<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jack Grealish Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/jack-grealish/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 03 Oct 2025 09:03:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Jack Grealish Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menemukan Kembali Jack Grealish</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/04/menemukan-kembali-jack-grealish</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Oct 2025 10:00:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aston Villa]]></category>
		<category><![CDATA[David Moyes]]></category>
		<category><![CDATA[Everton]]></category>
		<category><![CDATA[Jack Grealish]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[manchester city]]></category>
		<category><![CDATA[napoli]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=499533</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // jangan simpulkan ini pembuangan/ bukankah kepindahan bisa menjadi terapi/ ruang baru untuk introspeksi/ dan unjuk diri/ menemukan yang lepas/ memainkan yang seharusnya bisa mereka mainkan&#8230;// (Sajak “Dinamika Pemain Pinjaman”, 2025) INIKAH era, ketika seorang pemain menemukan dirinya kembali, justru di klub lain? Entah dengan status hijrah permanen, atau pindah lantaran [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/04/menemukan-kembali-jack-grealish">Menemukan Kembali Jack Grealish</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-499538 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/10/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// jangan simpulkan ini pembuangan/ bukankah kepindahan bisa menjadi terapi/ ruang baru untuk introspeksi/ dan unjuk diri/ menemukan yang lepas/ memainkan yang seharusnya bisa mereka mainkan&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Dinamika Pemain Pinjaman”, 2025)</strong></p>
<p><strong>INIKAH</strong> era, ketika seorang pemain menemukan dirinya kembali, justru di klub lain? Entah dengan status hijrah permanen, atau pindah lantaran dipinjamkan?</p>
<p>Mayoritas, mereka seperti mendapat pencerahan dan semangat kebangkitan. Simaklah kisah Scott McTominay, gelandang Manchester United yang dijual ke Napoli. Musim lalu McTominay justru bersinar dan menjadi Pemain Terbaik Liga Serie A, dan bukankah realitas ini seperti “mengejek” MU?</p>
<p>Kini pemain asal Skotlandia itu disusul oleh Rasmus Hojlund, yang juga dijual ke Gli Partenopei. Sejauh ini, performa Hojlund di klub peraih <em>scudetto</em> itu sudah menjanjikan, dengan mencetak tiga gol dari lima pertandingan.</p>
<p>Pemain Denmark itu menjadi <em>man of the match</em> dalam laga melawan Sporting Lisbon di Liga Champions, dengan memborong dua gol dari umpan Kevin de Bruyne. “Raja assist” Manchester City itu, bersama Hojlund menjadi rekrutan panas Napoli musim ini. Tak ragu dia menyebut Hojlund mirip eks rekannya di The Citizens, Erling Haaland yang pintar memanfaatkan ruang untuk mencetak gol, dan selama ini dimanjakan oleh umpan-umpannya.</p>
<p>Kisah dari Liga Italia itu kurang lebih sama dengan cerita pemain lainnya dari MU. Antony, yang dipinjamkan ke Real Betis, karena bermain cemerlang musim lalu, kini dipermanenkan oleh klub La Liga tersebut.</p>
<p>La Liga juga menjadi ajang pemulihan performa Marcus Rashford yang kini dipinjamkan ke Barcelona. Striker Setan Merah itu memperlihatkan kontribusi menjanjikan di setiap laga Blaugrana. Dia tampak menemukan kembali kegacoran dalam nuansa kegembiraan bermain di lingkungan baru.</p>
<p><strong>Jack Grealish</strong><br />
Kecenderungan pemulihan penampilan juga dicatat oleh Jack Grealish, gelandang kreatif The Citizens yang kini dipinjamkan ke Everton. Dalam satu musim terakhir, Grealish tak bermain dalam kapasitas terbaik untuk City.</p>
<p>Telah cukup lama, pemain yang pernah disebut-sebut mewarisi <em>skill</em> ajaib ala Paul Gascoigne ini mengalami penurunan kualitas, terutama karena gaya hidupnya yang buruk. Dia tidak mampu mengelola dirinya sendiri, cenderung menyukai pesta dan kehidupan malam.</p>
<p>Di Everton, yang semula diperkirakan bakal makin menenggelamkannya, Grealish ternyata moncer. Dari lima laga, dia telah mengontribusikan empat <em>assist</em>. Bandingkan, dalam 20 pertandingan di Manchester Biru, dia hanya menyumbang satu umpan kunci.</p>
<p>Inikah tanda-tanda kebangkitan pemain usia 30 yang melejit bersama Aston Villa itu?</p>
<p>Tak hanya dia dan pelatih David Moyes yang senang. Rekannya di Etihad, Erling Haaland juga menyambut pemulihan performa Grealish. Di media sosialnya, Haaland menulis “Jack de Bruyne melakukan lagi untuk Everton”.</p>
<p>Bersama Kevin de Bruyne, yang sekarang pindah ke Napoli, Grealish dikenal sebagai gelandang sayap dengan umpan-umpan yang memanjakan para penyerang City. Penurunan performa membuat dia kehilangan kepercayaan dari pelatih Pep Guardiola. Dia memang suka “memanjakan diri” dengan pesta-pesta dan dugem, dan itu diakui sendiri sebagai salah satu penyebab kemunduran penampilannya.</p>
<p>Kepada <em>Sky Sports</em> (<em>detik.com</em> 29 September 2025), Grealish mengaku kini ada perubahan kebiasaan. Dia mengurangi pesta. “Orang-orang berkata, ‘Grealish suka keluar, dia suka berpesta’. Ya, memang seperti itu”.</p>
<p>“Saya ingin bisa menjalani hidup dan menikmati diri sendiri, tetapi jelas ada waktu dan tempat untuk melakukannya. Namun sepertinya, saya mungkin tidak memilih waktu dan tempat yang tepat di City. Di sana, saya tidak bisa menahan diri,” ungkapnya.</p>
<p>David Moyes, pelatih Everton, tidak memberikan pelatihan khusus kepada Jack Grealish agar bisa bersinar lagi. Moyes paham, Grealish memang punya kualitas. “Saya tidak kaget dengan performanya. Dia hanya perlu memaksakan dirinya untuk bisa tampil bagus,” katanya.</p>
<p>Kepada <em>BBC</em>, dia menyatakan, sejauh ini terkesan dengan dampak instan yang dihadirkan pemain kelahiran Birmingham itu. “Bahkan lebih baik dari yang saya kira. Dia mungkin butuh sedikit cinta dan perhatian. Juga pertandingan” .</p>
<p>Menurut Moyes, Grealish memberikan perbedaan besar di Everton. Apakah itu <em>assist</em>, keberadaannya, dan banyak hal.</p>
<p><strong>Teknik Ajaib</strong><br />
Tak sedikit tokoh sepak bola Inggris yang terkesan dengan potensi teknik Jack Grealish, yang bahkan mengingatkan kepada Paul Gascoigne, pemain tim nasional yang sangat menonjol di Piala Dunia 1990 dan Euro 1996. Media bahkan memberi predikat “Greal Deal” untuk salah satu <em>skill</em> olah bola Grealish.</p>
<p>Gascoigne, pemain yang dibesarkan oleh Tottenham Hotspur, pada era 1990-an pernah disebut-sebut sebagai talenta langka Inggris dengan teknik ajaib ala Brazil; kemampuan yang tidak biasa dalam tradisi sepak bola Inggris Raya.</p>
<p>Liga Primer menemukan potensi penerus kemampuan itu pada diri Joe Cole, penyerang sayap yang pernah membintangi Liverpool dan Chelsea dan dijuluki “New Gascoigne”.</p>
<p>Bersama Manchester City, sejak 2021, Grealish sebenarnya menjadi andalan Pep Guardiola. Akan tetapi dia juga “mewarisi” kebengalan Gascoigne yang menyukai pesta, dan itulah yang membuat dia gagal bersinar di tengah para bintang Pasukan Etihad. Belum lama berselang, dia juga sempat mengaku tidak menikmati masa-masa di Etihad.</p>
<p>Lalu kenapa dia tampak menemukan kembali kegembiraan di Everton?</p>
<p>Kalimat David Moyes “&#8230;berikanlah sedikit cinta dan perhatian&#8230;” tampaknya harus ditafsirkan sebagai “vitamin” untuk Grealish, saat ini. Jika menyimak kembali curhatnya tentang “tidak menikmati masa-masa bersama City”, apakah ada faktor “hati dan rasa” yang tidak dia temukan di sana?</p>
<p>Bahwa Pep adalah pelatih berpengalaman yang tentu sudah mendeteksi persoalan batin salah satu bintangnya, mengisyaratkan terdapat suasana kurang nyaman yang dirasakan Grealish. Setidak-tidaknya, yang dia tumpahkan sebagai unjuk kemampuan di Everton adalah bukti bahwa dia belum memberikan total potensinya di Etihad.</p>
<p>Rasanya, sangat disayangkan andai sepak bola secepat itu kehilangan pemain dengan bakat langka seperti Jack Grealish. Dari sisi ini, peminjamannya ke Everton menjadi jalan keluar yang pas, apalagi ketika dia juga memahami ada persoalan sikap yang dengan sadar dia ubah.</p>
<p>Apakah dia harus berada di luar lingkaran Manchester City dengan dipermanenkan oleh Everton atau hijrah ke klub lain, ada banyak kemungkinan yang tersekulasikan.</p>
<p>Untuk sementara, mari kita nikmati kembalinya Grealish dengan “Greal Deal”-nya&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/04/menemukan-kembali-jack-grealish">Menemukan Kembali Jack Grealish</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tak Mudah Menemukan Sosok Semenyatu Southgate di &#8220;Tiga Singa&#8221;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/20/tak-mudah-menemukan-sosok-semenyatu-southgate-di-tiga-singa</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Jul 2024 10:00:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Alex Trent]]></category>
		<category><![CDATA[harry-kane]]></category>
		<category><![CDATA[Jack Grealish]]></category>
		<category><![CDATA[Jordan Pickford]]></category>
		<category><![CDATA[Kieran Trippier]]></category>
		<category><![CDATA[Kylie Walker]]></category>
		<category><![CDATA[Luke Shaw]]></category>
		<category><![CDATA[marcus rashford]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://suarabaru.id/?p=426174</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // diakah singa itu?/ mewujud satu di antara tiga/ yang perkasa/ ketika dia pergi/ bisakah yang tiba menjadi singa berikutnya?// (Sajak &#8220;Tiga Singa&#8221;, Juli 2024) KETIKA Asosiasi Sepak Bola (FA) Inggris memercayakan tim nasional The Three Lions kepada Fabio Capello pada 2008, banyak pundit yang mereaksi dengan penuh kekagetan, sekaligus harapan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/20/tak-mudah-menemukan-sosok-semenyatu-southgate-di-tiga-singa">Tak Mudah Menemukan Sosok Semenyatu Southgate di &#8220;Tiga Singa&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-426223 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/BOLA-BOLA-LOGO-1-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/BOLA-BOLA-LOGO-1.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// diakah singa itu?/ mewujud satu di antara tiga/ yang perkasa/ ketika dia pergi/ bisakah yang tiba menjadi singa berikutnya?//</em><br />
<strong>(Sajak &#8220;Tiga Singa&#8221;, Juli 2024)</strong></p>
<p><strong>KETIKA</strong> Asosiasi Sepak Bola (FA) Inggris memercayakan tim nasional The Three Lions kepada Fabio Capello pada 2008, banyak <em>pundit</em> yang mereaksi dengan penuh kekagetan, sekaligus harapan.</p>
<p>Selama ini ada anggapan, yang paling mengerti sepak bola Inggris dengan detail filosofinya adalah orang Inggris sendiri. Para tokoh seperti Alf Ramsey, Bobby Robson, Terry Venables, atau Kevin Keegan dianggap lebih paham tentang apa dan bagaimana sepak bola Inggris, yang memang punya karakteristik khas.</p>
<p>Kegegeran wacana publik pada era Capello dulu kira-kira sama dengan ketika Pep Guardiola atau Carlo Ancelotti dispekulasikan mengarsiteki Selecao, tim nasional Brazil, beberapa tahun kemudian, walaupun itu baru sebatas wacana.</p>
<p>Ketika itu, pertanyaannya: apakah Inggris sudah kehilangan rasa percaya diri dengan menghadirkan &#8220;orang luar&#8221; &#8212; dari Italia &#8212; yang memiliki filosofi sepak bola berbeda, sebagai pelatih? Benar-benar sudah frustrasikah FA untuk mengembalikan kejayaan dengan mengusung <em>tagline</em> &#8220;Football Comes Home&#8221; dalam turnamen mayor setelah sukses 1966?</p>
<p>Sebelum Fabio Capello &#8212; yang punya sejarah sukses menukangi AC Milan &#8212; sebenarnya sudah ada nama pelatih asing, Sven Goran-Eriksson yang diharapkan membawa visi baru dalam permainan Inggris. Yakni dari kick and rush yang seperti &#8220;robot&#8221; ke arah gaya Eropa daratan.</p>
<p>Kita bisa menyimak seni liukan pinggul, teknik menahan bola, juga kutak-kutik taktik memainkan tempo. Pelatih asal Swedia itu lima tahun (2001-2006) bersama Tim Tiga Singa.</p>
<p>Kini, pengganti Gareth Southgate pasca-Euro 2024 agaknya lebih mengarah ke pelatih lokal ketimbang kemungkinan memilih nama-nama yang diapungkan: dari Juergen Klopp, Pep Guardiola, hingga Mauricio Pochettino.</p>
<p>Di antara yang dijagokan terdapat nama lokal Eddie Howe, Graham Potter, dan Lee Carsley; tetapi FA belum memastikan pilihan.</p>
<p><strong>Perubahan Gaya</strong><br />
Apakah ketika itu Eriksson dan Capello bisa merevolusi gaya bermain di timnas Tiga Singa?</p>
<p>Sedikit perubahan gaya memang mereka bawa. Tapi keduanya mengalami kegagalan justru dalam perhelatan putaran final. Memukau di perjalanan kualifikasi dan sempat menumbuhkan harapan, namun mengendur di medan utama. Seperti Eriksson yang gagal di perdelapan Piala Dunia 2006, dan Inggris bersama Capello terpuruk di Afsel 2010.</p>
<p>Di antara 16 pelatih nasional yang silih berganti dipercaya sejak sukses Alf Ramsey di Piala Dunia 1966, Gareth Southgate termasuk yang cukup lama menukangi timnas. Sebelum mengundurkan diri selepas Euro 2024, selama 10 tahun dia membentuk Harry Kane dkk menjadi kekuatan internasional yang tak hanya berada di tataran <em>medioker</em>. Dia bahkan disebut-sebut sebagai pelatih terbaik setelah Alf Ramsey yang memberi trofi Piala Dunia 1966.</p>
<p>Pada 2018, Inggris dia bawa ke semifinal Piala Dunia, dan akhirnya menempati peringkat keempat di bawah Prancis, Kroasia, dan Belgia. Dia juga berturut-turut mengantar tim ke final Euro, 2020 (kalah adu penalti dari Italia), dan 2024 (kalah 1-2 dari Spanyol).</p>
<p>Capaian ini tidaklah kaleng-kaleng. Dia sukses menyatukan potensi-potensi muda seperti Bukayo Saka, Jude Bellingham, Kobbie Mainoo, Declan Rice, dan Ollie Witkins dengan para bintang sekualitas Harry Kane, Jordan Pickford, Alex Trent, Kieran Trippier, Luke Shaw, dan Kylie Walker. Dia berani meninggalkan pemain berkategori elite, Marcus Rashford dan Jack Grealish.</p>
<p>Harry Maguire, bek sentral yang menjadi tulang punggung Gareth Southgate sejak 2016, berkomentar, sang pelatih telah berhasil menyuntikkan kepercayaan diri untuk kebangkitan Three Lions.</p>
<p><strong>Chemistry</strong><br />
Memang tidak mudah menemukan <em>chemistry</em> pelatih dan timnya seperti kisah Southgate dengan Inggris. Dia telah menyatukan visi, filosofi, dan taktik bermain ke Pasukan Tiga Singa. Selama 10 tahun terakhir, Southgate betul-betul identik dengan apa pun kiprah timnas.</p>
<p>Walaupun para legenda banyak mengkritik Inggris &#8220;kurang punya karakter&#8221; dan miskin taktik pada awal penampilan di Euro 2024, namun perlahan tapi pasti Southgate membawa tim ke performa yang meningkat dari perempatfinal, semifinal, hingga final.</p>
<p>Ya, sedikit saja kekurangberuntungan saat menghadapi Spanyol di partai puncak, namun Inggris mampu menghadirkan pertarungan sengit melawan La Furia Roja.</p>
<p>Itu adalah cermin, bagaimanapun, selama satu dasawarsa Southgate telah membawa Inggris ke percaturan elite.</p>
<p>Siapa pun penggantinya, tak mudah memberi bandingan performa timnas Inggris di bawah Gareth Southgate dengan gambaran penampilan-penampilan berikutnya.</p>
<p>Dia telah melangkah dengan memadukan elemen-elemen perkembangan dinamis klub-klub sepak bola di Liga Primer, menyerap kehadiran pelatih sekualitas Klopp dan Pep di liga, kemampuan bersaing di pelataran Eropa dan dunia</p>
<p>Yang tak kalah penting, mengintroduksi taktik yang sesuai dengan tuntutan persaingan, tanpa harus merasa inferior &#8220;kurang pergaulan&#8221; di level elite&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/20/tak-mudah-menemukan-sosok-semenyatu-southgate-di-tiga-singa">Tak Mudah Menemukan Sosok Semenyatu Southgate di &#8220;Tiga Singa&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jude Bellingham, “Sihir” Antitesis Sepak Bola Inggris</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/09/30/jude-bellingham-sihir-antitesis-sepak-bola-inggris</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 Sep 2023 10:00:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[bukayo-saka]]></category>
		<category><![CDATA[Jack Grealish]]></category>
		<category><![CDATA[Jadon Sancho]]></category>
		<category><![CDATA[Jude Bellingham]]></category>
		<category><![CDATA[Kevin Keegan]]></category>
		<category><![CDATA[Raheem Sterling]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=370902</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pesona apa yang dia bawa ke La Liga?/ kelembutankah, atau kegagahan sepak bola/ Bellingham, kau datang/ anak langka dengan citarasa yang berbeda// (Sajak “Jude Bellingham”, 2023) ANDA mungkin telah lupa terhadap nama yang satu ini: Kevin Keegan. Atau boleh jadi tak mengenal bintang masa silam Inggris itu sebaik yang Anda [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/30/jude-bellingham-sihir-antitesis-sepak-bola-inggris">Jude Bellingham, “Sihir” Antitesis Sepak Bola Inggris</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-370906 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/logo-bola-bola-2.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/logo-bola-bola-2.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/logo-bola-bola-2-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pesona apa yang dia bawa ke La Liga?/ kelembutankah, atau kegagahan sepak bola/ Bellingham, kau datang/ anak langka dengan citarasa yang berbeda//</em><br />
<strong>(Sajak “Jude Bellingham”, 2023)</strong></p>
<p><strong>ANDA</strong> mungkin telah lupa terhadap nama yang satu ini: Kevin Keegan. Atau boleh jadi tak mengenal bintang masa silam Inggris itu sebaik yang Anda tahu tentang para jagoan masa kini: Raheem Sterling, Jadon Sancho, Jack Grealish, atau Bukayo Saka.</p>
<p>Menderetkan nama bintang-bintang Inggris itu rasanya pantas dilakukan sebelum kita mengulas “penyihir” yang sedang menjadi bahan pembicaraan: Jude Victor William Bellingham alias Jude Bellingham. Dia permata Inggris paling berharga yang kini bermain dan menyinari Real Madrid di La Liga.</p>
<p>Dalam deret masa silam lainnya, mungkin pula Anda kurang detail tentang Paul Gascoigne dan Joe Cole. Dahulu, keduanya adalah “penyihir” yang menjadi pembeda, bakat langka dengan karakter yang tidak seperti umumnya rata-rata pemain Inggris Raya.</p>
<p>Gascoigne adalah pusatnya, sedangkan Cole &#8212; yang tumbuh dalam dasawarsa setelahnya &#8212; pernah menyandang predikat sebagai “New Gascoigne”, julukan yang juga sempat disematkan kepada Jack Grealish, gelandang internasional Inggis yang bermain untuk Manchester City, dengan teknik langka menyerupai Gazza.</p>
<p>Mungkin tak berlebihan menyebut nama-nama itu sebagai “bintang Inggris yang mem-Brazil”, atau “talenta berteknik Amerika Latin yang tumbuh di pelataran Eropa”.</p>
<p>Keegan, The Mighty Morse, pada akhir dasawarsa 1970 atau awal 1980 pernah begitu identik dengan Hamburg SV. Impresivitasnya bersama klub Bundeliga itu menghadirkan anugerah Pemain Terbaik Eropa, trofi Ballon d’Or 1978-1979. Ketika itu, rekaman pertandingan Liga Jerman dapat disimak di <em>TVRI</em> setiap hari Minggu.</p>
<p>Bakat terbesar Inggris pasca-Keegan, tak pelak lagi adalah Paul “Gazza” Gascoigne. Gazza punya teknik istimewa dan personalitas, yang menjadikannya pusat perhatian di Piala Dunia 1990. Pengaruh kehidupan yang alkoholik, menjadikan namanya menjadi tak sebesar Bobby Charlton atau George Best sebagai peman-pemain top Britania Raya.</p>
<p>Dengan kapasitas teknik kelas satu, Gazza terkendala oleh temperamen, baik di dalam maupun di luar lapangan. Di luar kebengalannya, Anda tak akan bosan menyaksikan video aksi-aksi berkelas “Si Badut” itu dari arena Piala Dunia 1990 dan Euro 1996.</p>
<p>Dalam rentang angkatan berikutnya, Raheem Sterling, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka adalah para <em>winger</em> alamiah dengan gocekan bola yang membedakan dari rata-rata pemain Inggris yang berkarakter <em>kick and rush</em>. Mereka punya dribel dengan lentik goyangan mengecoh, meliuk-liuk.</p>
<p>Sterling yang berdarah Jamaika meroket bersama Liverpool sebelum memuncak di Manchester City. Sayang, sayap dengan dribel indah ini seperti tenggelam bersama Chelsea, padahal sebelumnya tak pernah absen menjadi andalan Tim Tiga Singa.</p>
<p>Sementara itu, Jadon Sancho, yang sekarang sedang bermasalah dengan Erik ten Hag di Manchester United, tumbuh besar di Borussia Dortmund. Gerakannya mengiris sayap terkesan “liar”, mirip dengan gaya Neymar Junior. Menurut saya, merupakan kesalahan besar bila MU gagal memanfaatkan jasanya, apalagi hanya karena persoalan friksi komunikasi.</p>
<p>Bukayo Saka merupakan aset timnas dan Arsenal. Pelatih nasional Gareth Southgate mentandemkan Saka dan Jude Bellingham sebagai sepasang striker muda yang ditakuti lawan. Dengan kombinasi Marcus Rashford atau Harry Kane, Saka dan Bellingham menghadirkan potensi gol yang ideal.</p>
<p>Southgate mendapatkan Bellingham di saat yang tepat, sama seperti pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti yang menemukan pengganti Toni Kroos dan Karim Benzema. Bellingham sama baiknya dioperasikan dalam skema gelandang maupun striker.</p>
<p>Satu hal penting lain, bagi Don Carlo, “Dia bukan tipe pemain yang larut oleh popularitas dan puja-puji. Dia akan berkembang alamiah dan matang”.</p>
<p><strong>“Sihir” Antitesis</strong><br />
Satu tipe dengan Keegan, Gazza, Cole, Sterling, Sancho, dan Saka, Jude Bellingham yang lahir di Stourbridge, Inggris, pada 29 Juni 2003 hadir bagai “penyihir” antitesis sepak bola Inggris. Karakter bermainnya berbeda dari umumnya pesepak bola Britania.</p>
<p>Kontrol bolanya tenang, tidak meledak-ledak. Bellingham selalu berpikir untuk tim. Dengan determinasi tinggi, dia taktis memosisikan diri untuk menerima bola, lalu dengan kreativitasnya mengirim umpan kunci.</p>
<p>Klub raksasa Bundesliga Borussia Dortmund yang fasih memoles pemain muda, membawa dan membesarkan Jude Bellingham yang masih 17 tahun di Signal Iduna Park.</p>
<p>Pelatih Marco Rose membentuk Bellingham sebagai pembeda. Selain dua kali membawa Dortmund finis di peringkat tiga besar Bundesliga, dia juga memiliki catatan manis di Liga Champions. Menjalani debut pada usia 17 tahun dua bulan dan 16 hari dalam laga melawan Lazio (20 Oktober musim 2020/21), dia mencetak rekor pemain Inggris termuda debut di Liga Champions, mengalahkan rekor Phil Foden.</p>
<p>Rekor lain dia catat saat melawan Manchester City. Dia melesakkan gol indah, dan itu juga rekor pemain termuda yang mencetak gol di fase gugur Liga Champions. Dia hanya di bawah Bojan Krkic.</p>
<p>Bellingham menjadi pemain kedua dari Inggris dan Jerman yang membukukan lebih dari 9 laga di Liga Champions saat belum genap 18 tahun. Sebelumnya tercatat nama Youri Tielemans. Bersama Dortmund, ia menjadi pemain termuda kedua dengan 50 penampilan di Bundesliga. Dia dianugerahi Goal of the Month Bundesliga pada Oktober 2021, plus kandidat Golden Boy 2022.</p>
<p>Nikmatilah aksi-aksi <em>wonderboy</em> itu pada setiap akhir pekan. La Liga memang tidak lagi punya magnet sedahsyat Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, namun kini Madridistas selalu menanti pertunjukan Jude Bellingham, “penyihir” dengan tampilan antitesis dari karakter sepak bola Inggris.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>; <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/30/jude-bellingham-sihir-antitesis-sepak-bola-inggris">Jude Bellingham, “Sihir” Antitesis Sepak Bola Inggris</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>