymar Junior Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Trisula Barca, dari Rekor ke Rekor</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/04/26/trisula-barca-dari-rekor-ke-rekor</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2025 10:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[la liga]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Luis Suares]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar Junior]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Treble]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=471376</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // keterpaduan bisa menghadirkan aroma maut/ dari pasangan sehati/ disatukan oleh telepati/ sepak bola mengenalnya sebagai chemistry/ satu hati satu rasa/ menjadi bahasa dahsyat/ rekor demi rekor&#8230;// (Sajak “Trisula Barca”, 2025) WAKTU sudah berlalu, tetapi sejarah akan abadi. Dan, bukankah acapkali, sejarah berulang dengan aktor-aktor baru, dengan atmosfer baru? Juga terinspirasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/26/trisula-barca-dari-rekor-ke-rekor">Trisula Barca, dari Rekor ke Rekor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-471377 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/04/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// keterpaduan bisa menghadirkan aroma maut/ dari pasangan sehati/ disatukan oleh telepati/ sepak bola mengenalnya sebagai chemistry/ satu hati satu rasa/ menjadi bahasa dahsyat/ rekor demi rekor&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Trisula Barca”, 2025)</strong></p>
<p><strong>WAKTU</strong> sudah berlalu, tetapi sejarah akan abadi. Dan, bukankah acapkali, sejarah berulang dengan aktor-aktor baru, dengan atmosfer baru? Juga terinspirasi oleh kejayaan masa lalu?</p>
<p>Anda mungkin menandai, mungkin pula menilai sebagai sekadar lintasan masa, ketika Barcelona memiliki trio penyerang yang membikin kiper dan pertahanan lawan bergidik dalam keterancaman. Lionel Messi &#8211; Luis Suarez &#8211; dan Neymar Junior (MSN) membentuk “trisula” yang seolah-olah melewati batas-batas teknis kemampuan manusia, kombinasi mematikan yang tak bisa dilakukan oleh pasangan penyerang mana pun. Selain unjuk produktivitas gol, ketiganya juga sering memamerkan trik-trik menghibur, kadang dengan <em>nutmeg</em> yang “tidak masuk akal”.</p>
<p>Pada musim 2015-2016, tiga sekawan ini membukukan 131 gol di semua ajang, dan menjadi penyerang paling tajam di abad ke-21.</p>
<p>Sebelumnya, pada musim 2014-2015, tridente ini mencetak 122 gol. Dalam catatan rekor, pada 2011-2012 kita mengenal trio Real Madrid: Cristiano Ronaldo &#8211; Karim Benzema &#8211; Gonzalo Higuain, yang mencetak 118 gol.</p>
<p>Dalam rentang waktu 2014-2017, dari 450 pertandingan, Messi menyumbang 153 gol, Suarez 121 gol, dan Neymar 90 gol. Mereka meraih tiga trofi La Liga, tiga juara Copa del Rey, satu Liga Champions, dan sekali juara Piala Dunia Antarklub.</p>
<p>Pelatih Barcelona, Luis Enrique membentuk Trisula MSN pada 2014. Trio itu bubar pada 2017 saat Neymar memilih pindah ke klub Ligue 1, Paris St Germain. Berikutnya Suarez hijrah ke Atletico Madrid pada 2020, lalu 2021 Messi menyusul Neymar ke PSG.</p>
<p>Jauh sebelum itu, pada era 1990-an, di Liga Seri A, Internazionale Milan juga memiliki Trio Jerman yang berwibawa: Juergen Klinsman &#8211; Andreas Brehme &#8211; dan Lothar Matthaeus. Sedangkan AC Milan membangun Tim Impian dengan tiga bintang Belanda: Ruud Gullit &#8211; Frank Rijkaard &#8211; Marco van Basten.</p>
<p>Sebelumnya, di era kejayaan Diego Maradona pada 1980-an di San Paolo, Napoli memiliki trio dahsyat Maradona &#8211; Bruno Giordano &#8211; Antonio Careca yang populer dengan sebutan Ma-Gi-Ca.</p>
<p><strong>Trisula Baru</strong><br />
Kerinduan fans Barca kepada kehebatan Trio MSN seperti disegarkan oleh kemunculan tiga penyerang yang tak kalah tajam. Setelah 10 tahun berlalu, taktikus Hansi Flick memadukan Robert Lewandowski, Raphinha, dan Lamine Yamal menjadi “naga berkepala tiga” yang mengerikan.</p>
<p>Yang menarik, Trio LRY berjarak jauh dalam usia. Lewy 36, Raphinha 27, dan Yamal 17. Meskipun sudah 36 tahun, Lewandowski tetap memperlihatkan ketajaman. Pemain asal Polandia ini memiliki instink gol luar biasa, dan punya karakter sebagai pemimpin di lini serang.</p>
<p>Sedangkan Raphinha, sebagai penyerang sayap dikenal cepat dan berkemampuan dribling eksepsional. Dia unggul dalam manuver merobek pertahanan lawan untuk memberikan umpan matang kepada rekan yang “muncul dari belakang”. Pemain asal Brazil itu selalu menjadi ancaman bagi pertahanan lawan.</p>
<p>Lamine Yamal Nasraoui Ebana, yang belum genap 17 tahun, memperlihatkan kematangan sebagai pengatur serangan. Gocekan bola pemain berdarah Maroko dan Guinea Khatulistiwa ini sangat memukau, dengan umpan-umpan terukur yang melayani para penyerang. Lewandowski sering dimanjakan oleh umpan dari aksi-aksi genius Yamal. Hingga pekan kemarin, Lewandowski menabung 40 gol, Raphinha 27 gol, dan Yamal 14 gol di semua ajang.</p>
<p>Dari pengamatan Avram Grant dari UEFA, walaupun ketiga bintang itu berbeda gaya, namun saling melengkapi. “Raphinha sering tajam menusuk dari belakang, Lewandowski striker klasik, dan Yamal punya ketenangan saat membawa bola,” kata Grant.</p>
<p>Dia memuji Hansi Flick yang sempurna meracik tridente ini. Lewy menjadi <em>finisher</em> utama, Raphinha eksplosif di sayap, dan Lamine Yamal selalu siap dengan umpannya dari tengah. “Barcelona menyampaikan pesan kuat, terutama tentang kualitas trisula mereka,” tulisnya dalam sebuah laporan UEFA.</p>
<p><strong>Trisula Klub-klub</strong><br />
Saat ini, sejumlah klub sepak bola Eropa juga memiliki trisula andal, walaupun tidak semengkilap Trio LRY. Liverpool punya Mohamed Salah &#8211; Luis Diaz &#8211; Darwin Nunez; Chelsea dengan Cole Palmer &#8211; Nicolas Jackson &#8211; Noni Madueke; Bayern Muenchen mengandalkan Harry Kane &#8211; Jamal Musiala &#8211; Serge Gnabry; dan Borussia Dortmund meracik Jamie Gottens &#8211; Serhou Guirassy &#8211; Karim Adeyemi. Arsenal juga memiliki tiga penyerang andal Kai Haverts &#8211; Declan Rice/Gabriel Martinelli &#8211; Bukayo Saka.</p>
<p>Di Liga Spanyol, rivalitas Barcelona dengan Real Madrid ditandai antara lain dengan adu kombinasi bintang. Hansi Flick memercayakan ketajaman gol pada Trio Lewy &#8211; Raphinha &#8211; Yamal, sementara arsitek Los Blancos Carlo Ancelotti mengandalkan Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Vinicius Junior. Pada 2009, di bawah pelatih Zinedine Zidane, Madrid pernah membentuk tridente hebat BBC: Karim Benzema &#8211; Gareth Bale &#8211; Cristiano Ronaldo.</p>
<p>Musim ini, Trisula Barca terbukti lebih moncer, dan memimpin tim menuju trofi juara. Barcelona berpeluang meraih <em>treble</em>: La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions,</p>
<p>Trio MSN memberi catatan khusus dengan sejarah yang kini berlanjut ke Trisula LRY. Kini waktu memberi ruang kepada trisula baru Barca untuk menorehkan sejarah baru, dengan ekor baru, dengan atmosfer baru.</p>
<p>Mampukah Hansi Flick menjaga performa trisulanya itu untuk mendulang status sebagai “raja”, dengan ketajaman gol-gol di level liga dan di panggung Eropa?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Jengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/04/26/trisula-barca-dari-rekor-ke-rekor">Trisula Barca, dari Rekor ke Rekor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Soccertainment” di Balik Rivalitas Liga Saudi Vs MLS</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/08/26/soccertainment-di-balik-rivalitas-liga-saudi-vs-mls</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Aug 2023 10:00:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Ahli]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Hilal]]></category>
		<category><![CDATA[Ballon d'Or]]></category>
		<category><![CDATA[Cristiano Ronaldo]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Pro Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Major League Soccer]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar Junior]]></category>
		<category><![CDATA[UEFA]]></category>
		<category><![CDATA[Wayne Rooney]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=362628</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS ENTAH bombardemen komentar seperti apa yang meruap, andai Lionel Messi memilih memenuhi pinangan klub Al-Ahli, pada akhir musim kemarin. Bisa jadi sinisme bakal mengelombang, seperti ketika Neymar Junior akhirnya melabuhkan diri dari Paris St Germain ke Al-Hilal dengan komponen bayaran selangit dan privilese istimewa. Artinya, Neymar lebih memilih bayaran tinggi ketimbang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/26/soccertainment-di-balik-rivalitas-liga-saudi-vs-mls">“Soccertainment” di Balik Rivalitas Liga Saudi Vs MLS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-362631 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/08/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><strong>ENTAH</strong> bombardemen komentar seperti apa yang meruap, andai Lionel Messi memilih memenuhi pinangan klub Al-Ahli, pada akhir musim kemarin.</p>
<p>Bisa jadi sinisme bakal mengelombang, seperti ketika Neymar Junior akhirnya melabuhkan diri dari Paris St Germain ke Al-Hilal dengan komponen bayaran selangit dan privilese istimewa.</p>
<p>Artinya, Neymar lebih memilih bayaran tinggi ketimbang peluang meraih Ballon d’Or jika tetap bermain di klub Eropa.</p>
<p>Bintang Brazil itu menyusul sejumlah pemain top lain dari liga-liga Eropa yang terlebih dahulu hijrah ke Saudi, di tengah sorotan miring dari UEFA. Otoritas sepak bola profesional Negeri Gurun melangkah gila-gilaan untuk memoles performa liganya.</p>
<p>Nyatanya, <em>the show going on</em>. Liga Pro Saudi kini menjadi <em>top of mind</em> paling aktual ketika kita bicara soal kontrak-kontrak fantastis.</p>
<p><strong>Ronaldo Vs Rooney</strong><br />
Pada bagian lain, saling berbalas komentar antara Cristiano Ronaldo dengan Wayne Rooney memberi indikasi kontroversi tentang rivalitas perkembangan industri sepak bola dunia.</p>
<p>Ronaldo berada di kutub opini Liga Saudi ketika menjadi pionir kehijrahan para bintang dunia ke Arab, dengan berpetualang ke Al Nassr. Dengan penuh keyakinan dia menuturkan, Liga Pro Saudi lebih kompetitif dari Major League Soccer (MLS).</p>
<p>“Setahun ke depan bakal lebih banyak pemain top yang datang. Liga Saudi akan menyusul Liga Turki dan Belanda,” katanya, seperti dikutip <em>bola.net</em> dari<em> The Athletic</em> (20 Juli 2023).</p>
<p>Sebaliknya, Rooney yang kini melatih DC United berpendapat, Liga Amerika Serikat punya segalanya untuk menjadi salah satu yang terbesar di dunia.</p>
<p>“MLS bisa mendatangkan Lionel Messi adalah pembuktian besar. Adakah cara yang lebih baik untuk membuktikan bahwa liga ini bisa bersaing dengan kedatangan Messi?” ungkap legenda Manchester United itu.</p>
<p>Polemik ini, pada sisi lain juga bisa bernilai “soccertainment” untuk mengangkat publisitas Liga Saudi. Bukankah budaya pop terkadang juga membutuhkan elemen konfliktif dalam membangun bla-bla-bla <em>public relationship</em>-nya?</p>
<p>Kita juga bisa menafsir, keberadaan Ronaldo di Liga Saudi dan Leo Messi di MLS diam-diam menciptakan “berkah persaingan”. Media dan budaya pop akan membawa rivalitas sengit kedua megabintang itu, dengan segala perniknya, untuk mengangkat popularitas liga kedua negara tersebut.</p>
<p><strong>Migrasi Besar</strong><br />
Gelombang migrasi ke Arab dapat disimak dari distribusi para bintang di sejumlah klub. Dari yang berstatus eks bintang, yang masih di orbit utama, hingga yang benar-benar masih segar.</p>
<p>Tiga status itu menunjukkan spirit industrial yang tak hanya bernilai pragmatis, tetapi juga bervisi masa depan, dan menggalang sifat edukatif dari mereka yang pernah menjadi ikon dunia.</p>
<p>Di Al Nassr, selain Ronaldo ada Anderson Talisca, David Ospina, Marcelo Brozovic, Seko Fofana, Alex Telles, dan terakhir Sadio Mane.</p>
<p>Taburan bintang mewarnai skema Al-Hilal. Neymar baru saja mendarat dengan gaji dan hak-hak istimewanya. Dia akan berada di tengah Ruben Neves, Kalidou Koulibaly, Sergej Milinkovic Savic, dan Malcom.</p>
<p>Sementara itu, Karim Benzema akan bahu membahu dengan N’Golo Kante, Jota, dan Fabinho di Al-Ittihad.</p>
<p>Jangan abaikan pula Al-Ahly. Roberto Firmino yang langsung nyetel sebagai gelandang serang dengan <em>hattrick</em> di laga perdana, bertandem dengan Riyad Mahrez, Edouard Mendy, dan Alan Saint-Maximin.</p>
<p>Klub-klub lain tak kalah sibuk. Jordan Henderson, Mousa Dembele, dan Jae Hendry di Al-Ittifaq. Ever Banega dan Gregorz Krychowick di Al-Shahab, sementara Al-Fateh, Al-Sadd, dan Abha dengan masing-masing satu rekrutan Eropa: Cristian Tello, Romain Soiss, dan Felipe Caicedo.</p>
<p>Jika publisitas Liga Saudi terus disuburkan dengan kontroversi pro-kontra, apakah dalam format<em> framing</em> atau murni perang opini, perkiraan saya pada musim depan justru makin banyak bintang yang datang. Apalagi dengan iming-iming gaji yang lebih menggiurkan.</p>
<p><strong>Kiprah Timur Tengah</strong><br />
Langkah baru Arab Saudi itu membuat kiprah negara-negara Timur Tengah dalam peta sepak bola dunia semakin terasa.</p>
<p>Piala Dunia 2022 yang sukses digelar di Qatar merupakan puncak yang langsung atau tidak langsung menandai peran “uang Arab” dalam percaturan sepak bola.</p>
<p>Jaringan bisnis Pangeran Mohamed bin Salman &#8212; konsorsium Public Investment Fund (PIF) &#8212; sejak tiga tahun silam mengambil alih 100 persen saham klub Newcastle United dari Mike Ashley di Liga Primer</p>
<p>MBS melengkapi investasi Syekh Mansour al-Sulaimany dari Uni Emirat Arab melalui City Football Group (CFG) untuk Manchester City, dan terbukti mengubah Pasukan Etihad itu sebagai kekuatan dunia.</p>
<p>Di Ligue 1, Syekh Nasser al-Khelaifi dari Qatar Sports Investment (QSI) menjadi pemilik Paris St Germain dengan ambisi Eropa seperti The Citizens.</p>
<p>Liga Pro Saudi, yang pada 2013-2019 berlabel sponsorik Liga Abdul Latif Jameel atau Dawry Jameel, kini betul-betul diinvestasikan untuk memacu kemajuan sepak bola negeri yang lolos ke 16 besar Piala Dunia 1994 itu.</p>
<p><strong>Melawan Inferioritas</strong><br />
Sepak bola Asia, khususnya di kawasan Barat, masih berjuang melawan inferioritas di hadapan superioritas Eropa dan Amerika Latin.</p>
<p>Di kawasan Timur, Jepang dan Korea Selatan sudah mampu menegakkan kepala dengan penampilan tim nasional yang memberi warna kuat di setiap Piala Dunia, sejak 2002.</p>
<p>Sementara itu, Asia Barat lewat Arab Saudi dan Iran masih belum sekonsisten Jepang dan Korea yang ditopang oleh konsistensi impresif kompetisi liganya.</p>
<p>J-League dan K-League dikenal kuat dalam manajemen disiplin kompetisi, melahirkan banyak bintang yang bersinar di liga-liga Eropa.</p>
<p>“Kolaborasi” kemarakan liga domestik dan visi Eropa itulah yang menduniakan sepak bola Jepang dan Korea. Bahkan Liga China, dengan cara memacu diri yang mirip, belum juga beranjak ke level kedua negara tersebut.</p>
<p>Jadi apa salahnya kita bersikap positif? Liga Pro Saudi tampaknya melangkah dengan lebih revolusioner, yang bertumpu pada kekuatan uang dan setting masif <em>public relations</em>.</p>
<p>Sebagai kondisi kebetulan atau tidak, persaingan dengan Liga Amerika Serikat lewat representasi Ronaldo dan Messi bakal menjadi salah satu elemen pelecut lompatan sepak bola Arab Saudi.</p>
<p>Dari sisi visi industri sepak bola, atmosfer marak yang terkesan instan itu justru bakal memeratakan ingar-bingar “soccertainment” di seluruh penjuru dunia&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/08/26/soccertainment-di-balik-rivalitas-liga-saudi-vs-mls">“Soccertainment” di Balik Rivalitas Liga Saudi Vs MLS</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyongsong &#8220;Silaturahim Global&#8221;  Sepak Bola</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/11/05/menyongsong-silaturahim-global-sepak-bola</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Nov 2022 10:00:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[doha]]></category>
		<category><![CDATA[Gavi]]></category>
		<category><![CDATA[Jadon Sancho]]></category>
		<category><![CDATA[Kylian Mbappe]]></category>
		<category><![CDATA[Neymar Junior]]></category>
		<category><![CDATA[Pedri]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia Qatar]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=289928</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // bukankah ia bulan/ bukankah ia matahari/ bukankah ia bintang-bintang/ sepak bola, bukankah ia silaturahim rasa/ ikatlah jiwa/ buanglah sekat/ cairkan beku laknat// (Sajak &#8220;Silaturahim Sepak Bola&#8221;, 2022) HARI-HARI ini, isu global apakah yang lebih penting ketimbang Piala Dunia 2022 di Qatar, mulai 21 November nanti? Kita masih menyuntuki perang Rusia [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/05/menyongsong-silaturahim-global-sepak-bola">Menyongsong &#8220;Silaturahim Global&#8221;  Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-289947 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/11/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/11/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/11/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// bukankah ia bulan/ bukankah ia matahari/ bukankah ia bintang-bintang/ sepak bola, bukankah ia silaturahim rasa/ ikatlah jiwa/ buanglah sekat/ cairkan beku laknat//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Silaturahim Sepak Bola&#8221;, 2022)</strong></p>
<p><strong>HARI-HARI</strong> ini, isu global apakah yang lebih penting ketimbang Piala Dunia 2022 di Qatar, mulai 21 November nanti?</p>
<p>Kita masih menyuntuki perang Rusia vs Ukraina. Kita masih meratapi ketidakstabilan harga minyak dunia. Pun, suntuk menghadapi ancaman resesi yang diperkirakan mengempas ekonomi dunia.</p>
<p>Dan, Anda pasti paham betapa sepak bola tak pernah kehilangan magnet sebagai pemersatu global. Tak pula kekurangan daya pikat sebagai permainan penuh misteri perekat hati umat sejagat. Tak juga luntur sebagai penepis sekat primordi.</p>
<p>Simaklah Mohamed Salah dan Sadio Mane.</p>
<p>Mo Salah menjadi simbol humanisme yang tak terbatasi oleh keyakinan spiritual manusia. Penyerang Liverpool asal Mesir itu adalah ikon yang menepikan Islamofobia. Dalam realitas teknis, Salah menjadi gantungan kesuburan gol The Anfield Gang.</p>
<p>Sadio Mane? Di Senegal, negerinya, dia tersimbolisasi sebagai sosok teladan dalam amal sosial. Anak seorang marbut masjid itu kini adalah andalan gol Bayern Muenchen, tanpa terhalang sekat ideologis. Sama seperti ketika bintang murah senyum itu masih bahu membahu bertandem dengan Mo Salah di Liverpool.</p>
<p>Betapa banyak bintang sepak bola dengan latar agama, ras, dan suku dari Afro-Asia di berbagai liga Eropa. Aneka letupan rasis memang masih muncul, namun para pemain dari benua yang pernah dipandang sebagai &#8220;dunia ketiga sepak bola&#8221; itu kini makin mengurai diri dari inferioritas di hadapan superioritas Eropa dan Amerika Latin.</p>
<p>Dulu, pada 1995, ketika George Oppung Weah terpilih sebagai Pemain Terbaik FIFA, Eropa, dan sekaligus Afrika, sepak bola dunia masih nyinyir dengan isu-isu rasial. Padahal, pemain asal Liberia yang menjadi andalan Paris St Germain dan AC Milan itu sejatinya menarasikan kenyataan: kualitas tak pernah bisa disekat oleh primordi apa pun.</p>
<p><strong>Fokus ke Qatar</strong><br />
Hari-hari ini, di tengah fokus manusia ke Piala Dunia Qatar, mengapung wacana untuk mendiskualifikasi Iran dari Piala Dunia. Iran dituding membantu Rusia dengan drone-drone untuk menyerang Ukraina.</p>
<p>Wacana yang mengatasnamakan kemanusiaan itu dipastikan bakal bereskalasi, karena Iran tergabung satu grup dengan Amerika Serikat, negeri yang berbeda tajam secara ideologis. Dalam peta geopolitik, AS adalah rival terkuat Rusia.</p>
<p>Di luar masalah perang, para aktivis juga mengampanyekan penolakan Iran bermain di Qatar 2022 karena alasan Hak Asasi Manusia. Meninggalnya seorang perempuan, Mahsa Amini yang diduga dianiaya petugas karena mengenakan pakaian tidak pantas, menjadi sorotan internasional.</p>
<p>Sejauh ini, kehendak untuk memisahkan olahraga dari politik tak sepenuhnya bisa dilakukan. Olahraga hanya &#8220;jagat kecil&#8221; di hadapan &#8220;jagat besar&#8221; politik.</p>
<p>Maka, tahun depan, ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia U20, Indonesia juga bakal direpotkan oleh kehadiran Israel sebagai salah satu kontestan putaran final.</p>
<p>Bakal adilkah masyarakat internasional bersikap, seperti terhadap Iran? Tak cukupkah perilaku sejarah Israel terhadap Palestina mendorong dunia memosisikannya dalam level di atas invasi Rusia terhadap Ukraina?</p>
<p><strong>Nilai-nilai Kesetaraan</strong><br />
Dari Tanah Air, tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan, Malang yang menewaskan lebih dari 130 orang pada September 2022 juga &#8220;mengantar&#8221; kondisi fokus bangsa Indonesia ke perhelatan akbar di Qatar.</p>
<p>Secara universal, tragedi terburuk kedua dalam sejarah sepak bola dunia itu menjadi masalah internasional.</p>
<p>Setiap kali bicara sepak bola, pikiran kita takkan mungkin terlepas dari malam jahanam itu. Betapa nyawa manusia seolah-olah tanpa harga di hadapan sebuah laga sepak bola, apa pun alasan dan latar belakangnya.</p>
<p>Pada titik yang lain, bukankah The Greatest Show on Earth itu juga menjanjikan ajang &#8220;silaturahim global&#8221; yang mengendurkan urat-urat ketegangan kemanusiaan?</p>
<p>Dengan sepak bola, kita lupakan pertikaian antarnegara.</p>
<p>Dengan sepak bola, kita renungkan revitalisasi manajemen penyelenggaraan pertandingan dan kompetisi.</p>
<p>Dengan sepak bola, kita cairkan kekeruhan hubungan antarbangsa.</p>
<p>Dengan sepak bola, kita teguhkan kesetaraan dan keberagaman antarmanusia.</p>
<p>Lewat universalitas nilai-nilai sepak bola, kita reduksi sekat agama, ras, dan suku.</p>
<p>Sepak bola telah mengajarkan totalitas spirit kesetaraan.</p>
<p>Saudara-saudaraku, kita tunggu <em>kick off</em> bersejarah di Doha dengan penuh pengharapan; betapa manusia dari seluruh penjuru jagat tersublimasi oleh sejuta rasa dari keindahan permainan olahraga ini.</p>
<p>Laeeeb, sang maskot yang bermakna &#8220;bermain&#8221;, menandai ajakan sepak bola menjadi permainan yang penuh nilai kegembiraan, memersatukan; penyambung silaturahim manusia sejagat.</p>
<p>Misteri dari setiap laga adalah keindahan yang bakal mewujud lewat &#8220;sihir-sihir&#8221; Lionel Messi, Kylian Mbappe, Neymar Junior, Gavi, Pedri, Jadon Sancho, juga para kesatria yang datang dari negara-negara Afrika dan Asia.</p>
<p>Sepak bola itu sebercahaya bulan, seterang matahari, dan secemerlang bintang-bintang&#8230;</p>
<p><em>Laeeeb, laeeeb, li&#8217;bul kurroh al-qadam&#8230;</em></p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS;</strong> <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/11/05/menyongsong-silaturahim-global-sepak-bola">Menyongsong &#8220;Silaturahim Global&#8221;  Sepak Bola</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>