<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Fenomena Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/fenomena/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Mar 2026 06:50:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Fenomena Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Mo Salah, Legenda Anfield Pamitan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/03/28/ketika-mo-salah-legenda-anfield-pamitan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Mar 2026 10:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Indikator]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitatif]]></category>
		<category><![CDATA[Kuantitatif]]></category>
		<category><![CDATA[Legenda]]></category>
		<category><![CDATA[Liga Primer]]></category>
		<category><![CDATA[Liverpool]]></category>
		<category><![CDATA[pamitan]]></category>
		<category><![CDATA[Stadion Anfield]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Trofi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=551152</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // siapakah legenda terbesar Liverpool?/ Rober Hunt, Ian Rush, atau Kenny Dalglish?/ atau mungkin Mohamed Salah?/ ada catatan-catatan besar/ capaian/ dan keunikan/ mungkin dia orangnya/ mungkin dia pula orangnya&#8230;// (Sajak “Legenda Anfield”, 2026) SIAPAKAH legenda terbesar Anfield? Anda mungkin bisa merujuk nama secara kualitatif. Ada Roger Hunt, Ian Rush, Kenny Dalglish, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/28/ketika-mo-salah-legenda-anfield-pamitan">Ketika Mo Salah, Legenda Anfield Pamitan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-551154 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-2.webp" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-2.webp 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/03/BOLA-BOLA-LOGO-1-400x107-1-2-150x35.webp 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// siapakah legenda terbesar Liverpool?/ Rober Hunt, Ian Rush, atau Kenny Dalglish?/ atau mungkin Mohamed Salah?/ ada catatan-catatan besar/ capaian/ dan keunikan/ mungkin dia orangnya/ mungkin dia pula orangnya&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Legenda Anfield”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SIAPAKAH</strong> legenda terbesar Anfield?</p>
<p>Anda mungkin bisa merujuk nama secara kualitatif. Ada Roger Hunt, Ian Rush, Kenny Dalglish, Steve McManaman, Steven Gerrard, Roberto Firmino, atau Mohamed Salah. Mungkin pula malah Sadio Mane.</p>
<p>Di antara yang melintas jalan sejarah Liverpool, selalu ada catatan kuantitatif. Trofi-trofi, gol-gol, dan fenomena-fenomena. Tentulah berbeda antara Hunt, Rush, dan Mo Salah. Ada akumulasi piala yang berbeda dalam raihan pada musim tertentu, atau fenomena permainan yang memberikan karakter antara tim Juergen Klopp, Rafa Benitez, dengan tim racikan Dalglish dan Brendan Rodgers misalnya.</p>
<p>Nah, ketika salah satu bintangnya yang paling menonjol, Mohamed Salah Hamed Mahrous Ghaly mengawali “berpamitan” pada pekan ini, cara menyimak legenda Anfield ini tampaknya membutuhkan indikator kualitatif dan kuantiatif.</p>
<p>Bintang asal Mesir itu memastikan bakal meninggalkan Anfield pada akhir musim 2025-2026. Mo Salah telah mencapai kesepakatan dengan Liverpool untuk mengakhiri kebersamaan setelah sembilan musim menjadi penggawa ikonik The Reds.</p>
<p>Salah mengawali menyampaikan pengumuman perpisahan itu melalui akun Instagram pribadinya <em>@mosalah</em>. (<em>cnnindonesia.com</em>, 25 Maret 2026).</p>
<p>“Halo semuanya. Sayangnya hari itu sudah tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya. Saya akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim. Saya ingin mulai mengatakan itu. Saya tidak pernah membayangkan betapa klub ini, kota ini, dan orang-orang ini meninggalkan kesan mendalam dan menjadi bagian hidup saya,” tulisnya.</p>
<p>“Liverpool bukan sekadar klub sepak bola, melainkan gairah, sejarah, semangat, yang tidak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata,” lanjutnya.</p>
<p>Identifikasi Mo Salah dan Liverpool tidak terpisahkan sejak 2017, atau setelah penyerang itu direkrut dari AS Roma. Dia memulai petualangan liga Eropanya bersama FC Basel, Chelsea, Fiorentina, AS Roma, lalu Liverpool.</p>
<p>Sejak di Basel, pemain kelahiran 15 Juni 1992 ini sudah dijuluki sebagai “Messi dari Mesir”, karena dribel cepat dan keistimewaan tendangan kaki kirinya.</p>
<p>Seperti yang sering dipertontonkan selama sembilan musim memperkuat Liverpool, dia bisa melewati tiga hingga empat pemain lawan dengan dribel yang indah. Seni mencetak gol dan umpan-umpannya juga luar biasa. Sejak saat itu Mo Salah menjadi andalan Liverpool di berbagai ajang.</p>
<p>Salah yang berjejuluk mediatika sebagai “Raja Mesir” itu sudah mencetak 255 gol untuk Liverpool, dan menjadi pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang masa setelah Ian Rush (346 gol) dan Roger Hunt (285 gol).</p>
<p>Pemain 33 tahun tersebut juga tercatat memiliki 189 gol dan 92 assist yang memosisikannya sebagai pemain dengan kontribusi keterlibatan gol tertinggi di Liga Primer untuk Liverpool.</p>
<p>Selain produktivitas gol, Salah juga membendaharakan aneka trofi bagi The Anfield Gang, yakni gelar juara Liga 2019-2020 dan 2024-2025, serta Liga Champions 2018-2019. Juga Piala FA 2021-2022, Piala Liga 2021-2022, UEFA Super Cup 2019, dan FIFA Club World Cup 2019.</p>
<p>Dia menjadi pemegang rekor gelar pemain terbaik Liga Inggris versi Asosiasi Pesepak Bola Profesional (PFA) sebanyak tiga kali, yakni pada 2018, 2022, dan 2025. Ini sekaligus membayar kegagalan musim perdananya di Liga Primer Premier sejak direkrut oleh Chelsea dari Basel pada 2014.</p>
<p>“Kami merayakan kemenangan. Kami meraih trofi-trofi penting, dan kami berjuang bersama melewati masa-masa sulit dalam hidup kami. Saya ingin berterima kasih kepada semua yang pernah menjadi bagian dari klub ini selama saya berada di sini, khususnya kepada pemain-pemain di masa lalu dan sekarang,” ungkap Salah.</p>
<p>“Kepada fans, saya tidak bisa menyampaikannya dalam kata-kata. Dukungan yang Anda berikan kepada saya selama masa terbaik dalam karier saya dan kalian selalu berada di sisi saya dalam saat-saat tersulit. Itu adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan dan sesuatu yang akan selalu saya kenang,” kata Salah.</p>
<p><strong>Di Bawah Level Messi dan Ronaldo?</strong><br />
Yang kurang menguntungkan, dia moncer pada saat Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo masih dalam performa puncak.</p>
<p>Ballon d’Or sebagai simbol penghargaan individual bergantian diraih oleh Messi dan Ronaldo pada 2008-2017, tak menyisakan jeda untuk pemain lain. Messi delapan kali, Ronaldo lima kali. Beberapa kali Salah menjadi nominee, tetapi dua “raja” itu yang berkuasa selama sekitar dua dekade.</p>
<p>“Nasib” Mo Salah hampir mirip dengan Zlatan Ibrahimovic, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Neymnar Junior, Kylian Mbappe, dan Robert Lewandowski. Mereka memenuhi persyaratan sebagai pemain terbaik, namun dipatahkan oleh dominasi dua maharaja.</p>
<p>Andai Salah mengorbit dalam edar di luar Messi dan Ronaldo, hampir bisa dipastikan dia bakal bersaing untuk meraihnya. Sayang, dia berada di luar level dua pemain yang disebut-sebut sebagai Greatest of All Times (GOAT) itu.</p>
<p>Di tim nasional Mesir, dia tercatat telah 115 bermain dan mencetak 67 gol.</p>
<p>Dengan proyeksi bayaran besar, dia dispekulasikan bakal pindah ke Liga Pro-Arab Saudi, atau mungkin MLS.</p>
<p><strong>Humanisme Islam</strong><br />
Di Inggris, Mohamed Salah menjadi simbol humanisme Islam. Bersama Sadio Mane, setidak-tidaknya dia telah berkontribusi menepis Islamophobia dengan perilaku yang membuktikan tidak ada yang “menakutkan” terhadap Islam di Eropa.</p>
<p>Mo Salah merajut keseharian dalam etos “You’re Never Walk Alone” yang melintasi sekat-sekat primordi.</p>
<p>Bahwa Mo Salah mengatakan Liverpool adalah gairah, sejarah, dan semangat adalah persepsi tentang klub sepak bola yang lebih dari sekadar klub, ini merupakan representasi “jiwa” klub yang bertumpu pada sejarah besar dan panjang sebagai bagian dari kultur masyarakat kota pelabuhan tersebut.</p>
<p>Para legenda klub adalah “nyawa”, yang ditegaskan dalam semboyan ekstrem yang diketengahkan oleh salah satu peletak dasar karakter Liverpool, Bill Shankly, “Sepak bola lebih dari sekadar hidup dan mati&#8230;”</p>
<p>Mohamed Salah pernah merasakan menjadi bagian dari semangat itu, dan menyuburkannya sebagai elemen terpenting “komunitas” Si Merah.</p>
<p>Dengan segala perniknya, tak keliru sejarah bakal mencatat Mo Salah sebagai legenda istimewa Liverpool&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="http://Suarabaru.Id">Suarabaru.Id</a></em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/03/28/ketika-mo-salah-legenda-anfield-pamitan">Ketika Mo Salah, Legenda Anfield Pamitan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MUI Jateng Ingatkan Pemerintah, Perilaku LGBT Makin Mengkhawatirkan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/09/08/mui-jateng-ingatkan-pemerintah-perilaku-lgbt-makin-mengkhawatirkan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2025 11:47:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Biseksual]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Gay]]></category>
		<category><![CDATA[Halaqah MUI]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Lesbian]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Ulama Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Masif]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Transgender]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=494892</guid>

					<description><![CDATA[<p>KENDAL (SUARABARU.ID)&#8211; Fenomena perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), yang cenderung meningkat, kini semakin mengkhawatirkan banyak pihak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah pun mengingatkan pemerintah tentang ini. Ketua Komisi Hukum dan HAM MUI Jateng, Eman Sulaeman, dalam Halaqah MUI se-Eks Karesidenan Semarang, di Hotel Tirto Arum, Kendal, Sabtu (6/9/2025) mengatakan, praktik LGBT saat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/08/mui-jateng-ingatkan-pemerintah-perilaku-lgbt-makin-mengkhawatirkan">MUI Jateng Ingatkan Pemerintah, Perilaku LGBT Makin Mengkhawatirkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KENDAL (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Fenomena perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), yang cenderung meningkat, kini semakin mengkhawatirkan banyak pihak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah pun mengingatkan pemerintah tentang ini.</p>
<p>Ketua Komisi Hukum dan HAM MUI Jateng, Eman Sulaeman, dalam Halaqah MUI se-Eks Karesidenan Semarang, di Hotel Tirto Arum, Kendal, Sabtu (6/9/2025) mengatakan, praktik LGBT saat ini penyebarannya sudah semakin masif ke semua daerah.</p>
<p>Aparat keamanan di berbagai daerah, belakangan ini sering melakukan pengerebekan pesta gay di beberapa kota di Indonesia.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/09/08/membangun-karakter-personel-tni-yang-prima">Membangun Karakter Personel TNI yang PRIMA</a></strong></p>
<p>&#8221;Konten dan komunitas LGBT melalui medsos menunjukkan, jika mereka sudah mulai terang-terangan melakukan aktivitas dan transaksi seksualnya. Ada di kalangan SMA dan perguruan tinggi. Bahkan menurut informasi, hampir di setiap perguruan tinggi memiliki komunitas LGBT melalui grup medsos,&#8221; ungkap Eman.</p>
<p>Hal yang sama juga disampaikan Sekretaris Bidang Fatwa MUI Jateng, Dr H Muh Syaifudin MA. Dosen FAI Unwahas Semarang itu, membahas Fatwa MUI Nomor 57 tahun 2014 tentang Lesbian, Gay, Sodomi dan Pencabulan.</p>
<p>&#8221;Rambu-rambu Alquran sudah sangat tegas dan jelas. Semua ada di Surat Al-Ankabut ayat 28, Surat An-Nisa ayat 15 dan Surat Al-Araf ayat 33,&#8221; tegasnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/09/08/delapan-siswa-selesai-menjalani-program-restorative-justice">Delapan Siswa Selesai Menjalani Program Restorative Justice</a></strong></p>
<p>Menurut Doktor alumni Universitas Al-Azhar Mesir itu, fenomena kehidupan komunitas pasangan sejenis (homoseksual), baik gay dan lesbian semakin banyak terjadi, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.</p>
<p>&#8221;Tidak jarang mereka hidup sebagaimana layaknya suami-istri. Atas nama hak asasi manusia, komunitas homoseksual ini, baik yang disebut gay maupun lesbian, menuntut kesetaraan dan kesamaan hak, serta pengakuan atas orientasi seksual mereka, termasuk pernikahan sesama jenis,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Terhadap kenyataan itu, muncul pertanyaan dari masyarakat mengenai hukuman bagi pelaku seks sejenis, baik lesbian maupun gay, pelaku sodomi serta pelaku pencabulan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/09/08/sejarah-baru-gkj-purwodadi-galih-febta-prasetya-ditahbiskan-menjadi-pendeta">Sejarah Baru GKJ Purwodadi, Galih Febta Prasetya Ditahbiskan Menjadi Pendeta</a></strong></p>
<p>&#8221;Karena itu dipandang perlu menetapkan fatwa tentang lesbi, gay, sodomi, dan pencabulan, guna dijadikan pedoman umat dalam menyikapi persoalan ini,&#8221; saran dia.</p>
<p>Sementara itu, dalam pembukaan Halaqah Ulama hadir Plt Kepala Badan Kesbangpol Muslichah Setiasih SIP MMG MEng dan para pengurus MUI se-Eks Karesidenan Semarang, Ketua Umum MUI Kabupaten Grobogan Dr KH Yasin Mag, Ketua MUI Kabupaten Semarang Prof Dr KH Agus Waluyo Mag.</p>
<p>Ada juga Ketua MUI Kabupaten Demak Drs H Sa&#8217;adullah Fattah MAg, Ketua Umum MUI Kota Semarang Prof Dr KH Erfan Soebahar MAg, Ketua MUI Kota Salatiga Drs H Bambang Riantoko dan Ketua Umum MUI Kabupaten Kendal Drs KH Asro&#8217;i Tohir MPdI.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/09/08/taj-yasin-minta-santri-kuasai-metode-dakwah-visual-agar-dakwah-tak-membosankan">Taj Yasin Minta Santri Kuasai Metode Dakwah Visual Agar Dakwah Tak Membosankan</a></strong></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum MUI Jateng, KH Ahmad Darodji mengatakan, posisi MUI sebagai khadimul ummah (pelayan umat) dan shodiqul hukumah (mitra pemerintah), harus dilaksanakan sebaik-baiknya.</p>
<p>&#8221;Peran MUI untuk negara sangat signifikan. Di antaranya fatwa-fatwa MUI yang menjadi inisiasi beberapa UU. Seperti UU Perkawinan, UU Haji, Wakaf, Zakat dan lain-lain,&#8221; imbuh dia.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/09/08/mui-jateng-ingatkan-pemerintah-perilaku-lgbt-makin-mengkhawatirkan">MUI Jateng Ingatkan Pemerintah, Perilaku LGBT Makin Mengkhawatirkan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pariwisata Budaya di Era Scroll: Antara Eksistensi dan Esensi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/24/pariwisata-budaya-di-era-scroll-antara-eksistensi-dan-esensi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2025 11:58:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Ronggowarsitu]]></category>
		<category><![CDATA[Ngesti Pandawa]]></category>
		<category><![CDATA[pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Wayang Orang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=480825</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Herman Novry Kristiansen Paninggiran DI era digital, budaya lokal semakin mudah diakses, tetapi juga semakin mudah direduksi. Museum, pertunjukan, hingga festival budaya, kini dibanjiri pengunjung yang lebih sibuk membuat konten daripada memahami konteks. Pertanyaannya: apakah budaya sedang dilestarikan, atau hanya digunakan sebagai latar estetik demi viralitas? Fenomena ini menunjukkan, bahwa komunikasi dalam pariwisata budaya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/24/pariwisata-budaya-di-era-scroll-antara-eksistensi-dan-esensi">Pariwisata Budaya di Era Scroll: Antara Eksistensi dan Esensi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Herman Novry Kristiansen Paninggiran</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-480841 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-24-at-08.07.17.jpg" alt="" width="150" height="211" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-24-at-08.07.17.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/06/WhatsApp-Image-2025-06-24-at-08.07.17-107x150.jpg 107w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />DI</strong> era digital, budaya lokal semakin mudah diakses, tetapi juga semakin mudah direduksi. Museum, pertunjukan, hingga festival budaya, kini dibanjiri pengunjung yang lebih sibuk membuat konten daripada memahami konteks. Pertanyaannya: apakah budaya sedang dilestarikan, atau hanya digunakan sebagai latar estetik demi viralitas?</p>
<p>Fenomena ini menunjukkan, bahwa komunikasi dalam pariwisata budaya sering kali bersifat strategis, yaitu diarahkan untuk mencapai tujuan instrumental, seperti promosi atau komersialisasi.</p>
<p>Dalam Teori Tindakan Komunikatif Jürgen Habermas, komunikasi ideal seharusnya bersifat rasional dan dialogis, di mana partisipan saling terlibat untuk membangun pemahaman bersama (mutual understanding), bukan sekadar memengaruhi perilaku pihak lain demi kepentingan tertentu. Komunikasi seperti ini disebut sebagai tindakan komunikatif, dan menjadi fondasi dari ruang publik yang sehat dan demokratis.</p>
<p>Sayangnya, budaya dalam pariwisata justru cenderung mengalami reduksi makna. Ia dikemas sebagai produk instan, dikonsumsi demi estetika visual, dan dijual sebagai pengalaman singkat. Di Semarang, contoh konkret ini bisa dilihat pada beberapa daya tarik wisata budaya yang ada.</p>
<p>Pertama, Museum Ronggowarsito. Meski museum ini menyimpan kekayaan sejarah Jawa Tengah, sebagian besar pengunjung muda datang hanya untuk berfoto di spot-spot estetik. Artefak berharga tidak dipahami maknanya, bahkan narasi sejarah yang melekat padanya pun, jarang dibaca. Ini menunjukkan adanya kesenjangan besar, antara akses informasi dan kesadaran budaya.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Kedua, pertunjukan wayang orang Ngesti Pandawa, yang kini digelar di Taman Budaya Raden Saleh. Pertunjukan ini sudah mulai menyasar audiens muda, tetapi keterlibatan mereka cenderung bersifat pasif. Mereka datang sebagai penonton, bukan partisipan dalam dialog kebudayaan. Nilai-nilai moral, filosofi lakon, dan konteks historis, seringkali tidak sampai ke publik.</p>
<p>Saya mengambil contoh Museum Ronggowarsito dan pertunjukan wayang orang Ngesti Pandawa bukan tanpa alasan. Mahasiswa pariwisata Universitas Semarang (USM), pernah secara langsung mengunjungi museum tersebut, dan menonton pertunjukan wayang orang sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran lapangan.</p>
<p>Pengalaman ini memberikan gambaran nyata, tentang bagaimana generasi muda termasuk calon pelaku industri pariwisata, masih memaknai budaya secara dangkal. Banyak dari mereka lebih tertarik pada aspek visual dan dokumentasi digital, ketimbang menggali nilai historis atau filosofi kebudayaan, yang seharusnya menjadi inti dari pariwisata budaya.</p>
<p>Permasalahan ini tidak bisa hanya diserahkan kepada pengelola budaya atau pemerintah daerah. Sebagai pendidik pariwisata, saya melihat ada kegagalan dari pihak kami sendiri dalam dunia akademik, untuk menanamkan kesadaran budaya yang kritis kepada generasi muda. Banyak mahasiswa pariwisata memandang budaya hanya sebagai daya tarik, bukan sebagai warisan nilai yang harus dipahami secara mendalam.</p>
<p>Kurikulum pendidikan pariwisata seringkali terlalu fokus pada strategi pemasaran, pengelolaan destinasi, dan penciptaan paket wisata. Pendekatan ini perlu dikaji ulang. Kita butuh pendekatan interdisipliner, yang memasukkan perspektif komunikasi budaya kritis, filsafat lokal, hingga literasi budaya.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Mahasiswa harus diajak untuk tidak hanya menjual pariwisata, tetapi juga memaknai dan merawat budayanya. Jika mahasiswa pariwisata saja tidak memahami filosofi budaya yang mereka promosikan, bagaimana mungkin wisatawan umum bisa mendapat makna darinya?</p>
<p>Media sosial, sebagai alat komunikasi utama generasi muda, juga seharusnya diarahkan menjadi ruang edukasi. Museum dan institusi budaya bisa mengembangkan konten edukatif, seperti storytelling sejarah, sesi tanya-jawab dengan pelaku budaya, dan diskusi digital yang terbuka. Inilah yang disebut Habermas sebagai tindakan komunikatif dalam ruang publik modern.</p>
<p>Kini saatnya kita mengubah pendekatan: dari likes ke makna, dari visual ke refleksi, dari konsumsi ke kesadaran. Pariwisata budaya di Semarang tidak akan berkelanjutan, jika budaya hanya dijadikan komoditas. Ia harus diposisikan sebagai jantung identitas lokal yang perlu terus dihidupkan melalui pemahaman kritis, keterlibatan aktif, dan partisipasi kolektif.</p>
<p>Transformasi ini tak bisa dibiarkan tumbuh sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara institusi pendidikan, pengelola budaya, dan pelaku media digital, untuk menjadikan pariwisata sebagai ruang edukasi bersama. Jangan biarkan budaya kita hanya tinggal di kamera, tapi hilang dari kesadaran.</p>
<p>&#8212; <strong>Herman Novry Kristiansen Paninggiran </strong><em>(</em><em>Dosen Pariwisata Universitas Semarang &amp; Mahasiswa Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid)</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/24/pariwisata-budaya-di-era-scroll-antara-eksistensi-dan-esensi">Pariwisata Budaya di Era Scroll: Antara Eksistensi dan Esensi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muskerwil ISNU Jateng untuk Perkuat Sinergi dengan Perguruan Tinggi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/15/muskerwil-isnu-jateng-untuk-perkuat-sinergi-dengan-perguruan-tinggi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 12:09:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Global]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Sarjana]]></category>
		<category><![CDATA[ISNU]]></category>
		<category><![CDATA[jawa tengah]]></category>
		<category><![CDATA[muskerwil]]></category>
		<category><![CDATA[Musyawarah]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Otonom]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=446807</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Tengah, Dr Fakhrudin Azis MSi mengatakan, pengurus wilayah tengah menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III, di The Wujil Resort and Conventions Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat-Sabtu (15-16/11/2024). Adapun tema yang diambil dalam Muskerwil, &#8216;ISNU Berdaya untuk Indonesia&#8217;. Tema ini diangkat, untuk membahas bagaimana menjadikan sarjana ini lebih [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/15/muskerwil-isnu-jateng-untuk-perkuat-sinergi-dengan-perguruan-tinggi">Muskerwil ISNU Jateng untuk Perkuat Sinergi dengan Perguruan Tinggi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Tengah, Dr Fakhrudin Azis MSi mengatakan, pengurus wilayah tengah menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) III, di The Wujil Resort and Conventions Ungaran, Kabupaten Semarang, Jumat-Sabtu (15-16/11/2024). Adapun tema yang diambil dalam Muskerwil, &#8216;ISNU Berdaya untuk Indonesia&#8217;.</p>
<p>Tema ini diangkat, untuk membahas bagaimana menjadikan sarjana ini lebih berdaya, dan bisa memberikan kontribusi positif bagi negeri. Selain itu, ada satu impian besar, bagaimana sarjana melalui disiplin keilmuan, bisa mengabdi dan memiliki kepekaan dalam merespon fenomena global.</p>
<p>&#8221;ISNU sebagai badan otonom, bisa hadir dan memberikan solusi dari problematika kontemporer yang ada saat ini,&#8221; kata Dr Fakhrudin, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/11/2024).</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/11/15/kpu-jepara-siapkan-skema-debat-terakhir-antar-paslon-angkat-tema-penyelarasan-pembangunan-daerah-dengan-nasional">KPU Jepara Siapkan Skema Debat Terakhir Antar Paslon, Angkat Tema Penyelarasan Pembangunan Daerah dengan Nasional</a></strong></p>
<p>Disampaikan juga, tujuan digelarnya Muskerwil ini yakni, dalam rangka memperkuat sinergi antara ISNU dan perguruan tinggi yang ada di Jateng. Pada Muskerwil III ini, juga dilaksanakan penandatanganan MoU dengan 22 perguruan tinggi swasta dan negeri di Jateng.</p>
<p>&#8221;Harapan kami, nantinya ISNU dapat bersinergi membuat program bersama sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten/Kota di Jateng,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Sekjen ISNU Dr Muhammad Kholid Syeirazi MSi menyatakan, dengan adanya Mukerwil yang digabung dengan Focus Group Discussion (FGD), terkait dengan sinergi perguruan tinggi di Jateng, bisa menjadi pilot project untuk mengolaborasi, mensinergikan kekuatan dan potensi yang ada di NU dan perguruan tinggi.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/11/15/marak-judi-online-kanwil-kemenkumham-jateng-gelar-penyuluhan-hukum-di-kabupaten-wonosobo">Marak Judi Online, Kanwil Kemenkumham Jateng Gelar Penyuluhan Hukum di Kabupaten Wonosobo</a></strong></p>
<p>&#8221;Banyak sekali anggota ISNU yang bergerak di bidang akademik, baik menjadi rektor, wakil rektor, dekan, serta dosen. Ini adalah potensi dan kekuatan besar untuk dikolaborasikan dalam mewujudkan agenda mencerdaskan bangsa, khususnya Masyarakat Jateng,&#8221; tutur dia.</p>
<p>Salah satu pimpinan perguruan tinggi yang hadir, Dr Abdul Karim MSi, selaku Sekretaris Universitas Semarang (USM), memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Disebutkan dia, adanya MoU antara ISNU dan perguruan tinggi ini, bisa diimplementasikan dengan baik.</p>
<p>&#8221;Ini juga akan menjadi jalan dan peluang terciptanya kolaborasi dalam tri dharma perguruan tinggi, baik pendidikan, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat,&#8221; tukasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/15/muskerwil-isnu-jateng-untuk-perkuat-sinergi-dengan-perguruan-tinggi">Muskerwil ISNU Jateng untuk Perkuat Sinergi dengan Perguruan Tinggi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://3.33.146.175/id/">https://3.33.146.175/id/</a>
<a href="https://117.18.0.23/">https://117.18.0.23/</a>
<a href="https://117.18.0.16/">https://117.18.0.16/</a>
<a href="https://117.18.0.24/">https://117.18.0.24/</a>

<a href="https://chinesemedicinenews.com/">https://chinesemedicinenews.com/</a>
<a href="https://revistaenigmas.com/">https://revistaenigmas.com/</a>
<a href="https://topweddinglists.com/">https://topweddinglists.com/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://ayahqq.it.com">https://ayahqq.it.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>
<a href="https://klik66.it.com">https://klik66.it.com</a>
<a href="https://radiofarmacia.org">https://radiofarmacia.org</a>
<a href="https://atendamais.org">https://atendamais.org</a>

<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>

<a href="https://aenfis.com/cloud/pkvgames/">https://aenfis.com/cloud/pkvgames/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/bandarqq/">https://aenfis.com/cloud/bandarqq/</a>
<a href="https://aenfis.com/cloud/dominoqq/">https://aenfis.com/cloud/dominoqq/</a>
</div>