<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>liga inggris Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/liga-inggris/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jun 2026 05:45:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>liga inggris Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Ada yang Abadi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/06/06/tak-ada-yang-abadi-2</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Jun 2026 10:00:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Abadi]]></category>
		<category><![CDATA[Etihad]]></category>
		<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tersamai]]></category>
		<category><![CDATA[Trofi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=563002</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak ada yang abadi/ begitulah kehidupan ini bergerak/ sebagai keniscyaan/ begitu pun Pep Guardiola/ dia sadar yang abadi hanya rasa/ dan, ia hanya meninggalkan cinta/ untuk Manchester City/ yang juga membangun rekatan/ dengan rasa yang baru// (Sajak “Pep Guardiola”, 2026) BENAR kata Pep Guardiola, “Tidak ada yang abadi. Jika ada, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/06/tak-ada-yang-abadi-2">Tak Ada yang Abadi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-563004 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/06/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak ada yang abadi/ begitulah kehidupan ini bergerak/ sebagai keniscyaan/ begitu pun Pep Guardiola/ dia sadar yang abadi hanya rasa/ dan, ia hanya meninggalkan cinta/ untuk Manchester City/ yang juga membangun rekatan/ dengan rasa yang baru//</em><br />
<strong>(Sajak “Pep Guardiola”, 2026)</strong></p>
<p><strong>BENAR</strong> kata Pep Guardiola, “Tidak ada yang abadi. Jika ada, aku pasti sudah di sini. Yang abadi adalah perasaan, orang-orang, kenangan, dan cinta yang kumiliki untuk Manchester City-ku&#8230;”</p>
<p>Kalimat filosofis itu juga tergubah sebagai ungkapan keniscayaan dalam salah satu lagu Ariel (waktu itu masih di album Peterpan “Sebuah Nama, Sebuah Cerita”, 2008), <em>Tak Ada yang Abadi</em>. Simaklah ini, <em>//Takkan selamanya tanganku mendekapmu/ Takkan selamanya raga ini menjagamu/ Seperti alunan detak jantungku/ Tak bertahan melawan waktu&#8230;//</em></p>
<p>Begitulah narasi indah Pep untuk mengungkapkan makna perpisahan. “Betapa indah waktu yang telah kita lalui bersama, Jangan tanya alasan kepergianku. Tidak ada alasan, tetapi jauh di lubuk hatiku, aku tahu ini waktuku&#8230;”</p>
<p>Sepuluh tahun. Mungkin bukan waktu yang lama, tetapi itulah durasi paling panjang dalam jejak kepelatihan Pep di sebuah klub, mulai dari Barcelona (2008-2012), hingga Bayern Muenchen (2013-2016). Dan, di klub itulah dia membendaharakan 20 trofi mulai dari Liga Primer, Piala FA, Community Shield, Piala Liga, Liga Champions, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Antarklub FIFA. Dia tak kalah berjajar dengan manajer legendaris Manchester United Alex Ferguson.</p>
<p><strong>Cepat atau Lambat</strong><br />
Cepat atau lambat, momen perpisahan itu pasti akan terjadi. Sejak pertengahan musim lalu, sudah beredar rumor Pep Guardiola akan meninggalkan Etihad. Panggantinya juga sudah disebut-sebut, Enzo Maresca yang waktu itu diberhentikan oleh Chelsea. Maresca bukan nama baru bagi City, karena dia pernah menjadi staf kepelatihan Pep di Manchester Biru.</p>
<p>Kebetulan, prestasi Maresca juga tidak buruk saat dipecat The Blues. Dia mengantar Chelsea meraih Liga Konferensi UEFA 2024-2025 dan Piala Dunia Antarklkub FIFA 2025. Hanya karena disharmoni dengan manajemen, dia digantikan oleh Liam Rosenior yang hanya bertahan sekitar 100 hari di Stamford Bridge.</p>
<p>Bukan tidak mungkin, posisi Pep akan diisi oleh Enzo Maresca, atau nama yang juga muncul, Vincent Kompany. Dengan demikian, The Citizens tidak akan mengalami turbulensi adaptasi taktik, karena racikan Maresca juga senada dengan filosofi Pep, dan Kompany memahami inti taktik Pep Guardiola.</p>
<p>Seharusnya, Pep masih menyisakan kontrak selama setahun di Etihad, namun dia memutuskan berhenti lebih cepat. Entah ke mana nanti dia bakal berlabuh. Santer disebut dia bakal menuju Liga Pro Arab Saudi, atau banyak juga yang memperkirakan dia tertarik menerima tawaran melatih tim nasional Italia.</p>
<p>Yang pasti, dia adalah legenda hidup. Di klub mana pun baik Barcelona, Bayern Muenchen, maupun Manchester City, dia merevolusi permainan menjadi serasa “ideologi”. Basis taktik penguasaan bola (<em>ball possession</em>) dan <em>pressing</em> tinggi, serta penempatan posisi yang mewujud indah sebagai “koreografi” <em>tiki-taka</em> menjadi ciri khas Pe Guardiola.</p>
<p>Hanya di Bayern Muenchen dia dikritik tidak cocok dengan filosofi sepak bola Jerman yang lebih condong ke <em>speed and power game</em>. Gaya ini dinilai tidak cocok dengan mentalitas Bundesliga, dianggap memperlambat tempo dan rentan terhadap serangan balik. Toh bukankah sesungguhya Pep juga tidak bisa dipandang gagal di Bayern, karena mendominasi trofi domestik (tujuh gelar), dan hanya tidak berhasil mengangkat trofi Eropa?</p>
<p>Sebelumnya, di Barcelona dia menyempurnakan <em>attacking football</em> warisan sang “ideolog” Akademi La Masia Johan Cruyff dengan <em>pressing</em> dan dominasi penguasaan bola.</p>
<p>Filosofinya berpusat pada dominasi <em>ball possession</em>, dan permainan posisional. Tim Pep mengontrol pertandingan melalui operan pendek yang akurat, melakukan <em>pressing</em> ketat saat kehilangan bola, dan mendoktrinkan formasi cair untuk membongkar pertahanan lawan sekaligus menciptakan estetika bermain, semacam orkestrasi. Pada masanya, Barcelona menjadi gambaran sentuhan taktik Pep.</p>
<p>Pada pertengahan musim 2025-2026 Liga Primer, The Citizens sempat kehilangan kendali permainan, dan beberapa kali mengalami kekalahan dari lawan “yang tidak-tidak”. Namun haruslah diakui kemampuan Pep Guardiola dalam memulihkan mentalitas tim. Hingga menjelang pekan-pekan pamungkas liga, City bisa bangkit bahkan bersaing dengan Arsenal dalam perpacuan gelar, sampai akhirnya, selisih poin yang tipis menyelamatkan Meriam London untuk meraih trofi.</p>
<p>Musim ini, City memang gagal di liga, namun membendaharakan dua trofi: Piala FA dengan mengalahkan Chelsea di final, dan Piala Liga (Carabao Cup), menundukkan Arsenal.</p>
<p><strong>Vincent Kompany</strong><br />
Selain Maresca, figur lain yang banyak disebut menjadi calon pengganti Pep adalah Vincent Kompany, eks kapten yang kini mengarsiteki Bayern Muenchen. Pada saat aktif sebagai pemain, dia pernah terpilih sebagai Pemain Terbaik 2012 Liga Primer. Juga menempati urutan ke-23 dari 100 pemain terbaik dunia yang dirilis oleh The Guardian.</p>
<p>Berkat 11 tahun memperkuat City dari 2008 hingga 2019, Kompany paham betul kultur dan lekak-lekuk Manchester Biru. Dia membawa Bayern hingga ke semifinal Liga Champions sebelum dikalahkan oleh Paris St Germain. Karismanya mampu mengatasi ego para bintang di ruang ganti.</p>
<p>Pelatih kelahiran Brussel, Belgia ini dikenal kaya variasi taktik. Dia juga visioner, memahami skema permainan yang diwariskan Pep Guardiola untuk dikembangkan sebagai metode taktik ala Kompany.</p>
<p>Siapa pun yang dipilih manajemen City, tentu dengan kalkulasi matang untuk meneruskan jejak matang Pep Guardiola.</p>
<p>Tak ada yang abadi. Cepat atau lambat, tidak bisa tidak, orang terbaik pasti akan berlalu. Kenangan Pep Guardiola tak akan terhapus di Etihad. Jejak itu terukir pada 20 tanda yang menghias lemari perbendaharaan trofi Manchester City. Dia telah menjadi legenda, yang mungkin bahkan tak tersamai&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> <strong>&#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/06/06/tak-ada-yang-abadi-2">Tak Ada yang Abadi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buncah Sejarah dari Puskas Arena</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/30/buncah-sejarah-dari-puskas-arena</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 10:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Budapest]]></category>
		<category><![CDATA[Hongaria]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[PSG]]></category>
		<category><![CDATA[Puskas Arena]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=561993</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // akan lahirkah sejarah?/ pastilah dia membuncah/ siapa pun pemenangnya/ eksotika final terpoles dengan rekor/ di luar kebahagiaan/ dan kesedihan// (Sajak “Final Eropa”, 2026) APA pun yang terjadi malam nanti, Puskas Arena di Budapest, Hongaria, bakal menorehkan sejarah. Akan ada buncah kebahagiaan, mungkin pula air mata kesedihan. Apakah juara bertahan Paris [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/30/buncah-sejarah-dari-puskas-arena">Buncah Sejarah dari Puskas Arena</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-561994 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-2-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-2-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-2.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// akan lahirkah sejarah?/ pastilah dia membuncah/ siapa pun pemenangnya/ eksotika final terpoles dengan rekor/ di luar kebahagiaan/ dan kesedihan//</em><br />
<strong>(Sajak “Final Eropa”, 2026)</strong></p>
<p><strong>APA</strong> pun yang terjadi malam nanti, Puskas Arena di Budapest, Hongaria, bakal menorehkan sejarah. Akan ada buncah kebahagiaan, mungkin pula air mata kesedihan.</p>
<p>Apakah juara bertahan Paris St Germain yang kembali mengangkat piala? Atau Arsenal yang untuk kali pertama memenangi trofi Si Kuping Besar?</p>
<p>Artinya, itulah pula sejarah yang siap diukir dua pelatih energetik dari negeri yang sama, Spanyol: Luis Enrique (PSG), dan Mikel Arteta (Arsenal).</p>
<p>Jika Les Parisiens mampu mempertahankan gelar, berarti inilah klub kedua setelah Real Madrid yang sukses melakukan <em>back to back</em> Liga Champions setelah tahun lalu juara. Real bahkan tercatat tiga kali berturut-turut juara pada 2016, 2017, dan 2018 di era pelatih Zinedine Zidane.</p>
<p>Sedangkan bagi Mikel Arteta, jika berhasil memenangi final, ini akan menobatkannya sebagai pelatih pertama yang mengantar Meriam London sebagai penguasa Eropa. Pada 2006, Arsenal yang menjejak partai puncak, di bawah arahan Arsene Wenger dikalahkan oleh Barcelona racikan Frank Rijkaard.</p>
<p><strong>Pertunjukan</strong><br />
Selain menjanjikan pertarungan taktik dan pertunjukan para bintang, eksotika partai final di Budapest malam nanti membawa sejumlah catatan tambahan tentang rekor, sejarah, dan garansi aksi-aksi tak terlupakan. Baik PSG maupun Arsenal sama-sama dikawal skema taktik dengan pilar-pilar berpenggawa kelas dunia.</p>
<p>Hampir di setiap posisi, Les Parisiens dan Meriam London menjanjikan kualitas paripurna. Walaupun PSG lebih dijagokan, namun Arsenal juga memiliki kelebihan-kelebihan yang seharusnya bisa dioptimalkan sebagai peluang meraih gelar.</p>
<p>Secara <em>head to head</em>, kedua klub sudah dua kali bertemu, yakni di semifinal Liga Champions 2025. Ketika itu, PSG dua kali menang, kandang dan tandang 2-1 dan 1-0.</p>
<p>Suka atau tidak suka, ketika keduanya kembali bersua &#8212; kali ini di partai pamungkas &#8212; akan ada motivasi dahsyat pembuktian, determinasi untuk keluar sebagai sang pemenang.</p>
<p><strong>Impresivitas Vs Set-piece</strong><br />
Diperkirakan bakal muncul momen-momen menarik: impresivitas serangan bergelombang PSG versus<em> set-piece</em> bola mati, terutama sepak pojok Arsenal.</p>
<p>Luis Enrique berkelimpahan materi kelas dunia dalam skema <em>starting eleven</em>-nya. Sebut saja di barisan penggempur ada peraih Ballon d&#8217;Or 2025, Ousmane Dembele, “Messi Georgia” Khvicha Kvaratskhelia, Bradley Barcola atau Desire Doue. Mereka ditopang oleh gelandang visioner Vitinha, Joao Neves, dan Fabian Ruiz yang bakal menjadi ancaman bagi ketangguhan kiper David Raya.</p>
<p>Lini pertahanan PSG dikawal oleh kapten tim Marquinhos, Achraf Hakimi, Willian Pacho, dan Nuno Mendes. Sebagai benteng terakhir kiper Matvey Safonov atau Lucas Chevalier.</p>
<p>PSG sangat mengandalkan impresivitas sayap Kvaratskhelia dengan dribel-dribel dan seni mencetak gol hebat, serta pergerakan Dembele dan Doue sebagai<em> finisher</em> mematikan. Overlapping Hakimi yang sering memberi umpan-umpan silang juga menjadi pertunjukan tak kalah menarik.</p>
<p>Sedangkan parade bintang Arsenal terbaca dari kiper tangguh David Raya, bek Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, dan Riccardo Calafiori.</p>
<p>Arteta punya barisan gelandang anggun Martin Zubimendi, Declan Rice, dan Martin Odegaard. Di lini penyerang ada Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Viktor Gyokeres. Bisa pula Arteta merotasinya dengan Mikel Merino, Kai Havertz, atau Eberechi Eze.</p>
<p><strong>“Corner FC”</strong><br />
Betapa pun rancak permainan Arsenal dengan intensitas penguasaan bola, namun Arteta juga melengkapinya dengan pragmatisme “mesin pembunuh” yang dipersiapkan matang. Arsenal sempat mendapat banyak sindiran sebagai “Corner FC” karena banyak mengintensifkan peluang dari<em> set-piece</em> sepak pojok untuk menciptakan gol.</p>
<p>Bagi Arsenal, sejatinya ini adalah kelebihan tersendiri di tengah “idealisme” permainan yang mengalir indah. Dan, tentu sisi-sisi ini yang juga menjadi perhatian Luis Enrique sebagai sikap antisipatif bagi PSG.</p>
<p>Ya. Pertandingan pamungkas Liga Champions tahun ini memang menjanjikan pertunjukan yang “semuanya ada”. Pelatih cerdas dengan strategi kuat, parade bintang, dan determinasi yang menggambarkan betapa sepak bola terkemas sebagai sebuah visi yang jauh melebihi batas-batas lapangan dan lingkungan stadion.</p>
<p>Dari dua klub ini, dia &#8212; sepak bola &#8212; serasa menjadi bagian dari ekosistem kehidupan itu sendiri. Ada etos kerja, keindahan, keterampilan, pilihan, juga pragmatisme&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> <strong>&#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/30/buncah-sejarah-dari-puskas-arena">Buncah Sejarah dari Puskas Arena</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 10:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[arsenal]]></category>
		<category><![CDATA[Arsene Wenger]]></category>
		<category><![CDATA[Budapest]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Champions]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Manager]]></category>
		<category><![CDATA[mikel arteta]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=561034</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tentu bukan sekadar kebetulan/ kata “Ar” menjadi magi/ bagi Arsenal/ dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta/ dalam 22 tahun penantian&#8230;// (Sajak “Meriam London”, 2026) TERASALAH, betapa lekat kata “Ar” dalam penantian 22 tahun: dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta. Setelah tiga musim beruntun hanya bisa mendekati trofi, akhirnya pada musim [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta">Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-561053 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tentu bukan sekadar kebetulan/ kata “Ar” menjadi magi/ bagi Arsenal/ dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta/ dalam 22 tahun penantian&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Meriam London”, 2026)</strong></p>
<p><strong>TERASALAH</strong>, betapa lekat kata “Ar” dalam penantian 22 tahun: dari Arsene Wenger ke Mikel Arteta. Setelah tiga musim beruntun hanya bisa mendekati trofi, akhirnya pada musim 2025-2026 ini Arsenal mampu mewujudkan mimpi.</p>
<p>Tahun 2003-2004 menjadi masa puncak Arsenal di bawah Arsene Wenger. Mereka juara dengan status “<em>invincible</em>”, tak tersentuh kekalahan di sepanjang musim. Namun setelah era emas itu, mereka selalu gagal memuncaki klasemen Liga Primer.</p>
<p>Lebih dari pecah telur setelah 22 tahun, kali ini Meriam London punya kesempatan membuktikan capaian lain. Pada pengujung bulan ini, mereka bakal bertarung di final Liga Champions melawan Paris St Germain. Andai memenangi duel pamungkas di Puskas Arena, Budapest nanti, itu adalah gelar Liga Champions pertama bagi Bukayo Saka dkk. Pada 2006, Arsenal takluk 1-2 di final dari Barcelona.</p>
<p>Gelar juara Liga Primer kali ini, yang dipastikan setelah Manchester City hanya bermain imbang 1-1 dengan AFC Bournemouth, terasa lebih bermakna, karena dalam tiga musim sebelumnya Arsenal seperti tertakdirkan gagal di lap terakhir perpacuan. Baru pada kesempatan keempat setelah memimpin klasemen, Pasukan Arteta benar-benar mampu merengkuh trofi. Hingga pekan-pekan terakhir liga, The Citizens masih membayangi, sehingga perpacuan antara Tim Arteta dengan Tim Guardiola lebih mirip dengan adu mental.</p>
<p><strong>“Kutukan”?</strong><br />
Selama ini, sampai ternarasikan oleh media, Arsenal mengalami “sindrom <em>runner up</em>” dan terkena “kutukan” gagal meraih trofi di saat-saat akhir setelah kencang memimpin klasemen. Bahkan banyak pundit yang menyuarakan agar Mikel Arteta diganti karena tidak mampu menanamkan mental juara bagi Arsenal. Toh manajemen akhirnya memilih mempertahankan Arteta setelah sempat berniat memecatnya karena performa kurang meyakinkan pada 2021.</p>
<p>Pecah telur Arteta ini diperkirakan bakal menjadi perspektif berbeda dalam performa mentalitas anak-anak Arsenal. Mereka yang selama ini terkurung oleh inferioritas dan kecemasan dalam pembuktian diri, akan lebih percaya diri. Persaingan di level atas Liga Primer juga diperkirakan makin ketat dengan Arsenal, Manchester City yang diperkirakan akan berganti manajer dari Pep Guardiola ke Enzo Maresca, Liverpool yang untuk sementara masih mempertahankan Arne Slot, Manchester United yang memberi status permanen bagi Michael Carrick hingga 2028, juga Aston Villa yang stabil di bawah Unai Emery dan baru saja meraih trofi Liga Europa.</p>
<p>Di final Liga Champions nanti, berbekal sukses di Liga Primer, diperkirakan Arsenal bakal bermain lebih lepas. Konfidensi menjadi bekal tambahan untuk menghadapi tim yang tak kalah atraktif dalam racikan Luis Enrique. Ini akan menjadi pertarungan taktik dua arsitek Spanyol: Luis Enrique vs Mikel Arteta,</p>
<p>Selama tiga musim sebelumnya, Arsenal sebenarnya tampil dengan performa yang khas Mikel Arteta, yakni permainan menyerang berintensitas tinggi dengan dominasi penguasaan bola yang biasa disebut media sebagai ”Arteta-ball”, namun musim ini mereka terasa lebih pragmatis, tidak seindah tiga musim sebelumnya.</p>
<p>Banyak yang menyindir, ketika Arsenal tercatat mencetak 35 gol di semua ajang lewat bola-bola mati, dari <em>set piece</em> skema sepak pojok, sehingga mendapat predikat sinis sebagai “pasukan sepak pojok” atau “Arsenal Corner FC”.</p>
<p>Fokus ke sepak pojok itu dilatih secara intensif Nicolas Jover, asisten pelatih yang sangat berperan dalam merancang taktik ini sejak Juli 2021. Di tengah badai kritik, legenda Arsenal, Thiery Henry tidak memasalahkan taktik itu, karena dalam permainan yang dipentingkan adalah kemenangan.</p>
<p>Nyatanya, Arsenal tercatat sebagai tim dengan pertahanan terbaik. Mereka kebobolan paling sedikit selama musim 2025-2026, yakni 26 gol dan 19 <em>cleansheet</em> dari 37 laga, atau dengan satu pertandingan tersisa. Ini mendekati cataran bersejarah mereka yang hanya kebobolan 17 gol pada musim 1998-1999. Musim ini, di tempat kedua, Manchester City kebobolan 33 gol.</p>
<p><strong>Manajer Kedelapan</strong><br />
Arteta menjadi manajer kedelapan yang membawa Arsenal juara, setelah Herbert Chapman (dua kali), Joe Shaw, George Alisson (2), Tim Whitaker (2), Bertie Mee, George Graham (2), dan Arsene Wenger (3). Arteta juga berpeluang menjadi orang pertama yang mengantar Meriam London meraih trofi Eropa apabila bisa menaklukkan PSG di Budapest nanti.</p>
<p>Mantan gelandang Arsenal dan asisten pelatih Manchester City itu menjadi manajer termuda (44 tahun 54 hari) yang juara, juga mencatat rekor sebagai pelatih dengan persentase tertinggi kemenangan, 212 dari 351 laga atau 60,4 persen.</p>
<p>Terlepas dari apa pun hasil di Budapest nanti, dengan trofi Liga Primer, sejarah bakal mencatatnya sebagai manajer dengan nama “Ar” yang bersenyawa dengan dua “Ar” lainnya, Arsenal dan Arsene Wenger&#8230;</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud</strong>, <em>wartawan<a href="http://Suarabaru.Id"> Suarabaru.Id</a></em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/23/arrr-arsenal-dari-arsene-ke-arteta">Arrr&#8230;, Arsenal: dari Arsene ke Arteta&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Ada yang Tahu Apa yang Akan Terjadi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/12/27/tak-ada-yang-tahu-apa-yang-akan-terjadi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 10:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[chelsea]]></category>
		<category><![CDATA[Enzo Maresca]]></category>
		<category><![CDATA[Impresif]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Eropa]]></category>
		<category><![CDATA[pep guardiola]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[The Citizens]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=536433</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // tak ada yang abadi/ begitukah sepak bola/ bergerak mobil dalam dinamikanya/ hanya bisa diperkirakan/ apa yang akan terjadi esok/ dan, siapa pula yang merancangnya/ pada saat ini?// (Sajak “Pep Guardiola”, 2025) TAHUN 2016, ketika Pep Guardiola tiba di Manchester dari Bayern Muenchen, bukankah saat itu terkesankan: tiba-tiba dia menggantikan Manuel [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/27/tak-ada-yang-tahu-apa-yang-akan-terjadi">Tak Ada yang Tahu Apa yang Akan Terjadi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-536435 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// tak ada yang abadi/ begitukah sepak bola/ bergerak mobil dalam dinamikanya/ hanya bisa diperkirakan/ apa yang akan terjadi esok/ dan, siapa pula yang merancangnya/ pada saat ini?//</em><br />
<strong>(Sajak “Pep Guardiola”, 2025)</strong></p>
<p><strong>TAHUN</strong> 2016, ketika Pep Guardiola tiba di Manchester dari Bayern Muenchen, bukankah saat itu terkesankan: tiba-tiba dia menggantikan Manuel Pellegrini yang sebenarnya juga mampu mengemas performa Manchester City sebagai kekuatan elite baru Liga Primer?</p>
<p>Pria kelahiran Santiago, Chile itu bahkan menjadi manajer non-Eropa pertama yang meraih trofi Liga Inggris pada 2013-2014.</p>
<p>Cerita sembilan tahun silam itu, sama dengan yang sekarang terwacanakan. Bakal datang orang baru yang menggeser Pep dari kursi kepelatihan The Citizens, dan sang pengganti itu tidak jauh-jauh amat: Enzo Maresca dari Chelsea. Masa depan Pep pun tiba-tiba dispekulasikan.</p>
<p>Dulu tak banyak yang memperkirakan, Manuel Pellegrini bakal mudah tergeser. Waktu itu berkembang analisis, Manchester City mendatangkan Pep Guardiola demi mempercepat proses merajai liga dan Eropa dengan permainan yang lebih impresif. Sedangkan sekarang, diduga Maresca didatangkan untuk sebuah proyek penyegaran. Pep &#8212; yang telah membawa City merajai liga dan mempersembahkan gelar Eropa pada 2022-2023 &#8212; dinilai mulai memasuki atmosfer kejenuhan, sudah tidak memiliki lagi tantangan yang hendak diraih.</p>
<p>Lalu, apakah musim 2026-2027 nanti pergeseran itu benar-benar akan terjadi?</p>
<p>Ya, ketika kontrak Pep baru akan berakhir 2027, tiba-tiba saja muncul rumor Enzo Maresca menjadi kandidat kuat manajer City. Media-media Inggris menspekulasikan Maresca sebagai pengganti Pep. Pria kelahiran Italia itu pernah menjadi pelatih City U23 dan asisten Pep. Direktur Olahraga Manchester City, Hugo Viana disebut-sebut telah bertemu dengan Maresca.</p>
<p>Bersama Chelsea, pencapaian Maresca cukup bagus. Pelatih 45 tahun itu memberi trofi Conference League dan juara Piala Dunia Antarklub 2025. Dia tengah berjuang mengembalikan kejayaan The Blues di liga.</p>
<p>“Penting untuk memahami alasan di balik adanya berita ini,” kata Maresca dengan tafsir samar. Apakah kalimat ini ditujukan untuk manajemen Chelsea, sehingga dia punya posisi tawar yang kuat?</p>
<p>Spekulasi itu kencang berembus, justru ketika kedua klub sedang bersaing di papan atas dengan Arsenal. Di pihak lain, Pep dengan bijak menyatakan tidak bisa menjamin apakah musim depan bakal bertahan di Etihad. Menurutnya, apa pun bisa terjadi dalam sepak bola. Bagi dia, yang terpenting adalah menjaga performa agar Erling Haaland dkk bisa sebaik mungkin menuntaskan musim.</p>
<p>Seperti ditulis oleh <em>The Athletic </em>(<em>detik.com</em>, 20 Desember 2025), Pep mengatakan, “Saya kan masih di sini. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi? Sepak bola bisa berubah setiap saat, bahkan jika saya punya kontrak 10 tahun, atau enam bulan”.</p>
<p>Pelatih asal Spanyol itu telah enam kali memberi gelar liga kepada City, di antaranya empat musim berturut-turut pada 2020-2021, 2021-2022, 2022-2023, dan 2023-2024, ditambah gelar-gelar lain Piala FA, Piala Liga, Community Shield, lalu juga Liga Champions, Piala Super UEFA, dan Piala Dunia Atarklub FIFA.</p>
<p>Sebelum berkarier di Etihad, Pep juga cemerlang bersama Barcelona dan Bayern Muenchen. Dia dikenal sebagai “ideolog” sepak bola menyerang, menyempurnakan <em>total football</em> Johan Cruyff dengan <em>possession football</em> ala Barca yang terkenal sebagai <em>tiki-taka</em>.</p>
<p>Kebersamaannya dengan The Citizens sejak 2016, bagaimanapun menghadirkan fakta, Manchester Biru telah menjadi kekuatan elite Liga Primer. Dan, di balik kejeniusannya, cepat atau lambat dia bisa diliputi atmosfer kejenuhan, “kehilangan tantangan”, dan diperkirakan membutuhkan suasana baru.</p>
<p>Apakah dia menjadi simbol realitas bahwa tidak ada yang abadi di sepak bola? Akan selalu terjadi pergerakan, pergeseran, dan mobilitas dalam dinamika industri kompetisi. Atau yang dalam ungkapan Pep Guardiola, “Dalam sepak bola, siapa yang tahu apa yang bakal terjadi?”</p>
<p>Apalagi, di dunia kepelatihan profesional, kita memahami mereka bagai berjalan di titian rambut dibelah tujuh. Penuh risiko dan keniscayaan antara mencapai kesuksesan, atau masuk ke lorong keterpurukan.</p>
<p>Ya, hari ini Pep masih di Etihad. Hari ini Maresca juga masih di Stamford Bridge. Tak ada yang tahu, esok mereka akan berlabuh di mana…</p>
<p><strong>&#8212;</strong> <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> <strong>&#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/27/tak-ada-yang-tahu-apa-yang-akan-terjadi">Tak Ada yang Tahu Apa yang Akan Terjadi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>&#8216;Sikap Minimalis&#8217; Manchester United</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/02/26/sikap-minimalis-manchester-united</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Feb 2022 10:00:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=234641</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // cukupkah hanya dengan kemenangan/ kalian kembali ke kemuliaan?/ cukupkah hanya dengan bertahan di haribaan/ kalian tak merasa kehilangan?/ relakah roh entah ke mana menghilang/ sukma yang pergi/ dan kalian ada dengan seadanya?// (Sajak &#8216;Sikap Minimalis MU&#8217;, 2022) MANCHESTER United berjuang untuk bertahan menjaga asa Eropa, antara lain agar tetap menduduki [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/02/26/sikap-minimalis-manchester-united">&#8216;Sikap Minimalis&#8217; Manchester United</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-234643 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/02/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/02/BOLA-BOLA-LOGO-3-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/02/BOLA-BOLA-LOGO-3-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/02/BOLA-BOLA-LOGO-3.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// cukupkah hanya dengan kemenangan/ kalian kembali ke kemuliaan?/ cukupkah hanya dengan bertahan di haribaan/ kalian tak merasa kehilangan?/ relakah roh entah ke mana menghilang/ sukma yang pergi/ dan kalian ada dengan seadanya?//</em><br />
<strong>(Sajak &#8216;Sikap Minimalis MU&#8217;, 2022)</strong></p>
<p><strong>MANCHESTER</strong> United berjuang untuk bertahan menjaga asa Eropa, antara lain agar tetap menduduki urutan keempat klasemen Liga Primer musim 2021-2022 ini. Kemenangan 4-2 atas Leeds United pekan lalu, cukupkah itu menjadi ukuran MU bakal mampu memenuhi ikhtiar kebangkitannya?</p>
<p>Permainan yang disuguhkan oleh Bruno Fernandes dan kawan-kawan pada laga tersebut, bolehkah disebut sebagai standar “itulah MU”?</p>
<p>Setan Merah sedang menghadapi banyak masalah. Penggantian pelatih Ole Gunnar Solskjaer dengan Ralf Rangnick memang bergerak ke arah harapan pemulihan dari luka-luka performa selama dua musim terakhir, namun karakteristik taktik yang dia usung tampaknya belum betul-betul terserap oleh anak-anak Old Trafford.</p>
<p>Doktrin taktikus asal Jerman yang disebut-sebut sebagai “profesor gegenpressing” itu masih menyulitkan para pemain MU. Mobilisasi fisik yang lebih “gila” menuntut adaptasi ekstrem. Cristiano Ronaldo dan Edinson Cavani misalnya, dengan usia di atas kepala tiga, tentu tidak maksimal dalam skema pressing tinggi. Bruno Fernandes dan Marcus Rashford juga tampak kesulitan untuk mencapai bentuk terbaiknya.</p>
<p>MU juga dibelit masalah personal Mason Greenwood. Sayap muda berbakat itu harus menjalani proses hukum karena dilaporkan menganiaya pacarnya. Rangnick pun menonaktifkan Greenwood.</p>
<p>Dalam kondisi demikian, MU masih memetik sejumlah kemenangan. Bahkan memantapkan posisi keempat klasemen dengan tujuh laga terakhir tanpa kalah. Pada sisi lain, di masa-masa transisi ini, psikologi tim banyak diguncang oleh sejumlah rumor. Relasi Ronaldo yang disebut-sebut memburuk dengan pelatih, dan ketegangan hubungan dengan kapten tim Harry Maguire, memunculkan dugaan CR7 akan segera hengkang dari Theater of Dream.</p>
<p>Bintang asal Portugal itu seperti dibenturkan oleh realitas yang tidak dia kehendaki. Dia “pulang” ke Manchester Merah dengan impian selangit: membawa klub yang membesarkannya itu kembali ke langit terang Liga Primer, dan mengusung “tuah”-nya di Liga Champions untuk menjaga orbit MU.</p>
<p>Pada awal kehadirannya, dengan gol demi gol di sejumlah pertandingan, Ronaldo menyalakan harapan, namun perlahan-lahan api pengaruhnya terasa menyurut. Dia tampak bermain dengan kondisi penuh tekanan. Tekanan untuk membuktikan “kesaktian”, dan tekanan untuk mengarungi akhir karier dengan kesuksesan.</p>
<p>Apakah MU bukan tempat paling tepat mewujudkan impian itu?</p>
<p>Apakah MU tidak lagi menjadi “kerajaan” yang memberi ruang bagi kemahajaraannya?</p>
<p>Apakah dia memang sudah harus rela menyingkir dari percaturan utama?</p>
<p><strong>Minimalis</strong><br />
Problem MU bukan semata-mata lantaran persoalan Ronaldo. Boleh jadi benar, pemain yang dulu dibawa oleh Alex Ferguson dari Sporting CP itu tidak nyetel dengan gaya bermain pressing ala Ralf Rangnick, namun realitasnya, usia yang makin merambat erat terkait dengan eksplorasi kemampuan fisik.</p>
<p>Permainan pressing membutuhkan cukup adaptasi, sama seperti ketika Juergen Klopp datang ke Anfield Road pada 2015. Para pemain Liverpool membutuhkan waktu untuk bertransisi, dan perlahan tapi pasti menjelma menjadi tim gegenpressing yang menakutkan.</p>
<p>Performa minimalis mengindikasikan Ralf Rangnick belum berhasil sepenuhnya menyatukan elemen-elemen pilar dalam timnya. Boleh jadi lantaran problem transisi, atau skematika bermain yang belum betul-betul “tune in”.</p>
<p>Klub-klub yang sedang dalam upaya kebangkitan memang harus mengalami masa-masa pendakian yang terkadang bahkan dari level minimalis. Barcelona, yang mengalami problem mirip dengan MU misalnya, kini juga harus sabar menata performa bersama arsitek Xavi Hernandez.</p>
<p>Setiap kali menyaksikan MU bermain, saya merasa belum “bertemu” dengan MU yang bermobilitas tinggi dalam permainan penuh sirkulasi pada era kejayaannya. MU yang membangun serangan lewat kedua bek sayap yang hiperaktif, umpan-umpan lambung terukur yang memanjakan kedua strtiker, dan aksi gelandang-gelandang penuh karakter.</p>
<p>Para fans yang menyaksikan MU menang, saya pikir juga akan memandang “kesuksesan” itu dari kacamata minus sebagai “hasil minimalis”.</p>
<p>Dalam olahraga, terkadang terekspresikan aksioma pragmatis tentang tujuan “menang” dan “posisi aman”. Apa pun bentuk kemenangan itu. Terkadang kita juga menemukan pikiran yang lebih dari sekadar rumus, melainkan menjadi semacam “ideologi pemenangan” yang terumuskan dalam narasi penikmatan, “Menanglah dengan kepribadian”, atau &#8220;Menang dengan penuh gaya&#8230;&#8221;</p>
<p>Seminimalis itukah kondisi yang dihadapi MU saat-saat ini?</p>
<p><em>&#8212; Amir Machmud NS, wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/02/26/sikap-minimalis-manchester-united">&#8216;Sikap Minimalis&#8217; Manchester United</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tottenham Dekati Empat Besar, setelah Gareth Bale Membukukan Tiga Gol</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/05/03/tottenham-dekati-empat-besar-setelah-gareth-bale-membukukan-tiga-gol</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 May 2021 05:39:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Naik Empat Besar]]></category>
		<category><![CDATA[Tottenham Hostspur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=168125</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) – Tiga gol  Gareth Bale membawa Tottenham Hotspur mendekati empat besar klasemen Liga Inggris. Tottenham berhasil menggilas Sheffield United dengan skor 4-0 dalam laga pekan ke-34 di Stadion Tottenham Hotspur, London, Minggu waktu setempat (Senin WIB). Ketiga gol Bale itu belakangan mesusul gol cantik  Son Heung-min untuk melengkapi kemenangan Tottenham, sekaligus membawa mereka [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/03/tottenham-dekati-empat-besar-setelah-gareth-bale-membukukan-tiga-gol">Tottenham Dekati Empat Besar, setelah Gareth Bale Membukukan Tiga Gol</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID)</strong> – Tiga gol  Gareth Bale membawa Tottenham Hotspur mendekati empat besar klasemen Liga Inggris.</p>
<p>Tottenham berhasil menggilas Sheffield United dengan skor 4-0 dalam laga pekan ke-34 di Stadion Tottenham Hotspur, London, Minggu waktu setempat (Senin WIB).</p>
<p>Ketiga gol Bale itu belakangan mesusul gol cantik  Son Heung-min untuk melengkapi kemenangan Tottenham, sekaligus membawa mereka naik ke posisi kelima dengan raihan 56 poin.</p>
<p>Tottenham melompati West Ham United (55) yang baru bermain sehari berselang.</p>
<p>Liverpool (54) yang pertandingannya kontra Manchester United tertunda karena suporter menjebol Old Trafford, Minggu malam tadi.</p>
<p>Sedangkan bagi Sheffield (17) kekalahan itu sudah tak berarti apapun.</p>
<p>Sebab mereka sudah beberapa pekan sebelumnya memastikan terdegradasi ke kasta kedua, demikian catatan laman resmi Liga Inggris.</p>
<p>Kendati terus menekan, Tottenham baru bisa memecahkan kebuntuan pada menit ke-36 saat Bale menyelesaikan umpan Serge Aurier.</p>
<p>maka dengan tendangan congkel melewati atas kepala kiper Aaron Ramsdale terjadilah gol.</p>
<p>Keunggulan itu hampir tergandakan pada menit ketiga injury time babak pertama oleh Bamidele Alli.</p>
<p>Sayangnya kiper Ramsdale dapat mengahalau tembakan melengkungnya dari luar kotak penalti.</p>
<p>Enam menit memasuki babak kedua, Son melepaskan tembakan keras untuk menaklukkan Ramsdale di area tiang dekat.</p>
<p>Tetapi gol itu tidak sah lantaran pemain asal Korea Selatan itu kedapatan terjebak offside.</p>
<p>Pada menit ke-61, Tottenham akhirnya betul-betul menggandakan keunggulan mereka.</p>
<p>Yaitu saat tendangan geledek Bale bersarang ke pojok kanan atas gawang tak terjangkau oleh Ramsdale.</p>
<p>Delapan menit kemudian Bale melengkapi raihan trigolnya dengan ketenangannya mengkonversi umpan sodoran Aurier demi memperlebar keunggulan Tottenham jadi 3-0.</p>
<p>Pada menit ke-77, Son juga resmi mencatatkan namanya pada papan skor.</p>
<p>Ulah Son ini setelah menghindari hadangan George Baldock dan melepaskan tembakan melengkung yang tak memberi kesempatan Ramsdale melakukan antisipasi.</p>
<p>Di pengujung laga Sergio Reguilon seharusnya bisa melengkapi kemenangan Tottenham jadi lima kosong tetapi tembakan melengkungnya masih menyamping dan skor 4-0 tak berubah hingga bubaran.</p>
<p>Pada pertandingan selanjutnya, kedua tim akan sama-sama bermain pada Sabtu (8/5).</p>
<p>Yakni Tottenham melawat ke Elland Road menghadapi Leeds United dan Sheffield menjamu Crystal Palace di Bramall Lane.</p>
<p><strong>Sol/Ant</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/03/tottenham-dekati-empat-besar-setelah-gareth-bale-membukukan-tiga-gol">Tottenham Dekati Empat Besar, setelah Gareth Bale Membukukan Tiga Gol</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Burnley, Brighton dan Fulham Lolos ke Putaran Keempat Liga Inggris</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/09/24/burnley-brighton-dan-fulham-lolos-ke-putaran-keempat-liga-inggris</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2020 23:42:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Sepakbola]]></category>
		<category><![CDATA[liga inggris]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=115230</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (SUARABARU.ID) &#8211; Burnley, Brighton &#38; Hove Albion dan Fulham memastikan lolos ke putaran keempat Piala Liga Inggris setelah kompak mengalahkan lawan masing-masing dengan skor 2-0 pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Burnley yang bertandang ke markas klub kasta kedua, Millwall, berhasil menang berkat gol-gol di pengujung tiap babak di The Den, London, demikian catatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/09/24/burnley-brighton-dan-fulham-lolos-ke-putaran-keempat-liga-inggris">Burnley, Brighton dan Fulham Lolos ke Putaran Keempat Liga Inggris</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Burnley, Brighton &amp; Hove Albion dan Fulham memastikan lolos ke putaran keempat Piala Liga Inggris setelah kompak mengalahkan lawan masing-masing dengan skor 2-0 pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB).</p>
<p>Burnley yang bertandang ke markas klub kasta kedua, Millwall, berhasil menang berkat gol-gol di pengujung tiap babak di The Den, London, demikian catatan laman resmi EFL.</p>
<p>Josh Brownhill memecah kebuntuan tepat pada menit ke-45 lewat tembakan jarak jauh dalam situasi sepak pojok.</p>
<p>Tuan rumah beberapa kali melancarkan serangan tapi tak kunjung membuahkan hasil.</p>
<p>Burnley malah memastikan kemenangan mereka menjadi 2-0 berkat gol Matej Vydra pada menit ketiga menyelesaikan sebuah serangan balik.</p>
<p>Tim besutan Sean Dyche akan menanti pemenang antara Manchester City dan Bournemouth di putaran keempat.</p>
<p>Di Stadion Deepdale, Brighton juga menang 2-0 atas tuan rumah Preston North End berkat gol-gol Alireza Jahanbakhsh dan Alexis Mac Allister yang melempangkan langkah tim besutan Graham Potter itu ke putaran keempat.</p>
<p>Di putaran keempat Brighton akan menantang semifinalis musim lalu, Manchester United.</p>
<p>Sedangkan tim Liga Premier lainnya, Fulham, juga melangkah ke babak berikutnya setelah menundukkan tamunya Sheffield Wednesday dengan skor 2-0.</p>
<p>Aboubakar Kamara dan Bobby Reid mencetak gol-gol kemenangan Fulham, yang akan menghadapi Brentford di babak selanjutnya.</p>
<p>Satu laga lain yang berlangsung bersamaan memperlihatkan Stoke City menang tipis 1-0 atas tim kasta ketiga Gillingham di Stadion bet365 berkat gol semata wayang Tyrese Campbell.</p>
<p>Lawan Stoke baru ditentukan dalam laga antara Bristol City kontra Aston Villa yang berlangsung sehari berselang.</p>
<p><em><strong>Ant/Muha</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/09/24/burnley-brighton-dan-fulham-lolos-ke-putaran-keempat-liga-inggris">Burnley, Brighton dan Fulham Lolos ke Putaran Keempat Liga Inggris</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>