<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Digitalisasi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/digitalisasi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 06 May 2026 07:46:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Digitalisasi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pelaksanaan KKN USM Harus Selaras dengan Perkembangan Zaman</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/05/06/pelaksanaan-kkn-usm-harus-selaras-dengan-perkembangan-zaman</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2026 07:46:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Dosen Pembimbing Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[KKN PPM]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Supervisi]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=558084</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Universitas Semarang (USM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), menggelar workshop peningkatan supervisi dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), untuk pelaksanaan KKN PPM ke-28, di lantai 8 Gedung USM, Rabu (6/5/2026). Kegiatan itu dihadiri Rektor USM Dr Supari ST MT, Wakil Rektor I Prof Dr Ir Haslina MSi, Wakil Rektor II Dr [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/06/pelaksanaan-kkn-usm-harus-selaras-dengan-perkembangan-zaman">Pelaksanaan KKN USM Harus Selaras dengan Perkembangan Zaman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Universitas Semarang (USM) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), menggelar workshop peningkatan supervisi dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), untuk pelaksanaan KKN PPM ke-28, di lantai 8 Gedung USM, Rabu (6/5/2026).</p>
<p>Kegiatan itu dihadiri Rektor USM Dr Supari ST MT, Wakil Rektor I Prof Dr Ir Haslina MSi, Wakil Rektor II Dr Abdul Karim SE MSi Ak CA, serta Wakil Rektor III Dr April Firman Daru SKom MKom. Rektor Supari yang membuka acara ini, memberikan arahan awal yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan singkat dari para wakil rektor.</p>
<p>Dalam sambutannya Supari menegaskan, pelaksanaan KKN harus selaras dengan perkembangan zaman, melalui penerapan digitalisasi di berbagai program kerja mahasiswa.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/05/02/usm-language-and-culture-center-bantu-penulisan-karya-ilmiah">USM Language and Culture Center Bantu Penulisan Karya Ilmiah</a></strong></p>
<p>Menurutnya, mahasiswa tidak hanya hadir di tengah masyarakat tetapi juga mampu memberikan solusi berbasis teknologi, terutama dalam membantu pengembangan UMKM dan pelayanan masyarakat.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Prof Mudjiastuti Handajani menjelaskan, workshop ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan pelaksanaan KKN PPM ke-28, yang akan berlangsung pada 7 Juli hingga 5 Agustus 2026.</p>
<p>&#8221;Pada hari ini, dilakukan workshop tentang peningkatan supervisi dan dosen pembimbing lapangan untuk KKN PPM ke-28, yang akan diselenggarakan pada 7 Juli sampai 5 Agustus,&#8221; ujarnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/30/tim-asesor-lakukan-asesmen-lapangan-ke-prodi-akuntansi-fe-usm">Tim Asesor Lakukan Asesmen Lapangan ke Prodi Akuntansi FE USM</a></strong></p>
<p>Ditambahkan dia, kegiatan KKN nantinya akan mencakup lima kecamatan dengan total 64 kelurahan dalam pembagian lokasi, yang dilakukan berdasarkan waktu pelaksanaan, yakni Kelas Pagi dan Kelas Sore.</p>
<p>&#8221;Untuk Kelas Pagi ditempatkan di Kecamatan Kendal dan Kecamatan Brangsong, sedangkan Kelas Sore berada di Kecamatan Genuk Semarang Utara dan Ngaliyan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, jumlah peserta KKN PPM ke-28 tercatat ada sebanyak 1.675 mahasiswa, yang terdiri dari 823 mahasiswa Kelas Pagi, dan 852 mahasiswa Kelas Sore. Pada pelaksanaannya, kegiatan ini melibatkan lima supervisor dan 33 DPL, di mana setiap DPL akan membimbing dua kelurahan.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/30/kegiatan-donor-darah-meriahkan-dies-natalis-ke-39-usm">Kegiatan Donor Darah Meriahkan Dies Natalis Ke-39 USM</a></strong></p>
<p>Selain itu, setiap mahasiswa peserta KKN dikenakan biaya registrasi sebesar Rp 800 ribu, dan telah mendapatkan perlindungan asuransi melalui BPJS Ketenagakerjaan, sektor bukan penerima upah</p>
<p>&#8221;Yang dijamin adalah jaminan kecelakaan dan jaminan kematian, meskipun kami berharap hal itu tidak terjadi,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut Prof Mudjiastuti menyoroti pentingnya integrasi program digitalisasi dalam KKN PPM. Menurutnya, hal ini menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari perkembangan masyarakat saat ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2026/04/29/usm-berpartisipasi-dalam-pameran-inovasi-pangan-berkelanjutan">USM Berpartisipasi dalam Pameran Inovasi Pangan Berkelanjutan</a></strong></p>
<p>&#8221;Mahasiswa nantinya akan membantu masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dalam pemanfaatan teknologi digital, seperti promosi dan pemasaran melalui internet. Ini penting, karena masyarakat sekarang dituntut untuk melek digital,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dia berharap, melalui workshop ini para supervisor dan DPL dapat memberikan arahan serta pendampingan yang optimal kepada mahasiswa selama pelaksanaan KKN.</p>
<p>&#8221;Harapannya dari hasil workshop ini, supervisi dan DPL mampu memberikan pengarahan dan pendampingan kepada mahasiswa, sesuai dengan yang telah dirancang LPPM,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/05/06/pelaksanaan-kkn-usm-harus-selaras-dengan-perkembangan-zaman">Pelaksanaan KKN USM Harus Selaras dengan Perkembangan Zaman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Digitalisasi Pupuk Bersubsidi, Merawat Kehormatan Petani</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/12/31/digitalisasi-pupuk-bersubsidi-merawat-kehormatan-petani</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 14:46:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[i-Pubers]]></category>
		<category><![CDATA[milenial]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=537303</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; MAGELANG (SUARABARU.ID) – MENTARI pagi mulai beranjak terik. Muhammad Amanullah (33) duduk di teras Usaha Dagang (UD) Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Senin, 22 Desember 2025. Sebagai petani muda, dipundaknya sudah memikul amanah menjadi bendahara Kelompok Tani Maju Mulyo, Dusun Gunung Tugel, Desa Purwosari, Kecamatan Secang. Sebelum siang, belasan karung pupuk bersubsidi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/31/digitalisasi-pupuk-bersubsidi-merawat-kehormatan-petani">Digitalisasi Pupuk Bersubsidi, Merawat Kehormatan Petani</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) – MENTARI </strong>pagi mulai beranjak terik. Muhammad Amanullah (33) duduk di teras Usaha Dagang (UD) Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Senin, 22 Desember 2025. Sebagai petani muda, dipundaknya sudah memikul amanah menjadi bendahara Kelompok Tani Maju Mulyo, Dusun Gunung Tugel, Desa Purwosari, Kecamatan Secang.</p>
<p>Sebelum siang, belasan karung pupuk bersubsidi harus ditebus di Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) UD Jambul, yang telah ditunjuk PT Pupuk Indonesia (Persero). Tidak semua milik Aman, melainkan titipan dari sejumlah petani di desanya. Tujuannya agar pengambilan pupuk bisa sekali jalan. Menghemat waktu  tenaga, dan ongkos lain.</p>
<p>Distribusi akan lebih mudah, melihat waktu tempuh sekira 15 menit. Itupun dengan kondisi jalanan naik turun di perbukitan desa-desa setempat. Pihak petugas lapangan PPTS memfasilitasi angkutan pikap untuk membantu memudahkan para petani. Terkhusus, banyak petani yang sudah berusia lanjut. Mereka kesulitan menjangkau PPTS, dengan medan seperti itu.</p>
<p>”Akhir-akhir ini Alhamdulillah lebih mudah (pembelian pupuk bersubsidi). Pengambilan pupuk tidak harus pakai Kartu Tani saja, pakai KTP (Kartu Tanda Penduduk) semakin mudah. Mencari pupuk <em>enggak</em> kesulitan kayak tahun-tahun kemarin,” kata pemuda yang pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren tersebut.</p>
<p>Dalam penebusan pupuk, Aman cukup membawa sejumlah Kartu Tani milik petani yang diwakilinya. Bila tidak, cukup menggunakan surat kuasa dengan KTP. Bahkan juga, untuk petani muda seperti dirinya bisa membeli pupuk melalui aplikasi Integrasi Pupuk Bersubsidi (i-Pubers). Sebuah transformasi digital yang belakangan dilahirkan PT Pupuk Indonesia dan Kementerian Pertanian.</p>
<p>Ya, cukup dengan membawa KTP yang sudah terdaftar pada elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Hanya hitungan menit dibantu pelayanan petugas PPTS, karung-karung pupuk bersubsidi sudah bisa dipersiapkan diangkut menggunakan pikap.</p>
<p>Penebusan pupuk, kata Aman, harus dilakukan secepat mungkin. Di penghujung tahun 2025 ini, sebagian petani setempat segera mulai masuk musim tanam baru. Artinya petani membutuhkan ketepatan waktu untuk memupuk tanamannya. Saat pentingnya pada masa pertumbuhan tanaman.</p>
<p>Mayoritas petani di daerah setempat mengandalkan komoditas hortikultura, seperti jagung, ketela pohon, cabai, bahkan kopi. Jenis-jenis tanaman pangan yang digarap petani ini mendapat jatah pupuk subsidi dari pemerintah.</p>
<p>Adapun, Aman menanam komoditas jagung, di mana saat ini memasuki usia remaja. Pada masa ini, tanaman juga membutuhkan nutrisi dari pupuk. Dia mengombinasikan pupuk kimia, dan pupuk kandang untuk menjaga kestabilan kesuburan tanah.</p>
<p>”Ketika pemupukan itu terlambat itu resikonya, pertumbuhan tanaman akkan jadi terganggu. Maka dengan skema pengambilan pupuk ini, masa pemupukan itu jadi lebih mudah dan tepat waktu. Cukup beli pupuk membawa KTP saja bisa,” ucap anak ke empat dari lima bersaudara tersebut.</p>
<p>Kebijakan lain yang disyukurinya sebagai petani muda, yakni Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi sudah diturunkan lagi 20% sejak 22 Oktober 2025. Hal ini tertuang pada keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Kebijakan ini serasa bak hangatnya mentari pagi yang merambati punggung petani di tengah lelah.</p>
<p>Secara rinci harga sesuai HET terbaru,  Pupuk Urea pada angka Rp1.800 per kilogram (kg) atau Rp90 ribu per karung berukuran 50 kg. Pupuk NPK Phonska seharga Rp1.840 per kg atau Rp92 ribu per karung ukuran 50 kg. Pupuk NPK Kakao seharga Rp2.640 per kg atau Rp132 ribu per karung ukuran 50 kg. Pupuk ZA seharga Rp1.360 atau Rp68 ribu per karung ukuran 50 kg. Selanjutnya Pupuk Organik Petroganik Rp640 atau Rp25.600 per karung 40 kg.</p>
<p>”Saya selaku petani mengucapkan banyak terima kasih. Semoga kedepannya masalah yang kaitannya dengan pupuk untuk petani itu dipermudah selalu. Sehingga petani bisa maju, lebih produktif,” kata Aman.</p>
<figure id="attachment_537316" aria-describedby="caption-attachment-537316" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-medium wp-image-537316" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-02-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-02-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-02-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-02-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-02.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537316" class="wp-caption-text">Aman Amanullah (33) di antara tanaman jagung di ladangnya, di Dusun Gunung Tugel, Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Mewariskan Profesi Petani</strong></p>
<p>Sedikit berkisah, Aman mengambil jalan berbeda dari para saudara kandungnya. Profesi di dunia pertanian dengan mantap diri dipilihnya. Ia ingin melanjutkan pekerjaan petani, sebagai kehormatan dari orang tua yang harus diteruskannya. Jalan yang tidak mudah diambil oleh orang lain, khususnya generasi muda.</p>
<p>Matanya berbinar, mengenang martabat pekerjaan sang ayah sebagai petani. Ingatan yang selalu terjaga. Dengan cerita indah, ketelatenan sang ayah mengolah tanah. Tak kurang, tak lebih. Akan tetapi cukup untuk bertumbuh, hidup-menghidupi keluarga.</p>
<p>”Saya melihat kondisi orang tua di rumah, sedangkan lahan masih ada. Kalau tidak ada salah satu anaknya yang meneruskan profesi orang tuanya, nanti ladangnya bagaimana? Padahal orang zaman dahulu itu sudah <em>’ngrekosoni’</em> (susah payah) untuk memiliki ladang,” kata dia.</p>
<p>Keputusan menjadi petani, tak seketika sembrono datang. Ada rasa yang timbul di hati. Dahulu, saat libur dari pendidikan di pondok di pesantren, Man sering ke ladang untuk membantu orang tuanya. Baik mencangkul, menyemprot pestisida, dan lain-lain. Didikan ini dirasakan sangat bermakna, dan bernilai. Menjadi pondasi arah tujuannya hari ini.</p>
<p>Satu hal, ada prinsip yang pernah disampaikan sang ayah. Dalam bahasa Jawa berbunyi ‘<em>Sing penting wong tani urip ning ndeso iso macul, dene sesuk iku sampeyan gede dadi wong mulya sing penting iso macul’</em>. Bila diartikan singkat ’Yang penting jadi orang tani di desa itu harus bisa mencangkul, walaupun suatu saat menjadi orang sukses yang penting bisa mencangkul’.</p>
<figure id="attachment_537317" aria-describedby="caption-attachment-537317" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537317" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-03-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-03-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-03-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-03-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-03.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537317" class="wp-caption-text">Aman Amanullah (33) menunjukkan inovasi pupuk kandang dari kotoran kambing untuk dikombinasikan dengan pupuk kimia sebagai nutrisi tanaman. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Garap Konsep Pertanian Sirkular</strong></p>
<p>Ilmu dan ketekunan Aman memang belum sebesar petani senior, ataupun ayahnya. Justru hal ini menjadi tugas besar baginya. Dia ingin menerapkan dunia pertanian yang sirkular. Mengombinasikan kebutuhan pupuk kimia, dan pupuk kandang untuk tanaman.</p>
<p>Setidaknya saat ini, dia memelihara sekira 20-an kambing. Kotoran hewan digunakan untuk memupuk tanaman hortikultura di ladang. Tanaman jagung miliknya, mulai dibiasakan diberikan gabungan nutrisi dari pupuk kimia dan pupuk kandang.</p>
<p>”Kalau sebelum tanam, saya kasih pupuk kandang. Sebenarnya saling ketergantungan antara pemupukan kimia dan pupuk kandang untuk pemupukan jagung,” ucapnya.</p>
<p>Di sisi lain apabila tanah terus menerus dimanjakan hanya dengan pupuk kimia, maka tidak akan baik untuk karakternya. Dari pengamatannya, tanah menjadi keras dan tak lagi subur alami. Maka perlu keseimbangan.</p>
<p>Belakangan, lanjut Aman, harga jagung sedang bagus. Kadang petani bisa menjual jagung pipilan seharga Rp6.000-Rp6.500. Angka yang dirasa melegakan hati. Apalagi, kekecewaan petani kerap kali timbul dari harga panen yang tidak sepadan dari jerih payah menanam.</p>
<p>Pada arah yang sama, harga pupuk subsidi juga sudah lebih murah 20% ketimbang sebelumnya. Kondisi ini, harap dia, akan menjadi energi dan motivasi tersendiri bagi petani muda di Indonesia.</p>
<p>Tuntutan digitalisasi dalam penyaluran pupuk bersubsidi dinilai sudah cukup menjawab kebutuhan generasi muda petani. Tentunya hal ini akan menjadi kebanggaan, dan mampu merawat kehormatan petani. Swasembada pangan berada di pundak generasi muda kedepan.</p>
<figure id="attachment_537318" aria-describedby="caption-attachment-537318" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537318" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-04-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-04-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-04-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-04-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-04.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537318" class="wp-caption-text">Pelaksana lapangan PPTS UD Jambul, di Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, membantu simulasi proses penebusan pupuk subsidi melalui aplikasi i-Pubers. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>i-Pubers, Digitalisasi untuk Keadilan Akses Pupuk Subsidi</strong></p>
<p>Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia, telah meluncurkan aplikasi Integrasi Pupuk Bersubsidi (i-Pubers). Dirilisnya wadah digital ini digunakan untuk memantau, mencatat dan mengatur distribusi pupuk subsidi di seluruh Indonesia. Tidak lagi manual, setiap transaksi akan tercatat jelas, sehingga pemerintah dapat mengawasi langsung distribusi pupuk dari hulu hingga hilir.</p>
<p>Ganang Aswin (32), petani muda asal Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, juga merasakan dampak digitalisasi penyaluran pupuk bersubsidi. Menurutnya, untuk menebus pupuk subsidi, petani hanya perlu membawa kartu tani yang sudah terdaftar pada RDKK.</p>
<p>”Untuk pembelian, sudah tidak ribet lagi <em>kayak</em> dulu. <em>Kan </em>sebelumnya ribet, harus ada prosedur-prosedurnya seperti itu. Sekarang kalau saya cukup memakai kartu tani. <em>Enggak </em>perlu surat ini itu. Tinggal gesek (kartu), ada kuota diambil gitu,” ucapnya.</p>
<p>Ketersediaan pupuk subsidi dan aksesnya menjadi penting. Meski demikian, Ganang mengatakan, perlu kombinasi pupuk kimia dan pupuk kandang dalam bertani. Ini sangat dibutuhkan tanaman pada masa pertumbuhannya. Tidak boleh terlambat.</p>
<p>”Kebutuhannya kondisional, tergantung jumlah tanaman. Saya mengombinasikan pupuk kimia dan pupuk kandang, supaya juga bisa menjaga kestabilan kesuburan tanah,” ucap petani hortikultura itu</p>
<p>Kemudahan metode digitalisasi tersebut direstui Fatkhul Arif, Pelaksana lapangan Usaha Dagang (UD) Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Inovasi itu diakuinya berdampak pada serapan pupuk bersubsidi oleh petani yang cukup signifikan hingga penghujung tahun 2025.</p>
<p>”Pupuk NPK Ponska sekitar 95% serapannya. Kalau Pupuk Urea kurang lebih 85%. Jadi harapannya petani agar segera menebusnya. Sayang kalau tidak diambil, karena sekarang aturannya sudah sangat dipermudah,” ucapnya.</p>
<p>Arif bilang, PPTS UD Jambul bertugas melayani 20 kelompok tani di empat desa di Kecamatan Secang. Di antaranya Desa Pucang, Purwosari, Donorojo, dan Secang. Butir-butir nutrisi tanaman itu berguna pada komoditas tanaman pangan unggulan setempat. Di antaranya padi dan tanaman hortikultura seperti jagung, ketela, hingga cabai.</p>
<p>Lebih lanjut, sebagai pelaksana lapangan, Arif harus memiliki strategi dalam mendistribusikan pupuk langsung ke tangan petani. Dia bekerja keras menyosialisasikan kemudahan pembelian pupuk agar terdistribusi ke sawah dan ladang-ladang petani. Salah satunya menyediakan fasilitas angkut dan antar, bekerja sama dengan kelompok tani setempat.</p>
<p>Pupuk telah menjadi salah satu instrumen vital menjaga kehidupan petani. Butir-butir pupuk itu ialah hak mereka. Akan sangat tidak adil, bila ketersediaannya tidak tepat sasaran.</p>
<p>Sejauh ini, dikatakan Arif, digitalisasi penyaluran pupuk subsidi melalui aplikasi i-Pubers cukup efektif dan tepat sasaran. Jejak digital penebusan pupuk subsidi oleh petani terpantau betul. Dengan begitu, jatah pupuk subsidi petani tidak akan diambil oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Layanan ini diharapkan mampu memberikan jawaban bagi petani muda dari kalangan milenial maupun gen z yang berniat terjun di dunia pertanian. Mereka akan menjadi pewaris utama dalam menjaga kehormatan profesi petani. Sekaligus menafkahi bangsa ini dengan ketahanan pangannya.</p>
<p>“Para petani menyambut dengan senang hati dan gembira. Kalau dari sisi laporan sekarang lebih enak, karena sudah digitalisasi ya. Sebelumnya yang manual, sekarang lebih simpel lebih gampang dengan memakai <em>handphone</em> (gawai). Jadi terobosan i-Pubers pakai KTP itu sangatlah membantu,” kata Arif.</p>
<figure id="attachment_537320" aria-describedby="caption-attachment-537320" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537320" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-05-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-05-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-05-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-05-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-05.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537320" class="wp-caption-text">Pupuk subsidi dari PPTS dikirim ke Kelompok Tani Maju Mulyo, Dusun Gunung Tugel, Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Serapan Pupuk Tinggi, Hasil Panen Melimpah</strong></p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, realisasi serapan pupuk bersubsidi pada 2025 di provinsi ini cukup apik. Angkanya mencapai 93,61% hingga 29 Desember 2025.</p>
<p>Rinciannya khusus untuk Pupuk Urea, dari alokasi 735.139.000 kg telah terdistribusikan ke petani mencapai 662.415.618 kg. Kemudian untuk Pupuk NPK Phonska dari alokasi 634.567.000 kg, telah terserap 626.261.314 kg. Secara umum ada lima jenis pupuk bersubsidi yakni Pupuk Urea, NPK Phonska, ZA, NPK Khusus, dan Organik Petroganik.</p>
<p>Frans bilang, angka serapan pupuk subsidi itu telah berkontribusi searah pada hasil panen yang mampu bertambah ruah. Bahkan, hasil panen komoditas padi, jagung, dan kedelai dari Jawa Tengah berkontribusi tiga besar nasional.</p>
<p>“Untuk padi, kontribusinya terhadap nasional nomor tiga. Jagung, kontribusinya terhadap nasional nomor dua, dan kedelai kontribusinya terhadap nasional nomor satu,” katanya.</p>
<p>Datanya, luas tanam padi di Jawa Tengah pada 2024 sebanyak 1.910.391 hektare menjadi 2.025.782 hektare pada 2026. Hasil produksi gabah kering panen (GKP) pada 2024 yakni 8.891.297 ton menjadi 9.397.904 ton pada 2025. Naik 5.066 ton, atau meningkat 0,06%.</p>
<p>Kemudian, luas tanam Jagung sebanyak 625.856 hektare pada 2024 menjadi 585.140 hektare. Hasil produksinya dari 3.282.384 ton menjadi 3.560.447 ton.  Naik 2.781 ton, atau 0,08%.</p>
<p>Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkiraan produksi beras secara nasional sepanjang Januari–Desember 2025 akan mencapai 34,77 juta ton. Angka ini meningkat 4,14 juta ton atau naik 13,54 persen dengan perbandingan periode yang sama tahun 2024.</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji ismartini, mengatakan, angka itu dicatatkan dari data potensi luas panen padi Januari-Desember 2025 yang mencapai 11,35 juta hektare. Atau meningkat sebesar 12,98 persen dibandingkan Januari-Desember 2024.</p>
<p>”Produksi padi gabah kering giling (GKG) pada Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,34 juta ton,  atau meningkat sebesar 13,55 persen dibandingkan Januari-Desember 2024,” katanya, Senin, 3 November 2025, melansir laman Kementerian Pertanian.</p>
<figure id="attachment_537322" aria-describedby="caption-attachment-537322" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537322" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-06-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-06-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-06-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-06-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Pupuk-Indonesia-06.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537322" class="wp-caption-text">Proses pengiriman pupuk bersubsidi dari PPTS UD Jambul, kepada Kelompok Tani Maju Mulyo, Dusun Gunung Tugel, Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Meringkas Gemuknya Aturan Distribusi Pupuk</strong></p>
<p>Hasil produksi yang bertambah ruah itu, disebut Pudji, diawali dari kebijakan  pemerintah dalam memperkuat sektor hulu-hilir. Salah satunya  memudahkan proses penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, transparan, serta akuntabel.</p>
<p>Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, dahulu benang kusut distribusi pupuk harus melalui keputusan 12 menteri, 38 gubernur, dan 514 bupati/wali kota. Totalnya menggemuk 145 regulasi.</p>
<p>”Sekarang, cukup dari Kementerian Pertanian langsung ke pabrik. Pabrik langsung ke petani,&#8221; katanya dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta, Rabu 22 Oktober 2025.</p>
<p>Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan, perseroan mengalokasikan jatah 9,55 juta ton pupuk bersubsidi pada 2025. Jumlah itu harus segera terserap oleh petani dengan segala aspek kemudahan penebusannya.</p>
<p>&#8220;Tidak hanya tata kelola korporasi, perusahaan juga melakukan pembenahan-pembenahan pada tata kelola penyediaan pupuk. Untuk itu kami mendorong petani di seluruh Indonesia dapat mengoptimalkan penebusan pupuk bersubsidi yang tahun ini dialokasikan pemerintah sebesar 9,55 juta ton,&#8221; kata Rahmad, dinukil dari rilis pada laman PT Pupuk Indonesia, Senin, 20 Oktober 2025.</p>
<p>Perusahaan, lanjut Rahmad, menjalankan amanah penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan tata kelola baru yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, serta Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya.</p>
<p>Dengan demikian, tugas PT Pupuk Indonesia dalam setiap jengkal pendistribusiannya dipastikan harus sesuai dengan prinsip 7T, yaitu tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, mutu, dan penerima.</p>
<p>Perbaikan tata kelola telah dilakukan perseroan melalui implementasi sistem digitalisasi di sepanjang jalur proses bisnis PT Pupuk Indonesia. Dimulai dari pabrik, kios pengecer atau PPTS, hingga di tangan petani. Tiap butir pupuk subsidi yang dimanfaatkan petani, diharapkan akan memberikan hasil yang melimpah ruah untuk capaian swasembada pangan bangsa. (*)</p>
<p><strong><em>Diaz Azminatul Abidin</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/31/digitalisasi-pupuk-bersubsidi-merawat-kehormatan-petani">Digitalisasi Pupuk Bersubsidi, Merawat Kehormatan Petani</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menebar Butir Pupuk Subsidi, Meruah Bulir Padi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/12/31/menebar-butir-pupuk-subsidi-meruah-bulir-padi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 11:33:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[i-Pubers]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[ketahanan]]></category>
		<category><![CDATA[Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[pangan]]></category>
		<category><![CDATA[pupuk indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[swasembada]]></category>
		<category><![CDATA[UD Jambul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=537266</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; GARIS keriput di wajah Kamsiyah (70) samar-samar digelayuti bayangan caping yang ia kenakan. Akan tetapi, energinya tidak samar-samar sedikitpun. Kakinya tetap kokoh menopang badan, pada lembek tanah sawah itu. Punggungnya masih tegak. Pun, telapak tangannya terlampau akrab dengan kasap tanaman padi yang dipanen Berulang kali Kamsiyah berdiri lalu membungkuk untuk meraih potongan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/31/menebar-butir-pupuk-subsidi-meruah-bulir-padi">Menebar Butir Pupuk Subsidi, Meruah Bulir Padi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; GARIS </strong>keriput di wajah Kamsiyah (70) samar-samar digelayuti bayangan caping yang ia kenakan. Akan tetapi, energinya tidak samar-samar sedikitpun. Kakinya tetap kokoh menopang badan, pada lembek tanah sawah itu. Punggungnya masih tegak. Pun, telapak tangannya terlampau akrab dengan kasap tanaman padi yang dipanen</p>
<p>Berulang kali Kamsiyah berdiri lalu membungkuk untuk meraih potongan batang-batang padi yang ditumpuk. Segenggam demi segenggam diambilnya dengan kedua tangan. Kemudian diangkat ke atas lebih tinggi dari kepala. Sekuat tenaga dihantamkannya ke gebyok papan-papan kayu di bawah. Rontoklah bulir-bulir padi, melayang ke udara, lalu jatuh menjadi tumpukan gabah.</p>
<p>“<em>Kulo sampun pitung ndoso tahun mas</em> (usia saya sudah 70 tahun). (Masih kuat) Alhamdulillah,” katanya ramah dengan senyum sungging diikuti tawa ringan.</p>
<p>Tepat di sisi kirinya ada Sutinah (65). Pada gebyok kayu yang sama, keduanya bergiliran dalam merontokkan bulir-bulir padi dari tangkai. Usia keduanya memang sudah lanjut, meneruskan cerita yang saling terkait. Terus menjaga martabat profesi sebagai pahlawan pangan dari desa. Sekaligus tulang punggung swasembada pangan nasional.</p>
<p>Ya, musim panen padi tiba di area persawahan terasering, Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Senin, 22 Desember 2025. Hari-hari di penghujung tahun 2025 ini menjadi buah kebahagian bagi para petani setempat. Ketabahan mereka diganjar hasil yang cukup memuaskan.</p>
<p>Pun bagi perempuan buruh tani seperti Kamsiyah dan Sutinah. Mereka merupakan bagian dari salah satu tim pemanenan padi dari desa sekitar. Konsep pemanenan padi di wilayah ini masih dilakukan dengan cara tradisional. Ada yang memotong padi menggunakan ani-ani, merontokkan padi dengan gebyok, hingga memanggul karung-karung gabah ke tepi jalan.</p>
<p>Mentari pagi makin terik menuju tengah hari. Dari lembah itu, ada rasa syukur akan hasil panen yang melegakan hati. Tanahnya subur, dilewati aliran Kali Elo. Ketabahan mereka dijaga gunung-gunung api. Tampak gagah Gunung Merapi, Merbabu, dan Telomoyo di sisi Timur. Menghadap Gunung Sumbing dan Sindoro di sisi Barat.</p>
<p>Di antara pematang sawah, Kardi (55) tak ketinggalan semringah. Sesekali ia bercengkerama dengan para buruh tani yang sedang memanen padi itu. Petani penggarap sawah ini menanami sekira setengah hektare lahan. Hasilnya, akan berbagi kepada pemilik lahan.</p>
<p>Kardi merasa lega. Di hadapannya, bulir-bulir padi pada musim panen kali ini mentes (gemuk berisi), dan meruah. Hasilnya disebut melebihi dari panen pada musim tanam sebelumnya, termasuk tahun lalu. Diperkirakan, perolehan kali ini akan mencapai lebih dari 2,5 ton dari luasan enam petak sawah yang digarapnya.</p>
<p>”Ya, sudah lumayanlah. (Hasil) lebih bagus dari musim tanam sebelumnya. Tidak banyak dimakan tikus juga,” ucapnya.</p>
<figure id="attachment_537269" aria-describedby="caption-attachment-537269" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537269" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-02.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537269" class="wp-caption-text">Kardi (55) petani pengggarap sawah melihat hasil panen padi yang disebut lebih bagus dari musim panen sebelumnya. Salah satu faktornya yakni pemupukan yang tepat waktu, dan akses pupuk subsidi yang mudah, di mana harganya juga turun 20%. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Akses dan Ketersediaan Pupuk Subsidi</strong></p>
<p>Kardi mengatakan, salah satu faktor penting yang memengaruhi hasil panen kali ini ialah akses dan ketersediaan pupuk bersubsidi. Di mana PT Pupuk Indonesia (Persero) punya tugas sebagai motor penyalur kepada masyarakat. Keberadaan nutrisi tanaman amatlah penting pada masa krusial pemupukan, yakni pertumbuhan tanaman padi.</p>
<p>Petani padi, kata Kardi, umumnya menggunakan pupuk subsidi jenis Pupuk Urea dan pupuk NPK Phonska. Misalnya, untuk enam petak sawah yang digarapnya, setidaknya membutuhkan empat karung, masing-masing berukuran 50 kilogram (kg). Artinya, kebutuhan pupuk subsidi tak sampai Rp400 ribu untuk enam petak sawah.</p>
<p>”Ya, mudah sekali dapat pupuk. Sekarang harganya Rp90 ribu, sebelumnya Rp120 ribu,” katanya.</p>
<p>Harga itu telah sesuai dengan kebijakan pemerintah yang resmi menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sejumlah 20 persen sejak 22 Oktober 2025. Hal ini tertuang pada keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts./SR.310/M/10/2025. Kebijakan ini serasa bak hangatnya mentari pagi yang merambati punggung petani di tengah lelah.</p>
<p>Secara rinci harga sesuai HET terbaru, Pupuk Urea pada angka Rp1.800 per kilogram (kg) atau Rp90 ribu per karung berukuran 50 kg. Pupuk NPK Phonska seharga Rp1.840 per kg atau Rp92 ribu per karung ukuran 50 kg. Pupuk NPK Kakao seharga Rp2.640 per kg atau Rp132 ribu per karung ukuran 50 kg. Pupuk ZA seharga Rp1.360 atau Rp68 ribu per karung ukuran 50 kg. Selanjutnya Pupuk Organik Petroganik Rp640 atau Rp25.600 per karung 40 kg.</p>
<p>Selain harga pupuk subsidi yang sudah diturunkan, Kardi mengatakan, merasakan betul kemudahan dalam mengakses pupuk. Dalam menebus pupuk bersubsidi, petani hanya tinggal membelinya dengan membawa Karrtu Tani atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) terdekat. Di mana sudah menjadi penyalur resmi yang ditunjuk oleh PT Pupuk Indonesia.</p>
<p>Ganang Aswin (32), petani asal Desa Purwosari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, juga merasakan hal yang sama. Lebih mudahnya petani baru dalam menebus pupuk subsidi dengan harga baru yang turun 20%. Menurutnya, untuk menebus pupuk subsidi, petani hanya perlu membawa kartu tani yang sudah terdaftar pada Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).</p>
<p>”Untuk pembelian, sudah tidak ribet lagi <em>kayak</em> dulu. <em>Kan </em>sebelumnya ribet, harus ada prosedur-prosedurnya seperti itu. Sekarang kalau saya cukup memakai kartu tani. <em>Enggak </em>perlu surat ini itu. Tinggal gesek (kartu), ada kuota diambil gitu,” ucapnya.</p>
<p>Ketersediaan pupuk kimia dan aksesnya menjadi penting. Meski demikian, Ganang mengatakan, perlu kombinasi pupuk kimia dan pupuk kandang. Ini sangat dibutuhkan tanaman pada masa pertumbuhannya. Tidak boleh terlambat.</p>
<p>”Kebutuhannya kondisional, tergantung jumlah tanaman. Saya mengombinasikan pupuk kimia dan pupuk kandang, supaya juga bisa menjaga kestabilan kesuburan tanah,” ucap petani hortikultura itu.</p>
<figure id="attachment_537270" aria-describedby="caption-attachment-537270" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537270" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-03.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537270" class="wp-caption-text">Fatkhul Arif, petugas Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) UD Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, melakukan simulasi membantu mendaftarkan petani pada aplikasi i-Pubers untuk menebus pupuk subsidi. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>i-Pubers, Digitalisasi untuk Keadilan Akses Pupuk Subsidi</strong></p>
<p>Kementerian Pertanian dan PT Pupuk Indonesia, telah meluncurkan aplikasi Integrasi Pupuk Bersubsidi (i-Pubers). Dirilisnya wadah digital ini digunakan untuk memantau, mencatat dan mengatur distribusi pupuk subsidi di seluruh Indonesia. Tidak lagi manual, setiap transaksi akan tercatat jelas, sehingga pemerintah dapat mengawasi langsung distribusi pupuk dari hulu hingga hilir.</p>
<p>Bahkan, sebagai petani muda seperti Ganang Aswin, tak kesulitan lagi mengakses pupuk subsidi. Padahal, ia tak memiliki Kartu tani sebagai syarat membeli pupuk pada regulasi sebelumnya. Dengan bermodalkan KTP yang telah didaftarkan di RDKK, Ganang bisa langsung datang ke PPTS. Petugas PPTS kemudian, akan membantu mendaftarkan diri di aplikasi i-Pubers.</p>
<p>Kemudahan metode digitalisasi tersebut direstui Fatkhul Arif, Pelaksana lapangan Usaha Dagang (UD) Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Inovasi itu diakuinya berdampak pada serapan pupuk bersubsidi oleh petani yang cukup signifikan hingga penghujung tahun 2025.</p>
<p>”Pupuk NPK Ponska sekitar 95% serapannya. Kalau Pupuk Urea kurang lebih 85%. Jadi harapannya petani agar segera menebusnya. Sayang kalau tidak diambil, karena sekarang aturannya sudah sangat dipermudah,” ucapnya.</p>
<p>Arif bilang, PPTS UD Jambul bertugas melayani 20 kelompok tani di empat desa di Kecamatan Secang. Di antaranya Desa Pucang, Purwosari, Donorojo, dan Secang. Butir-butir nutrisi tanaman itu berguna pada komoditas tanaman pangan unggulan setempat. Di antaranya padi dan tanaman hortikultura seperti jagung, ketela, hingga cabai.</p>
<p>Lebih lanjut, sebagai pelaksana lapangan, Arif harus memiliki strategi dalam mendistribusikan pupuk langsung ke tangan petani. Dia bekerja keras menyosialisasikan kemudahan pembelian pupuk agar terdistribusi ke sawah dan ladang-ladang petani. Salah satunya menyediakan fasilitas angkut dan antar, bekerja sama dengan kelompok tani setempat.</p>
<p>Pupuk telah menjadi salah satu instrumen vital menjaga kehidupan petani. Butir-butir pupuk itu ialah hak mereka. Akan sangat tidak adil, bila ketersediaannya tidak tepat sasaran.</p>
<p>Sejauh ini, dikatakan Arif, digitalisasi penyaluran pupuk subsidi melalui aplikasi i-Pubers cukup efektif dan tepat sasaran. Jejak digital penebusan pupuk subsidi oleh petani terpantau betul. Dengan begitu, jatah pupuk subsidi petani tidak akan diambil oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p>Pada arah yang sama, layanan ini mampu memberikan jawaban bagi petani muda. Para petani baru dari kalangan milenial maupun gen z yang berniat terjun di dunia pertanian. Mereka akan menjadi pewaris utama dalam menjaga kehormatan profesi petani. Sekaligus menafkahi bangsa ini dengan ketahanan pangannya.</p>
<p>“Para petani menyambut dengan senang hati dan gembira. Kalau dari sisi laporan sekarang lebih enak, karena sudah digitalisasi ya. Sebelumnya yang manual, sekarang lebih simpel lebih gampang dengan memakai <em>handphone</em> (gawai).  Jadi terobosan i-Pubers pakai KTP itu sangatlah membantu,” kata Arif.</p>
<figure id="attachment_537274" aria-describedby="caption-attachment-537274" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537274" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-04.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537274" class="wp-caption-text">Perempuan buruh tani melakukan memotong padi dengan cara tradisional di Desa Candiretno, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Serapan Pupuk Tinggi, Hasil Panen Melimpah Ruah</strong></p>
<p>Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, realisasi serapan pupuk bersubsidi pada 2025 di provinsi ini cukup apik. Angkanya mencapai 93,61% hingga 29 Desember 2025.</p>
<p>Rinciannya khusus untuk Pupuk Urea, dari alokasi 735.139.000 kg telah terdistribusikan ke petani mencapai 662.415.618 kg. Kemudian untuk Pupuk NPK Ponska dari alokasi 634.567.000 kg, telah terserap 626.261.314 kg. Secara umum ada lima jenis pupuk bersubsidi yakni Pupuk Urea, NPK Ponska, ZA, NPK Khusus, dan Organik Petroganik.</p>
<p>Frans bilang, angka serapan pupuk subsidi itu telah berkontribusi searah pada hasil panen yang mampu bertambah ruah. Bahkan, hasil panen komoditas padi, jagung, dan kedelai dari Jawa Tengah berkontribusi tiga besar nasional.</p>
<p>“Untuk padi, kontribusinya terhadap nasional nomor tiga. Jagung, kontribusinya terhadap nasional nomor dua, dan kedelai kontribusinya terhadap nasional nomor satu,” katanya.</p>
<p>Datanya, luas tanam padi di Jawa Tengah pada 2024 sebanyak 1.910.391 hektare menjadi 2.025.782 hektare pada 2026. Hasil produksi gabah kering panen (GKP) pada 2024 yakni 8.891.297 ton menjadi 9.397.904 ton pada 2025. Naik 5.066 ton, atau meningkat 0,06%.</p>
<p>Kemudian, luas tanam Jagung sebanyak 625.856 hektare pada 2024 menjadi 585.140 hektare. Hasil produksinya dari 3.282.384 ton menjadi 3.560.447 ton.  Naik 2.781 ton, atau 0,08%.</p>
<p>Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) memperkiraan produksi beras secara nasional sepanjang Januari–Desember 2025 akan mencapai 34,77 juta ton. Angka ini meningkat 4,14 juta ton atau naik 13,54 persen dengan perbandingan periode yang sama tahun 2024.</p>
<p>Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji ismartini, mengatakan, angka itu dicatatkan dari data potensi luas panen padi Januari-Desember 2025 yang mencapai 11,35 juta hektare. Atau meningkat sebesar 12,98 persen dibandingkan Januari-Desember 2024.</p>
<p>”Produksi padi gabah kering giling (GKG) pada Januari-Desember 2025 diperkirakan mencapai 60,34 juta ton,  atau meningkat sebesar 13,55 persen dibandingkan Januari-Desember 2024,” katanya, Senin, 3 November 2025, melansir laman Kementerian Pertanian.</p>
<figure id="attachment_537275" aria-describedby="caption-attachment-537275" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-537275" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005-400x267.jpg" alt="" width="400" height="267" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005-400x267.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005-150x100.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005-537x360.jpg 537w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/12/Foto-Pupuk-Indonesia-005.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-537275" class="wp-caption-text">Fatkhul Arif, petugas Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) UD Jambul, Desa Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, membantu mengirimkan pupuk subsidi ke kelompok tani di desa sebelah. (Foto: Diaz Azminatul Abidin)</figcaption></figure>
<p><strong>Meringkas Gemuknya Aturan Distribusi Pupuk</strong></p>
<p>Hasil produksi yang bertambah ruah itu, disebut Pudji, diawali dari kebijakan  pemerintah dalam memperkuat sektor hulu-hilir. Salah satunya  memudahkan proses penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, transparan, serta akuntabel.</p>
<p>Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, dahulu benang kusut distribusi pupuk harus melalui keputusan 12 menteri, 38 gubernur, dan 514 bupati/wali kota. Totalnya menggemuk 145 regulasi.</p>
<p>”Sekarang, cukup dari Kementerian Pertanian langsung ke pabrik. Pabrik langsung ke petani,&#8221; katanya dalam konferensi pers di kantor Kementan, Jakarta, Rabu 22 Oktober 2025.</p>
<p>Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, mengatakan, perseroan mengalokasikan jatah 9,55 juta ton pupuk bersubsidi pada 2025. Jumlah itu harus segera terserap oleh petani dengan segala aspek kemudahan penebusannya.</p>
<p>&#8220;Tidak hanya tata kelola korporasi, perusahaan juga melakukan pembenahan-pembenahan pada tata kelola penyediaan pupuk. Untuk itu kami mendorong petani di seluruh Indonesia dapat mengoptimalkan penebusan pupuk bersubsidi yang tahun ini dialokasikan pemerintah sebesar 9,55 juta ton,&#8221; kata Rahmad, dinukil dari rilis pada laman PT Pupuk Indonesia, Senin, 20 Oktober 2025.</p>
<p>Prusahaan, lanjut Rahmad, menjalankan amanah penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan tata kelola baru yang diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, serta Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 sebagian peraturan pelaksanaannya.</p>
<p>Dengan demikian, tugas PT Pupuk Indonesia dalam setiap jengkal pendistribusiannya dipastikan harus sesuai dengan prinsip 7T, yaitu tepat jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, mutu, dan penerima.</p>
<p>Perbaikan tata kelola telah dilakukan perseroan melalui implementasi sistem digitalisasi di sepanjang jalur proses bisnis PT Pupuk Indonesia. Dimulai dari pabrik, kios pengecer atau PPTS, hingga di tangan petani. Tiap butir pupuk subsidi yang dimanfaatkan petani, diharapkan akan memberikan hasil yang melimpah ruah untuk capaian swasembada pangan bangsa. (*)</p>
<p><strong><em>Diaz Azminatul Abidin</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/12/31/menebar-butir-pupuk-subsidi-meruah-bulir-padi">Menebar Butir Pupuk Subsidi, Meruah Bulir Padi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hasil Karya Mahasiswa KKN Dipamerkan dalam Expo di USM</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/10/30/hasil-karya-mahasiswa-kkn-dipamerkan-dalam-expo-di-usm</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2025 04:54:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Auditorium USM]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[expo]]></category>
		<category><![CDATA[komitmen]]></category>
		<category><![CDATA[Kuliah Kerja Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Program Kampung Iklim]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=504406</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Universitas Semarang (USM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kampus yang berdampak bagi masyarakat, melalui pelaksanaan Expo Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) XXVII. Kegiatan yang digelar di Auditorium USM, Rabu (29/10/2025) ini, mengusung tema &#8216;Penguatan Sosial Ekonomi Masyarakat melalui Digitalisasi UMKM dan Program Kampung Iklim (Proklim)&#8217;. Expo ini menampilkan berbagai hasil [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/30/hasil-karya-mahasiswa-kkn-dipamerkan-dalam-expo-di-usm">Hasil Karya Mahasiswa KKN Dipamerkan dalam Expo di USM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Universitas Semarang (USM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan kampus yang berdampak bagi masyarakat, melalui pelaksanaan Expo Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) XXVII.</p>
<p>Kegiatan yang digelar di Auditorium USM, Rabu (29/10/2025) ini, mengusung tema &#8216;Penguatan Sosial Ekonomi Masyarakat melalui Digitalisasi UMKM dan Program Kampung Iklim (Proklim)&#8217;.</p>
<p>Expo ini menampilkan berbagai hasil karya inovatif mahasiswa USM, yang telah melaksanakan KKN di tiga kecamatan, Gunungpati, Semarang Timur, dan Pedurungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memresentasikan beragam solusi kreatif, yang dihasilkan selama proses pemberdayaan masyarakat di lokasi masing-masing.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/30/tim-pkm-usm-beri-pelatihan-public-speaking-dan-personal-branding">Tim PKM USM Beri Pelatihan Public Speaking dan Personal Branding</a></strong></p>
<p>Sekretaris USM, Dr Abdul Karim SE MSi Ak CA, dalam keterangannya menjelaskan, kegiatan ini menjadi bentuk nyata implementasi konsep Kampus Berdampak, yang diusung USM.</p>
<p>&#8221;Hari ini mahasiswa USM peserta KKN PPM XXVII, menampilkan hasil karya mereka sebagai wujud nyata dari proses pemberdayaan masyarakat, dan pelaksanaan program Kampung Iklim. Mereka tidak hanya mengidentifikasi permasalahan di lapangan, tetapi juga berupaya mencari solusi, serta menggali potensi ekonomi lokal yang bisa dioptimalkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Pada kesempatan yang sama, Dr Abdul Karim menambahkan, produk dan program yang ditampilkan mahasiswa itu, diharapkan dapat segera diimplementasikan di masyarakat.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/30/tim-bola-basket-usm-bawa-pulang-dua-piala-liga-mahasiswa-2025">Tim Bola Basket USM Bawa Pulang Dua Piala Liga Mahasiswa 2025</a></strong></p>
<p>&#8221;Ke depannya, hasil karya ini harus terus dikembangkan, agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Konsepnya, ilmu yang amaliah, ilmu yang tidak hanya dipelajari, tetapi juga diamalkan melalui kontribusi nyata, dalam menyelesaikan problematika sosial dan ekonomi masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM USM, Ir Bambang Tutuko MM MT menuturkan, berbagai program inovatif dipresentasikan dalam expo kali ini.</p>
<p>&#8221;Program yang dikembangkan mahasiswa ini cukup beragam. Mulai dari pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi, seperti pakaian daur ulang, paving dari limbah plastik, hingga aspal ramah lingkungan. Selain itu, ada juga inovasi di bidang teknologi, seperti alat pendeteksi ketinggian air yang terintegrasi dengan pompa tenaga surya,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/30/antarunit-kerja-di-usm-harus-jaga-kekompakan-dan-semangat-kebersamaan">Antarunit Kerja di USM Harus Jaga Kekompakan dan Semangat Kebersamaan</a></strong></p>
<p>Lebih lanjut, Bambang menekankan, kegiatan ini juga fokus pada digitalisasi UMKM sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat lokal.</p>
<p>&#8221;Mahasiswa membantu pelaku UMKM, untuk beradaptasi dengan era digital. Misalnya melalui pelatihan pemasaran online, pengelolaan media sosial, hingga pembuatan identitas merek. Harapannya, para pelaku UMKM bisa lebih berdaya saing dan mandiri,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Expo KKN XXVII ini, turut dihadiri para camat, lurah, dan perangkat daerah dari wilayah lokasi KKN. Kehadiran mereka diharapkan bisa membuka peluang kerja sama lanjutan, dalam pengembangan hasil karya mahasiswa USM. Hal ini agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/10/29/tim-pakar-usm-kaji-inovasi-itb-smart-battery-management-system">Tim Pakar USM Kaji Inovasi ITB ‘Smart Battery Management System’</a></strong></p>
<p>Dengan terselenggaranya kegiatan ini, USM menegaskan perannya sebagai kampus yang tak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga berdedikasi untuk pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.</p>
<p>Melalui sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat, USM terus berupaya mencetak generasi mahasiswa yang cerdas, peduli, dan solutif, terhadap tantangan sosial ekonomi di sekitarnya.</p>
<p><strong><em>Riyan</em></strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/10/30/hasil-karya-mahasiswa-kkn-dipamerkan-dalam-expo-di-usm">Hasil Karya Mahasiswa KKN Dipamerkan dalam Expo di USM</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Alumni USM Minta Gen Z Hindari FOMO</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/02/07/alumni-usm-minta-gen-z-hindari-fomo</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Feb 2025 08:51:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Suara USM]]></category>
		<category><![CDATA[Burnout]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Fear Of Missing Out]]></category>
		<category><![CDATA[FOMO]]></category>
		<category><![CDATA[Gen Z]]></category>
		<category><![CDATA[Ikatan Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[profesi]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Talkshow]]></category>
		<category><![CDATA[Trend]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Semarang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=460023</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Ikatan Alumni Universitas Semarang (Ika USM), meminta agar Gen Z menghindari tindakan FOMO (Fear Of Missing Out), atau ikut-ikutan mengambil profesi yang tengah trend, jika tidak ingin burnout di tempat kerja. Hal itu seperti yang disampaikan Ketua Harian Ika USM, Muhammad Arif Surana SH SPsi MM, dan Bendahara Ika USM, Nurmalitasari MPsi Psikolog, [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/07/alumni-usm-minta-gen-z-hindari-fomo">Alumni USM Minta Gen Z Hindari FOMO</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Ikatan Alumni Universitas Semarang (Ika USM), meminta agar Gen Z menghindari tindakan FOMO (<em>Fear Of Missing Out</em>), atau ikut-ikutan mengambil profesi yang tengah trend, jika tidak ingin burnout di tempat kerja.</p>
<p>Hal itu seperti yang disampaikan Ketua Harian Ika USM, Muhammad Arif Surana SH SPsi MM, dan Bendahara Ika USM, Nurmalitasari MPsi Psikolog, saat menjadi narasumber dalam Talkshow USM Update, di Studio Radio USM Jaya, Gedung N USM, Senin (3/2/2025).</p>
<p>Talkshow yang dipandu penyiar Radio USM Jaya, Elsa Safira itu, mengangkat tema &#8216;Explore Bakat &amp; Minat Gen-Z dalam Dunia Kerja&#8217;. Muhammad Arif Surana atau yang akrab disapa Erik ini menambahkan, Gen Z merupakan generasi yang pandai dalam bidang digitalisasi, dibandingkan dengan generasi lainnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/07/usm-tak-hanya-cetak-lulusan-unggul-tapi-juga-peduli-antarsesama">USM Tak Hanya Cetak Lulusan Unggul tapi Juga Peduli Antarsesama</a></strong></p>
<p>Gen Z juga memiliki keinginan terhadap dunia kerja yang sehat atau <em>work life balance</em>, dimana antara pekerjaan dan kesehatan mental, harus seimbang dan dijaga.</p>
<p>&#8221;Tapi yang jadi masalah adalah, mereka asal masuk di dunia kerja. Padahal mereka tidak mengetahui bakat dan minatnya dimana. Akhirnya, terjadilah yang namanya <em>burnout</em>. Jadi nanti di dalam pekerjaan ujung-ujungnya stres. Itu yang sering terjadi di lapangan. Mereka bekerja tidak sesuai passion,&#8221; katanya.</p>
<p>Erik mengungkapkan, banyak Gen Z yang FOMO atau ikut-ikutan memilih profesi yang sedang menjadi trend di lingkungan sekitar, meskipun tidak memiliki minat, bakat, dan <em>passion</em>.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/07/132-mahasiswa-fh-usm-jalani-magang-di-sejumlah-instansi">132 Mahasiswa FH USM Jalani Magang di Sejumlah Instansi</a></strong></p>
<p>&#8221;Kalau kita FOMO, gimana cara balik lagi. Kita lihat dan baca dulu terhadap diri kita sendiri. Ketika sudah terlanjur FOMO, coba kasih watu jeda satu atau tiga bulan, maksimal. Kalau tidak ada hasilnya padahal sudah bekerja keras, mending coba bidang yang lain, daripada dipaksakan, kita tidak bisa berkembang,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Dia menyampaikan, tidak masalah jika ingin mengembangkan minat lain, meskipun tengah menjalankan bakat yang ditekuni. Hal ini turut menjadi bagian dari mengembangkan diri. Ikuti dari apa yang benar-benar ada dalam diri kita. Itu yang harus di-explore, bukan dari yang ada di depan kita, karena itu adalah FOMO.</p>
<p>&#8221;Memang harus pelan-pelan mempelajarinya, tidak bisa instan. Bisa juga melakukan tes minat dan bakat di Lembaga Psikologi Center for Mental Health Psychological &amp; The Law,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/04/tim-putri-usm-juara-ii-woman-futsal-championship-2025">Tim Putri USM Juara II Woman Futsal Championship 2025</a></strong></p>
<p>Sementara itu, Nurmalitasari menjelaskan, agar tidak burnout saat menjalankan sebuah profesi, Gen Z harus menemukan minat, bakat, dan passion-nya masing-masing. Dan untuk menemukan itu, butuh proses.</p>
<p>&#8221;Kita harus mengenal diri sendiri, kelebihan dan kekurangan kita. Harus mencoba dan konsisten. Kalau masih bingung, kita bisa bertanya ke orang-orang terdekat, potensi kita dimana. Kalau itu semua sudah dilakukan, tapi masih ada keraguan, jangan khawatir, teman-teman bisa tes bakat dan minat,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, <em>passion</em>, minat, dan bakat yang seimbang, dapat menentukan jalur karier di masa depan. Tak hanya itu, lingkungan juga sangat memengaruhi <em>feedback</em> yang diterima.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2025/02/07/usm-dan-pt-bisa-indonesia-perkasa-jalin-kerja-sama">USM dan PT Bisa Indonesia Perkasa Jalin Kerja Sama</a></strong></p>
<p>&#8221;Tapi teman-teman jangan terlalu terpaku. Yang paling tahu diri kalian adalah diri sendiri. Tapi ingat, kalian juga butuh <em>feedback</em> dari lingkungan sekitar. Kalau misalkan, kita bekerja sesuai dengan <em>passion</em>, tapi orang tua tidak menyetujui, saran saya, tetap konsisten. Buktikan, kita bisa berkarier dan berdiri di <em>passion</em> yang dipilih,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Nurmalitasari meminta, Gen Z agar tidak menyerah dalam menggali bakat dan potensi yang dimiliki, serta senantiasa <em>upgrade skill</em>. Tentu harus diimbangi juga dengan <em>attitude</em> yang bagus.</p>
<p>&#8221;Karena nantinya kita kalau mau terjun di dunia kerja, tidak mungkin kerja sendirian, pastinya kita berhubungan dengan banyak orang. Jadi attitude-nya harus bagus, <em>skill</em> juga tidak boleh kalah bagus,&#8221; tegasnya.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/02/07/alumni-usm-minta-gen-z-hindari-fomo">Alumni USM Minta Gen Z Hindari FOMO</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rizal Inginkan Kepengurusan DPC Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas Lebih Segar dan Milenial</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/11/14/rizal-inginkan-kepengurusan-dpc-organda-khusus-pelabuhan-tanjung-emas-lebih-segar-dan-milenial</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Nov 2024 13:45:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Semarang Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[DPC Organda]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Semarang]]></category>
		<category><![CDATA[logistik]]></category>
		<category><![CDATA[milenial]]></category>
		<category><![CDATA[Musyawarah Cabang]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan tanjung emas]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=446633</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)&#8211; Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, akhirnya secara aklamasi menunjuk Rizal Yozianto ST MBA, sebagai Ketua Terpilih Periode 2024-2029. Keputusan itu dihasilkan dalam Muscab yang digelar di Hotel Gumaya, Semarang, Kamis (14/11/2024). Usai acara, kepada sejumlah awak media Rizal menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta Muscab. Dia menyebutkan, dengan selesaianya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/14/rizal-inginkan-kepengurusan-dpc-organda-khusus-pelabuhan-tanjung-emas-lebih-segar-dan-milenial">Rizal Inginkan Kepengurusan DPC Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas Lebih Segar dan Milenial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (<a href="http://SUARABARU.ID">SUARABARU.ID</a>)</strong>&#8211; Musyawarah Cabang (Muscab) DPC Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, akhirnya secara aklamasi menunjuk Rizal Yozianto ST MBA, sebagai Ketua Terpilih Periode 2024-2029. Keputusan itu dihasilkan dalam Muscab yang digelar di Hotel Gumaya, Semarang, Kamis (14/11/2024).</p>
<p>Usai acara, kepada sejumlah awak media Rizal menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta Muscab. Dia menyebutkan, dengan selesaianya Muscab ini, pihaknya akan segera menyusun kepengurusan yang lebih segar dan milenial.</p>
<p>&#8221;Kami akan berupaya memajukan organisasi, melalui penguatan digitalisasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan semakin berkembangnya teknologi, Organda perlu mengikuti arus digitalisasi, terutama dalam hal manajemen armada dan logistik,&#8221; kata pria kelahiran Klaten, 14 Januari 1990 ini.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/11/14/sty-minta-pemain-tampil-percaya-diri">STY Minta Pemain Tampil Percaya Diri</a></strong></p>
<p>Menurutnya, transportasi darat ini sangat vital untuk pengiriman logistik di Indonesia. Sehingga semua anggota harus cepat beradaptasi dengan teknologi, untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.</p>
<p>Direktur PT Karya Kencana Logistik itu juga menyebut, sistem digital di Pelabuhan Tanjung Emas, seperti Terminal Booking System (TBS), membutuhkan kesiapan semua anggota agar operasional berjalan tepat waktu, dan dapat meminimalkan potensi kemacetan.</p>
<p>&#8221;Sistem di pelabuhan saat ini sudah canggih. Anggota harus segera beradaptasi dan belajar mengatur armada dengan baik, agar proses pengiriman logistiknya berjalan lancar,&#8221; tambahnya.</p>
<p><strong>BACA JUGA: <a href="https://suarabaru.id/2024/11/14/langkah-nyata-bri-menuju-ekonomi-hijau">Langkah Nyata BRI Menuju Ekonomi Hijau</a></strong></p>
<p>Saat ini, Organda Tanjung Mas memiliki 160 anggota, dengan lebih dari 2.300 armada yang terdaftar secara resmi. Rizal pun berjanji, untuk menjaga keanggotaan yang inklusif, dan mengakomodasi seluruh pemilik armada tanpa batasan jumlah.</p>
<p>Nantinya, DPC Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas Semarang ini, akan tetap mengarahkan anggotanya yang membutuhkan dukungan legalitas, untuk bergabung dengan koperasi atau lembaga yang relevan.</p>
<p>Rizal juga menegaskan, pentingnya sinergi di antara pengurus yang akan dibentuknya. Dia ingin jajaran pengurus yang dibentuknya nanti, sefrekuensi dan bisa bekerja sama menuju visi yang sama.</p>
<p><em><strong>Riyan</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/11/14/rizal-inginkan-kepengurusan-dpc-organda-khusus-pelabuhan-tanjung-emas-lebih-segar-dan-milenial">Rizal Inginkan Kepengurusan DPC Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas Lebih Segar dan Milenial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tinjau Empat OPD, Pj Walkot Tegal Imbau Mulai Digitalisasi Dokumen</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/05/30/tinjau-empat-opd-pj-walkot-tegal-imbau-mulai-digitalisasi-dokumen</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 May 2024 01:33:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[OPD]]></category>
		<category><![CDATA[pj-walkot]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=416953</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Penjabat (Pj) Walikota Tegal, Dadang Somantri mengihimbau kepada OPD untuk segera beralih ke digitalisasi dokumen. Dadang menyatakan hal tersebut sesaat setelah melakukan silaturahmi dan tinjauan ke empat Kantor Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal, Rabu (29/5/2024) siang. Pj Walikota Tegal melakukan tinjauan langsung ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/30/tinjau-empat-opd-pj-walkot-tegal-imbau-mulai-digitalisasi-dokumen">Tinjau Empat OPD, Pj Walkot Tegal Imbau Mulai Digitalisasi Dokumen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Penjabat (Pj) Walikota Tegal, Dadang Somantri mengihimbau kepada OPD untuk segera beralih ke digitalisasi dokumen.</p>
<p>Dadang menyatakan hal tersebut sesaat setelah melakukan silaturahmi dan tinjauan ke empat Kantor Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di Lingkungan Pemerintah Kota Tegal, Rabu (29/5/2024) siang.</p>
<p>Pj Walikota Tegal melakukan tinjauan langsung ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), termasuk Mall Pelayanan Publik (MPP) Alaya Sewagati, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Tegal dan Dinas Kesehatan Kota Tegal.</p>
<p>Dari hasil tinjauan, pihaknya berharap OPD untuk memulai mendigitalisasi dokumen. Ia mengaku tidak dapat menyalahkan sepenuhnya kepada masing-masing OPD, karena memang tidak semua dokumen sudah tersistem dengan digital. Namun demikian Ia berharap minimal untuk jenis-jenis pendokumentasian yang sudah bisa dan memungkinkan untuk dilakukan secara digitalisasi, dapat dilaksanakan dengan digitalisasi.</p>
<p>“Masih banyak dokumen yang bersifat fisik, iya ini tidak bisa menyalahkan, karena belum semua sudah sistem digital. Tetapi untuk jenis-jenis yang sudah bisa digitalisasi kita harus beralih untuk didigitalisasi,” ujar Pj Walikota Tegal.</p>
<p>Menurutnya dengan digitalisasi akan berdampak pada efisiensi keuangan, efektifitas penggunaan ruang di lingkungan kantor dan juga untuk jangka panjang nantinya akan terdigitalisasi. Oleh karena itu, pihaknya meminta OPD untuk memulai beralih ke digitalisasi. Karena digitalisasi betul-betul menjadi sesuatu yang harus diikuti.</p>
<p>Di kantor DPMPTSP, Dadang meninjau apakah pelayanan yang diberikan sudah cukup optimal. Kepala DPMPTS Kota Tegal, Sartono Eko Saputro, mengatakan bahwa masyarakat sudah  banyak yang berkonsultasi ke MPP.</p>
<p>&#8220;Hampir semua layanan ada. Tetapi masih terus harus ditingkatkan karena wajah kota dalam peran publik ada di MPP,&#8221; terang Sartono.</p>
<p>Terkait tinjauan di Kantor DLH, Dadang Somantri menyampaikan bahwa peran DLH sangat penting. Sebab, DLH adalah bagian kunci setiap pembangunan. Ia menganalogikan jika seluruh  kegiatan berhasil tetapi lingkungan hidupnya rusak, ini tidak akan bisa disebut sebagai sebuah keberhasilan.</p>
<p>“Jika persoalan lingkungan dan sampah tidak tertangani dengan baik, tidak hanya wajah kota yang tidak baik tetapi kesehatan lingkungan akan terganggu. Maka saya titip kepada masyarakat, ayo kita bersama-sama menjaga kota kita dengan membuang sampah sesuai dengan semestinya, dan mengendalikan penggunaan sampah plastik,” ajak Dadang Somantri.</p>
<p>Melihat kondisi beberapa perkantoran OPD yang memiliki lahan terbatas, Dadang Somantri menyampaikan bahwa ini menjadi perhatian bersama, khususnya untuk jangka panjang. Halaman kantor yang sempit, lapangan masih kecil, sementara kegiatannya yang harus dihandle cukup banyak, sehingga jarak dari satu meja ke meja masih sempit dan hampir tidak ada jarak.</p>
<p>Dalam segala keterbatasan tersebut, Dadang tetap menekankan, agar selalu mengoptimalkan pelayanan dan terus meningkatkan kualitas, supaya masyarakat dapat merasakan Pemkot Tegal benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/05/30/tinjau-empat-opd-pj-walkot-tegal-imbau-mulai-digitalisasi-dokumen">Tinjau Empat OPD, Pj Walkot Tegal Imbau Mulai Digitalisasi Dokumen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Pemimpin Himpunan Mahasiswa Manajemen Wajib Paham Digitalisasi</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/09/06/apakah-pemimpin-himpunan-mahasiswa-manajemen-wajib-paham-digitalisasi</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2022 10:27:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Suara Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Himpunan mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[Paham]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[Wajib]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=276561</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Pemimpin, ditinjau dari aspek literal adalah seorang yang memiliki kecakapan dalam memimpin atau bisa mempengaruhi orang lain. Bahkan disebut, pemimpin itu dipercaya oleh kelompoknya untuk menjadi pemegang keputusan, atau mewakili aspirasi untuk mencapai suatu tujuan dalam kelompok tersebut. Menurut Rizza Bakhrul Zakki, mahasiswa ekonomi Unnes mengatakan, dalam setiap kelompok (organisasi), setiap pemimpin [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/06/apakah-pemimpin-himpunan-mahasiswa-manajemen-wajib-paham-digitalisasi">Apakah Pemimpin Himpunan Mahasiswa Manajemen Wajib Paham Digitalisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Pemimpin, ditinjau dari aspek literal adalah seorang yang memiliki kecakapan dalam memimpin atau bisa mempengaruhi orang lain.</p>
<p>Bahkan disebut, pemimpin itu dipercaya oleh kelompoknya untuk menjadi pemegang keputusan, atau mewakili aspirasi untuk mencapai suatu tujuan dalam kelompok tersebut.</p>
<p>Menurut Rizza Bakhrul Zakki, mahasiswa ekonomi Unnes mengatakan, dalam setiap kelompok (organisasi), setiap pemimpin memiliki ide, keinginan dan maksud yang berbeda-beda. Untuk mengumpulkan dan mengolah keberagaman mindset, pola pikir, dan wawasan tersebut, diperlukan sebuah arahan dari pemimpin.</p>
<p>Seperti disebutkan Dr. Daswati. Msi (penulis karya ilmiah 2012), untuk mempengaruhi sumber daya anggota ke arah pencapaian tujuan, tidak semudah apa yang dibayangkan. Karena, sumber daya anggota memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan gaya kepemimpinan seorang pemimpin untuk menggerakkannya.</p>
<p>Dengan demikian seorang pemimpin secara naluriah akan menanggung beban besar berkenaan dengan maju tidaknya kelompok yang dipimpinnya.</p>
<p>Ia secara sadar atau tidak akan memiliki tanggung jawab lebih besar ketimbang anggota atau orang biasa pada umumnya. Seorang pemimpin juga harus memiliki kecakapan manajerial yang mumpuni untuk membagi tugas kepada masing-masing anggota, karena ia tidak akan mampu menyelesaikan seluruh tugas untuk mewujudkan visi dan misi kelompoknya.</p>
<p>Untuk itulah pemimpin membutuhkan anggota-anggotanya yang digerakkan sedemikian rupa, agar mampu berkontribusi pada organisasi, terutama dalam cara bekerja efektif, efisien, ekonomis, dan produktif.</p>
<p>Begitupun kepemimpinan dalam ranah himpunan mahasiswa juga memiliki maksud dan tujuan yang serupa. Bagaimana seorang pemimpin mahasiswa bisa memandu anggota di organisasinya mencapai visi dan misi secara optimal.</p>
<p>Lantas, di era digital kali ini, apakah seorang pemimpin membutuhkan wawasan dan literasi digital? Jawabannya tentu dibutuhkan. Seorang pemimpin harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.</p>
<p>Hal ini penting dilakukan agar ia tidak ketinggalan dan digilas oleh kemajuan itu sendiri. Teknologi digital sekarang telah digunakan sebagai sarana komunikasi dan informasi yang diakses oleh generasi muda setiap harinya. Sehingga mau tidak mau seorang pemimpin mahasiswa harus mengasai literasi digital, guna menunjang kepemimpinannya.</p>
<p>Teknologi digital akan berguna dengan baik apabila dimanfaatkan oleh orang yang menggunakannya. Apakah teknologi tersebut mampu membawa dampak baik bagi organisasi atau tidak, semua itu sangat bergantung pada orang-orang yang ada di dalamnya.</p>
<p>Sudah seharusnya seorang pemimpin harus melek digital agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara optimal, sesuai tujuan dan visi organisasi.</p>
<p>Rizza menyebut, kolaborasi antara kepemimpinan dengan teknologi digital itu sendiri menghasilkan istilah digital leadership.</p>
<p>Di mana kriteria seorang digital leadership harus memiliki wawasan terhadap teknologi digital, terutama dalam beberapa aspek, yakni komunikasi digital, manajemen dan analisis data digital, pemahaman strategi, visi dan marketing digital, resolusi konflik hingga inovasi dan problem solving dan penanggulangan resiko.</p>
<p>Ketika pemimpin mahasiswa memiliki kapabilitas di dalam hal tersebut, maka di masa depannya ia akan menjadi representasi seorang digital leadership yang layak menjadi pemimpin di organisasi yang lebih besar atau bahkan mampu menjadi pemimpin daerah maupun perusahaan.</p>
<p>Artinya, pengetahuan digital saat ini sangat urgen dimiliki oleh setiap pemimpin.</p>
<p><em><strong>Ning Suparningsih</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/06/apakah-pemimpin-himpunan-mahasiswa-manajemen-wajib-paham-digitalisasi">Apakah Pemimpin Himpunan Mahasiswa Manajemen Wajib Paham Digitalisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>