<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Merdeka Belajar Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/merdeka-belajar/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jan 2024 21:46:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Merdeka Belajar Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>BBPJT Gelar Audiensi Bersama  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/12/bbpjt-gelar-audiensi-bersama-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-provinsi-jateng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2024 21:46:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[audiensi]]></category>
		<category><![CDATA[Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah]]></category>
		<category><![CDATA[BBPJT]]></category>
		<category><![CDATA[disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=393037</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU,ID) &#8211; Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, baru-baru ini. Audiensi dilakukan dalam rangka sinergisitas program Merdeka Belajar Episode ke-17 tentang Revitalisasi Bahasa Daerah yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Pada kesempatan itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/12/bbpjt-gelar-audiensi-bersama-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-provinsi-jateng">BBPJT Gelar Audiensi Bersama  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU,ID)</strong> &#8211; Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT) melakukan audiensi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, baru-baru ini.</p>
<p>Audiensi dilakukan dalam rangka sinergisitas program Merdeka Belajar Episode ke-17 tentang Revitalisasi Bahasa Daerah yang dicanangkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.</p>
<p>Pada kesempatan itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, M.Hum., menyampaikan, pihaknya telah melaksanakan program Revitalisasi Bahasa Daerah di Jawa Tengah sejak 2021.</p>
<p>Revitalisasi Bahasa Daerah di Jawa Tengah yang telah berjalan itu melibatkan kerja sama dan kolaborasi dari pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, sekolah, guru, siswa, akademisi, praktisi, budayawan, sastrawan, pegiat bahasa dan sastra, sertamasyarakat luas.</p>
<p>“Sasaran dalam program Merdeka Belajar Episode ke-17 itu adalah tunas muda, yang dikhususkan pada siswa SD dan SMP,” ujar Syarifuddin di ruang rapat Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Jalan Pemuda, Semarang.</p>
<p>Syarifuddin berharap, sertifikat Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) dapat diakui dan dimasukkan sebagai festival berjenjang dalam petunjuk teknis penerimaan peserta didik baru (PPDB) di SMA dan SMK Jawa Tengah.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/12/bbpjt-gelar-audiensi-bersama-dinas-pendidikan-dan-kebudayaan-provinsi-jateng">BBPJT Gelar Audiensi Bersama  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemendagri dan Kemendikbudristek Gotong Royong Merevitalisasi Bahasa Daerah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/10/kemendagri-dan-kemendikbudristek-gotong-royong-merevitalisasi-bahasa-daerah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Mar 2023 02:50:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa daerah]]></category>
		<category><![CDATA[gotong royong]]></category>
		<category><![CDATA[kemendagri]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbudristek]]></category>
		<category><![CDATA[mengimplementasikan]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[merevitalisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=321179</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU) &#8211; Gotong royong dalam merevitalisasi bahasa daerah terus digaungkan untuk tercapainya tujuan kebijakan yang diusung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Sejalan dengan semangat tersebut, Sekretaris Jenderal (Sesjen), Kemendikbudristek, Suharti menyambangi Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyelaraskan langkah dalam mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar secara optimal di lapangan. “Audiensi ini dalam rangka [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/10/kemendagri-dan-kemendikbudristek-gotong-royong-merevitalisasi-bahasa-daerah">Kemendagri dan Kemendikbudristek Gotong Royong Merevitalisasi Bahasa Daerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU) &#8211;</strong> Gotong royong dalam merevitalisasi bahasa daerah terus digaungkan untuk tercapainya tujuan kebijakan yang diusung Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).</p>
<p>Sejalan dengan semangat tersebut, Sekretaris Jenderal (Sesjen), Kemendikbudristek, Suharti menyambangi Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menyelaraskan langkah dalam mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar secara optimal di lapangan.</p>
<p>“Audiensi ini dalam rangka silaturahmi dan bekerja sama, khususnya di bidang revitalisasi bahasa daerah sebagai platform Merdeka Belajar Episode ke-17 yang telah diluncurkan setahun lalu,” tutur Sesjen Suharti di Jakarta, Selasa (7/3/2023).</p>
<p>Suharti, menilai Kemendagri beserta pemerintah daerah memiliki peran yang sangat vital dalam merevitalisasi bahasa daerah. Oleh karenanya, konsolidasi dengan antarpemangku kebijakan mutlak untuk dilakukan secara berkelanjutan.</p>
<p>Hadir mendampingi yakni Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), E. Aminudin Aziz; serta Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo.</p>
<p>Sementara itu, dari jajaran Kemendagri yang menerima rombongan Kemendikbudristek adalah Sesjen Kemendagri, Suhajar Diantoro, yang didampingi Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Dirjen Bangda), Agus Fatoni, serta beberapa pejabat eselon 1 dan 2 Kemendagri. Ikut hadir dalam audiensi tersebut Gubernur Riau, Syamsuar, sebagai perwakilan kepala daerah.</p>
<p>Kepala Badan Bahasa menambahkan, bahwa Kemendagri dan Kemendikbudristek sebagai penerima mandat peraturan perundang-undangan mengenai pelindungan bahasa daerah, perlu bersinergi dalam melaksanakan kebijakan Merdeka Belajar.</p>
<p>“Termasuk dalam merevitalisasi bahasa daerah antara pusat dan daerah, serta perlunya penguatan dari Kemendagri terhadap upaya revitalisasi bahasa daerah,” tekan Aminudin Aziz.</p>
<p>Bak gayung bersambut, Sesjen Suhajar Diantoro memberikan arahan dan perintah khusus kepada para pejabat eselon 1 dan 2 Kemendagri untuk segera memastikan dukungan terhadap pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah yang dinilainya sangat baik.</p>
<p>“Memang menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah, baik pemerintah Provinsi maupun kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada (untuk memberi dukungan). Dukungan yang dimaksud berupa kepastian program untuk masuk ke dalam rencana kerja pemerintah daerah, penyediaan dukungan anggaran, dan koordinasi melalui pemantauan dan evaluasi secara berkala dan berkelanjutan,” jelasnya.</p>
<p>Sesjen Suhajar juga menambahkan bahwa revitalisasi terhadap bahasa daerah yang hampir punah merupakan tugas prioritas. “Beberapa bahasa daerah yang hampir punah memang harus segera diselamatkan, dan itu adalah tugas dan tanggung jawab kita,” pungkas Suhajar.</p>
<p><em><strong>Ning Suparningsih</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sesjen Kemendagri dan Sesjen Kemendikbud berfoto bersama jajaran</p>
<p>Mendagri berkenan menyapa dan berfoto bersama</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/10/kemendagri-dan-kemendikbudristek-gotong-royong-merevitalisasi-bahasa-daerah">Kemendagri dan Kemendikbudristek Gotong Royong Merevitalisasi Bahasa Daerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pimpin Balai Bahasa Provinsi Jateng, Syarifuddin Gantikan Ganjar Harimansyah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/02/02/pimpin-balai-bahasa-provinsi-jateng-syarifuddin-gantikan-ganjar-harimansyah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2023 22:50:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[BBPJT]]></category>
		<category><![CDATA[jabatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Balai Bahasa Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Pergeseran]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[Revitalisasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=312429</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Jabatan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengalami pergeseran sebagai bagian dari rotasi jabatan di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Mulai 16 Januari 2023, Dr. Syarifuddin, M.Hum menjabat sebagai Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT), menggantikan Dr. Ganjar Harimansyah yang ditunjuk sebagai Kepala Balai [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/02/02/pimpin-balai-bahasa-provinsi-jateng-syarifuddin-gantikan-ganjar-harimansyah">Pimpin Balai Bahasa Provinsi Jateng, Syarifuddin Gantikan Ganjar Harimansyah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Jabatan Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah mengalami pergeseran sebagai bagian dari rotasi jabatan di lingkungan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.</p>
<p>Mulai 16 Januari 2023, Dr. Syarifuddin, M.Hum menjabat sebagai Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah (BBPJT), menggantikan Dr. Ganjar Harimansyah yang ditunjuk sebagai Kepala Balai Bahasa Sulawesi Selatan.</p>
<p>Syarifuddin mengatakan, dirinya akan melanjutkan program-program yang telah dicanangkan oleh Kepala Balai Bahasa sebelumnya. Revitalisasi bahasa daerah sebagai program Merdeka Belajar akan dilanjutkan kembali.</p>
<p>“Penguatan-penguatan konsep dan pelaksanaan revitalisasi bahasa daerah akan ditekankan kembali,” kata Syarifuddin dalam acara pisah sambut Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah di Balairung BBPJT, Ungaran, Kabupaten Semarang, pada Senin, 30 Januari 2023.</p>
<p>Syarifuddin menjelaskan, fondasi yang telah dicanangkan oleh Kepala Balai Bahasa sebelumnya akan menjadi dasar dalam melaksanakan program-program yang akan dijalankannya.</p>
<p>Dia berharap adanya kolaborasi berbagai pihak dalam menjalankan program-program Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.</p>
<p>“Tanpa adanya kolaborasi, program yang telah disiapkan tentu tidak akan berhasil secara baik. Komponen yang satu harus mendukung komponen yang lain. Kolaborasi, kerja sama, dan komunikasi mutlak diperlukan,” tandasnya.</p>
<p>Keberadaan Balai Bahasa, lanjut Syarifuddin, harus bermanfaat bagi masyarakat dalam rangka pengembangan, pembinaan, serta pelindungan bahasa dan sastra.</p>
<p>Menurutnya, moto Badan Bahasa &#8220;bermanfaat” harus terus ditekankan agar keberadaan kantor memberikan manfaat bagi masyarakat dalam membangun bangsa dan negara melalui bahasa dan sastra.</p>
<p>“Harus dilakukan penguatan, baik secara internal maupun eksternal. Prestasi-prestasi yang diraih sebelumnya harus dipertahankan dan ditingkatkan, karena mempertahankan lebih sulit daripada membangun. Kuncinya adalah niat baik,” tegasnya.</p>
<p>Sementara itu, Ganjar Harimansyah yang akan menempati posisi Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan terima kasih yang tulus atas kerja sama yang asyik antara pegawai dan kepala selama ini.</p>
<p>Dia berharap pegawai Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah senantiasa kreatif dan inovatif dalam menjalankan program-program kantor.</p>
<p>“Saya juga menyampaikan permohonan maaf jika selama bekerja dengan teman-teman melakukan kesalahan dan kekhilafan. Selanjutnya saya juga mohon doa teman-teman agar mampu menjalankan amanah lebih baik lagi di Balai Bahasa Sulawesi Selatan,” ungkap Ganjar.</p>
<p><em><strong>Ning Suparningsih</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/02/02/pimpin-balai-bahasa-provinsi-jateng-syarifuddin-gantikan-ganjar-harimansyah">Pimpin Balai Bahasa Provinsi Jateng, Syarifuddin Gantikan Ganjar Harimansyah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Guru Berdaya Ubah dalam Putaran Roller Coaster Merdeka Belajar</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/07/24/guru-berdaya-ubah-dalam-putaran-roller-coaster-merdeka-belajar</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2022 15:07:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kalamudeng]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Diknas]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[unika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=266747</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga Hanya seorang Dewi Nugraheni, S.Pd, 33 tahun, guru sekolah luar biasa negeri (SLBN) Banjarnegara, Jawa Tengah berani “sombong dan melawan pandangan umum”  berkaitan dengan dua hal ini; problematika guru membumikan kurikulum merdeka belajar dan ketergantungan guru terhadap penggunaan teknologi digital untuk pembelajarannya. “Sejak saya mengawali karir sebagai guru SLB,  sejak itu [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/24/guru-berdaya-ubah-dalam-putaran-roller-coaster-merdeka-belajar">Guru Berdaya Ubah dalam Putaran Roller Coaster Merdeka Belajar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h4><strong>Oleh: JC Tukiman Tarunasayoga</strong></h4>
<figure id="attachment_266754" aria-describedby="caption-attachment-266754" style="width: 570px" class="wp-caption aligncenter"><img class="size-full wp-image-266754" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/10htaruna.jpg" alt="" width="570" height="400" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/10htaruna.jpg 570w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/10htaruna-400x281.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/07/10htaruna-150x105.jpg 150w" sizes="(max-width: 570px) 100vw, 570px" /><figcaption id="caption-attachment-266754" class="wp-caption-text">JC Tukiman Tarunasayoga</figcaption></figure>
<p>Hanya seorang Dewi Nugraheni, S.Pd, 33 tahun, guru sekolah luar biasa negeri (SLBN) Banjarnegara, Jawa Tengah berani “sombong dan melawan pandangan umum”  berkaitan dengan dua hal ini; problematika guru membumikan kurikulum merdeka belajar dan ketergantungan guru terhadap penggunaan teknologi digital untuk pembelajarannya.</p>
<p>“Sejak saya mengawali karir sebagai guru SLB,  sejak itu pula pembelajaran saya telah menerapkan apa yang sekarang disebut merdeka belajar. Bapak Menteri Nadiem terinspirasi kami, rupanya,” papar Dewi lantang pernuh percaya diri. “Memang saat itu kami guru-guru SLB tidak tahu kalau pembelajaran kami seperti itu disebut merdeka belajar, ternyata sekarang ditiru di mana-mana,” lanjutnya.  Ia menegaskan bahwa “bagi kami, tidak ada kesulitan apapun menerapkan proses-proses merdeka belajar.”</p>
<p>Percaya dirinya seolah semakin tersulut ketika ada pertanyaan publik “Guru-guru sekarang ini agaknya semakin tergantung kepada penggunaan teknologi digital untuk pembelajarannya; bagaimana pendapat Anda?”</p>
<h4><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/07/17/sekolah-futuristik-ala-jawa-tengah">Sekolah Futuristik ala Jawa Tengah</a></strong></h4>
<h6>Segera dia menjawab seolah pongah: “Ini jelas bukan pertanyaan untuk saya; pertanyaan salah ini. Di SLB itu, jangankan menggunakan alat-alat canggih; bertatap muka dan mengajarkan siswa mengucapkan “Ibu…..” saja mungkin butuh waktu tiga bulan untuk siswa tuna wicara. Di SLB semua siswa memiliki kebutuhan khusus berbeda yang harus dibimbing personal secara berbeda-beda, padahal mereka berada di dalam kelas yang sama .”</h6>
<p><strong>Proses Kreatif </strong></p>
<p>Dewi memeroleh nilai tertinggi di antara 12 finalis festival guru transformatif (FGT) yang diselenggarakan kampus kami pada agenda final lewat uji publik, 20 Mei 2022 lalu. Kedua belas finalis terdiri atas guru-guru jenjang SD, SMP, SMA/K, serta SLB,  dan soal-soal uji publik dikumpulkan/ dirumuskan tanpa memertimbangkan jenjang sekolah.</p>
<p>Mengapa? Substansi soal uji publik berkisar pada pemahaman tentang konsep dan kebijakan-kebijakan pendidikan, dan dalam uji publik itu soal dipilih secara acak untuk dijawab finalis sesuai gilirannya.</p>
<p>Sebagaimana telah dirancang, sebelum uji publik, ada tiga tahap seleksi  bagi peserta FGT,  yakni (a) pertengahan November 2021, dilaksanakan seleksi pendaftar merujuk/sesuai ketentuan panitia, diteruskan (b) seleksi naskah dengan fokus utama pada kelengkapan dan akurasi rencana/skenario pembelajaran, dan berikutnya, (c) dilaksanakan pengamatan langsung  atas praktek pembelajaran guru terseleksi.</p>
<h4><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/07/10/gagal-atau-berhasil-antara-mie-instan-dan-ora-jaman-ora-makam">Gagal atau Berhasil: Antara Mie Instan dan “Ora Jaman, Ora Makam”</a></strong></h4>
<p>Sejumlah tim juri datang dan merekam seluruh proses pembelajaran guru di  kelas/sekolah masing-masing. Seluruh tahapan seleksi ini menggunakan tim juri yang berbeda-beda, termasuk  juri uji publiknya, dengan tujuan utama terbangunnya proses kreatif baik pada diri penyelenggara FGT maupun para guru peserta.</p>
<p>Proses kreatif adalah kunci utama membumikan kurikulum merdeka belajar, dan semua pihak bermimpi ujung akhir proses itu ialah akan muncul semakin banyak  guru berdaya ubah, guru transformatif.</p>
<p>Ternyata, dalam konteks FGT, proses kreatif semacam itu harus “dibayar” mahal, karena  awalnya penyelenggara yakin  betapa akan berhasil menggaet peserta tidak kurang dari  500 orang guru (dari wilayah Provinsi Jawa Tengah dan DIY saja). Fakta lapang membuktikan, jumlah peserta kurang dari lima puluh persen dari target, padahal sudah ada upaya ekstra untuk mengajak.</p>
<p>Mengapa demikian? Ada tiga alasan mendasar, pertama, tema “Menjadi Guru Transformatif” dirasakan sangat sulit, terutama bagi guru-guru yang selama ini masih saja suka berfungsi sebagai guru yang tugas utamanya ialah mentransfer ilmu pengetahuan kepada para siswa, kendati sebetulnya  sudah harus menerapkan kurikulum merdeka belajar. Dengan kata lain, proses kreatif guru dari kebiasaan transfer ilmu pengetahuan ke/menjadi guru berdaya ubah masih menghadapi berbagai hambatan.</p>
<p>Kedua, penerapan kurikulum merdeka belajar di tengah-tengah pandemi covid 19 telah memaksa semua guru, entah siap atau belum siap,  untuk  “naik roller coaster”  dengan segala dinamika  pembelajaran on line beberapa lama, lalu boleh off line, namun tidak berapa lama harus on line lagi atau pun hybrid.</p>
<p>Tegasnya, dinamika naik roller coaster seperti inilah menjadikan sejumlah (besar?) guru terengah-engah, lelah, dan terkuras hampir semua energinya, sehingga tawaran FGT tidak menarik lagi karena akan masuk ke dalam proses kreatif yang menyulitkan.</p>
<p>Alasan ketiga, semua pihak mengalami betapa selama pandemi covid 19, mobilitas orang menjadi semakin terbatas dan tidak leluasa, termasuk menimbulkan keengganan untuk bepergian. Ketika membaca tawaran ada FGT di Kota Semarang, nyali untuk bepergian ke sana belum pulih seperti sebelum ada covid 19.</p>
<p>Akibatnya, Semarang dipandang terasa sangat jauh oleh peserta dari berbagai wilayah di Provinsi Jawa Tengah dan DIY. Lengkaplah, energi terkuras dalam roller coaster berdinamika dengan berbagai tuntutan kurikulum merdeka belajar, dan kondisi pandemi seolah mengikis berbagai nyali untuk berkompetisi maupun bepergian.</p>
<p><strong>Berdaya Ubah </strong></p>
<p>Sekitar dua bulan lalu, seorang anggota DPR-RI menyampaikan catatannya betapa selama ini  Kemendkbudristek (baca Menteri Nadiem) telah membuat tidak kurang dari 36 kebijakan strategis perihal pendidikan.</p>
<p>Menggunakan contoh analogi yang telah disebutkan di atas, berbagai kebijakan itu “memaksa” banyak pihak harus berdinamika seraya naik roller coaster perubahan. Semua pihak diajak untuk mampu dan berani berubah menjadi pribadi yang berdaya ubah, dan dalam konteks guru, kunci utamanya ialah beri peluang sebanyak mungkin agar mereka tetap berenergi dan bernyali menempuh proses kreatifnya.</p>
<p>Menurut Sabelli dan Dede (2016) supaya dapat menempuh proses kreatif sehingga berpuncak menjadi pribadi yang berdaya ubah, guru-guru hendaknya diberi peluang dan keleluasaan untuk menapaki peta jalan kreativitas dari  (i) transfer; (ii) translation, into (iii) transform.</p>
<p>Tidak mungkin, seseorang kendati sangat pintar sekali pun, tiba-tiba menjadi pribadi berdaya ubah tanpa melewati meniru ataupun menirukan, itulah transfer; lalu konten atau substansi yang ditirukan itu diterjemahkan secara kontektual sedapat mungkin, itulah translate/translation; dan barulah orang berangsur-angsur belajar menjadi transformatif,  perlahan memiliki semangat untuk berdaya ubah bagi diri sendiri, bagi lingkungan terbatasnya, dan kelak bagi lingkungan lebih luas lagi.</p>
<p>Apabila jalan-jalan proses kreatif dari meniru, menerjemahkan, dan membawa daya ubah itu berlangsung dalam putaran roller coaster; terjadilah  yang serba “ngeri-ngeri berteriak,” selantang teriaknya Bu guru Dewi ketika mengatakan “Ini pertanyaan salah!”</p>
<p>Selamat datang guru-guru transformatif demi peserta didik yang harus terus-menerus didorong mampu beradaptasi ke dalam segala perubahan.</p>
<h4><em><strong>(JC Tukiman Taruna, Ketua Dewan Penyantun Universitas Katolik (UNIKA) Soegijapranata, Semarang)</strong></em></h4>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/24/guru-berdaya-ubah-dalam-putaran-roller-coaster-merdeka-belajar">Guru Berdaya Ubah dalam Putaran Roller Coaster Merdeka Belajar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Teknologi Informasi Tak Boleh Hilangkan Makna Merdeka Belajar</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/08/17/teknologi-informasi-tak-boleh-hilangkan-makna-merdeka-belajar</link>
					<comments>https://suarabaru.id/2021/08/17/teknologi-informasi-tak-boleh-hilangkan-makna-merdeka-belajar#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hery Priyono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2021 08:38:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[abdul hamid]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi informasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=191151</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Penggunaan teknologi informasi dalam proses pembelajaran saat pandemi ini jangan mengabaikan subtansi dari Merdeka Belajar yang disemboyankan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. &#160; Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid saat menjadi narasumber diskusi virtual bertema “Merdeka Belajar pada Masa Pandemi”, di Studio Berlian TV, Gedung DPRD Jateng, Senin [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/17/teknologi-informasi-tak-boleh-hilangkan-makna-merdeka-belajar">Teknologi Informasi Tak Boleh Hilangkan Makna Merdeka Belajar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>) &#8211; Penggunaan teknologi informasi dalam proses pembelajaran saat pandemi ini jangan mengabaikan subtansi dari Merdeka Belajar yang disemboyankan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penegasan itu disampaikan Ketua Komisi E <a href="http://DPRD.Jatengprov.go.id">DPRD Jateng</a> Abdul Hamid saat menjadi narasumber diskusi virtual bertema “Merdeka Belajar pada Masa Pandemi”, di Studio Berlian TV, Gedung DPRD Jateng, Senin (16/8/2021).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengakui, satu tahun lebih pandemi Covid-19 telah mengubah pola tatanan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sektor pendidikan sangat terpukul saat datangnya pandemi. Ia pun mengaku banyak menerima keluhan dari orang tua siswa mengenai belum direalisasikannya proses pembelajaran tatap muka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun demikian, ada hikmah dari wabah itu pada sektor pendidikan. Karena penguasaan teknologi menjadi sebuah keharusan, maka siswa maupun orang tua harus beradaptasi dengan penguasaan teknologi informasi. Sayangnya infrastruktur penunjang kadang tak sebanding dengan tuntutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kalau di wilayah Semarang, sinyal internet mudah terhubung. Bagi siswa tinggal di pegunungan, pinggir hutan atau di wilayah blank spot sangat kesulitan. Pemerintah harus memikirkan ini,” ucapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu yang patut menjadi pemikiran para pendidik adalah kekhawatiran soal lost learning dan list carakter. Sistem virtual mengubah pola pembelajaran yang selama ini didapatkan dengan bertatap muka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_191148" aria-describedby="caption-attachment-191148" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" class="wp-image-191148 size-full" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/Abdul-Hamid-DPRD-Jateng.jpeg" alt="Teknologi Informasi Tak Boleh Hilangkan Makna Merdeka Belajar" width="1024" height="567" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/Abdul-Hamid-DPRD-Jateng.jpeg 1024w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/Abdul-Hamid-DPRD-Jateng-400x221.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/Abdul-Hamid-DPRD-Jateng-150x83.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/Abdul-Hamid-DPRD-Jateng-768x425.jpeg 768w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/08/Abdul-Hamid-DPRD-Jateng-681x377.jpeg 681w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-191148" class="wp-caption-text">Ketua Komisi E DPRD Jateng, Abdul Hamid.</figcaption></figure>
<p>Dalam diskusi virtual itu turut menjadi narasumber lainnya Kabid Pendidikan Menengah Atas Disdikbud Jateng Samsudin Isnaeni serta menghadirkan Kepala SMA 4 Semarang Wiji Eni Ngudi Rahayu dan Kepala SMA 5 Semarang Wiharto.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keduanya saling bertukar pengalaman mengenai strategi dalam pembelajaran jarak jauh atau secara virtual. Baik Wiji maupun Wiharto mengaku sempat khawatir mengenai penggunaan komputer, sinyal internet, bakal tak bisa dikuasai oleh siswa. Seiring berjalannya waktu, mereka bisa beradaptasi dengan aplikasi Zoom Meeting, maupun aplikasi yang bisa menunjang pembelajaran lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pembelajaran sekarang membawa perubahan besar. Dari PTM sekarang virtual. Kita harus tetap jalan. Semula kami tidak mengenal platform virtual, sekarang . Meski sekarang transformasi teknologi, namun pendidikan karakter tetap kami tanamkan, supaya lulusan menjadi memiliki daya saing globalisasi,” ucap Wiji.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Samsudin pun menyatakan, soal persiapan untuk pembalajaran tatap muka diyakininya semua sekolah sudap mempersiapkan segala cara. Ia pun meminta kepada sekolah supaya nanti saat PTM dimulai agar anak tidak terlebih dulu dibebankan dengan tugas-tugas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Seberat apa pun pembelajaran, anak anak harus bahagia. Secara keseluruhan, sekolah siap tinggal menunggu perintah,” tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mengenai merdeka belajar, SMA 5 memiliki terobosan yakni pengembangan bakat dan minat siswa. Sekolah telah memiliki studio mini agar anak bisa berlatih menjadi pembawa acara, pembaca berita dan lain sebagainya. <strong>(ADV)</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/08/17/teknologi-informasi-tak-boleh-hilangkan-makna-merdeka-belajar">Teknologi Informasi Tak Boleh Hilangkan Makna Merdeka Belajar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://suarabaru.id/2021/08/17/teknologi-informasi-tak-boleh-hilangkan-makna-merdeka-belajar/feed</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1841</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Di Balik Suksesnya Video Parade Puisi Hardiknas Disdikpora Jepara, Ternyata Ada Mbah John dan Mbah Dhet</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/05/04/dibalik-suksesnya-video-parade-puisi-hardiknas-disdikpora-jepara</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Priyanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 May 2021 01:16:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[dinas pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[jepara]]></category>
		<category><![CDATA[Merdeka Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Kretarif]]></category>
		<category><![CDATA[Vedio Parade Puisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=168363</guid>

					<description><![CDATA[<p>JEPARA (SUARABARU.ID) &#8211; Kesuksesan video parade puisi Persembahan Dinas Dikpora Kab. Jepara pada Hardiknas 2021 &#8220;Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar&#8221; ada yang berperan penting dalam membuat karya tersebut. Sosok kreatif itu adalah  Dedy Setyawan atau yang lebih terkenal dengan Mbah Dhet,  Guru SDN 3 Bringin Kecamatan Batealit. Berbekal dengan kamera sederhana milikinya,  bersama sang inspirator [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/04/dibalik-suksesnya-video-parade-puisi-hardiknas-disdikpora-jepara">Di Balik Suksesnya Video Parade Puisi Hardiknas Disdikpora Jepara, Ternyata Ada Mbah John dan Mbah Dhet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JEPARA (SUARABARU.ID) &#8211; K</strong>esuksesan video parade puisi Persembahan Dinas Dikpora Kab. Jepara pada Hardiknas 2021 &#8220;Serentak Bergerak Wujudkan Merdeka Belajar&#8221; ada yang berperan penting dalam membuat karya tersebut.</p>
<figure id="attachment_168365" aria-describedby="caption-attachment-168365" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-168365" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-dedy-mbah-jon-400x300.jpg" alt="" width="400" height="300" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-dedy-mbah-jon-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-dedy-mbah-jon-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-dedy-mbah-jon-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-dedy-mbah-jon-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-dedy-mbah-jon-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-dedy-mbah-jon-238x178.jpg 238w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-dedy-mbah-jon.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-168365" class="wp-caption-text">Pengambilan gambar Kadisdikpora Jepara, Mbah John dan Mbah Dhet.</figcaption></figure>
<p>Sosok kreatif itu adalah  Dedy Setyawan atau yang lebih terkenal dengan Mbah Dhet,  Guru SDN 3 Bringin Kecamatan Batealit.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone size-medium wp-image-168371" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-EEE-400x215.jpg" alt="" width="400" height="215" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-EEE-400x215.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-EEE-150x81.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-EEE-300x160.jpg 300w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-EEE.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Berbekal dengan kamera sederhana milikinya,  bersama sang inspirator Sarjono dan Aminan Basyari ia memproduksi video kompilasi puisi pejabat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga  Jepara. Sementara waktu yang ada  sangat terbatas, kurang satu hari pelaksanaan shootingnya.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone size-medium wp-image-168366" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-bersama-A-400x210.jpg" alt="" width="400" height="210" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-bersama-A-400x210.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-bersama-A-150x79.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-bersama-A.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Sebagai juru kamera dan editor, Dedy mengungkapkan saat pertama kali termotivasi oleh Sarjono untuk membuat video tersebut langsung menanggapi, walaupun  dengan rasa  ragu.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone size-medium wp-image-168367" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-bersama-BA-400x220.jpg" alt="" width="400" height="220" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-bersama-BA-400x220.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-bersama-BA-150x82.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/foto-bersama-BA.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Dalam benar Dedy, ada pertanyaan bergelayut apakah nantinya mampu menghasilkan  karya yang maksimal. &#8220;Namun karena untuk memperingati Hardiknas, maka ia langsung mengiyakan tawaran tersebut,&#8221; ujarnya.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone size-medium wp-image-168368" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-CCC-400x213.jpg" alt="" width="400" height="213" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-CCC-400x213.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-CCC-150x80.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-CCC-300x160.jpg 300w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-CCC.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Pengalaman sebagai Citizen Journalis pada  media televisi swasta nasional menjadi motivasi tersendiri bagi Dedy untuk mencurahkan kreatifitasnya, meskipun dengan alat yang sederhana. Alhasil,  karyanya kini menjadi viral dalam kalangan instansi Dikpora dan dunia pendidik yang ada di jepara.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone size-medium wp-image-168369" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-DDDD-400x216.jpg" alt="" width="400" height="216" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-DDDD-400x216.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-DDDD-150x81.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-DDDD.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dn Olahraga Jepara Agus Tri Harjono menyampaikan terimakasih atas karyanya dan sangat mengapresiasi. Ke depan semoga dapat berkarya lebih baik lagi.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone size-medium wp-image-168370" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-E-400x207.jpg" alt="" width="400" height="207" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-E-400x207.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-E-150x78.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2021/05/FOTO-BERSAMA-E.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></p>
<p>Harapannya, kegiatan parade puisi ini dapat menjadikan motivasi bagi pendidik di Jepara. “Semoga even-even seperti ini dapat berlanjut khususnya bagi kalangan pendidik,” ujar Tri Agus Harjono.</p>
<p><strong>Hadepe</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/04/dibalik-suksesnya-video-parade-puisi-hardiknas-disdikpora-jepara">Di Balik Suksesnya Video Parade Puisi Hardiknas Disdikpora Jepara, Ternyata Ada Mbah John dan Mbah Dhet</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>