<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DBD Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/dbd/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Jan 2025 14:00:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>DBD Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Antisipasi Peningkatan DBD, Dinkes Batang Lakukan Fogging</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/01/08/antisipasi-peningkatan-dbd-dinkes-batang-lakukan-fogging</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2025 14:00:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Batang]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[dinkes]]></category>
		<category><![CDATA[fogging]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=455418</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATANG (SUARABARU.ID) &#8211; Meningkatnya intensitas curah hujan akhir-akhir ini, membuat Dinas Kesehatan Batang makin intens menggelar pengasapan atau fogging ke sejumlah sarana publik termasuk di instansi maupun institusi pendidikan. Hal tersebut dilakukan mengingat tingkat kerawanan penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) cukup tinggi. Staf Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batang Siswandi mengatakan, pengasapan dilakukan sesuai [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/08/antisipasi-peningkatan-dbd-dinkes-batang-lakukan-fogging">Antisipasi Peningkatan DBD, Dinkes Batang Lakukan Fogging</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Meningkatnya intensitas curah hujan akhir-akhir ini, membuat Dinas Kesehatan Batang makin intens menggelar pengasapan atau fogging ke sejumlah sarana publik termasuk di instansi maupun institusi pendidikan. Hal tersebut dilakukan mengingat tingkat kerawanan penularan Demam Berdarah Dengue (DBD) cukup tinggi.</p>
<p>Staf Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batang Siswandi mengatakan, pengasapan dilakukan sesuai permintaan karena adanya kerawanan penyebaran DBD di sejumlah ruang publik.</p>
<p>“Khusus hari ini kami melakukan pengasapan di perkantoran, rumah dinas dan Taman Kanak-kanak, katanya saat ditemui di area Makodim Batang, Kabupaten Batang, Rabu (8/1/2024).</p>
<p>Selama awal Januari, pihaknya telah melakukan pengasapan sebanyak 4 kali di beberapa titik. “Paling banyak di lingkungan pemukiman masyarakat, seperti Desa Ujungnegoro, Lapas Batang, Pasekaran dan area Makodim,” jelasnya.</p>
<p>Siswandi mengakui, seiring intensitas curah hujan yang cukup tinggi, dimungkinkan akan terjadi peningkatan jumlah perkembangan nyamuk Aedes Aegypti, maka diperkirakan kasusnya cenderung meningkat.</p>
<p>“Selama musim hujan, perkiraan akan ada peningkatan permintaan pengasapan sampai 50 persen,” terangnya.</p>
<p>Berdasarkan data, selama tahun 2024 lalu, Dinkes telah melakukan pengasapan di 230 titik. Di tahun 2025, Dinkes sudah mengalokasikan untuk 150 titik pengasapan.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/01/08/antisipasi-peningkatan-dbd-dinkes-batang-lakukan-fogging">Antisipasi Peningkatan DBD, Dinkes Batang Lakukan Fogging</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah DBD dengan 3M Plus, Yuk Simak!</title>
		<link>https://suarabaru.id/2024/09/04/cegah-dbd-dengan-3m-plus-yuk-simak</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Sep 2024 04:04:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Cegah]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Nyamuk]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=434513</guid>

					<description><![CDATA[<p>SEMARANG (SUARABARU.ID) &#8211; Cuaca yang tidak menentu memicu berkembangnya berbagai penyakit, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan adanya 16.000 kasus DBD di 123 kabupaten dengan 124 kematian di Indonesia per 1 Maret 2024 lalu. Tingginya kasus DBD di Indonesia saat ini, cara-cara jitu mencegah DBD sangat dibutuhkan agar [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/04/cegah-dbd-dengan-3m-plus-yuk-simak">Cegah DBD dengan 3M Plus, Yuk Simak!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Cuaca yang tidak menentu memicu berkembangnya berbagai penyakit, salah satunya adalah Demam Berdarah Dengue (DBD). Data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan adanya 16.000 kasus DBD di 123 kabupaten dengan 124 kematian di Indonesia per 1 Maret 2024 lalu.</p>
<p>Tingginya kasus DBD di Indonesia saat ini, cara-cara jitu mencegah DBD sangat dibutuhkan agar tidak semakin bertambah lagi korban jiwa akibat penyakit DBD.</p>
<p>Melansir dari Kemenkes, DBD merupakan salah satu penyakit yang harus diwaspadai, karena mampu menyebabkan kematian bagi penderitanya. DBD disebabkan oleh infeksi virus dengue akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti yang banyak berkembangbiak di negara tropis dan sub tropis, seperti indonesia.</p>
<p><strong>Gejala-gejala DBD</strong></p>
<p>Saat terinfeksi virus DBD, gejalanya biasanya baru muncul 4-10 hari kemudian, seperti demam tinggi hingga 40 derajat Celcius, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, sakit di bagian belakang mata, serta ruam atau bintik merah pada kulit.</p>
<p>Saat demam mereda, tak selalu berarti DBD sudah sembuh. Sebaliknya, dalam kasus-kasus tertentu demam berdarah justru bisa menjadi lebih parah atau memasuki fase kritis, dimana pembuluh darah mengalami kebocoran, yang dapat menimbulkan perdarahan pada kulit dan organ lainnya.</p>
<p>Kerusakan pada pembuluh darah akan membuat trombosit (keping darah) dalam aliran daran menurun, yang mengakibatkan perdarahan internal, kerusakan organ, sindrom syok dengue, bahkan kematian. Syok pada DBD atau Dengue Shock Syndrome (DSS) terjadi jika penderita DBD terlambat ditangani atau kurang waspada terhadap tanda-tanda syok dini.</p>
<p>Oleh karenanya, waspadai gejala-gejala yang merupakan tanda peringatan keadaan darurat seperti, sakit kepala, muntah tanpa henti, mimisan atau perdarahan dari hidung, gusi berdarah, darah dalam tinja atau urin, darah dalam muntahan, sesak napas, serta  lelah, lesu dan gelisah.</p>
<p><strong>Cegah DBD dengan 3M Plus</strong></p>
<p>Penyebab utama penyakit demam berdarah adalah kurangnya kebersihan lingkungan. Oleh karenanya, salah satu cara mencegah DBD yang paling efektif adalah dengan melakukan 3M Plus, antara lain:</p>
<p>1. Menguras, merupakan kegiatan membersihkan dan menguras tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi, toren air, bak penampung air dan lainnya yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya jentik nyamuk. Gosok dan bersihkan semua dinding bak hingga bersih, terutama saat musim hujan dan pancaroba, karena jentik dan telur nyamuk dapat bertahan di tempat kering hingga 6 bulan.</p>
<p>2. Menutup, tutup rapat-rapat semua tempat penampungan air dan kubur barang-barang bekas di dalam tanah, agar tidak mengotori lingkungan dan menjadi sarang nyamuk.</p>
<p>3. Mendaur Ulang, memanfaatkan kembali barang-barang bekas yang bernilai ekonomis. Limbah barang bekas yang tidak didaur ulang berpotensi menjadi sarang nyamuk.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2024/09/04/cegah-dbd-dengan-3m-plus-yuk-simak">Cegah DBD dengan 3M Plus, Yuk Simak!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rawan DBD, Dinkes Pekalongan Gelar Fogging Massal</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/07/09/rawan-dbd-dinkes-pekalongan-gelar-fogging-massal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2022 14:52:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[fogging]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=263802</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Banyaknya penampung air saat perubahan cuaca yang ekstrim menjadi tempat perindukan nyamuk aides aygephty penyebab virus dengue, hal ini memicu tingginya kasus DBD di tahun 2022 di Kota Pekalongan. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan setempat terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan untuk menekan angka kasus DBD antara lain [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/09/rawan-dbd-dinkes-pekalongan-gelar-fogging-massal">Rawan DBD, Dinkes Pekalongan Gelar Fogging Massal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEKALONGAN (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Banyaknya penampung air saat perubahan cuaca yang ekstrim menjadi tempat perindukan nyamuk aides aygephty penyebab virus dengue, hal ini memicu tingginya kasus DBD di tahun 2022 di Kota Pekalongan.</p>
<p>Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Kesehatan setempat terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan untuk menekan angka kasus DBD antara lain penyuluhan, pemeriksaan jentik berkala dan penyelidikan epidemiologi jika ada laporan dari masyarakat untuk dilaksanakan fogging (penyemprotan).</p>
<p>Upaya-upaya tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kesehatan, dr Slamet Budiyanto SKM, MKes, melalui Administrator Kesehatan Muda, Opik Taufik, SKM. &#8220;Untuk pencegahan kita lakukan penyuluhan, pemeriksaan jentik berkala oleh petugas jumantik di 15 puskesmas, untuk penanganan kasusnya, ketika ada laporan dari warga kita lakukan penyelidikan epidemiologi, kalau memang itu benar kasus DBD kita lakukan fogging atau penyemprotan,&#8221; jelas Opik.</p>
<p>Opik mengaku banyak masyarakat yang beropini bahwa fogging dinilai terlambat untuk pencegahan. Terkait opini ini, ia menjelaskan fogging berfungsi untuk membunuh nyamuk yang membawa virus dengue dan dapat teridentifikasi ketika ditemukan kasus DBD pada wilayah tersebut.</p>
<p>&#8220;Kenapa fogging dikatakan terlambat karena fogging berfungsi membunuh dan memberantas nyamuk yang membawa virus dengue, kalau sampai ada kasus dengue berarti ada nyamuk yang bawa virus tersebut lalu kita lakukan penyemprotan,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Disampaikan Opik, kota Pekalongan menjadi satu-satunya yang melakukan program fogging massal sebelum musim penghujan.</p>
<p>Sejak januari hingga juli 2022, sudah dilakukan fogging oleh tim teknis pada 61 lokasi, di sejumlah lokasi berdasarkan laporan masuk sebanyak 72 kasus DBD dan wilayah yang berdekatan dengan temuan kasus DBB, &#8220;Lokasi dimana dari 72 kasus itu dan lokasi yang berdekatan dengan wilayah tersebut, sehingga setiap ada laporan DBD kita langsung lakukan fogging,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Disebutkannya, fogging massal dilakukan di 16 wilayah kelurahan endemis, diantaranya wilayah Pekalongan utara di kelurahan Panjang Wetan, Krapyak, Degayu, Padukuhan Kraton, wilayah Pekalongan timur di kelurahan Kali Baros, Setono, Noyontaansari, Kauman, wilayah Pekalongan barat di kelurahan Medono, Bendan Kergon, Tirto, Pringrejo, dan wilayah Pekalongan selatan di kelurahan Buaran Kradenan, Banyurip, Kuripan Kertoharjo, dan Kuripan Yosorejo. Pelaksanaan fogging massal dilakukan tiap hari pada pukul 06.00 hingga selesai selama 32 hari kerja.</p>
<p>Ia menambahkan fogging dapat efektif jika ditindaklanjuti dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), bersih-bersih rumah dan lingkungan.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/09/rawan-dbd-dinkes-pekalongan-gelar-fogging-massal">Rawan DBD, Dinkes Pekalongan Gelar Fogging Massal</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Kota Pekalongan Diingatkan Waspadai DBD</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/07/07/warga-kota-pekalongan-diingatkan-waspadai-dbd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2022 15:08:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[Pekalongan]]></category>
		<category><![CDATA[Waspada]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=263440</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEKALONGAN (SUARABARU.ID) &#8211; Cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus DBD di Kota Pekalongan, terhitung sejak Januari hingga Juni tahun 2022 Dinas Kesehatan Kota Pekalongan telah mencatat 72 kasus, 2 di antara meninggal dunia. Angka ini disebutkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan melalui Administrator Kesehatan Muda, Opik Taufik. “Kasus DBD di kota [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/07/warga-kota-pekalongan-diingatkan-waspadai-dbd">Warga Kota Pekalongan Diingatkan Waspadai DBD</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEKALONGAN (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu penyebab meningkatnya kasus DBD di Kota Pekalongan, terhitung sejak Januari hingga Juni tahun 2022 Dinas Kesehatan Kota Pekalongan telah mencatat 72 kasus, 2 di antara meninggal dunia.</p>
<p>Angka ini disebutkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan melalui Administrator Kesehatan Muda, Opik Taufik. “Kasus DBD di kota Pekalongan sesuai laporan yang masuk dari Puskesmas dan rumah sakit dari Januari-Juni 2022 sudah tercatat sebanyak 72 kasus, 2 kasus di antaranya meninggal dunia di wilayah Kebulen dan Kuripan Yosorejo,” terang Opik saat dikonfirmasi langsung di ruang kerjanya, Kamis (7/7/2022).</p>
<p>Opik mengungkapkan kasus ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2021, yang tercatat hanya 39 kasus. Lanjutnya, pada anak-anak kasus DBD meningkat hingga 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu.</p>
<p>Cuaca yang tidak menentu jadi salah satu penyebab timbulnya penampungan air dan berpeluang besar menjadi tempat perindukan nyamuk, “Cuaca yang tidak menentu hujan-panas yang menyebabkan timbulnya penampungan air, di situ banyak jentik nyamuk di tandon air, sampah bekas botol plastik/ kaca, daun yang lebar dan menjadi tempat perindukan nyamuk, sehingga masyarakat mungkin merasakan nyamuk di sekitar tempat tinggal itu menjadi banyak,” lanjutnya.</p>
<p>Adapun jenis penyakit demam berdarah (DB) dijelaskan Opik, di antaranya demam dengue dengan ciri-ciri penderita diagnosa positif DB, mengalami demam namun trombosit masih bagus, demam berdarah dinyatakan positif DB dan muncul pendarahan seperti bintik-bintik merah atau mimisan, demam berdarah dengue (DBD) dinyatakan positif DB, ada penurunan trombosit dibawah 100.000 dan ada peningkatan hematokrit serta DSS dimana pada kondisi ini penderita mengalami kebocoran plasma, demam tinggi, dan pada kaki bersuhu dingin.</p>
<p>Lebih lanjut, Opik menerangkan virus dengue akan berbahaya pada hari keempat hingga enam, sehingga jika ada anggota keluarga mengalami demam segera diberikan obat penurun panas, namun jika dalam kurun 1-2 hari demam tidak kunjung turun, ia menyarankan untuk segera membawa ke pelayanan kesehatan, “Pertama jika ada keluarga yang demam bisa langsung ditangani di rumah dengan memberi obat penurun panas, 1-2 hari tidak mempan, saya sarankan langsung bawa ke pelayanan kesehatan, untuk virus dengue ini berbahaya pada hari ke 4-6,” katanya.</p>
<p>Dengan kondisi cuaca yang sering berubah-ubah, Opik mengajak masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan mengkonsumsi makanan yang bergizi, “Untuk masyarakat terus jaga kondisi badannya, istirahat yang cukup, makan sesuai kemampuan, tidak stress, jaga kebersihan lingkungan dan kebersihan rumah, Insyaallah semua aman,” pungkasnya.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/07/warga-kota-pekalongan-diingatkan-waspadai-dbd">Warga Kota Pekalongan Diingatkan Waspadai DBD</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cegah DBD, Polres Pemalang Fogging Lingkungan Kantor dan Asrama</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/05/24/cegah-dbd-polres-pemalang-fogging-lingkungan-kantor-dan-asrama</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 May 2022 13:44:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[fogging]]></category>
		<category><![CDATA[pemalang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=253882</guid>

					<description><![CDATA[<p>PEMALANG (SUARABARU.ID) &#8211; Polres Pemalang dan jajaran Polsek, Selasa (24/05/2022) pagi, melakukan pengasapan atau fogging untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan pelayanan, kantor hingga asrama polisi. &#8220;Pengasapan dilakukan di setiap ruangan hingga saluran air yang menjadi habitat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti,&#8221; kata Kapolres Pemalang AKBP Ari Wibowo melalui Wakapolres Pemalang Kompol [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/05/24/cegah-dbd-polres-pemalang-fogging-lingkungan-kantor-dan-asrama">Cegah DBD, Polres Pemalang Fogging Lingkungan Kantor dan Asrama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PEMALANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Polres Pemalang dan jajaran Polsek, Selasa (24/05/2022) pagi, melakukan pengasapan atau fogging untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah dengue (DBD) di lingkungan pelayanan, kantor hingga asrama polisi.</p>
<p>&#8220;Pengasapan dilakukan di setiap ruangan hingga saluran air yang menjadi habitat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti,&#8221; kata Kapolres Pemalang AKBP Ari Wibowo melalui Wakapolres Pemalang Kompol Ariakta Gagah Nugraha.</p>
<p>Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Kompol Ariakta Gagah Nugraha mengatakan, Polres Pemalang berkerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang. &#8220;Pengasapan dilakukan oleh petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pemalang didampingi personel Dokkes Polres Pemalang,&#8221; kata Wakapolres Pemalang.</p>
<p>Sebelum dimulainya pengasapan, Wakapolres Pemalang mengatakan, pihaknya telah mengimbau personil Polres Pemalang untuk menutup barang dan peralatan yang ada di setiap ruangan. &#8220;Personel juga diimbau untuk menunggu di area titik kumpul, serta tidak masuk ke ruang kantor dan asrama selama berlangsungnya pengasapan,&#8221; kata Wakapolres Pemalang.</p>
<p>Wakapolres Pemalang berharap, pengasapan atau fogging di ruang perkantoran dan asrama Polres Pemalang dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. &#8220;Pelaksanaan fogging sebagai upaya untuk memberantas nyamuk penyebab demam berdarah, sehingga dapat memutus rantai penularan penyakit,&#8221; kata Wakapolres Pemalang.</p>
<p><strong>Nur Muktiadi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/05/24/cegah-dbd-polres-pemalang-fogging-lingkungan-kantor-dan-asrama">Cegah DBD, Polres Pemalang Fogging Lingkungan Kantor dan Asrama</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kota Tegal Salah Satu Daerah Endemis DBD</title>
		<link>https://suarabaru.id/2021/05/23/kota-tegal-salah-satu-daerah-endemis-dbd</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nur Muktiadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 May 2021 22:34:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Pantura Barat]]></category>
		<category><![CDATA[DBD]]></category>
		<category><![CDATA[tegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=172501</guid>

					<description><![CDATA[<p>TEGAL (SUARABARU.ID) &#8211; Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan warga masyarakat di Kota Tegal. DBD tergolong arbovirosis, sekelompok penyakit yang disebabkan oleh arthropode borne viruses (virus yang ditularkan melalui arthropoda seperti nyamuk, caplak, tungau) yang telah menyebar di Indonesia yang berpotensi menimbulkan Kematian Luar Biasa (KLB). Dan Kota Tegal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/23/kota-tegal-salah-satu-daerah-endemis-dbd">Kota Tegal Salah Satu Daerah Endemis DBD</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>TEGAL (<a href="https://suarabaru.id/">SUARABARU.ID</a>)</strong> &#8211; Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan warga masyarakat di Kota Tegal.</p>
<p dir="ltr">DBD tergolong arbovirosis, sekelompok penyakit yang disebabkan oleh arthropode borne viruses (virus yang ditularkan melalui arthropoda seperti nyamuk, caplak, tungau) yang telah menyebar di Indonesia yang berpotensi menimbulkan Kematian Luar Biasa (KLB). Dan Kota Tegal dengan kondisi geografis merupakan salah satu daerah endemis DBD.</p>
<p dir="ltr">Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tegal, dr Sri Primawati Indraswari menyampaikan, kondisi penyakit DBD di Kota Tegal per 20 Mei 2021dalam indikator jumlah sebanyak 15 kasus. Untuk target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Tegal 2021sebanyak 98 kasus per 281.809 penduduk.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sedangkan pada jumlah yang meninggal ada 4 kasus,&#8221; kata dr Sri Primawati.</p>
<p dir="ltr">Catatan data dari Dinkes Kota Tegal, DBD per 20 Mei 2021 sebanyak 15 kasus, 8 laki-laki dan 7 perempuan. Dari 27 Kelurahan yang ada masing-masing Keluarhan Mangkukusuman 1 kasus, Kelurahan Mintaragen 3 kasus, Panggung 1 kasus, Slerok 1 kasus, Bandung 3 kasus, Tunon 1 kasus, Kalinyamat Wetan 2 kasus, Margadana 2 kasus dan Kelurahan Pesurungan Lor 1 kasus.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kasus DBD di Kota Tegal tren nya menurun dibandingkan dengan Tahun 2020 sebanyak 59 kasus, dan hingga Bulan Mei 2021 sebanyak 15 kasus,&#8221; ujar Sri Prima.</p>
<p dir="ltr">Lebih lanjut Sri Prima menjelaskan, kasus DBD yang menjadi perhatian di Kota Tegal Tahun 2021 adalah di Kelurahan Bandung, Kecamatan Tegal Selatan. Dimana selama periode 3 tahun terakhir selalu muncul.</p>
<p dir="ltr">Sri Prima menilai, kasus DBD masih dipengaruhi oleh perubahan iklim terutama masa pancaroba.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Untuk menekan laju penyebaran Dinkes Kota Tegal, melakukan fogging focus sebanyak 29 kali di 18 RW yang terdapat laporan kasus DBD, DD dan Cikungunya,&#8221; tutup Sri Prima.</p>
<p dir="ltr"><strong>Nino Moebi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2021/05/23/kota-tegal-salah-satu-daerah-endemis-dbd">Kota Tegal Salah Satu Daerah Endemis DBD</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>