<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dunia pendidikan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/dunia-pendidikan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 May 2026 15:38:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>dunia pendidikan Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hardiknas di Era Gen-AI: Robot Menjadi Guru atau Guru Menjadi Maestro?</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/02/hardiknas-di-era-gen-ai-robot-menjadi-guru-atau-guru-menjadi-maestro</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2026 15:38:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[Berevolusi]]></category>
		<category><![CDATA[dunia pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Estetika]]></category>
		<category><![CDATA[Filosofis]]></category>
		<category><![CDATA[Kode Rumit]]></category>
		<category><![CDATA[laboratorium]]></category>
		<category><![CDATA[Maestro]]></category>
		<category><![CDATA[Materi]]></category>
		<category><![CDATA[Momentum]]></category>
		<category><![CDATA[Pintu Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=557491</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Dr NAN Murniati MPd SETIAP tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum refleksi atas warisan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Namun, tahun ini kita berdiri di persimpangan jalan yang unik. Kehadiran Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) seperti ChatGPT dan kawan-kawannya, telah mengubah lanskap ruang kelas secara radikal. Di tengah deru algoritma yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/02/hardiknas-di-era-gen-ai-robot-menjadi-guru-atau-guru-menjadi-maestro">Hardiknas di Era Gen-AI: Robot Menjadi Guru atau Guru Menjadi Maestro?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Dr NAN Murniati MPd</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-557493 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-02-at-17.50.25.jpg" alt="" width="150" height="210" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-02-at-17.50.25.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-02-at-17.50.25-107x150.jpg 107w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />SETIAP</strong> tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia merayakan Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum refleksi atas warisan pemikiran Ki Hajar Dewantara. Namun, tahun ini kita berdiri di persimpangan jalan yang unik. Kehadiran Generative Artificial Intelligence (Gen-AI) seperti ChatGPT dan kawan-kawannya, telah mengubah lanskap ruang kelas secara radikal.</p>
<p>Di tengah deru algoritma yang kini mampu merangkai esai filosofis, memecahkan baris kode rumit, hingga melukis estetika dalam sekejap mata, dunia pendidikan kita mendadak sunyi dalam tanya. Kita sedang berdiri di ambang pintu sejarah: apakah ruang kelas masa depan akan menjadi laboratorium dingin di mana robot mengambil alih peran guru, ataukah ini justru momentum bagi guru untuk menanggalkan jubah pemberi materi dan berevolusi menjadi seorang maestro peradaban?</p>
<p>Jika kita memandang pendidikan sekadar sebagai proses transfer informasi (transfer of knowledge), maka posisi guru memang terancam. Robot tidak pernah lelah, memiliki basis data yang hampir tak terbatas, dan mampu memberikan jawaban instan dalam hitungan milidetik. Dalam dunia yang mendewakan kecepatan, AI adalah pemenang mutlak. Namun, esensi pendidikan yang dicita-citakan Bapak Pendidikan kita jauh melampaui tumpukan data.</p>
<p>Ki Hajar Dewantara mengajarkan bahwa pendidikan adalah &#8220;tuntunan bagi tumbuhnya kodrat anak.&#8221; Di sinilah letak perbedaan mendasar antara mesin dan manusia. Mesin bisa memproses data dengan presisi matematis, tetapi hanya guru yang memiliki jiwa untuk menuntun nurani.</p>
<p>Kegelisahan global mengenai otomasi pendidikan sebenarnya berakar pada ketakutan akan hilangnya &#8220;sentuhan manusia&#8221;. Ketika seorang siswa bertanya pada AI tentang makna keadilan, mesin akan memberikan definisi literer dari ribuan buku hukum. Namun, ketika siswa tersebut bertanya pada seorang guru, ia mendapatkan konteks, ia mendapatkan empati, dan ia mendapatkan perspektif yang berpijak pada realitas sosial di sekitarnya. Tantangan hari ini bukan lagi bagaimana mencari jawaban, melainkan bagaimana memahami makna di balik jawaban tersebut.</p>
<p><strong>Relevansi Triloka: Kompas di Rimba Digital</strong><br />
Relevansi filosofi Triloka kini menemukan momentumnya sebagai kompas krusial di tengah rimba digital. Di era banjir informasi ini, prinsip Ing Ngarsa Sung Tuladha bertransformasi menjadi tantangan bagi guru untuk menjadi Role Model Digital. Kita hidup di zaman di mana algoritma media sosial lebih sering menonjolkan sensasi di atas substansi, dan missinformasi tersebar lebih cepat daripada cahaya.</p>
<p>Dalam kekacauan ini, guru harus berdiri di garda depan guna mencontohkan integritas akademik, etika berkomunikasi, hingga kebijaksanaan dalam memilah kebenaran.</p>
<p>Keteladanan guru masa kini tidak lagi sekadar soal wibawa fisik atau kerapian seragam di ruang kelas, melainkan tentang bagaimana mendemonstrasikan cara menjadi manusia yang beradab di tengah dunia yang serba virtual. Guru adalah benteng pertama yang mengajarkan bahwa kecanggihan alat harus dibarengi dengan keluhuran budi. Tanpa keteladanan digital dari guru, generasi muda akan tersesat dalam rimba algoritma yang seringkali amoral.</p>
<p>Sejalan dengan itu, guru dituntut bertransformasi menjadi seorang maestro pembelajaran. Layaknya seorang maestro musik yang tidak sekadar memainkan alat musik, namun mampu mengorkestrasi keindahan dari berbagai instrumen, semangat Ing Madya Mangun Karsa pun hadir di tengah riuhnya penggunaan gawai. Ruang kelas masa kini seringkali terdistraksi oleh notifikasi dan stimulasi visual yang tak henti. Di sini, guru berperan menghidupkan kembali rasa ingin tahu siswa yang mulai tumpul akibat kemudahan instan.</p>
<p>Meski AI mampu menyodorkan jawaban untuk setiap pertanyaan pekerjaan rumah, gurulah pihak yang harus melahirkan pertanyaan-pertanyaan pemantik (powerful questions) guna menggugah nalar kritis. Seorang maestro pendidikan tidak takut pada AI; ia justru menggunakan AI sebagai salah satu instrumen dalam orkestra pembelajarannya.</p>
<p>Tugas utama guru kini adalah memastikan teknologi diposisikan sebagai instrumen pendukung yang memperluas cakrawala, bukan alat yang justru mematikan daya pikir dan daya cipta siswa. Guru harus mampu membimbing siswa untuk tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi menjadi penguasa atas teknologi tersebut.</p>
<p>Pada akhirnya, esensi Tut Wuri Handayani memberikan sentuhan yang tidak akan pernah bisa direplikasi oleh teknologi sehebat apa pun. Robot, secanggih apa pun pengolah bahasanya, tidak memiliki empati. Ia tidak bisa merasakan kegelisahan siswa yang kehilangan kepercayaan diri karena perundungan siber, atau kebingungan seorang remaja yang tengah mencari jati diri di tengah standar ganda dunia maya.</p>
<p>Di titik inilah guru hadir sebagai jangkar emosional yang tak tergantikan. Dorongan moral, dukungan psikologis, dan pengakuan tulus atas keunikan setiap individu merupakan &#8220;ruh&#8221; pendidikan yang akan tetap menjadi domain manusia. Pendidikan sejati terjadi ketika seorang guru menatap mata siswanya dan berkata, &#8220;Aku percaya padamu.&#8221; Kalimat sederhana ini mengandung kekuatan magis yang tidak bisa dihasilkan oleh barisan kode program manapun.</p>
<p>Peran &#8220;di belakang memberi dorongan&#8221; ini menjadi sangat vital ketika dunia luar semakin kompetitif dan mekanistik. Guru adalah pelabuhan aman bagi kemanusiaan siswa.</p>
<p>Menyambut Hardiknas di era Gen-AI, kita harus menyadari sepenuhnya bahwa teknologi hanyalah alat, sedangkan pendidikan adalah seni memanusiakan manusia. Guru tidak perlu merasa rendah diri atau bersaing dengan kecepatan prosesor komputer, karena pendidikan bukanlah perlombaan pengolahan data. Sebaliknya, guru harus meningkatkan derajatnya menjadi maestro peradaban yang mampu mengorkestrasi kecanggihan teknologi dengan kearifan lokal.</p>
<p>Kedaulatan pendidikan kita bergantung pada sejauh mana kita mampu mengintegrasikan kemajuan global tanpa mencabut akar budaya kita sendiri. Kemampuan Gen-AI untuk meniru gaya bahasa atau logika manusia hanyalah tantangan bagi kita untuk mencari apa yang &#8220;murni manusiawi&#8221; dalam diri kita. Jika guru hanya menjalankan tugas-tugas administratif dan repetitif, mereka memang akan tergantikan. Namun, jika guru hadir sebagai pendamping hidup, pemberi inspirasi, dan penjaga moral, mereka akan abadi.</p>
<p>Evolusi pendidikan hari ini bukan tentang memusuhi kemajuan atau mengharamkan kecerdasan buatan. Sebaliknya, ini tentang memastikan bahwa manusia tetap memegang kendali penuh atas teknologi tersebut demi kemaslahatan bersama. Teknologi harus tunduk pada visi kemanusiaan, bukan sebaliknya.</p>
<p>Mari kita jadikan momentum Hardiknas ini untuk mempertegas kembali komitmen kita: bahwa di balik layar-layar dingin, tablet canggih, dan algoritma yang rumit, tetap harus ada detak jantung seorang pendidik yang tulus. Sebab pada akhirnya, pendidikan yang sejati bukanlah sekadar soal berapa banyak informasi yang bisa diserap oleh otak, melainkan sebuah dialog hati ke hati yang membimbing anak bangsa menuju kemerdekaan berpikir, kedaulatan rasa, dan kemuliaan budi pekerti.</p>
<p>Di tangan para guru yang menjadi maestrolah, masa depan Indonesia akan tetap hangat dan manusiawi, meski di tengah kepungan robot-robot pintar. Selamat Hari Pendidikan Nasional.</p>
<p><strong>&#8212;</strong> <em>Penulis adalah Dosen Manajemen Pendidikan S2 Upgris Bidang Keahlian Perencanaan dan Pengembangan SDM Pendidikan</em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/02/hardiknas-di-era-gen-ai-robot-menjadi-guru-atau-guru-menjadi-maestro">Hardiknas di Era Gen-AI: Robot Menjadi Guru atau Guru Menjadi Maestro?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagi Dosen USM, AI Dinilai Peluang Baik bagi Dunia Pendidikan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/08/14/bagi-dosen-usm-ai-dinilai-peluang-baik-bagi-dunia-pendidikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 04:34:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Aktivitas Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[dunia pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[Program Studi S1]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=490240</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Sekretaris Program Studi S1-Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), Ami Saptiyono SIKom MIKom mengatakan, Artificial Intelligence (AI)) sebagai sebuah peluang baik bagi dunia pendidikan. Dalam hal ini, aktivitas belajar mengajar selama perkuliahan, bagi dosen, mahasiswa, hingga alumni, asalkan digunakan sebaik-baiknya. Hal itu seperti yang disampaikannya, saat menjadi narasumber dalam Talkshow USM Update dengan tema [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/14/bagi-dosen-usm-ai-dinilai-peluang-baik-bagi-dunia-pendidikan">Bagi Dosen USM, AI Dinilai Peluang Baik bagi Dunia Pendidikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Sekretaris Program Studi S1-Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), Ami Saptiyono SIKom MIKom mengatakan, Artificial Intelligence (AI)) sebagai sebuah peluang baik bagi dunia pendidikan. Dalam hal ini, aktivitas belajar mengajar selama perkuliahan, bagi dosen, mahasiswa, hingga alumni, asalkan digunakan sebaik-baiknya.</p>
<p>Hal itu seperti yang disampaikannya, saat menjadi narasumber dalam Talkshow USM Update dengan tema &#8216;Ilmu Komunikasi di Era AI&#8217;, yang berlangsung di Studio Radio USM Jaya, Gedung N Kampus USM, Rabu (13/8/2025).</p>
<p>Ami mengungkapkan, pihaknya telah melakukan persiapan untuk menghadapi AI bukan sebagai musuh, namun sebagai partner. Beberapa dosen mengenalkan AI dan cara penggunaan yang benar, seperti pada mata kuliah terkait riset.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/08/13/tim-robotika-usm-berjuang-jadi-yang-terbaik-di-korea-selatan">Tim Robotika USM Berjuang Jadi yang Terbaik di Korea Selatan</a></strong></p>
<p>&#8221;Menurut saya, AI itu sebuah peluang. AI itu bukan jadi penghambat, malah jadi sumber uang atau rezeki bagi mahasiswa maupun alumni, selama bisa memanfaatkan dan mencari peluang dengan baik. Kita harus pintar beradaptasi, dengan begitu kita tidak hanya bisa memanfaatkan tapi juga mengembangkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, keterampilan berkreasi, berpikir kreatif, dan mencipatakan inovasi sangat diperlukan bagi mahasiswa, untuk dapat bertahan di era digital pada perkembangan teknologi yang semakin pesat ini.</p>
<p>&#8221;Zaman boleh maju, teknologi boleh semakin berkembang, tetapi tetap manusia yang harus pegang kontrolnya,&#8221; tegas Ami.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/08/13/program-mobile-exchange-jadi-wadah-mahasiswa-usm-perdalam-pengalaman-akademik">Program ‘Mobile Exchange’ Jadi Wadah Mahasiswa USM Perdalam Pengalaman Akademik</a></strong></p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pengabdian Sosial Himalika USM, yang juga mahasiswa Ilmu Komunikasi USM, Dinda Aurallia Putri A-Zahra menyatakan, dirinya menggunakan AI hanya sebagai referensi.</p>
<p>&#8221;Kalau kita memasrahkan semuanya ke AI, jadinya seperti AI yang mengatur kita. Itu tantangannya. Apalagi sekarang banyak muncul AI baru, dengan modifikasi yang beda-beda, dan itu juga menjadi tantangan,&#8221; ujar dia.</p>
<p>Dinda juga berpesan, jangan sampai terbuai dengan apa yang sudah digampangkan. Jangan sampai lupa, kalau manusia mempunya kecerdasan alami.</p>
<p>&#8221;Gunakan kecerdasan buatan sebagaimana mestinya, dan jangan lupakan kalau apa yang kita punya, otak kita memiliki kapasitas jauh lebih besar dari apa yang mesin punya,&#8221; tukas Dinda.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/08/14/bagi-dosen-usm-ai-dinilai-peluang-baik-bagi-dunia-pendidikan">Bagi Dosen USM, AI Dinilai Peluang Baik bagi Dunia Pendidikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sasar Dunia Pendidikan, PT PLN IP UBP Semarang Serahkan Bantuan Sarpras di 2 Sekolah</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/01/26/sasar-dunia-pendidikan-pt-pln-ip-ubp-semarang-serahkan-bantuan-sarpras-di-2-sekolah</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2024 05:23:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[bantu]]></category>
		<category><![CDATA[dunia pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[IZI Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[PT PLN Indonesia Power UBP Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[Sarpras]]></category>
		<category><![CDATA[Sasar]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah dasar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=395648</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Koordinator atau perwakilan Sekolah Dasar (SD) Negeri Kemijen 01, Kelurahan Kemijen Semarang Timur, Retno Kusumaningtyas merasa bersyukur mendapatkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) dari PT PLN Indonesia Power (IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang. Retno mengatakan, pihaknya saat ini memang masih membutuhkan beberapa kebutuhan di sekolahnya untuk menunjang kelancaran dalam proses belajar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/26/sasar-dunia-pendidikan-pt-pln-ip-ubp-semarang-serahkan-bantuan-sarpras-di-2-sekolah">Sasar Dunia Pendidikan, PT PLN IP UBP Semarang Serahkan Bantuan Sarpras di 2 Sekolah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Koordinator atau perwakilan Sekolah Dasar (SD) Negeri Kemijen 01, Kelurahan Kemijen Semarang Timur, Retno Kusumaningtyas merasa bersyukur mendapatkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) dari PT PLN Indonesia Power (IP) Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang.</p>
<p>Retno mengatakan, pihaknya saat ini memang masih membutuhkan beberapa kebutuhan di sekolahnya untuk menunjang kelancaran dalam proses belajar mengajar.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah kami menerima bantuan dari PT PLN Indonesia Power, yakni beberapa white board, karena kami saat ini memang membutuhkan white board. Ada beberapa kelas yang harus diganti,&#8221; ujar Retno.</p>
<p>Ia menyampaikan terima kasih kepada Indonesia Power yang telah memberikan bantuan sesuai kebutuhan sekolah. Dirinya berharap kegiatan seperti ini terus berkelanjutan.</p>
<p>Menurut Officer Community Development PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Dadan Budiansyah, pihaknya selama ini selalu konsen dan memperhatikan pada dunia pendidikan yang ada di wilayah sekitar perusahaan.</p>
<p>Hari ini, PT PLN Indonesia Power UPB Semarang menyerahkan bantuan kepada dua sekolah di wilayahnya, yakni di SD Negeri Kemijen 01, dan SD Negeri Tambakrejo 2 Semarang.</p>
<p>&#8220;Kami menggandeng Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah memberikan bantuan di dua sekolah. Bantuan yang kami berikan adalah sesuai yang dibutuhkan sekolah, guna menunjang proses belajar mengajar di sekolah masing-masing,&#8221; terang Dadan.</p>
<p>Bantuan yang diberikan diantaranya 2 sound potable, beberapa white board, dan juga tempat sampah.</p>
<p>Selain bantuan sarana dan prasarana, PT PLN Indonesia Power UBP Semarang juga mempunyai program beasiswa yang diperuntukkan pada pendidikan SMP, SMA dan Perguruan Tinggi.</p>
<p>Sementara itu Lurah Tambakrejo, Sukiswo mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada  PT PLN Indonesia Power UBP Semarang dan IZI Jateng yang telah memberikan bantuan sarpras kepada sekolah di wilayah Tambakrejo maupun Kemijen.</p>
<p>&#8220;Selaku pemangku wilayah kami mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan bantuan yang diberikan bisa membantu meningkatkan dalam pembelajaran di sekolah masing-masing,&#8221; kata Sukiswo.</p>
<p>Ia menyebut, masih ada sejumlah sekolah di wilayahnya yang membutuhkan bantuan. Karena pendanaannya masih mandiri (dari pemilik pribadi). Bahkan ada sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) yang masih terabaikan.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/01/26/sasar-dunia-pendidikan-pt-pln-ip-ubp-semarang-serahkan-bantuan-sarpras-di-2-sekolah">Sasar Dunia Pendidikan, PT PLN IP UBP Semarang Serahkan Bantuan Sarpras di 2 Sekolah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PKY Jateng Gandeng Mahasiswa Magang USM Kenalkan KY di SMK 8 Semarang</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/03/11/pky-jateng-gandeng-mahasiswa-magang-usm-kenalkan-ky-di-smk-8-semarang</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Mar 2023 07:07:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[dunia pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Jejaring]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa magang]]></category>
		<category><![CDATA[PKY Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[SMK Negeri 8 Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi]]></category>
		<category><![CDATA[USM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=321507</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jawa Tengah mengembangkan jejaring di dunia pendidikan dengan melakukan sosialisasi kelembagaan di SMK Negeri 8 Semarang. Dalam kegiatan, PKY Jateng melibatkan kalangan civitas akademika dari Universitas Semarang (USM). Terselenggaranya sosialisasi tersebut merupakan wujud komitmen PKY Jateng melakukan pemeliharaan jejaring sekaligus pelaksanaan edukasi publik sebagai sarana pengenalan lembaga kepada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/pky-jateng-gandeng-mahasiswa-magang-usm-kenalkan-ky-di-smk-8-semarang">PKY Jateng Gandeng Mahasiswa Magang USM Kenalkan KY di SMK 8 Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jawa Tengah mengembangkan jejaring di dunia pendidikan dengan melakukan sosialisasi kelembagaan di SMK Negeri 8 Semarang.</p>
<p>Dalam kegiatan, PKY Jateng melibatkan kalangan civitas akademika dari Universitas Semarang (USM).</p>
<p>Terselenggaranya sosialisasi tersebut merupakan wujud komitmen PKY Jateng melakukan pemeliharaan jejaring sekaligus pelaksanaan edukasi publik sebagai sarana pengenalan lembaga kepada masyarakat luas.</p>
<p>Wakil Kesiswaan SMK Negeri 8 Semarang, Munif berharap anak didiknya bisa memperoleh wawasan baru, ilmu dan pengalaman baru dari acara ini.</p>
<p>Ia juga berharap wawasan/pengetahuan yang diperoleh pada acara sosialisasi bisa dibagikan kepada siswa-siswi yang tidak mengikuti kegiatan tersebut.</p>
<p>&#8220;Harapannya siswa-siswi yang hadir disini bisa getok tular pada teman-teman lain yang kebetulan tidak ada di ruangan ini, supaya ilmu itu semakin menyebar dan semakin banyak yang mengetahuinya,&#8221; kata Munif, baru-baru ini.</p>
<p>Perwakilan PKY Jateng, Dewi Ratna Siti Mukaromah (Asisten PKY Jateng PIC Sosialisasi dan Administrasi) mengatakan, sosialisasi kelembagaan merupakan nafas PKY Jateng untuk terus hidup ditengah masyarakat.</p>
<p>&#8220;Salah satu tugas kami adalah memberikan sosialisasi kelembagaan kepada masyarakat luas, karena itu merupakan hak masyarakat dan nafas PKY Jateng untuk tetap hidup bersama masyarakat,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dewi menambahkan, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian kecil dari perubahan peradilan di Indonesia ke arah yang lebih baik.“Sosialisasi kelembagaan ini merupakan bagian kecil dari upaya yang bisa kami lakukan dalam mewujudkan peradilan bersih di kemudian hari,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&#8220;Untuk 15 atau 20 tahun kedepan, teman-teman yang sedang belajar di bangku SMK saat inilah yang akan memimpin negeri ini. Kami berharap langkah kecil ini bisa memiliki dampak yang besar di hari esok, dengan membawa perubahan kemajuan peradilan bersih di Indonesia,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Panitia kegiatan magang USM, M. Nashilul Hilmi menyatakan, kegiatan ini merupakan puncak program kerja kegiatan magang di Kantor PKY Jateng yang dilakukan atas arahan dari tim PKY Jateng saat itu.</p>
<p>&#8220;Kami berharap sinergitas antara USM dengan PKY Jateng terus terjalin baik dan saling memperkuat jejaring di masa yang akan datang,&#8221; kata Nashilul.</p>
<p>Mahasiswa magang USM sendiri mengaku bangga bisa turun langsung ke sekolah untuk membagikan ilmunya yang diperoleh selama magang di Kantor PKY Jateng.</p>
<p>Dalam sosialisasi tersebut juga dihadiri perwakilan dari anggota Osis, Pramuka, anggota PMK, dan sebagian guru SMK Negeri 8 Semarang.</p>
<p><em><strong>Ning Suparningsih</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/03/11/pky-jateng-gandeng-mahasiswa-magang-usm-kenalkan-ky-di-smk-8-semarang">PKY Jateng Gandeng Mahasiswa Magang USM Kenalkan KY di SMK 8 Semarang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peresmian Kantor Sekretariat Perwati Jateng Ditandai dengan Tasyakuran Pemotongan Tumpeng</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/03/28/peresmian-kantor-sekretariat-perwati-jateng-ditandai-dengan-tasyakuran-pemotongan-tumpeng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Mar 2022 05:07:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[dunia pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[jateng]]></category>
		<category><![CDATA[Peresmian Kantor Sekretariat Perwati]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=240839</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Tasyakuran potong tumpeng menandai diresmikannya penggunaan Kantor Sekretariat Perwati Jawa Tengah di Jalan Wolter Monginsidi 99 Genuk, Kota Semarang. Pendirian Kantor Sekretariat Perwati ini untuk mendukung kegiatan Perwati Jateng dalam kiprah terkait kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Presmian tersebut diawali dengan kegiatan Khotmil Quran yang digelar oleh pengurus dan anggota Perwati Jateng, dilanjutkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/28/peresmian-kantor-sekretariat-perwati-jateng-ditandai-dengan-tasyakuran-pemotongan-tumpeng">Peresmian Kantor Sekretariat Perwati Jateng Ditandai dengan Tasyakuran Pemotongan Tumpeng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)-</strong> Tasyakuran potong tumpeng menandai diresmikannya penggunaan Kantor Sekretariat Perwati Jawa Tengah di Jalan Wolter Monginsidi 99 Genuk, Kota Semarang.</p>
<p>Pendirian Kantor Sekretariat Perwati ini untuk mendukung kegiatan Perwati Jateng dalam kiprah terkait kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.</p>
<p>Presmian tersebut diawali dengan kegiatan Khotmil Quran yang digelar oleh pengurus dan anggota Perwati Jateng, dilanjutkan doa bersama dan mauidoh hasanah.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/03/27/pencanangan-kampung-pancasila-di-kota-semarang-bisa-menjadi-contoh-yang-lain/">Pencanangan Kampung Pancasila di Kota Semarang Bisa Menjadi Contoh yang Lain</a></strong></p>
<p>Pembina Perwati Jateng, Ny Combo mengajak semua pengurus agar selalu kompak dalam melaksanakan program kerja yang direncanakan.</p>
<p>Sementara itu Ketua Perwati Jateng, Dra Banun Sri Haksasi MPd berharap, semua pengurus dengan tulus ikhlas mengemban amanah kepengurusan.</p>
<p>Pengurus Wilayah Perwati Wanita Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) Provinsi Jawa Tengah periode 2021-2025 yang diketuai oleh Dra Banun Sri Haksasi MPd, dilantik oleh Ketua Pusat Dra Asdirwati Ali MM di Aula Garuda Hotel Mulia Semarang, belum lama berselang.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/03/26/kantor-sar-semarang-gelar-pelatihan-jungle-rescue/">Kantor SAR Semarang Gelar Pelatihan Jungle Rescue</a></strong></p>
<p>Dalam kepengurusan, Banun Sri Haksasi didampingi Wakil Ketua Dr Mardliyah Mkes, enam orang ketua, Sekretaris Umum Erna Maskanah SPd dan lima sekretaris, serta 30 orang lainnya dalam bidang-bidang.</p>
<p>Dalam momen pelantikan itu juga sekaligus dilakukan Rapat Kerja Wilayah 2021 yang bertopik “Membangun Generasi yang Berakhlakul Karimah menuju Baldatun Thayyibah”.</p>
<p>Menurut Banun Sri Haksasi, Perwati Wanita Perti bergerak dalam kegiatan dakwah tarbiyah pendidikan dengan niatan bersedekah.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://suarabaru.id/2022/03/25/3-restoran-keren-dengan-pemandangan-kota-semarang-yang-ciamik/">3 Restoran Keren dengan Pemandangan Kota Semarang yang Ciamik</a></strong></p>
<p>Organisasi yang didirikan pada 1928 di Candung, Bukittinggi, Sumatera Barat ini bervisi dakwah sosial keagamaan untuk kemajuan perempuan, dan bermisi melaksanakan dakwah dalam nilai yang seluas-luasnya.</p>
<p>&#8220;Diantaranya membangun dan mengembangkan serta mencerdaskan umat, meluaskan wawasan melalui pendidikan selama hidup baik pendidikan umum terutama pendidikan agama, juga meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat terutama wanita melalui dakwah Islamiyah yang berkesinambungan,&#8221; jelas Banun.</p>
<p>Selain itu, juga membangun ekonomi umat dan memajukan usaha sosial menuju ke arah kehidupan yang kayak.</p>
<p>Pelantikan yang bertepatan dengan perayaan Hari Ibu pada 2021 itu juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan Zaimatun Ali Mufiz selaku Wakil Ketua Penasihat Wilayah.</p>
<p><em><strong>Ning</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/03/28/peresmian-kantor-sekretariat-perwati-jateng-ditandai-dengan-tasyakuran-pemotongan-tumpeng">Peresmian Kantor Sekretariat Perwati Jateng Ditandai dengan Tasyakuran Pemotongan Tumpeng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menekan Angka Kenakalan Anak Usia Sekolah Melalui Pendekatan Humanistik</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/12/13/menekan-angka-kenakalan-anak-usia-sekolah-melalui-pendekatan-humanistik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hadi Priyanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Dec 2021 00:54:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Jepara]]></category>
		<category><![CDATA[dunia pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=217372</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Basuki, S.Pd Anak usia sekolah atau remaja merupakan masa peralihan individu dari satu tahap anak-anak menuju ke tahap dewasa dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah. Maka remaja sangat rentan sekali mengalami masalah-masalah psikososial yakni masalah psikis kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial. Adanya anggapan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/13/menekan-angka-kenakalan-anak-usia-sekolah-melalui-pendekatan-humanistik">Menekan Angka Kenakalan Anak Usia Sekolah Melalui Pendekatan Humanistik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Basuki, S.Pd</p>
<p>Anak usia sekolah atau remaja merupakan masa peralihan individu dari satu tahap anak-anak menuju ke tahap dewasa dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah. Maka remaja sangat rentan sekali mengalami masalah-masalah psikososial yakni masalah psikis kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial.</p>
<p>Adanya anggapan bahwa dirinya bukan lagi anak-anak, menyebabkan mereka berusaha meninggalkan perilaku dan sikap kekanak-kanakannya untuk diganti dengan sikap dan perilaku yang lebih dewasa. Namun, anggapan kedewasaan bagi sebagian remaja belum sepenuhnya dipahami. Perilaku melanggar aturan dan norma dianggap sebagai kenakalan anak usia sekolah.</p>
<p>Kenakalan pada siswa secara umum terjadi karena beberapa faktor, di antaranya adalah faktor pengaruh teman, kontrol diri yang rendah, lingkungan dan pendidikan orang tua. Kenakalan yang terjadi di sekolah seperti menyontek, membolos, melawan guru, berkelahi, ugal-ugalan, dan merokok. Kenakalan tersebut harus segera ditangani serta diberikan upaya pencegahannya. Salah satu upaya penanganannya adalah melalui sistem pembelajaran yang humanis serta bimbingan konseling di sekolah dengan pendekatan humanistik.</p>
<p>Humanistik merupakan bagian dari salah satu pendekatan dalam belajar. Pendekatan humanistik menekankan pada perkembangan positif. Pendekatan humanistik memiliki peran penting dalam proses membimbing, mengarahkan serta mengentaskan masalah yang sedang dihadapi siswa. Jika pendekatan humanistik dilakukan tidak maksimal ataupun tidak pernah dilakukan sama sekali maka akan berdampak buruk bagi siswa yang mengalami masalah maupun bagi siswa yang butuh pengarahan atau bimbingan.</p>
<p>Sekolah bukan sekedar tempat untuk menuangkan ilmu pengetahuan tetapi sekolah juga harus mampu mendidik dan membina kepribadian peserta didik. Sekolah sebagai tempat pendidikan anak dapat pula menjadi sumber terjadinya konflik kejiwaan sehingga memudahkan anak menjadi nakal. Sehingga guru penting untuk mengimplementasikan suatu pendekatan humanistik dalam proses pembelajaran.</p>
<p>Pendidikan saat ini harus menerapkan pandangan humanistik dalam menjalankan proses belajar mengajar di kelas. Teori Humanistik lebih mementingkan isi karena berhubungan erat dengan emosi, perasaan, dan komunikasi. Sehingga dengan ketiga Komponen tersebut Teori Humanistik berusaha memfokuskan pada pembentukan kepribadian yang Positif. Secara umum, Inti dari Teori Humanistik adalah bagaimana Memanusiakan Manusia.</p>
<p>Peran guru dalam pembelajaran humanistik adalah menjadi fasilitator bagi para peserta didik sedangkan guru memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan peserta didik. Pelaksanaan ini akan berjalan maksimal jika mendapat dukungan dan bantuan dari berbagai pihak seperti kepala sekolah, wali kelas, orang tua siswa serta personil lainya.</p>
<p><em>Penulis adalah Kepala  SMP Negeri 1 Nalumsari, Jepara, sedang menyelesaikan S2 di Upgris Semarang.</em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/12/13/menekan-angka-kenakalan-anak-usia-sekolah-melalui-pendekatan-humanistik">Menekan Angka Kenakalan Anak Usia Sekolah Melalui Pendekatan Humanistik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Lokasi ini jadi Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka di Jateng</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/25/tiga-lokasi-ini-jadi-ujicoba-pembelajaran-tatap-muka-di-jateng</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Hery Priyono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2020 10:52:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[COVID-19]]></category>
		<category><![CDATA[disdikbud]]></category>
		<category><![CDATA[dunia pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran jarak jauh]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran tatap muka]]></category>
		<category><![CDATA[unicef]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan setara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=107898</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Jawa Tengah akan mengujicoba pembelajaran tatap muka di tiga kabupaten berzona hijau di masa pandemi Covid-19. Namun, setiap kabupaten hanya akan diujicobakan pada satu SMA dan satu SMK dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. &#160; Hal tersebut seperti yang disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah (Disdikbud Jateng), Padmaningrum, pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/25/tiga-lokasi-ini-jadi-ujicoba-pembelajaran-tatap-muka-di-jateng">Tiga Lokasi ini jadi Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka di Jateng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>) &#8211; Jawa Tengah akan mengujicoba pembelajaran tatap muka di tiga kabupaten berzona hijau di masa pandemi Covid-19. Namun, setiap kabupaten hanya akan diujicobakan pada satu SMA dan satu SMK dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal tersebut seperti yang disampaikan Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah (<a href="http://jatengprov.go.id">Disdikbud Jateng</a>), Padmaningrum, pada acara webinar Tarik Ulur Pembelajaran Jarak Jauh yang diselenggarakan Selasa (25/8/2020) siang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami telah menetapkan beberapa zona terkait pendidikan. Strateginya adalah daerah zona hijau yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka lebih dulu. Kami memilih Kabupaten Wonosobo, Temanggung, dan Kota Tegal,&#8221; kata Padmaningrum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Walau begitu, rencana tersebut terganjal persoalan karena tiba-tiba terdapat kasus positif Covid-19 di Brebes dan Tegal ketika cara belajar secara tatap muka diterapkan di PAUD, SD, dan SMP tanpa izin Gubernur Jateng.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Karena itulah kami dalam membuka sekolah tidak sembarangan. Rencana itu kemudian kami evaluasi ulang. Bersama Tim Gugus Tugas kami melakukan penjaringan kabupaten/kota dan rapat hingga tiga kali. Kami membuat film sistem pendidikan seperti apa yang akan dilakukan nanti,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sistem belajar tatap muka baru akan diujicobakan bila keadaan betul-betul dipandang aman. Dalam penerapan pembelajaran tatap muka di masa pandemi ini maka hanya berlangsung sekitar 3 &#8211; 4 jam. Gerbang masuk sekolah dan keluar sekolah juga berbeda, bahkan harus dipastikan saat siswa berangkat, selama di sekolah, hingga pulang tetap aman dari potensi terpapar Covid-19.</p>
<p>&nbsp;</p>
<figure id="attachment_107882" aria-describedby="caption-attachment-107882" style="width: 400px" class="wp-caption alignright"><img loading="lazy" class="wp-image-107882 size-medium" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-26-at-06.04.411-400x370.jpeg" alt="Tiga Lokasi ini jadi Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka di Jateng" width="400" height="370" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-26-at-06.04.411-400x370.jpeg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-26-at-06.04.411-150x139.jpeg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2020/08/WhatsApp-Image-2020-08-26-at-06.04.411.jpeg 431w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-107882" class="wp-caption-text">Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Padmaningrum</figcaption></figure>
<p>&#8220;Mereka juga tidak boleh jajan di sekolah. Harus membawa bekal sendiri,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di sisi lain, dengan banyaknya keluhan terkait daya kreativitas guru yang terbatas saat Pembelajaran Jarak Jauh, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Salah satunya adalah dengan melakukan peningkatan kapasitas terhadap 4.000 lebih guru SMA dan SMK di Jateng terkait pembelajaran jarak jauh menggunakan metode DOLMEN yang didukung oleh Microsoft,&#8221; kata Padmaningrum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu guru-guru pengajar juga diwajibkan untuk membuat inovasi metode pengajaran jarak jauh dalam keadaan tanpa internet. Di antaranya dengan menjadikan TV maupun bahan ajar lain di sekitar anak-anak sebagai materi pembelajaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Target capaian kurikulum juga akan kami kurangi jauh dalam metode PJJ ini, karena yang kami tekankan saat ini adalah konsep belajar menyenangkan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Supriono Subakir selaku Konsultan Pendidikan Inklusif dan Penanganan Anak Tidak Sekolah UNICEF Jawa Bali; mengakui bahwa anak-anak dalam sehari mampu  belajar 3 &#8211; 4 jam sudah luar biasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Oleh sebab itu bagaimana menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, itu yang diperlukan. Orangtua di rumah sekarang baru sadar bagaimana sulitnya mengajar satu anak di rumah. Mereka baru sadar betapa beratnya tugas guru yang mengajar lebih dari 30 anak dalam satu kelas,&#8221; kata Supriono.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h6><strong>Pendidikan Keluarga</strong></h6>
<p>&nbsp;</p>
<p>Narasumber lain, Warsito Ellwein dari Lembaga Gerak Permberdayaan berpendapat bahwa pandemi memaksa anak-anak harus tinggal di rumah, termasuk orangtua sehingga menciptakan situasi yang baru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Selama ini orangtua mengandalkan pendidikan anak di sekolah. Pendidikan lainnya sambil jalan. Kini pendidikan harus berpikir seperti Ki Hajar Dewantara.Pendidikan bukan hanya di sekolah, tetapi juga di masyarakat dan di keluarga,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Warsito, jika pembelajaran di sekolah meningkatkan kompetensiak ademik; maka pendidikan nonformal dan informal akan meningkatkan kompetensi sosial. Dimana jika kompetisi sosialnya rendah, maka ia akan tumbuh sebagai manusia yang tidak bisa memanusiakan orang lain.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh sebab itulah kegiatan sehari-hari di rumah bisa jadi media pendidikan. Mulai dari tidur, mandi, makan. Diajarkan hak dan kewajiban, tata-tertib rumah, menentukan waktu bebas, dan sebagainya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Akan tercipta komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. Memberikan penjelasan apa adanya, memberi teladan, menyepakati kegiatan dan tata-tertib, menginternalisasikan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Mengajari sambil bermain akan lebih menarik, misalnya dalam hal penerapan protokol kesehatan menangkal penyebaran Covid-19 dengan cara cuci tangan,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Plt Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Jawa, Armunanto mengatakan bahwa seluruh negara di dunia saat ini terbilang tidak siap menghadapi pandemi Covid-19. Bahkan, negara besar seperti Amerika Serikat pun kalang-kabut mengatasi pandemi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Covid-19 telah melanda 482 kabupaten/kota dari 514 kabupaten kota yang tersebear di  34 provinsi di Indonesia. Bahkan Covid-19 telah menjangkiti tenaga medis di Jawa Timur mencapai 30 persen dari tenaga medis yang ada di provinsi itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Semua sektor lumpuh, termasuk pendidikan. Pemerintah telah berupaya menanggulangi kelumpuhan di bidang pendidikan dengan merekrut dan melatih relawan. Pemerintah juga melakukan komunikasi dan memberi informasi, guru berbagi, dan memutuskan program belajar di rumah,&#8221; katanya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/25/tiga-lokasi-ini-jadi-ujicoba-pembelajaran-tatap-muka-di-jateng">Tiga Lokasi ini jadi Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka di Jateng</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>