<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Depresi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/depresi/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Jul 2025 00:56:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Depresi Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kesehatan Mental Pasien dan Caregiver Pasca Stroke: Luka yang Tak Terlihat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/19/kesehatan-mental-pasien-dan-caregiver-pasca-stroke-luka-yang-tak-terlihat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Jul 2025 00:56:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[SUARA Anda]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Caregiver]]></category>
		<category><![CDATA[Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelelahan Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[Perawatan]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologis]]></category>
		<category><![CDATA[Stigma]]></category>
		<category><![CDATA[Stroke]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=485363</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Deni Ratnawati SPsi STROKE seringkali datang tanpa aba-aba, menyergap kehidupan seseorang dan keluarganya dalam sekejap. Dunia seketika berubah. Gerak tubuh terbatas, ucapan menjadi terbata, dan rutinitas terganggu. Dibalik proses penyembuhan fisik yang kasat mata, terdapat luka lain yang sering tak terlihat: depresi, kecemasan, dan kelelahan mental, baik bagi pasien maupun keluarga yang merawat. Setelah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/19/kesehatan-mental-pasien-dan-caregiver-pasca-stroke-luka-yang-tak-terlihat">Kesehatan Mental Pasien dan Caregiver Pasca Stroke: Luka yang Tak Terlihat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Oleh: Deni Ratnawati SPsi</strong></span></p>
<p><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-485365 alignleft" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-18-at-21.40.47.jpg" alt="" width="150" height="196" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-18-at-21.40.47.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2025/07/WhatsApp-Image-2025-07-18-at-21.40.47-115x150.jpg 115w" sizes="(max-width: 150px) 100vw, 150px" />STROKE</strong> seringkali datang tanpa aba-aba, menyergap kehidupan seseorang dan keluarganya dalam sekejap.</p>
<p>Dunia seketika berubah. Gerak tubuh terbatas, ucapan menjadi terbata, dan rutinitas terganggu.</p>
<p>Dibalik proses penyembuhan fisik yang kasat mata, terdapat luka lain yang sering tak terlihat: depresi, kecemasan, dan kelelahan mental, baik bagi pasien maupun keluarga yang merawat.</p>
<p>Setelah serangan stroke dan diizinkan pulang dari rumah sakit, perjuangan belum berakhir. Justru baru dimulai. Pasien harus menjalani serangkaian terapi untuk belajar jalan kembali, mengatur ulang cara berbicara, hingga menyesuaikan diri dengan keterbatasan.</p>
<p>Kondisi ini seringkali memicu perasaan kehilangan makna hidup, marah, frustrasi, hingga menarik diri dari lingkungan sosial.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Data dari penelitian menunjukkan bahwa proporsi kasus depresi pascastroke yang timbul dalam satu tahun berkisar antara 21%-55% dengan mayoritas kasus terjadi dalam tiga bulan pertama setelah stroke. Sebagian lainnya mengalami gangguan kecemasan, terutama saat menghadapi ketidakpastian tentang masa depan, kesehatan, dan relasi sosial mereka.</p>
<p>Selain pasien stroke, satu kelompok yang sering luput dari perhatian adalah para caregiver, yakni anggota keluarga yang merawat pasien di rumah. Caregiver seringkali harus berhenti bekerja, menyesuaikan jadwal harian, bahkan mengorbankan waktu istirahat dan kehidupan pribadinya demi merawat pasien tercinta.</p>
<p>Banyak dari mereka juga mengalami stres, kelelahan, dan gangguan mental ringan hingga sedang. Sayangnya, kondisi caregiver jarang diakui secara formal dalam sistem layanan kesehatan. Padahal, dalam pendekatan psikologi kesehatan, baik pasien maupun caregiver adalah satu kesatuan ekosistem pemulihan. Ketika caregiver kelelahan, kualitas perawatan menurun, dan ini akan berdampak langsung pada proses pemulihan pasien.</p>
<p>Stroke memang menyerang tubuh, namun dampaknya meluas hingga ke ranah psikologi dan sosial. Hal ini sesuai dengan pendekatan biopsikososial dimana ada keterkaitan antara mind and body. Depresi pasca stroke bukanlah tanda kelemahan mental, melainkan respon alami atas kehilangan mendadak yang dialami tubuh dan fungsi kehidupan.</p>
<p>Begitu pula bagi caregiver, rasa cemas, kesepian, bahkan rasa bersalah yang muncul adalah hal wajar. Namun, jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi burnout (kondisi kelelahan ekstrem secara fisik, mental dan emosional akibat stres berkepanjangan) yang membahayakan kesehatan mental.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Sayangnya, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa masalah psikologis hanyalah “kurang bersyukur” atau “kurang kuat mental”. Stigma ini membuat banyak pasien dan keluarga menutup rapat keluhannya sehingga tidak terselesaikan.</p>
<p>Kondisi ini membutuhkan perhatian yang lebih serius dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga pemerintah daerah. Langkah penting yang dapat dilakukan adalah, pertama melakukan skrining psikologis di fasilitas kesehatan.</p>
<p>Rumah sakit atau puskesmas dapat menyediakan layanan psikologis sederhana untuk pasien stroke dan caregiver, seperti konseling atau psikoedukasi. Melalui layanan psikologis ini pasien dan caregiver akan diedukasi tentang situasi mental yang akan dihadapi dan cara mengelola emosinya serta dampak emosi negatif terhadap pemulihan kesehatannya.</p>
<p>Kedua, edukasi utuk caregiver. Bekal keterampilan dasar dalam merawat, mengelola emosi dan mencari bantuan sangat penting, agar caregiver tidak merasa sendirian dan tertekan. Menyadari bahwa kelelahan yang akan dihadapi adalah hal yang wajar terjadi, dapat meningkatkan keyakinan diri untuk berhasil dalam tugas perawatan (self efficacy).</p>
<p>Ketiga, dukungan komunitas. Kehadiran komunitas survivor stroke dan support group caregiver bisa menjadi ruang berbagi, belajar, dan saling menguatkan. Beberapa kota sudah mulai membentu komunitas seperti ini, dan perlu diperluas.</p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>* * * * *</strong></span></p>
<p>Layanan kesehatan perlu memiliki data komunitas ini sehingga dapat menghubungkan pasien dan caregiver yang membutuhkan dukungan komunitas.</p>
<p>Keempat, kampanye antistigma kesehatan mental. Masyarakat perlu terus diedukasi bahwa mencari bantuan psikologis bukanlah aib. Justru itu adalah bentuk keberanian untuk menjaga kualitas hidup dan relasi yang sehat.</p>
<p>Stroke memang mengubah hidup, tapi bukan akhir segalanya. Dengan dukungan emosional dan sosial yang kuat, banyak penyintas stroke yang berhasil bangkit, menemukan semangat baru, dan berkontribusi kembali untuk keluarganya.</p>
<p>Bagi caregiver, mereka adalah pahlawan yang sering tak disebut. Sudah waktunya kita memberi perhatian pada kesehatan mental mereka juga, karena merawat yang merawat adalah bagian penting dari proses penyembuhan itu sendiri.</p>
<p>Sudah saatnya kita menyadari memulihkan tubuh tanpa memulihkan jiwa adalah pemulihan yang belum selesai.</p>
<p>&#8212; <strong>Deni Ratnawati SPsi</strong>, <em>Mahasiswa Angkatan X Magister Psikologi Universitas Semarang</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/19/kesehatan-mental-pasien-dan-caregiver-pasca-stroke-luka-yang-tak-terlihat">Kesehatan Mental Pasien dan Caregiver Pasca Stroke: Luka yang Tak Terlihat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kaprogdi Psikologi USM: Gangguan Depresi Pemicu Utama Bunuh Diri</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/11/02/kaprogdi-psikologi-usm-gangguan-depresi-pemicu-utama-bunuh-diri</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Nov 2023 22:02:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Ganggua]]></category>
		<category><![CDATA[Kaprogdi Psikologi USM]]></category>
		<category><![CDATA[Pemicu Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=379254</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID)- Gangguan depresi jadi pemicu utama munculnya ide tindakan melakukan bunuh diri, lalu ketiadaan serta kurangnya support sosial, tidak ada dukungan dari keluarga, teman maupun rekan, sehingga seseorang berpikir bahwa tidak ada lagi harapan yang bisa dilakukan hingga memutuskan untuk bunuh diri. Hal itu diungkapkan Ketua Program Studi S1-Psikologi USM, Yudi Kurniawan, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog dalam [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/02/kaprogdi-psikologi-usm-gangguan-depresi-pemicu-utama-bunuh-diri">Kaprogdi Psikologi USM: Gangguan Depresi Pemicu Utama Bunuh Diri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)-</strong> Gangguan depresi jadi pemicu utama munculnya ide tindakan melakukan bunuh diri, lalu ketiadaan serta kurangnya support sosial, tidak ada dukungan dari keluarga, teman maupun rekan, sehingga seseorang berpikir bahwa tidak ada lagi harapan yang bisa dilakukan hingga memutuskan untuk bunuh diri.</p>
<p>Hal itu diungkapkan Ketua Program Studi S1-Psikologi USM, Yudi Kurniawan, S.Psi.,M.Psi.,Psikolog dalam Talkshow USM Update dengan tema &#8220;Deteksi Dini Risiko Bunuh Diri Pada Mahasiswa&#8221; di Studio Radio USM Jaya FM Gedung N USM, baru-baru ini.</p>
<p>Yudi mengatakan, pihaknya prihatin terhadap kasus mahasiswa bunuh diri yang terjadi baru-baru ini.</p>
<p>&#8221;Stigma yang sering beredar di masyarakat berkaitan dengan seseorang yang melakukan tindak bunuh diri merupakan individu yang tidak berpendidikan atau tidak beriman, padahal sebenarnya tidak. Sebab bunuh diri ini sesuatu yang sangat kompleks dan bukan sesuatu yang tiba-tiba muncul begitu saja,&#8221; katanya.</p>
<p>Dia menjelaskan, berdasarkan beberapa riset, stressor atau penyebab stress seperti akademik menjadi salah satu penyumbang untuk stress secara umum. Sementara itu, stressor berhubungan dengan persepsi yang terbentuk akibat pengalaman yang dialami oleh seseorang.</p>
<p>&#8221;Bagi mahasiswa yang punya problem di kerjaan, dia mungkin lagi gak punya uang, atau lagi ada problem keluarga itu bisa menambah stressornya. Adanya tugas akademik ini bisa menjadi pencetus, bukan menjadi faktor utama mahasiswa melakukan tindak bunuh diri,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Menurutnya, kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Artinya, seseorang pergi ke psikolog tidak selalu terkait denga masalah berat melainkan juga screening atau edukasi. Layanan psikologi di Kota Semarang telah tersedia baik di rumah sakit hingga kampus seperti USM.</p>
<p>Salah satu tanda yang dapat diamati seseorang yang tengah mengalami kesehatan mental kurang baik yaitu dari perubahan perilaku. Namun terkadang tidak sedikit individu yang pintar menggunakan persona atau topeng, sehingga dalam kasus tersebut, harus adanya obrolan secara mendalam atau deep talk.</p>
<p>&#8220;Kalau teman itu mungkin bisa membantu dalam konteks mendengarkan tetapi tidak untuk memberikan terapi atau intervensi, maka memang teman ini vital sekali perannya sebagai support sistem,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dia menambahkan, untuk mengurangi kasus bunuh diri harus dilakukan secara bersama-sama dan saling berkolaborasi serta bagi yang mengalami masalah mental untuk dapat merawat kesehatan mental dengan mengenal diri sendiri, adaptasi, dapat mengenal emosi baik negatif maupun positif, dan menceritakan masalah yang dialami kepada teman, keluarga maupun psikolog atau psikiater.</p>
<p>&#8221;Untuk mahasiswa USM yang ingin melakukan konsultasi gratis terkait psikologis bisa melalui Satuan Tugas Konseling Mahasiswa atau DM Instagram satgaskonselingmahasiswa. Bagi masyarakat umum, USM ada Jasa Layanan Psikologi seperti layanan tumbuh kembang anak, hingga layanan konseling bisa langsung ke Psikologi USM atau mendaftar di website psikologiusm.ac.id,&#8221; jelasnya.</p>
<p><em><strong>Muhaimin</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/11/02/kaprogdi-psikologi-usm-gangguan-depresi-pemicu-utama-bunuh-diri">Kaprogdi Psikologi USM: Gangguan Depresi Pemicu Utama Bunuh Diri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Wanita Lebih Rentan Mengalami Depresi Dibanding Pria? Ini Penjelasannya</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/06/03/benarkah-wanita-lebih-rentan-mengalami-depresi-dibanding-pria-ini-penjelasannya</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Jun 2023 12:14:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan mental]]></category>
		<category><![CDATA[Mengalami depresi]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Rentan]]></category>
		<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=341870</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Apa itu depresi? Depresi adalah salah satu jenis gangguan mental yang mempengaruhi perasaan, cara berpikir dan cara bertindak. Seseorang yang mengalami depresi selalu diliputi kesedihan serta kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang biasa mereka lakukan. Depresi yang tidak segera diatasi akan memicu terjadinya masalah emosional dan fisik, seperti mengalami mood swing, kesulitan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/03/benarkah-wanita-lebih-rentan-mengalami-depresi-dibanding-pria-ini-penjelasannya">Benarkah Wanita Lebih Rentan Mengalami Depresi Dibanding Pria? Ini Penjelasannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Apa itu depresi? Depresi adalah salah satu jenis gangguan mental yang mempengaruhi perasaan, cara berpikir dan cara bertindak.</p>
<p>Seseorang yang mengalami depresi selalu diliputi kesedihan serta kehilangan minat untuk melakukan aktivitas yang biasa mereka lakukan.</p>
<p>Depresi yang tidak segera diatasi akan memicu terjadinya masalah emosional dan fisik, seperti mengalami mood swing, kesulitan berfikir dan berkonsentrasi, apatis terhadap sekitar, memiliki self esteem yang rendah, insomnia, perubahan berat badan, penurunan gairah seksual, dan sakit kepala secara terus menerus (seperti dilansir pada laman Medical News Today).</p>
<p>Pada dasarnya depresi bisa menyerang siapapun, baik pria maupun wanita. Meski begitu, beberapa penelitian mengungkapkan bahwa wanita memiliki potensi yang lebih tinggi untuk terkena depresi.</p>
<p>Melansir dari Suara.com (Mayo Clinic dan Jhon Hopkins Medicine) ada lima alasan wanita lebih rentan mengalami depresi dibandingkan pria.</p>
<p>1. Masa pubertas</p>
<p>Pubertas adalah masa dimana semua organ utama dan sistem tubuh mengalami proses pematangan, termasuk dalam hal seksual dan fungsi reproduksi (seperti dilansir pada Kids Health).</p>
<p>Menurut sebuah studi dari jurnal Frontiers in Psychology, perubahan psikis pada masa puber juga membuat wanita lebih berisiko mengalami depresi. Kondisi ini bisa terjadi akibat perubahan kadar hormon didalam tubuh wanita, seperti hormon gonad, estrogen, hingga serotonin.</p>
<p>Meski depresi selama pubertas juga bisa dialami oleh pria, namun wanita memiliki risiko 2 hingga 3 kali lebih tinggi untuk mengalaminya. Selain itu, wanita yang mengalami masa pubertas dini juga berpotensi mengalami depresi yang lebih besar.</p>
<p>2. Menstruasi</p>
<p>Saat memasuki masa menstruasi, sebagian besar wanita mengalami sindrom prahaid atau PMS, dengan salah satu gejala berupa mood swing. Jika wanita mengalami banyak tekanan pada fase ini, maka potensi untuk mengalami stres hingga depresi akan semakin meningkat.</p>
<p>Bahkan, pada kasus sindrom prahaid yang parah atau premenstrual dysphoric disorder, gejolak emosional akan terasa lebih kuat dan dapat bertahan meski menstruasi telah selesai. Penelitian mengungkap bahwa kondisi ini dapat terjadi akibat penurunan kadar serotonin yang signifikan di dalam tubuh.</p>
<p>3. Kehamilan</p>
<p>Perubahan hormon di dalam tubuh wanita juga dirasakan saat kondisi hamil. Hal ini jelas memicu perubahan suasana hati atau mood swing yang parah. Selain itu, wanita hamil juga dinilai lebih rentan terhadap stres dan depresi karena mengalami perubahan drastis saat kehamilan, seperti perubahan bentuk badan dan kebiasaan sehari-hari.</p>
<p>4. Perimenopause</p>
<p>Masalah kesehatan di usia tua, rasa sedih ditinggalkan oleh anak-anak yang beranjak dewasa, serta pergolakan hormon yang drastis menunju menopause, menjadi alasan mengapa wanita dalam fase perimenopause memiliki risiko depresi yang lebih tinggi.</p>
<p>5. Faktor lingkungan</p>
<p>Tak hanya hormon, lingkungan juga menjadi alasan mengapa wanita lebih rentan mengalami stres dibandingkan pria. Hal ini umumnya dipicu oleh tekanan dari orang-orang terdekat yang memaksa wanita untuk melakukan peran ganda, yakni sebagai ibu rumah tangga sekaligus pekerja. Kondisi ini tentu menimbulkan stres yang tinggi. Jika tidak segera diatasi, maka potensi mengalami depresi menjadi tak terhindarkan.</p>
<p>Saat wanita sedang mengalami stres akibat perubahan hormonal ataupun faktor lingkungan, maka tugas seorang pria dan orang-orang terdekatnya adalah memberikan support system yang baik. Sehingga gejolak emosional yang dirasakan dapat diredam dan terhindar dari depresi.</p>
<p>Itulah lima alasan wanita lebih rentan mengalami depresi dibandingkan pria. Semoga bermanfaat!</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/06/03/benarkah-wanita-lebih-rentan-mengalami-depresi-dibanding-pria-ini-penjelasannya">Benarkah Wanita Lebih Rentan Mengalami Depresi Dibanding Pria? Ini Penjelasannya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Diduga Depresi, Warga Pekalongan Ceburkan Diri ke Sungai</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/01/09/diduga-depresi-warga-pekalongan-ceburkan-diri-ke-sungai</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2023 23:25:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Depresi]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[tim sar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=306506</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Diduga depresi, Mohamad Gunawan (33) warga Gang 1 Nomor 5 Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah menceburkan diri ke sungai Slamaran Sabtu (07/01/23). Sehari kemudian Minggu (08/01/23) Mohamad Gunawan sekira pukul 10.15 berhasil ditemukan Tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia. Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto menceritakan kronologi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/09/diduga-depresi-warga-pekalongan-ceburkan-diri-ke-sungai">Diduga Depresi, Warga Pekalongan Ceburkan Diri ke Sungai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEKALONGAN (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Diduga depresi, Mohamad Gunawan (33) warga Gang 1 Nomor 5 Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah menceburkan diri ke sungai Slamaran Sabtu (07/01/23). Sehari kemudian Minggu (08/01/23) Mohamad Gunawan sekira pukul 10.15 berhasil ditemukan Tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia.</p>
<p>Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto menceritakan kronologi kejadian, Sabtu ( 07/01/23) , sekira pukul 17.00 WIB Gunawan mengayuh sepeda mini berwarna kuning melintas di jembatan sungai Slamaran Pekalongan Utara kota Pekalongan.</p>
<p>Saksi Rino Sukarno (30) memgaku melihat korban duduk di jembatan. Kemudian saksi turun ke bawah untuk memancing saat itu korban menghampiri saksi dan mengatakan &#8216;Om aku ojo ditulungi&#8217; tidak lama Gunawan naik ke jembatan Slamaran loncat menceburkan diri ke sungai Slamaran.</p>
<p>Warga sekitar berusaha menolong dengan alat seadanya namun tidak tertolong. &#8220;Diketahui korban mempunyai riwayat sakit depresi diduga korban sengaja mencerburkan diri untuk mengakhiri hidupnya&#8221; ungkapnya</p>
<p>Dengan informamsi tersebut Koordinator Basarnas Unit Siaga Pemalang Susanto menyusun rencana pencarian tim SAR gabungan dibagi menjadi 3 Searcah Rescue Unit ( SRU) SRU I Penyisiran dengan metode susur sungai dari tempat kejadian kearah muara.</p>
<p>SRU II Penyisiran dengan perahu karet di sebelah Barat muara kurang lebih 1 KM, SRU III Penyisisran dengan perahu karet di sebelah timur muara sejauh 500 meter. &#8220;Upaya pencarian tim SAR gabungan membuahkan hasil pukul 10.15 WIB korban ditemukan kearah Utara jarak dari bibir pantai sejauh 1 Kilo meter dalam keadaan meninggal dunia selanjutnya korban di bawa ke RSUD Bendan Kota Pekalongan&#8221; imbuhnya</p>
<p>Dengan ditemukanya korban maka operasi SAR ditutup tim SAR gabungan kembali kesatuannya masing-masing.</p>
<p><strong>Sutrisno</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/09/diduga-depresi-warga-pekalongan-ceburkan-diri-ke-sungai">Diduga Depresi, Warga Pekalongan Ceburkan Diri ke Sungai</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>