<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>imunisasi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/imunisasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jan 2025 06:27:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>imunisasi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mengapa Perlu Imunisasi?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/09/mengapa-perlu-imunisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 06:27:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kekebakan tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=455543</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Apa arti imunisasi? Imunisasi merupakan pemberian vaksin untuk melindungi dari penularan penyakit tertentu. Imunisasi juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh dari penularan infeksi sejumlah penyakit menular di masa mendatang. Setiap orang memiliki imunitas yang berbeda, sehingga daya tahan seseorang terhadap penyakit juga berbeda-beda. Ada yang mudah sakit, ada yang memiliki sistem imun yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/09/mengapa-perlu-imunisasi">Mengapa Perlu Imunisasi?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Apa arti imunisasi? Imunisasi merupakan pemberian vaksin untuk melindungi dari penularan penyakit tertentu. Imunisasi juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh dari penularan infeksi sejumlah penyakit menular di masa mendatang.</p>
<p>Setiap orang memiliki imunitas yang berbeda, sehingga daya tahan seseorang terhadap penyakit juga berbeda-beda. Ada yang mudah sakit, ada yang memiliki sistem imun yang lebih kuat, ada juga berbeda dari sisi tingkat keparahannya ketika terkena.</p>
<p>Melansir dari Kemenkes, imunisasi tidak hanya melindungi orang tersebut dari serangan penyakit serius, namun bisa melindungi masyarakat yang lebih luas dengan terbentuknya kekebalan komunitas dan membantu meminimalkan terjadinya penyebaran penyakit.</p>
<p>Imunisasi tepat waktu selama masa kanak-kanak sangat penting karena membantu memberikan kekebalan sebelum anak-anak terpapar penyakit yang berpotensi mengancam jiwa. Vaksin yang diberikan telah diuji untuk memastikan bahwa vaksin tersebut aman dan efektif untuk diterima anak-anak pada usia yang direkomendasikan.</p>
<p>Imunisasi memang tidak 100% mencegah seseorang tidak terkena penyakit tersebut, namun pada orang yang sudah diimunisasi tingkat keparahan penyakit dapat berkurang secara signifikan, sebab penyakit yang disebabkan oleh infeksi umumnya mempunyai dampak berat seperti kecacatan atau bahkan kematian.</p>
<p>Imunisasi biasanya menimbulkan efek samping yang dikenal dengan sebutan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) berupa nyeri, demam atau sakit kepala. Namun perlu diingat, KIPI tidak selalu terjadi pada setiap orang yang diimunisasi.</p>
<p>Jika pun terjadi gejala ringan cenderung lebih sering terjadi dibandingkan reaksi radang atau alergi serius terhadap vaksin. Manfaat imunisasi bagi bayi dan anak jauh lebih besar dibandingkan risiko efek sampingnya.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/09/mengapa-perlu-imunisasi">Mengapa Perlu Imunisasi?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Provinsi Jawa Tengah Ajak Lintas Sektoral Sebarkan Pentingnya Imunisasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/07/30/dinkes-provinsi-jawa-tengah-ajak-lintas-sektoral-sebarkan-pentingnya-imunisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 30 Jul 2024 10:51:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Provinsi Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[IDL]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi IPV2]]></category>
		<category><![CDATA[Lintas sektor]]></category>
		<category><![CDATA[Penyebaran informasi]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=428089</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Workshop penyebaran informasi Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan evaluasi pelaksanaan imunisasi IPV2 Tingkat Provinsi Jateng yang berlangsung di Hotel Novotel Semarang, Selasa (30/7/2024). Dalam kegiatan ini pihaknya mengajak lintas sektoral untuk bergerak bersama-sama mencari alternatif pemecahan masalah dalam rangka pencapaian target imunisasi, serta meningkatkan capaian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/30/dinkes-provinsi-jawa-tengah-ajak-lintas-sektoral-sebarkan-pentingnya-imunisasi">Dinkes Provinsi Jawa Tengah Ajak Lintas Sektoral Sebarkan Pentingnya Imunisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Workshop penyebaran informasi Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) dan evaluasi pelaksanaan imunisasi IPV2 Tingkat Provinsi Jateng yang berlangsung di Hotel Novotel Semarang, Selasa (30/7/2024).</p>
<p>Dalam kegiatan ini pihaknya mengajak lintas sektoral untuk bergerak bersama-sama mencari alternatif pemecahan masalah dalam rangka pencapaian target imunisasi, serta meningkatkan capaian imunisasi dasar lengkap, sehingga mencapai target.</p>
<p>Kepala Dinas Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, SKM, M.Sc,M.Si menyampaikan, bahwa imunisasi ini menyangkut banyak hal diantaranya sasaran, edukasi, prosesnya, dan hal-hal yang berkaitan dengan imunisasi itu sendiri.</p>
<figure id="attachment_428091" aria-describedby="caption-attachment-428091" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-medium wp-image-428091" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-30-at-17.23.16-400x215.jpeg" alt="" width="400" height="215" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-30-at-17.23.16-400x215.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-30-at-17.23.16-150x81.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-30-at-17.23.16-300x160.jpeg 300w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2024/07/WhatsApp-Image-2024-07-30-at-17.23.16.jpeg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-428091" class="wp-caption-text">Foto bersama kegiatan workshop penyebaran informasi IDL (30/7/2024). Foto: Ning S</figcaption></figure>
<p>&#8220;Hari ini kita mengundang dari berbagai sektoral, diantaranya dari IDI, IDAI, IBI, MUI, P3AKB Jateng, TP PKK Jateng, NU, organisasi profesi, dan lainnya,&#8221; jelas Yunita.</p>
<p>Dalam workshop dihadirkan narasumber yakni dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, IDAI Jateng, MUI, dan TP PKK Jateng.</p>
<p>Yunita menyebut pentingnya dilakukan kegiatan ini, karena informasi terkait imunisasi harus diterima oleh masyarakat luas, sehingga masyarakat teredukasi dan mau memberikan imunisasi kepada anak-anaknya, sehingga mereka menjadi generasi yang sehat. &#8220;Ada penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi,&#8221; tukas Yunita.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/07/30/dinkes-provinsi-jawa-tengah-ajak-lintas-sektoral-sebarkan-pentingnya-imunisasi">Dinkes Provinsi Jawa Tengah Ajak Lintas Sektoral Sebarkan Pentingnya Imunisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Shinta Nana Sudjana Penjabat Ketua TP PKK Jateng Tinjau Pelaksanaan Sub-PIN Polio di Bergas Kabupaten Semarang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/18/shinta-nana-sudjana-penjabat-ketua-tp-pkk-jateng-tinjau-pelaksanaan-sub-pin-polio-di-bergas-kabupaten-semarang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Jan 2024 10:05:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Bergas]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[pkk]]></category>
		<category><![CDATA[semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Shinta Nana Sudjana]]></category>
		<category><![CDATA[Sub PIN Polio]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=394230</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNGARAN (SUARABARU.ID) &#8211; Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Shinta Nana Sudjana, ditemani Ketua TP PKK Kabupaten Semarang Peni Ngesti Nugraha, menengok pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, di Posyandu Balai Desa Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu 17 Januari 2024. Penjabat Ketua TP PKK Jateng Shinta Nana Sudjana menekankan, pelaksanaan Sub [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/18/shinta-nana-sudjana-penjabat-ketua-tp-pkk-jateng-tinjau-pelaksanaan-sub-pin-polio-di-bergas-kabupaten-semarang">Shinta Nana Sudjana Penjabat Ketua TP PKK Jateng Tinjau Pelaksanaan Sub-PIN Polio di Bergas Kabupaten Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>UNGARAN (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Shinta Nana Sudjana, ditemani Ketua TP PKK Kabupaten Semarang Peni Ngesti Nugraha, menengok pelaksanaan Sub Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio, di Posyandu Balai Desa Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu 17 Januari 2024.</p>
<p>Penjabat Ketua TP PKK Jateng Shinta Nana Sudjana menekankan, pelaksanaan Sub PIN Polio dilakukan setelah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) polio pada 2023, di mana ditemukan beberapa kasus polio Indonesia, salah satunya di Kabupaten Klaten.</p>
<p>&#8220;KLB ini adalah kejadian pertama sejak Indonesia dinyatakan bebas polio pada tahun 2014. Sehingga, untuk mencegah meluasnya KLB Polio ini, di seluruh kabupaten/ kota di Indonesia wajib melaksanakan Sub-PIN Polio,&#8221; kata Shinta Nana Sudjana.</p>
<p>Dia menekankan, polio merupakan penyakit menular yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak. Hingga saat ini belum ditemukan obat yang mampu menyembuhkan penyakit tersebut, sehingga penting sekali bagi anak-anak, khususnya usia 0-7 tahun, untuk mendapatkan imunisasi polio.</p>
<p>&#8220;Polio tidak bisa diobati, tetapi bisa dicegah dengan dua tetes manis vaksin polio. Saya mengharapkan agar semua anak usia 0 hingga 7 tahun di Jawa Tengah, bisa tervaksinasi. Dengan Target minimal 95% sehingga tercapai herd imunity terhadap penyakit polio,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Irma Makiah, menjelaskan, pada Sub-PIN Polio ini, setiap anak harus mendapatkan vaksin sebanyak dua kali, pada Januari dan Februari 2024.</p>
<p>&#8220;Mengapa harus dua kali? Yaitu untuk efektivitas vaksin di dalam tubuh,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Irma, antusiasme masyarakat untuk membawa anaknya mengikuti Sub-PIN Polio sebenarnya tinggi. Mereka berbondong-bondong mendatangi Posyandu untuk mendapatkan imunisasi polio.</p>
<p>&#8220;Terima kasih kepada PKK, kepada Ibu Pj Ketua TP PKK yang hari ini melakukan peninjauan, yang terus bergerak hingga level dasa wisma, untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya Sub-PIN Polio,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Diungkapkan, hingga hari kedua pelaksanaan Sub-PIN, atau pada 16 Januari 2024, tercatat cakupan imunisasi sudah 37,4 persen. Jumlah itu sudah melebihi target harian. namun, masih ada tiga daerah yang mesti lebih didorong, yakni Kabupaten Jepara, Kebumen, dan Sukoharjo.</p>
<p>&#8220;Kami akan cek lagi, apa kendalanya. Tapi kemungkinan karena keterlambatan input data melalui aplikasi. Untuk Jepara, secara geografis yang lebih susah di (Pulau) Karimunjawa,&#8221; terang Irma.</p>
<p>Mengingat virus polio bisa menular secara fecal oral, melalui feses yang masuk ke dalam mulut, terutama melalui air, tangan dan makanan, dia meminta masyarakat lebih meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.</p>
<p>Seperti, membiasakan cuci tangan pakai sabun, terutama sebelum makan, mengonsumsi air yang sudah dimasak, menjaga daya tahan tubuh dengan makanan bergizi, dan sebagainya, serta jangan lupa berikan imunisasi polio pada anak.</p>
<p>Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Indah Widiastuti menambahkan, di wilayahnya, hingga 16 Januari 2023, dari sasaran 117.984 anak, yang sudah terimunisasi pada Sub-PIN Polio sudah 49.494 anak, atau 41,9 persen. Jumlah itu melampaui target harian yang tercatat 27,1 persen.</p>
<p>Sebagai informasi, Sub PIN Polio dilaksanakan Putaran I pada 15 hingga 20 Januari 2024, dan putaran 2 pada 19 hingga 24 Pebruari 2024 mendatang.</p>
<p><strong>Diaz Aza</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/18/shinta-nana-sudjana-penjabat-ketua-tp-pkk-jateng-tinjau-pelaksanaan-sub-pin-polio-di-bergas-kabupaten-semarang">Shinta Nana Sudjana Penjabat Ketua TP PKK Jateng Tinjau Pelaksanaan Sub-PIN Polio di Bergas Kabupaten Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kejar Target BIAN, Petugas Lakukan Sweeping ke Rumah Warga</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/20/kejar-target-bian-petugas-lakukan-sweeping-ke-rumah-warga</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Aug 2022 12:57:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[#Balita]]></category>
		<category><![CDATA[BIAN]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kejar target]]></category>
		<category><![CDATA[petugas]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah warga]]></category>
		<category><![CDATA[Sweeping]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=272271</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Petugas Puskesmas Gunungpati, Sri Hartutik menyampaikan, kesadaran masyarakat khususnya di RW.05 Kelurahan Pongangan Kecamatan Gunungpati, dalam mendukung pemberian imunisasi pada anaknya cukup bagus. Pihaknya selaku petugas kesehatan melakukan sweeping ke rumah warga agar anak-anak Balita yang belum diimunisasi bisa segera mendapatkannya. Hal itu dilakukan guna mendukung program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/20/kejar-target-bian-petugas-lakukan-sweeping-ke-rumah-warga">Kejar Target BIAN, Petugas Lakukan Sweeping ke Rumah Warga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Petugas Puskesmas Gunungpati, Sri Hartutik menyampaikan, kesadaran masyarakat khususnya di RW.05 Kelurahan Pongangan Kecamatan Gunungpati, dalam mendukung pemberian imunisasi pada anaknya cukup bagus.</p>
<p>Pihaknya selaku petugas kesehatan melakukan sweeping ke rumah warga agar anak-anak Balita yang belum diimunisasi bisa segera mendapatkannya.</p>
<p>Hal itu dilakukan guna mendukung program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) pada bulan Agustus 2022 ini.</p>
<p>Di RW.05 Kelurahan Pongangan sendiri tercatat ada sekitar 40 anak yang tergolong Balita. Namun, belum semua anak bisa mendapatkan layanan imunisasi di Posyandu karena adanya beberapa kendala.</p>
<p>&#8220;Kadang, saat pelaksanaan imunisasi di Posyandu, ada orang tua yang beralasan anaknya sedang tidur dan tidak mau diganggu. Ada juga karena alasan orang tuanya kerja. Bahkan ada yang beralasan anaknya akan diimunisasi di bidan atau dokter,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Namun dengan dilakukannya sweeping dari rumah ke rumah, bisa membantu untuk mengejar target dalam BIAN ini. Petugas akan mendatangi rumah warga yang anaknya belum diimunisasi, agar mendapatkan vaksinasi.</p>
<p>Agar orang tua tidak bingung saat anak mengalami panas atau demam usai dilakukan imunisasi, petugas biasanya akan memberikan pengertian terlebih dahulu kepada orang tua. Apabila anak mengalami demam usai imunisasi, cukup diberi paracetamol.</p>
<p>Paino (42), warga RT.06/05 Kelurahan Pongangan mengaku secara rutin mengantar anaknya untuk imunisasi di Posyandu.</p>
<p>Menurut Paino, imunisasi ini penting diberikan kepada anak, mengingat kesehatan itu mahal. &#8220;Lebih baik mencegah dari pada mengobati,&#8221; kata Paino.</p>
<p>Dia mengaku tidak merasa khawatir dengan vaksin yang diberikan kepada anaknya. &#8220;Saya percaya, petugas kesehatan akan memberikan yang terbaik buat anak saya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Menurut salah satu Kader Posyandu dari RT.04/05, Sus Susiyani, warga di wilayahnya antusias dalam mengikuti imunisasi untuk anaknya. &#8220;Namun kadang berkurang, karena takut disuntik,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dikatakan, dalam mengikuti layanan di Posyandu, orang tua harus mendaftarkan anaknya terlebih dahulu. Setelah mendaftar, anak akan ditimbang untuk mengetahui berat badan. Selanjutnya anak akan diperiksa oleh petugas kesehatan atau Puskesmas. Jika anak tersebut dinyatakan sehat akan menerima vaksinasi sesuai jadwal imunisasi anak.</p>
<p>Mengapa imunisasi itu penting? Karena dengan imunisasi, akan mengurangi dan menghindari angka kecacatan. Seandainya ada penyakit menular yang bisa dicegah dengan imunisasi, ketika kita tertular, efeknya tidak akan fatal.</p>
<p><em><strong>Ning Suparningsih</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/20/kejar-target-bian-petugas-lakukan-sweeping-ke-rumah-warga">Kejar Target BIAN, Petugas Lakukan Sweeping ke Rumah Warga</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LPPM Undip Bersama UNICEF Tingkatkan Kemampuan Jurnalis dalam Penulisan Informasi Imunisasi Layak Anak</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/08/20/lppm-undip-bersama-unicef-tingkatkan-kemampuan-jurnalis-dalam-penulisan-informasi-imunisasi-layak-anak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Aug 2022 10:13:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[layak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[lppm undip]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[Penulisan informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Tingkatkan kemampuan jurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[unicef]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=272241</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro (Undip) bekerja sama dengan UNICEF menyelenggarakan &#8220;Media Visit and Media Training for Routine Immunization&#8221; yang digelar di Grasia Hotel Semarang, Sabtu (20/8/2022). Dalam mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), UNICEF dan mitra pelaksana program di Jawa Tengah dan Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan jurnalis mengenai [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/20/lppm-undip-bersama-unicef-tingkatkan-kemampuan-jurnalis-dalam-penulisan-informasi-imunisasi-layak-anak">LPPM Undip Bersama UNICEF Tingkatkan Kemampuan Jurnalis dalam Penulisan Informasi Imunisasi Layak Anak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro (Undip) bekerja sama dengan UNICEF menyelenggarakan &#8220;Media Visit and Media Training for Routine Immunization&#8221; yang digelar di Grasia Hotel Semarang, Sabtu (20/8/2022).</p>
<p>Dalam mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), UNICEF dan mitra pelaksana program di Jawa Tengah dan Jawa Timur menyelenggarakan pelatihan jurnalis mengenai program imunisasi rutin dan tambahan selama periode BIAN.</p>
<p>&#8220;Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan jurnalis dalam melakukan penulisan berita maupun informasi imunisasi yang layak anak,&#8221; kata tim Puslitkes LPPM Undip, Dr. Dra. Ayun Sriatmi, M.Kes.</p>
<p>Ayun berharap, setelah diadakannya kegiatan ini jaringan jurnalis memahami pentingnya peran media dalam meningkatkan cakupan imunisasi.</p>
<p>&#8220;Jaringan jurnalis dapat memproduksi berita untuk meningkatkan cakupan imunisasi rutin dengan informasi dan data yang valid, serta perlawanan terhadap berita imunisasi yang tidak tepat (hoax),&#8221; ujar Ayun.</p>
<p>Dijelaskan bahwa capaian imunisasi dasar lengkap menurun signifikan dari 93,7% pada tahun 2019 menjadi 84,2% pada tahun 2020 dan 2021. Padahal, presentase yang dicapai oleh Pemerintah Indonesia sebelum pandemi masih dibawah angka yang diajukan oleh WHO, yaitu 95% divaksinasi.</p>
<p>&#8220;Hal ini menyebabkan sekitar 800 ribu anak di Indonesia berisiko lebih besar tertular penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti difteri, tetanus, campak, rubella, dan polio,&#8221; terangnya.</p>
<figure id="attachment_272243" aria-describedby="caption-attachment-272243" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-272243" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220820-WA0006-400x300.jpg" alt="" width="400" height="300" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220820-WA0006-400x300.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220820-WA0006-150x113.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220820-WA0006-80x60.jpg 80w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220820-WA0006-100x75.jpg 100w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220820-WA0006-180x135.jpg 180w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220820-WA0006-238x178.jpg 238w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/08/IMG-20220820-WA0006.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-272243" class="wp-caption-text">Para peserta pelatihan &#8220;Media Visit and Media Training for Routine Immunization&#8221; berfoto bersama tim LPPM Undip. Foto: Dok/LPPM Undip</figcaption></figure>
<p>Menurut Ayun, risiko penularan lebih besar ini ditunjukkan terjadinya peningkatan kasus dan KLB (Kejadian Luar Biasa) PD3I (polio, hepatitis B, pertusis, difteri, haemophilus influenzae tipe B, campak dan tetanus).</p>
<p>&#8220;Risiko transmisi polio di Indonesia terjadi di 28 Provinsi dan 373 kabupaten/kota yang termasuk risiko tinggi. Padahal komitmen global akan melakukan eradikasi polio pada tahun 2026,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Selain polio, lanjut Ayun, kasus difteri pada tahun 2021 juga terjadi di 96 kabupaten/kota di 23 Provinsi. Hal ini menjadi perhatian penuh pemerintah untuk sesegera mungkin memastikan anak-anak mendapatkan perlindungan dari berbagai penyakit melalui imunisasi.</p>
<p>Untuk mengejar cakupan presentase yang tertinggal selama pandemi, Pemerintah Indonesia menyelenggarakan BIAN yang dimulai pada Mei 2022 di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Sementara tahap II berlangsung pada Agustus 2022 di Jawa dan Bali.</p>
<p>Disebutkan, selama periode BIAN, satu dosis imunisasi campak-rubella akan diberikan terlepas dari status imunisasi sebelumnya, sesuai target berdasarkan rekomendasi yang ditetapkan untuk masing-masing wilayah.</p>
<p>&#8220;Satu atau lebih jenis imunisasi akan diberikan untuk melengkapi status imunisasi anak usia kurang dari 5 tahun. Untuk memastikan suksesnya BIAN, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan optimis terhadap dukungan seluruh pihak,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kolaborasi pentahelix merupakan salah satu cara untuk meningkatkan cakupan imunisasi rutin dan imunisasi kejar pada anak, termasuk dukungan dari media massa.</p>
<p>&#8220;Pada kampanye imunisasi yang tidak tepat dapat berpengaruh terhadap penolakan masyarakat akan imunisasi,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dalam kegiatan pelatihan jurnalis program imunisasi rutin dan tambahan selama periode BIAN ini, juga dihadirkan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jateng, Aris Mulyawan yang menyampaikan materi terkait pedoman liputan anak sekaligus diskusi.</p>
<p><em><strong>Ning Suparningsih</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/08/20/lppm-undip-bersama-unicef-tingkatkan-kemampuan-jurnalis-dalam-penulisan-informasi-imunisasi-layak-anak">LPPM Undip Bersama UNICEF Tingkatkan Kemampuan Jurnalis dalam Penulisan Informasi Imunisasi Layak Anak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pneumonia Anak Bisa Dicegah Dengan Imunisasi dan Peran Besar Ayah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/01/12/pneumonia-anak-bisa-dicegah-dengan-imunisasi-dan-peran-besar-ayah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hery Priyono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Jan 2021 08:45:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[ayah]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pfizer]]></category>
		<category><![CDATA[Pneumonia]]></category>
		<category><![CDATA[TP PKK]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=139528</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pneumonia masih menjadi ancaman serius bagi bayi dan balita di Indonesia. Butuh kolaborasi yang utuh untuk bisa menyelamatkan generasi dari serangan pneumonia. Salah satunya lewat peran seorang ayah yang bisa mengambil keputusan tepat di rumah dalam menyiapkan pondasi kesehatan buat keluarganya. Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi Jawa Tengah Atikoh Suprianti Ganjar Pranowo [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/12/pneumonia-anak-bisa-dicegah-dengan-imunisasi-dan-peran-besar-ayah">Pneumonia Anak Bisa Dicegah Dengan Imunisasi dan Peran Besar Ayah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>) &#8211; Pneumonia masih menjadi ancaman serius bagi bayi dan balita di Indonesia. Butuh kolaborasi yang utuh untuk bisa menyelamatkan generasi dari serangan pneumonia. Salah satunya lewat peran seorang ayah yang bisa mengambil keputusan tepat di rumah dalam menyiapkan pondasi kesehatan buat keluarganya.</p>
<p>Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi <a href="http://jatengprov.go.id">Jawa Tengah</a> Atikoh Suprianti Ganjar Pranowo menuturkan, di tengah pandemi COVID-19 saat ini, kesehatan menjadi anugerah yang harus terus dijaga.</p>
<p>Berbagai langkah harus dilakukan masyarakat untuk bisa menjaga kesehatan dan terus meningkatkan imunitas. Termasuk dalam menjaga bayi dan balita dari ancaman penyakit pneumonia yang memang menjadi masalah global. Termasuk di Indonesia dan di Jawa Tengah pada khususnya.</p>
<p>Saat menyampaikan keynote speech secara daring kegiatan Edukasi Media dan Penyebaran Komunikasi Publik Peran Ayah dan Pencegahan Pneumonia pada Anak dengan Imunisasi, Atikoh Ganjar Pranowo menekankan pentingnya para orang tua mengenali gejala pneumonia pada anak dan jangan abai.</p>
<p>“Jangan sampai menunggu anak terkulai lemas untuk memastikan bahwa anak memang sakit,” kata Atikoh Ganjar Pranowo, dalam video edukasi mengenai bahaya pneumonia pada anak yang disampaikan secara daring di Semarang, Selasa (12/1/2021).</p>
<p>Atikoh mengingatkan, peran orang tua sangat dibutuhkan. Tidak hanya ibu, tetapi juga peran seorang ayah. Karena bagaimanapun, ayah berperan besar dalam tumbuh kembang dan kehidupan seorang anak.</p>
<p>Ayah sebagai kepala keluarga harus mampu memastikan kesehatan anggota keluarganya, khususnya dalam melindungi dan mencegah anak terkena pneumonia.</p>
<p>Selain memberikan gizi yang cukup, pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga berumur 6 bulan akan menguatkan daya imun tubuh anak dalam melawan penyakit.</p>
<p>“Hal penting lainnya adalah imunisasi. Imunisasi adalah cara efektif mencegah pneumonia. Jangan biarkan pneumonia pada anak menyebabkan kondisi yang lebih serius. Jaga kebersihan dan penuhi kebutuhan nutrisi anak dan jangan lupa memberikan imunisasi sesuai jadwal,” ujar Atikoh.</p>
<h6><strong>Pentingnya Imunisasi</strong></h6>
<p>Beberapa hal yang dilakukan seorang ayah dalam melindungi anak dari pneumonia adalah, mengikuti perkembangan anak sesuai tahapannya. Mendukung ibu ketika memberikan ASI eksklusif. Memastikan anak mendapatkan imunisasi, membantu mengingatkan serta menemani ketika imunisasi.</p>
<p>Penyakit ini bisa terjadi pada siapa saja, karena anak termasuk kelompok berisiko tinggi terkena penyakit ini. Semua tak lepas dari sistem kekebalan tubuh yang masih lemah.</p>
<p>“Di sinilah peran seorang Ayah memiliki andil besar dalam mengambil keputusan dan panutan keluarga,” jelasnya.</p>
<p>Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jateng dr. Fitri Hartanto, mengatakan, pneumonia berbahaya karena menyerang saluran nafas. Penularannya bisa ditulari orang lain maupun ketika menghirup bahan berbahaya.</p>
<p>“Pencegahannya bisa dilakukan secara umum melalui ASI, makanan pendamping ASI dan perbaikan gizi, serta pencegahan spesifik lewat imunisasi,” katanya.</p>
<p>Imunisasi pneumonia harus dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun, bisa menjadi barisan pertahanan bagi anak untuk terhindar dari serangan bakteri maupun virus yang membuat anak terpapar pneumonia.</p>
<p>Selain imunisasi wajib, ada juga imunisasi pilihan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk imunisasi pneumonia ini.</p>
<p>Menurut Survey BPS Jateng terkait Sosial Demografi Dampak Covid19 di Jateng tahun 2020, tercatat sekitar 18,4% dari 10.570 responden warga Jateng yang disurvei saat ini memiliki pendapatan rumah tangga di atas Rp4,8 juta.</p>
<p>Dengan kemampuan ekonomi tersebut, artinya imunisasi pilihan seperti pneumonia pelaksanaannya memungkinkan dilakukan secara mandiri.</p>
<p>Psikolog Unika Soegijapranata Semarang Lita Widyo Hastuti, menuturkan, kesehatan menjadi kebutuhan utama kehidupan anak, sehingga menjadi prioritas bagi orangtua.</p>
<p>Peran ayah sebagai bagian integral dalam perkembangan anak memiliki ruang lapang untuk terlibat dalam masalah-masalah kesehatan anak.</p>
<p>Ia menambahkan, para ayah yang terlibat dalam kesehatan anak dengan mendorong pola makan dan olahraga yang sehat, memantau kesejahteraan dan perkembangan anak, dan memahami kebiasaan-kebiasaan anak sehingga tahu kapan anak sehat dan kapan anak sakit.</p>
<p>“Kejadian-kejadian penting menyangkut kesehatan anak, peran ayah menjadi cukup sentral karena bersama dengan ibu dituntut menyikapi situasi dan mengambil keputusan,” jelasnya.</p>
<h6><strong>Figur Ayah Berperan Besar</strong></h6>
<p>Sementara itu Medical Manager PT Pfizer Indonesia, Dr Carolina Halim menuturkan, peran dari seorang ayah dalam mengambil keputusan yang cepat dan tepat, sangat menentukan pondasi sebuah keluarga, termasuk dalam hal menjaga kesehatan. Dimana imunisasi bayi dan balita juga termasuk di dalamnya.</p>
<p>Dengan imunisasi, imunitas mereka bisa terpenuhi, serta cukup untuk menanamkan pertahanan kesehatan diri.</p>
<p>Salah satunya adalah upaya imunisasi yang saat ini dibutuhkan masyarakat kita terkait pencegahan pneumonia, dimana ini menjadi salah satu dari penyakit penyebab kematian tertinggi bagi bayi dan balita.</p>
<p>Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019 mencatat 468.172 kasus pneumonia balita, di mana 551 meninggal dunia. Namun balita yang terpapar risiko pneumonia diperkirakan berjumlah 885.551 atau 3.55 % dari jumlah balita di Indonesia.</p>
<p>Sementara untuk Provinsi Jawa Tengah sendiri mencatat 2.652.751 jumlah balita dan prevalensi pneumonia pada balita diperkirakan 3.61%. Realisasi penemuan penderita pneumonia pada 2019 sebanyak 50.263 balita.</p>
<p>“Gejala pneumonia pada balita dan anak-anak terkadang sulit untuk dikenali karena mirip dengan gejala infeksi saluran pernapasan lainnya, seperti flu dan bronkitis. Secara umum, gejala pneumonia bisa diketahui dan ditangani sejak dini. Di samping peran ibu, butuh visi dari seorang ayah untuk bisa memahami bagaimana ancaman pneumonia bagi anak ini bisa diantisipasi dengan imunisasi,” katanya.</p>
<p>Bagi keluarga yang mampu secara mandiri dalam arti mampu melaksanakan imunisasi untuk penyakit pneumonia, seorang ayah tetaplah menjadi nahkoda yang berperan penting bagi keluarganya.</p>
<p>Ayah diharapkan mampu mengambil keputusan penting. Termasuk keputusan manajemen finansial untuk kesehatan keluarga, dimana ini akan sangat menentukan masa depan anaknya. Keputusan tepat untuk memastikan mereka senantiasa sehat dan terlindung dari penyakit.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/01/12/pneumonia-anak-bisa-dicegah-dengan-imunisasi-dan-peran-besar-ayah">Pneumonia Anak Bisa Dicegah Dengan Imunisasi dan Peran Besar Ayah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>