<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jogo Bonito Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/jogo-bonito/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Apr 2026 06:43:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Jogo Bonito Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Pep Terpesona Barca-nya Hansi Flick</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/04/ketika-pep-terpesona-barca-nya-hansi-flick</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 10:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Akademi La Masia]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Detail]]></category>
		<category><![CDATA[Ideolog]]></category>
		<category><![CDATA[Jogo Bonito]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Possession Football]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Dinamit]]></category>
		<category><![CDATA[Total Football]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=552327</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pencipta tim indah itu bisa terpesona/ oleh sajian keindahan yang lain/ dengan pendekatan berbeda/ dengan karakter yang tak sama/ pep adalah pendahulu/ flick penerus dan peramu&#8230;// (Sajak “Barca-nya Flick”, 2026) SEJATINYA, siapakah jenius ideolog sepak bola indah? Rinus Michels sang penemu total football Belanda, Jupp Derwall arsitek “Tim Dinamit” Denmark [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/04/ketika-pep-terpesona-barca-nya-hansi-flick">Ketika Pep Terpesona Barca-nya Hansi Flick</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-552328 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pencipta tim indah itu bisa terpesona/ oleh sajian keindahan yang lain/ dengan pendekatan berbeda/ dengan karakter yang tak sama/ pep adalah pendahulu/ flick penerus dan peramu&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Barca-nya Flick”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SEJATINYA</strong>, siapakah jenius ideolog sepak bola indah?</p>
<p>Rinus Michels sang penemu <em>total football</em> Belanda, Jupp Derwall arsitek “Tim Dinamit” Denmark 1986, Tele Santana ideolog <em>jogo bonito</em> Brazil di Piala Dunia 1982 dan 1986, Johan Cruyff &#8212; pelaku dan penyempurna sepak bola indah Belanda di Akademi La Masia &#8212; atau Pep Guardiola, peletak detail <em>possession football</em> Barcelona di klub mana pun dia bekerja?</p>
<p>Nyatanya, Pep malah mengagumi Barcelona karya pelatih asal Jerman ini, Hansi Flick. Simaklah, performa Barca di bawah racikan Flick musim ini mendatangkan pujian. Bukan cuma hasil, tetapi juga gaya bermain atraktif yang memikat. Di antara yang terpesona adalah Pep Guardiola dan Thierry Henry.</p>
<p>Padahal pada 2007-2012 Pep adalah pelatih yang sukses membangun Blaugrana, meneruskan produk “gurunya”, Johan Cruyff: sepak bola menyerang yang ibarat doktrin “ideologi” untuk dihayati dan dimainkan.</p>
<p><strong>Menikmati Barca Flick</strong><br />
Pep Guardiola bahkan mengaku menikmati permainan Barcelona di bawah Hansi Flick saat ini (<em>detik.com</em>, 26 Maret 2026). Pelatih Manchester City itu menyebut menonton Barca layaknya hiburan. Menurut dia, sepak bola seharusnya dinikmati seperti pergi ke bioskop atau restoran.</p>
<p>“Ketika Barca-nya Flick bermain dan saya punya waktu, saya akan duduk dan menontonnya, karena itu menyenangkan,” katanya.</p>
<p>Jika Guardiola terpikat, cerita lebih dramatis datang dari Thierry Henry. Eks striker Arsenal yang juga mantan penyerang Barcelona itu sempat meragukan gaya bermain agresif Blaugrana.</p>
<p>Keraguan itu muncul saat Barca mengalami periode inkonsisten, bahkan gaya Flick dinilai terlalu berisiko untuk bersaing di level tertinggi. Namun semuanya berubah setelah Barcelona tampil menggila di Liga Champions. Blaugrana menghancurkan Newcastle United dengan skor telak 7-2 di leg kedua babak 16 besar.</p>
<p>Penampilan tersebut membuat Henry tak ragu memberikan pujian. “Selamat untuk Barcelona. Eropa mulai merasakan ancamannya. Itu bukan sekadar kemenangan, tetapi seperti gempa global,” ujarnya.</p>
<p>Dia juga terkesan dengan perubahan Barcelona di babak kedua melawan Newcastle, setelah sempat unggul tipis 3-2 saat turun minum.</p>
<p>“Babak kedua mereka luar biasa. Itu transformasi total. Itulah Barcelona yang sebenarnya,” lanjutnya.</p>
<p>Henry bahkan menilai Barcelona punya potensi luar biasa pada musim ini jika bisa terus tampil konsisten. Duet lini depan seperti Lamine Yamal dan Robert Lewandowski menjadi ancaman nyata bagi lawan. “Ketika mereka bermain seperti itu, hampir mustahil untuk dihentikan,” tegas Henry.</p>
<p>Lamine Yamal menjadi trisula bersama Lewandowski dan Raphinha. Dengan Pedri Gonzales dan Frankie de Jonk yang bahu membahu menyuplai umpan-umpan ke barisan penyerang dan menjadi tirai pertama pembendung serangan balik lawan, pertahanan Barca relatif aman.</p>
<p><strong>Berisiko</strong><br />
Sejak menyuksesi kursi kepelatihan dari Xavi Hernandez pada musim panas 2024, Hansi Flick menerapkan filosofi permainan yang sangat berisiko namun spektakuler.</p>
<p>Strategi garis pertahanan tinggi yang dipadukan dengan intensitas serangan tanpa henti, terbukti efektif membawa Barcelona meraih gelar ganda pada musim perdananya. Pendekatan Flick ini sempat diragukan oleh sejumlah pengamat sebelum akhirnya membuktikan kualitasnya di lapangan.</p>
<p>Saat ini, Barcelona masih kokoh di puncak klasemen LaLiga dan terus melaju di ajang Liga Champions. Keberhasilan Flick menjaga konsistensi tim di tengah jadwal yang padat menjadi bukti kematangan taktiknya. Impresivitas ini juga mulai mengubah pandangan para kritikus yang sebelumnya skeptis terhadap peluang Barca di level Eropa.</p>
<p><strong>Johan Cruyff</strong><br />
Pep mengaku sering menonton laga Barcelona racikan Flick karena merasa terhibur, berbeda dari masa-masa sebelumnya ketika dia kurang menikmati permainan Barca. Dia menganggap sepak bola yang disajikan Flick memiliki “kemurnian”, yang mengingatkannya pada gaya Johan Cruyff, yakni fokus mencetak satu gol lebih banyak dari lawan. <em>Attacking football</em> menjadi basis doktrinal dalam permainnan impresif Cruyff, yang dia sempurnakan dari pengalamannya menjadi pilar total football Rinus Michels.</p>
<p>Sedangkan Pep terpukau dengan bagaimana Hansi Flick berhasil merevolusi permainan Barca, menjadikannya tim yang atraktif dan membuat pertandingan terasa menyenangkan.</p>
<p>Lalu, siapa sejatinya pendoktrin sepak bola indah?</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan Suarabaru.Id</em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/04/ketika-pep-terpesona-barca-nya-hansi-flick">Ketika Pep Terpesona Barca-nya Hansi Flick</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Don Carlo, dan Transformasi Kultural ke Tim Samba Brazil</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/05/17/don-carlo-dan-transformasi-kultural-ke-tim-samba-brazil</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 May 2025 10:00:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Brazil]]></category>
		<category><![CDATA[Carlo Ancelotti]]></category>
		<category><![CDATA[Cattenacio]]></category>
		<category><![CDATA[italia]]></category>
		<category><![CDATA[Jeitinho]]></category>
		<category><![CDATA[Jogo Bonito]]></category>
		<category><![CDATA[Kultur]]></category>
		<category><![CDATA[real madrid]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=474669</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // seperti tak henti mencari/ atas nama trofi/ dengan sentuhan yang cocok dan mengerti/ dari kedalaman negeri/ hingga akhirnya/ ke negeri yang beda filosofi// (Sajak “Sepak Bola Brazil”, 2025) KEPUTUSAN Konfederasi Sepak Bola Brazil (CBF) menjadi gambaran, betapa tidak mudah menemukan sosok yang tepat untuk memoles tim nasionalnya. Walaupun sudah menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/17/don-carlo-dan-transformasi-kultural-ke-tim-samba-brazil">Don Carlo, dan Transformasi Kultural ke Tim Samba Brazil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-474676 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/05/logo-bola-bola-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// seperti tak henti mencari/ atas nama trofi/ dengan sentuhan yang cocok dan mengerti/ dari kedalaman negeri/ hingga akhirnya/ ke negeri yang beda filosofi//</em><br />
<strong>(Sajak “Sepak Bola Brazil”, 2025)</strong></p>
<p><strong>KEPUTUSAN</strong> Konfederasi Sepak Bola Brazil (CBF) menjadi gambaran, betapa tidak mudah menemukan sosok yang tepat untuk memoles tim nasionalnya. Walaupun sudah menjadi gagasan lama, memilih Carlo Ancelotti yang <em>notabene</em> berasal dari kutub berbeda filosofi sepak bola, tetap merupakan langkah yang boleh dibilang eksperimental.</p>
<p>Presiden CBF Ednaldo Rodrigues belum lama ini mengumumkan, Ancelotti akan langsung bekerja setelah selesainya Liga Spanyol 2024-2025. Don Carlo menjadi pelatih asing kedua yang memimpin Selecao setelah Filipo Nunez dari Argentina pada 1965. Dia dikontrak hingga Piala Dunia 2026, dengan target meraih juara kali yang keenam setelah 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002.</p>
<p>Bagi Don Carlo, ini menjadi pengalaman pertama melatih timnas sejak menjadi asisten Arrigo Sacchi di Timnas Italia pada 1992-1995. Sedangkan bagi CBF, memilih pria 65 tahun itu lebih dari sekadar langkah strategis. Menurut Ednaldo, keputusan ini merupakan deklarasi bahwa Brazil bertekad merebut kembali tempat tertinggi.</p>
<p>Presiden CBF menilai Ancelotti sebagai pelatih terhebat dalam sejarah, yang dipilih untuk memimpin tim nasional terhebat. “Bersama-sama, kami akan menulis babak baru yang gemilang dalam sepak bola Brazil,” ungkapnya.</p>
<p>Don Carlo yang menggantikan Dorival Junior akan mulai bekerja pada 26 Mei mendatang, sehari setelah Madrid menghadapi Real Sociedad di pertandingan terakhir La Liga. Dia akan mempersiapkan Vinicius Junior dkk menghadapi Ekuador dan Paraguay pada 6 dan 11 Juni. Terakhir, Dorival memimpin Selecao melawan Argentina dan kalah 1-4.</p>
<p><strong>Rencana Lama</strong><br />
CBF sudah lama berencana merekrut Ancelotti, namun sang pelatih saat itu belum tertarik, bahkan memperpanjang kontrak dengan Madrid hingga Juni 2026.</p>
<p>Dalam BOLA-BOLA <em>suarabaru.id</em> edisi 1 Juli 2023, saya menulis kolom Ketika “Tanah Suci Sepak Bola” Butuh Sentuhan “Ulama” Manca.</p>
<p>Ada tiga kata kunci dalam judul tersebut. “Tanah Suci Sepak Bola”, butuh sentuhan, dan “ulama” manca.</p>
<p>Seperti sepotong puisi ini, /<em>/ tanah ini menyimpan kekuatan/ kau rasakankah kegaiban dalam diam?/ dengan keingarbingaran/ dengan daya hidup/ dan kini meniupkan energi/ dari aura yang berbeda//</em><br />
<em>(Sajak “Brazil”, 2023)</em></p>
<p>Dan, berlebihankah menyebut Brazil sebagai “tanah suci sepak bola”?</p>
<p>Dalam kolom itu saya menulis: Prestasi, tradisi, dan segala macam eksotika seni mengolah si kulit bundar ada di negeri penghasil kopi terbesar dunia itu. Para seniman sepak bola dengan kemampuan artistik dan teknik aneh-aneh menyatu dengan daya hidup, ekspresi naluriah, dan kultur karnaval yang penuh gairah.</p>
<p>Di sana lahir “pujangga-pujangga sepak bola” yang tak ada duanya. Dari Pele, Garrincha, Jair, Rivelino, Zico, Ronaldo Nazario, Ronaldinho, Kaka, hingga Neymar Junior. Brazil menjadi kutub tersendiri di antara pusat-pusat peradaban sepak bola seperti Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Argentina.</p>
<p>Dengan segala kebesaran itu, kesan apakah yang Anda rasakan ketika CBF kesengsem mendatangkan Carlo Ancelotti, “ulama sepak bola” dari Italia, kutub yang <em>notabene</em> secara ideologis dan gaya bermain menggambarkan paradoksa dengan Brazil?</p>
<p>Sebegitu gentingkah kondisinya, sehingga CBF membutuhkan sentuhan dari tokoh yang dalam “spiritualitas taktik” dan kultural sejatinya berbeda?</p>
<p>Pelatih genius Manchester City, Pep Guardiola pernah masuk radar incaran untuk menyegarkan manajemen Selecao. Juga legenda Real Madrid, Zinedine Zidane. Langkah memboyong Don Carlo diseriusi lewat berbagai pintu pendekatan.</p>
<p>Neymar Junior, misalnya, membentuk opini untuk meyakinkan kepada Ancelotti tentang kehendak perubahan sepak bola negerinya. Ricardo Kaka, yang pernah diasuh oleh Don Carlo di AC Milan disebut-sebut pernah menjadi utusan khusus CBF untuk merayu eks mentornya itu. Legenda Ronado Nazario juga diberitakan menghubungi Don Carlo untuk missi tersebut.</p>
<p>CBF berargumen dengan rasionalitas, bahwa Ancelotti membuktikan mampu mengeksplorasi talenta-talenta Negeri Samba yang bermain untuk Real Madrid, yakni Vinicius Junior, Rodrygo Goes, dan Endrick.</p>
<p>Dalam penilaian Ednalno, banyak pemain yang menyukai Don Carlo. Mereka yang dilatih menceritakan, Ancelotti adalah sosok ideal, sementara yang lain menyatakan ingin dilatih karena dia adalah orang yang tepat. Presiden CBF pun percaya, Ancelotti merupakan figur yang sempurna untuk Selecao.</p>
<p><strong>Kultural</strong><br />
Sejarah sepak bola di negeri lima kali juara dunia itu mencatat, tak mudah mendapat kepercayaan sebagai pelatih. Selain reputasi, juga keberanian mental untuk menjadi “santapan” media. <em>Mindset</em> publik tergambar dari tuntutan “hanya mau <em>copa</em>, hanya mau Piala Dunia”.</p>
<p>Siapa pun dia, sosok pelatih selalu dihadapkan pada pilihan sulit. Setia pada pakem kultural j<em>ogo bonito</em>, atau mencoba mengusung cara bermain yang pragmatis. Sepak bola Negeri Samba itu kental dengan kultur <em>jeitinho</em>, yakni transformasi sikap keseharian yang “tidak tahu apa yang akan dilakukan kemudian”, bergerak lebih menuruti naluri. Dan, ketika naluri seni artistik lebih larut dalam sikap bersepak bola, yang mengemuka adalah pikiran “untuk apa menang, kalau dengan cara yang biasa-biasa saja?”.</p>
<p>Dalam catatan, pelatih yang sukses memadukan pragmatisme dengan keindahan irama tarian samba adalah Carlos Alberto Perreira yang menjuarai Piala Dunia 1994, dan Felipe Luis Scolari arsitek tim 2002. Keduanya belajar dari kegagalan Sebastiao Lazaroni di Piala Dunia 1990 ketika memilih jalur pragmatis secara total. Sedangkan Tele Santana, yang diakui sebagai ideolog sepak bola indah, gagal pada 1982 dan 1986 walaupun Brazil dengan Zico, Socrates, dan Falcao dikenang sebagai “tim paling artistik sepanjang masa”.</p>
<p>Tite sebenarnya bersikap seperti Big Phil, namun keseimbangan yang dia usung di Rusia 2018 dan Qatar 2022 tak membuahkan trofi. Dia lalu digantikan sementara oleh Ramon Menezes, sebelum CBF resmi menunjuk Dorival Junior yang kemudian juga dianggap gagal.</p>
<p>Kini, mendatangkan Carlo Ancelotti, “orang luar” sebagai pilihan yang dianggap paling tepat, walaupun tentu bernuansa spekulasi, baik bagi Brazil sendiri maupun bagi Don Carlo. Bagaimanapun, di tengah arus global sepak bola, CBF dihadapkan pada kontroversi, sama seperti ketika Inggris mendatangkan Sven Goran-Eriksson (Swedia), lalu Fabio Capello (Italia), dan kini Thomas Tuchel (Jerman) untuk mengarsiteki tim nasional Tiga Singa.</p>
<p>Ide ini adalah eksperimen besar bagi Brazil. Ketika para “ulama sepak bolanya” gagal memberi sentuhan yang menghasilkan trofi dunia, Don Carlo menjadi jalan tengah. Bagi Don Carlo sendiri, ”ajaran” yang sukses dia terapkan untuk Parma, AS Roma, AC Milan, Chelsea, dan Real Madrid tentu harus diadaptasikan dengan transformasi kultur dan ideologi yang sama sekali berbeda. Yang menjadi modal adalah talenta sepak bola yang tak pernah kering di negeri ini.</p>
<p>Ancelotti tumbuh dan besar dalam pemahaman filosofi <em>catenaccio</em> Italia, lalu berkembang dengan pendekatan permainan yang dia bangun di klub-klub Italia, dan berbeda pula dasar-dasar yang dia terapkan untuk Chelsea dan Real Madrid.</p>
<p>Menarik untuk menunggu, seperti apa Tim Samba Brazil dalam sentuhan Don Carlo nanti? Bagaimana aplikasi transformatif legenda Italia yang telah bertualang di banyak klub ini, beradaptasi dengan sepak bola Brazil yang sarat dengan seni “pengucapan jiwa”?</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/05/17/don-carlo-dan-transformasi-kultural-ke-tim-samba-brazil">Don Carlo, dan Transformasi Kultural ke Tim Samba Brazil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Imaji Perkawinan Samba dan Tiki-Taka</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/04/16/imaji-perkawinan-samba-dan-tiki-taka</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2022 10:00:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Jogo Bonito]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tiki-Taka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=245639</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // terbayangkankah ideologi sepak bola/ dengan aura seninya?/ tergambarkan pulakah doktrin skematika/ tiki-taka bertemu artistika samba/ diracik dalam adonan cinta/ imajinasi tentang sepak bola dan jiwa/ eksotika dalam angan penuh warna// (Sajak “Andai Pep Mengulik Samba”, 2022) BRAZIL? Sebagai “lembaga”, dia adalah imaji puncak setiap kali berbicara tentang seni sepak bola. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/04/16/imaji-perkawinan-samba-dan-tiki-taka">Imaji Perkawinan Samba dan Tiki-Taka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-245652 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/04/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/04/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/04/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/04/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// terbayangkankah ideologi sepak bola/ dengan aura seninya?/ tergambarkan pulakah doktrin skematika/ tiki-taka bertemu artistika samba/ diracik dalam adonan cinta/ imajinasi tentang sepak bola dan jiwa/ eksotika dalam angan penuh warna//</em><br />
<strong>(Sajak “Andai Pep Mengulik Samba”, 2022)</strong></p>
<p><strong>BRAZIL</strong>? Sebagai “lembaga”, dia adalah imaji puncak setiap kali berbicara tentang seni sepak bola.</p>
<p>Pep Guardiola? Sebagai individu, dialah angan tentang eksotika dalam filosofi skematika.</p>
<p>Ada entitas yang terwakili. Brazil dengan Samba-nya, Pep dengan <em>tiki-taka</em>-nya. Samba dengan <em>jogo bonito</em>-nya, <em>tiki-taka</em> mengusung <em>possession football</em> dengan eksotikanya.</p>
<p>Ketika samba dan tiki-taka dipertemukan dalam “perkawinan filosofi”, semenggoda apa lagi angan yang bisa kita apungkan?</p>
<p>Tentu tak terbayangkan dalam sejarah sepak bola Brazil. Tak pula dalam perjalanan karier “ideologis” Pep Guardiola. Ooo, seorang pelatih Eropa mengulik sebuah tim dari negeri yang memperlakukan sepak bola sebagai “agama”? Ooo, tim nasional yang bagai “kuil pemujaan” membuka diri bagi arsitek yang pasti menerapkan standar-standar berbeda dalam disiplin organisasi taktik?</p>
<p>Sebagai ekspresi kultur dan daya hidup, butuhkan samba akan skema disiplin organisasi?</p>
<p>Mampukah skematika tiki-taka “menangani” arus transendensi “tarian” bersepak bola para aktor <em>jogo bonito</em>?</p>
<p><strong>Angin Perubahan</strong><br />
Suara-suara ketertarikan sepak bola Brazil kepada kreativitas taktik Pep Guardiola tampaknya tak sekadar mengapung sebagai wacana. Ada gagasan yang rupanya meniupkan angin perubahan.</p>
<p>Benarkah sepak bola Brazil membuka diri bagi sebuah mimpi yang terbilang liar? Dari sisi Pep, beranikah pelatih asal Spanyol itu mempertaruhkan nama besar untuk sebuah “proyek filosofis” yang pasti menyita perhatian dunia?</p>
<p>Dia telah merajut sukses bersama Barcelona, Bayern Muenchen, dan Manchester City, namun belum untuk tim nasional. Beberapa kali dikaitkan dalam bursa pelatih timnas Spanyol, namun dia memilih tetap berkhidmat ke klub.</p>
<p>Untuk Brazil, beranikah dia? “Berani” menolak kesempatan itu, atau “berani” mencicipi petualangan penuh risiko? Bukankah pelatih Selecao adalah “sosok berani mati” yang hanya mengenal kewajiban meraih trofi, juara, dan menyajikan estetika?</p>
<p>Inilah diskursus tentang sebuah ekstremitas perubahan, dari sisi kedua entitas yang luar biasa.</p>
<p><strong>Arsitek Keindahan</strong><br />
Sejarah sepak bola Brazil mencatat dua arsitek keindahan Tim Samba, Mario Zagallo di Piala Dunia 1970, serta Tele Santana di Piala Dunia 1982 dan 1986.</p>
<p>Skuad Zagallo memenangi trofi 1970, yang disebut-sebut sebagai tim paling indah sepanjang masa. Dia memiliki semua elemen eksotika lewat para aktor seperti Gerson, Jairzinho, Rivelino, Pele, dan Tostao. Inilah ekspresi <em>jogo bonito</em> paling sohor: menang dengan cara indah.</p>
<p>Santana tidak memenangi Piala Dunia. Di Spanyol 1982 gagal di perempatfinal karena takluk dari Italia. Aktor-aktor seperti Zico, Socrates, Cerezo, Falcao, dan Eder memainkan sepak bola yang sangat menghibur meskipun akhirnya dikalahkan Italia dengan gerendel <em>catenaccio</em>-nya.</p>
<p>Di Piala Dunia 1986 sama saja, kali ini dihentikan oleh tim yang sama-sama indah, Prancis lewat drama penalti. Santara meracik estetika lewat Zico, Socrates, Falcao, Josimar, Cerezo, Alemao, dan Careca.</p>
<p>Setelah dua kegagalan itu, Brazil didorong melupakan “rasa” untuk memilih “realitas”, yakni memaksimalkan keunggulan teknis para pemain dengan taktik yang pragmatis.</p>
<p>Untuk Piala Dunia 1990 muncul nama Sebastiano Lazaroni, yang akhirnya gagal total. Brazil dikiritik bermain tanpa “jiwa”. Di AS 1994, Carlos Alberto Parreira, suksesor Lazaroni, lalu memadukan “ideologi” dan “seni”. Dia mampu memberikan piala yang dirindukan sejak sukses 1970. Carlos juga membawa Selecao ke final Piala Dunia 1998, namun dikalahkan oleh tuan rumah Prancis di partai final.</p>
<p>Empat tahun kemudian di Korea-Jepang, di bawah Luiz Felipe Scolari, Brazil berjaya. “Big Phil” sempat menyulut kontroversi karena menyebut “<em>jogo bonito</em> telah mati”. Nyatanya, ekspresi seni Ronaldo, Ronaldinho, Cafu, Rivaldo, Roberto Carlos, dan Juninho Paulista tak bisa dibendung, tetap membawakan orkestrasi keindahan samba.</p>
<p>Di Piala Dunia 2006, 2010, 2014, dan 2018, Brazil beruntun mengalami kegagalan. Kini harapan terhadap ekspresi filosofi Adenor Leonardo Bacchi alias Tite &#8212; yang menukangi Selecao sejak Rusia 2018 &#8212; untuk memadukan “imajinasi” dan realitas organisasi taktik, ditunggu di Qatar.</p>
<p>Para pemuja sepak bola samba tak mau sekadar <em>futebol-arte</em>, yakni pembebasan yang menempuh cara apa saja, yang penting menang dan mendapat piala. Impiannya adalah <em>jeitinho</em>, kultur yang dalam tafsir bebas bisa diartikan sebagai “jalan lain” yang melekat dalam cara berpikir masyarakat Brazil.</p>
<p>Buku <em>Sepotong Mimpi dari Rusia</em> (2018) menarasikan, dalam kehidupan sehari-hari, ketika menghadapi kondisi tak terduga, sulit, atau pelik, mereka dituntut untuk kreatif, imajinatif, intuitif, dan fleksibel. Survivalitas diperjuangkan dengan antisipasi sikap naluriah yang apa adanya. Inilah latar sejarah pembebasan hidup dari dominasi proletar kulit putih.</p>
<p><em>Jeitinho</em> terekspresikan, misalnya dari pernyataan Socrates, kapten tim 1982 dan 1986 yang adalah seorang dokter, “Kami tidak tahu apa yang akan kami lakukan 15 menit ke depan”. Ya, itulah ungkapan naluri, semacam pembebasan dari hukum, struktur, atau aturan, yang dalam sepak bola seolah-olah melawan “sikap modern”, keteraturan organisasi dan sistem yang dikembangkan sebagai tesis, antitesis, dan sintesis dalam sepak bola Eropa. (Amir Machmud NS, 2018)</p>
<p><strong>Langkah Serius</strong><br />
Visi CBF (Federasi Sepak Bola Brazil) membidik Pep Guardiola rupanya bukan sekadar angan mengawinkan taste artistik dari dua benua. Langkah serius sudah ditempuh, karena apa pun hasil yang diraih Tite di Piala Dunia Qatar 21 November &#8211; 18 Desember mendatang, bakal berlangsung suksesi. Tite, yang sudah bersama Selecao sejak 2016, sudah menyatakan mundur selepas Coppa del Mundo 2022.</p>
<p>CBF merancang proposal ambisius untuk memboyong Pep, yang kini melatih Manchester City. Dapat dibayangkan, The Citizens akan mempertahankan pria Spanyol yang telah memberi “maqam” tinggi Manchester Biru dalam percaturan Liga Primer dan Eropa. Posisi finansial City sebagai salah satu klub kaya tentu juga sudah dipertimbangkan oleh CBF.</p>
<p>Menurut <em>Marca,</em> sebagaimana dikutip <em>detik.com</em> (7/4-2022), CBF sudah mengontak agen Pep yang juga saudaranya, Pere. Dalam proposal CBF, diajukan tawaran gaji 12 juta euro. Angka itu memang di bawah bayaran Pep di Etihad, 16,7 juta poundsterling atau sekitar 20 juta Euro, namun untuk pelatih tim nasional merupakan nominal besar. Para pelatih mendapatkan gengsi tersendiri ketika mengarsiteki timnas, apalagi yang sekelas Tim Samba.</p>
<p>Kontrak Pep di Manchester Biru baru berakhir hingga musim depan. Pastilah bakal berlangsung tarik menarik seru: Brazil ingin membawanya lebih cepat, atau menunggu kontrak Pep selesai.</p>
<p>Selama ini, siapa sosok yang menangani timnas Brazil, Argentina, Italia, Inggris, Jerman, atau Spanyol selalu memiliki tempat tersendiri di panggung publikasi media.</p>
<p>Makin menjadi menarik ketika negara-negara dengan citra sebagai kiblat sepak bola dunia itu memilih figur asing. Inggris sudah berani keluar dari pakem itu ketika menyerahkan kepemimpinan Tim Tiga Singa kepada pelatih asal Swedia Sven-Goran Eriksson pada 2001-2006, dan Fabio Capello dari Italia pada 2008-2012.</p>
<p>Baru sekadar kabar yang mengaitkan Brazil dan Pep Guardiola pun, rasanya sudah menjadi “permainan lezat”. Telah terbayang macam-macam tentang eksotika seperti apa dari perkawinan antara samba dan <em>tiki-taka</em>.</p>
<p>Tentu apabila pria 51 tahun itu mampu menjelajahi secara tepat pemaknaan <em>futebol-arte</em> dan kultur <em>jeitinho</em> sebagai nilai-nilai yang disatukan dengan konsep sepak bolanya.</p>
<p><em>&#8212; </em><strong>Amir Machmud NS</strong><em>, wartawan suarabaru.id, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah &#8212;</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/04/16/imaji-perkawinan-samba-dan-tiki-taka">Imaji Perkawinan Samba dan Tiki-Taka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>