<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>buka luwur sunan kudus Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/buka-luwur-sunan-kudus/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Jul 2025 02:04:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>buka luwur sunan kudus Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Personel Polsek dan Satpol PP Kudus Gelar Aksi Bersih-Bersih di Kawasan Menara</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/11/aksi-bersih-bersih-menara-kudus-polsek-satpolpp</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Jul 2025 02:04:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[buka luwur sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[kebersihan lingkungan Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[kerja bakti Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[menara kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[satpol pp kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Religi Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=483386</guid>

					<description><![CDATA[<p>Usai Buka Luwur Sunan Kudus, Polsek Kudus Kota dan Satpol PP menggelar kerja bakti bersihkan Jalan Menara. Aksi ini bentuk kampanye kebersihan kawasan religi.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/11/aksi-bersih-bersih-menara-kudus-polsek-satpolpp">Personel Polsek dan Satpol PP Kudus Gelar Aksi Bersih-Bersih di Kawasan Menara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Dalam upaya menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan usai rangkaian kegiatan Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus, Polsek Kudus Kota bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kudus menggelar aksi kerja bakti di kawasan Jalan Menara Kudus, Jumat pagi (11/7/2025).</p>
<p>Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 hingga 08.00 WIB di sepanjang Jalan Menara, Desa Kauman, Kecamatan Kota Kudus. Aksi bersih-bersih ini melibatkan sekitar 50 personel lintas instansi dan dipimpin langsung oleh Sekretaris Satpol PP Kudus Budi Waluyo serta Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan.</p>
<p>Menurut AKP Subkhan, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, terutama di kawasan religius dan bersejarah seperti Menara Kudus yang menjadi destinasi wisata ziarah.</p>
<p>&#8220;Menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial kita bersama. Terlebih setelah kegiatan besar seperti Buka Luwur, diperlukan pemulihan kebersihan agar kawasan tetap nyaman dan indah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dalam kegiatan tersebut, digunakan berbagai alat kebersihan seperti sapu lidi, engkrak, truk damkar lengkap dengan perlengkapannya, serta dump truck pengangkut sampah. Pembersihan meliputi penyapuan jalan, penyemprotan air oleh unit damkar, pengepelan jalan, hingga pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).</p>
<p>Aksi sosial ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Mereka mengapresiasi langkah kolaboratif antara aparat keamanan dan pemerintah daerah dalam merawat kawasan ikonik Kudus tersebut.</p>
<p>Kegiatan serupa diharapkan bisa terus digelar secara berkala sebagai bentuk edukasi dan kampanye hidup bersih, khususnya di area wisata religi yang kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/11/aksi-bersih-bersih-menara-kudus-polsek-satpolpp">Personel Polsek dan Satpol PP Kudus Gelar Aksi Bersih-Bersih di Kawasan Menara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus, 36 Ribu Nasi Jangkrik Dibagikan</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/06/tradisi-buka-luwur-sunan-kudus-36-ribu-nasi-jangkrik-dibagikan</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2025 05:02:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[buka luwur sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Tradiisi suroan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=482586</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kawasan Menara Kudus pada Minggu (6/7/2025) pagi untuk mengikuti tradisi Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus. Puncak tradisi yang sakral ini ditandai dengan pembagian sekitar 36 ribu bungkus Nasi Jangkrik kepada masyarakat, dengan pengamanan ketat melibatkan 500 personel gabungan dari berbagai unsur. Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/06/tradisi-buka-luwur-sunan-kudus-36-ribu-nasi-jangkrik-dibagikan">Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus, 36 Ribu Nasi Jangkrik Dibagikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kawasan Menara Kudus pada Minggu (6/7/2025) pagi untuk mengikuti tradisi Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus.</p>
<p>Puncak tradisi yang sakral ini ditandai dengan pembagian sekitar 36 ribu bungkus Nasi Jangkrik kepada masyarakat, dengan pengamanan ketat melibatkan 500 personel gabungan dari berbagai unsur.</p>
<p>Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo memimpin langsung pengamanan kegiatan yang sudah menjadi warisan budaya turun-temurun ini. Ia memastikan jalannya acara berlangsung tertib dan lancar, mulai dari rekayasa lalu lintas, sterilisasi jalur, hingga pembagian nasi jangkrik.</p>
<p>“Kegiatan pengamanan ini adalah bentuk sinergi bersama seluruh elemen, mulai dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, Banser, perangkat desa, hingga pihak Yayasan Masjid dan Makam Sunan Kudus. Semua bersatu demi kelancaran dan keselamatan masyarakat,” ujar Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo.</p>
<p>Untuk memastikan kelancaran, jajaran kepolisian melakukan rekayasa arus lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan seperti Perempatan Jember, Kojan, Polytron, dan Krandon.</p>
<p>Kapolres juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan masyarakat akibat pengalihan arus.</p>
<p>“Sterilisasi jalur antrean sudah dimulai sejak sabtu malam. Water barrier dan jalur evakuasi darurat telah disiapkan. Kami mengimbau masyarakat untuk menaati jalur antrean yang telah ditentukan, demi kenyamanan bersama,” jelasnya.</p>
<p>Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sejak pukul 03.00 dini hari, ribuan orang sudah memadati kawasan Menara Kudus. Mereka rela bermalam di emperan toko, bahkan dalam kondisi hujan demi memperoleh Nasi Jangkrik, nasi khas berbungkus daun jati yang dipercaya membawa berkah dari Kanjeng Sunan Kudus.</p>
<p>*Sejarah Nasi Jangkrik: Kuliner Penuh Makna*</p>
<p>Nasi Jangkrik merupakan simbol sedekah dan berkah dalam tradisi Buka Luwur. Nama &#8220;jangkrik&#8221; sendiri berasal dari kata dalam bahasa Jawa kuno yang berarti berpadu dalam berkah. Nasi ini dibungkus daun jati dan diisi nasi putih serta daging kerbau yang menjadikannya sajian sederhana namun sarat makna spiritual.</p>
<p>Dahulu, nasi ini hanya dibagikan kepada para ulama dan tokoh masyarakat, namun kini dibagikan secara massal kepada warga sebagai bentuk sedekah dan amal jariyah.</p>
<p>“Saya datang sejak jam tiga pagi, tidur di emperan toko. Alhamdulillah bisa dapat satu bungkus. Ini tradisi yang selalu saya nantikan,” ujar Ulyatun, warga Kudus.</p>
<p>Sementara itu Arina, warga Jepara, mengaku rutin datang setiap tahun karena percaya akan berkah Nasi Jangkrik. “Langsung saya makan di tempat bersama teman-teman. Ini bukan sekadar nasi, tapi simbol ngalap berkah dari Mbah Sunan Kudus,” ungkapnya.</p>
<p>Menurut Humas Yayasan Masjid, Menara, dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Denny Nur Hakim, sebanyak 70 kambing dan 19 kerbau disembelih untuk diolah menjadi Nasi Jangkrik dan Uyah Asem. Total beras yang dimasak mencapai 9,1 ton.</p>
<p>“Ada dua jenis masakan: Nasi Jangkrik, yaitu nasi berkuah yang dibagikan ke tokoh dan ulama; serta Nasi Uyah Asem tanpa kuah yang dibagikan ke masyarakat umum,” jelas Denny.</p>
<p>Pendistribusian dimulai sejak pukul 06.00 Wib. Masyarakat bisa mendapatkan nasi dengan antre langsung atau menukarkan kupon sedekah yang telah disiapkan panitia.</p>
<p>Tradisi Buka Luwur ini bukan hanya menjadi ajang ritual tahunan, melainkan juga wujud kearifan lokal yang menguatkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan spiritualitas masyarakat Kudus.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/06/tradisi-buka-luwur-sunan-kudus-36-ribu-nasi-jangkrik-dibagikan">Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus, 36 Ribu Nasi Jangkrik Dibagikan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Buka Luwur, Polisi Larang PKL Berjualan di Sekitar Menara Kudus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/07/05/polisi-larang-pkl-jualan-menjelang-buka-luwur-menara-kudus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Jul 2025 01:02:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Acara religi Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Buka Luwur 2025]]></category>
		<category><![CDATA[buka luwur sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Jalur steril Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kapolsek Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Larangan PKL Menara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[menara kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamanan Buka Luwur]]></category>
		<category><![CDATA[PKL Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi larang PKL]]></category>
		<category><![CDATA[Rekayasa lalu lintas Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=482441</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) – Menjelang puncak tradisi Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus, jajaran Polres Kudus mengambil langkah tegas dengan melarang seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di kawasan Menara Kudus dan Jalan Madureksan. Kebijakan ini mulai diberlakukan mulai Sabtu (5/7/2025) hingga puncak acara pada Minggu (6/7/2025), demi kelancaran dan keamanan pelaksanaan tradisi tahunan tersebut. Kapolsek Kota [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/05/polisi-larang-pkl-jualan-menjelang-buka-luwur-menara-kudus">Jelang Buka Luwur, Polisi Larang PKL Berjualan di Sekitar Menara Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> – Menjelang puncak tradisi Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus, jajaran Polres Kudus mengambil langkah tegas dengan melarang seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) berjualan di kawasan Menara Kudus dan Jalan Madureksan. Kebijakan ini mulai diberlakukan mulai Sabtu (5/7/2025) hingga puncak acara pada Minggu (6/7/2025), demi kelancaran dan keamanan pelaksanaan tradisi tahunan tersebut.</p>
<p>Kapolsek Kota Kudus, AKP Subkhan sebagai Kepala Pengamanan kegiatan, menyampaikan bahwa larangan ini merupakan bagian dari upaya sterilisasi jalur antrian peziarah dan pengunjung, sekaligus sebagai langkah antisipatif untuk memastikan tersedianya jalur evakuasi dan darurat.</p>
<p>“Kami mengimbau seluruh PKL di Jalan Menara Kudus dan Jalan Madureksan untuk tidak berjualan mulai Sabtu hingga Minggu. Karena lokasi tersebut akan kami pasangi water barrier sebagai pembatas dan jalur antrian,” tegas AKP Subkhan.</p>
<p>Tak hanya sekadar imbauan, pihak kepolisian menyatakan akan bertindak tegas terhadap PKL yang membandel dan tetap nekat berjualan di area yang telah ditetapkan sebagai zona steril.</p>
<p>“Jika masih ada PKL yang berjualan di lokasi yang dilarang, kami akan melakukan tindakan tegas sesuai aturan,” tambahnya.</p>
<p>Larangan ini merupakan bagian dari rangkaian pengamanan besar dalam menyambut puncak tradisi Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus yang jatuh pada 10 Muharam 1447 H atau Minggu, 6 Juli 2025. Sekitar 500 personel gabungan dari berbagai unsur disiagakan untuk mendukung pengamanan kegiatan, termasuk dari unsur TNI, Satpol PP, Dishub, Dinas Perdagangan, Banser, hingga pengurus Yayasan Masjid dan Makam Sunan Kudus.</p>
<p>Rekayasa lalu lintas juga akan diberlakukan di sejumlah titik. Beberapa ruas jalan akan ditutup total, seperti Jalan Menara Kudus yang digunakan sebagai jalur antrian peziarah laki-laki dan perempuan. Sementara Jalan Madureksan dari Klenteng hingga depan Masjid Menara akan difungsikan sebagai kantong parkir tamu undangan.</p>
<p>Langkah larangan terhadap PKL ini diambil untuk memastikan kenyamanan, ketertiban, dan keamanan ribuan masyarakat yang akan hadir mengikuti acara pembagian 40.000 nasi jangkrik, sebagai simbol dari puncak tradisi Buka Luwur yang telah berlangsung secara turun-temurun di Kudus.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/07/05/polisi-larang-pkl-jualan-menjelang-buka-luwur-menara-kudus">Jelang Buka Luwur, Polisi Larang PKL Berjualan di Sekitar Menara Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penampakan Makam Sunan Kudus Saat Luwur Dibuka, Hanya Sekali dalam Setahun!</title>
		<link>https://suarabaru.id/2025/06/29/buka-luwur-sunan-kudus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2025 11:31:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Berita utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[buka luwur sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Cungkup Makam Sunan Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Luwur Sunan Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[makam sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Penampakan Makam Sunan Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Buka Luwur]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Religi Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Ziarah Sunan Kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=481563</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Kelambu (luwur) yang biasa membungkus makam Sunan Kudus, sejak 1 Muharam 1447 H atau bertepatan dengan Jumat (27/6/2025)  silam dilepas. Pelepasan luwur tersebut merupakan rangkaian dari prosesi buka luwur makam Kanjeng Sunan Kudus. Dilepasnya luwur makam Sunan Kudus, hanya terjadi setahun sekali. Hal ini menjadi kesempatan cukup berharga bagi peziarah atau masyarakat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/29/buka-luwur-sunan-kudus">Penampakan Makam Sunan Kudus Saat Luwur Dibuka, Hanya Sekali dalam Setahun!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID) </strong>&#8211; Kelambu (luwur) yang biasa membungkus makam Sunan Kudus, sejak 1 Muharam 1447 H atau bertepatan dengan Jumat (27/6/2025)  silam dilepas. Pelepasan luwur tersebut merupakan rangkaian dari prosesi buka luwur makam Kanjeng Sunan Kudus.</p>
<p>Dilepasnya luwur makam Sunan Kudus, hanya terjadi setahun sekali. Hal ini menjadi kesempatan cukup berharga bagi peziarah atau masyarakat yang ingin tahu secara langsung cungkup hingga bentuk makam tokoh penyebar agama di Kota Kretek tersebut.</p>
<p>Ya, jika biasanya cungkup makam ditutupi kelambu, saat ini cungkup tersebut benar-benar terbuka. Dinding cungkup yang berbentuk kubus tersebut, terbuat dari bebatuan kapur dengan ukiran dan ornamen yang cukup indah.</p>
<p>Ornamen berbentuk bunga tersebut juga memiliki lubang angin. Sehingga, dari lubang tersebut peziarah yang berada di dekat cungkup bisa melihat langsung makan Sunan Kudus yang biasanya tertutup kelambu.</p>
<p>“Alhamdulillah, bisa melihat langsung cungkup dan makam Sunan Kudus lebih jelas. Jadi, pas ziarah bisa seakan lebih dekat dengan Kanjeng Sunan. Sebab, kalau berziarah di hari-hari biasa cungkup makam tertutup kelambu,” kata , seorang peziarah dari Madura, Minggu (29/6).</p>
<p>YPelepasan luwur makam Sunan Kudus merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Buka Luwur Kangjeng Sunan Kudus 1447 H/2025. Pelepasan dilakukan sejak di setiap tanggal 1 Muharam.</p>
<p>Pelepasan Luwur diawali dengan ziarah di makam Kangjeng Sunan Kudus merupakan awal prosesi dari tradisi Buka Luwur. Semua luwur yang menutup seluruh ruang utama makam Sunan Kudusmulai dari penutup nisan, jirat, ranjam, dan fitrage yang dilepas untuk diganti baru. Selain melepas luwur, juga dilakukan pembersihan di semua bagian makam.</p>
<p>Luwur yang dilepas tersebut telah terpasang selama satu tahun sejak buka luwur tahun lalu kemudian dibawa ke pendapa Tajug untuk diurai dan dirapikan secara bersama-sama oleh panitia dan perewang.</p>
<h5><strong>Pemasangan Luwur baru</strong></h5>
<p>Luwur-luwur yang dilepas sebelumnya menjadi penutup area makam dengan berbagai bentuk, yaitu melati, unthuk banyu, kompol, dan wiru. Kesemuanya diurai kembali menjadi lembaran kain untuk dirapikan dan disimpan hingga tanggal 9 Muharram nanti.</p>
<p>“Semua kain luwur nanti kan dipotong dengan ukuran kurang lebih 105cm x 50cm untuk dibagikan sebagai suvenir untuk tamu-tamu khusus dan tidak diperjualbelikan,” kata Muh Kharis, salah satu pengurus YM3SK</p>
<p>Sebagai pengganti, panitia akan membuat luwur baru dan akan dipasang pada puncak perayaan Buka Luwur pada 10 Muharram mendatang.</p>
<p>Rangkaian tradisi buka luwur Kangjeng Sunan Kudus sejak 16 Dzulhijah 1446 lalu melalui tradisi Jamas Pusaka Sunan Kudus. Selain itu, tradisi buka luwur tahun ini juga dimeriahkan aneka acara di antaranya festival kuliner jadul, bahtsul masail, hingga puncaknya pembagian brekat nasi jangkrik yang dilaksanakan bertepatan dengan puncak pemasangan luwur nanti.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2025/06/29/buka-luwur-sunan-kudus">Penampakan Makam Sunan Kudus Saat Luwur Dibuka, Hanya Sekali dalam Setahun!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunungan dari 64 Punden dan Belik se Kudus Dikirab ke Masjid Menara Sunan Kudus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/07/31/gunungan-dari-64-punden-dan-belik-se-kudus-dikirab-ke-masjid-menara-sunan-kudus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 Jul 2022 10:36:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[buka luwur sunan kudus]]></category>
		<category><![CDATA[Kirab punden dan belik]]></category>
		<category><![CDATA[kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=268152</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Buka luwur Kanjeng Sunan Kudus kembali semarak. Setelah dua tahun dihantam pandemi, kali ini kirab buka luwur punden dan belik kembali digelar. Bupati Kudus Hartopo menyambut peserta kirab dengan penuh antusias. &#8220;Rangkaian buka luwur Sunan Kudus sekarang kembali ramai. Luar biasa, ini menandakan masyarakat Kudus yang guyub rukun,&#8221; paparnya saat membuka kirab [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/31/gunungan-dari-64-punden-dan-belik-se-kudus-dikirab-ke-masjid-menara-sunan-kudus">Gunungan dari 64 Punden dan Belik se Kudus Dikirab ke Masjid Menara Sunan Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211;</strong> Buka luwur Kanjeng Sunan Kudus kembali semarak. Setelah dua tahun dihantam pandemi, kali ini kirab buka luwur punden dan belik kembali digelar. Bupati Kudus Hartopo menyambut peserta kirab dengan penuh antusias.</p>
<p>&#8220;Rangkaian buka luwur Sunan Kudus sekarang kembali ramai. Luar biasa, ini menandakan masyarakat Kudus yang guyub rukun,&#8221; paparnya saat membuka kirab di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (31/7) siang.</p>
<p>Bupati memuji kekompakan peserta mempersiapkan kirab. Meskipun persiapan hanya seminggu, tak menyurutkan semangat peserta yang datang dari sembilan kecamatan. Animo peserta yang tinggi tampak dari gunungan yang beraneka ragam dan seragam yang dikenakan peserta.</p>
<p>&#8220;Padahal persiapannya mepet. Tapi hasilnya maksimal,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kirab yang membawa gunungan berupa sayur dan buah tersebut merupakan penghormatan kepada Sunan Kudus. Tujuan lainnya yakni wujud rasa syukur masyarakat dan rasa terima kasih kepada Sunan Kudus yang telah menyatukan masyarakat Kudus. Hartopo menyebut budaya kirab harus dilestarikan dan diselenggarakan pada tahun mendatang.</p>
<p>&#8220;Sayur, buah dan rempah yang dibawa sebagai wujud syukur dan keberkahan. Kirab juga merupakan bentuk nguri uri budaya Kudus,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Dalam kirab kali ini, Bupati Kudus menyumbangkan satu ekor kerbau jenis bule. Selain itu, keris dari Pendapa Kudus juga diikutsertakan dalam kirab. Hartopo mengungkapkan hal itu merupakan bentuk kolaborasi pemerintah bersama masyarakat menyambut kirab buka luwur.</p>
<p>&#8220;Iya itu bentuk rasa syukur saja bersama masyarakat Kabupaten Kudus. Pemerintah dan masyarakat bersatu, tak ada perbedaan,&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Selain itu, bupati mengungkapkan keikutsertaan camat dalam prosesi kirab buka luwur juga mempunyai makna. Camat dikukuhkan menjadi bapak punden dan belik di kecamatan setempat.</p>
<p>&#8220;Camat dikukuhkan menjadi bapak punden dan belik di wilayah setempat. Ini juga bentuk dukungan kelestarian budaya,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Panitia buka luwur Sunan Kudus Abdul Jalil mengungkapkan peserta yang mengikuti buka luwur baru 10 persen dari keseluruhan punden dan belik di sembilan kecamatan Kabupaten Kudus. Jalil mengungkapkan dari 650 punden, hanya sekitar 64 punden yang ikut kirab.</p>
<p>&#8220;Kirab kali ini kami hanya mengambil 10 persennya saja. Pesertanya sudah sekitar 2 ribuan orang,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Seluruh peserta dan panitia yang terlibat menandakan kesatuan dan persatuan masyarakat Kabupaten Kudus. Tidak ada lagi perbedaan antara Kudus kulon (barat) dengan Kudus wetan (timur).</p>
<p>&#8220;Masyarakat Kabupaten Kudus telah melebur menjadi satu. Tak ada lagi perbedaan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Jalil menyampaikan seluruh gunungan peserta beserta kerbau dari bupati akan diolah oleh panitia buka luwur. Selanjutnya, olahan tersebut akan dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Kudus pada 10 Muharram mendatang.</p>
<p>&#8220;Nanti semua akan kami olah dan kembali lagi kepada masyarakat,&#8221; tutupnya.</p>
<p><strong>Ali Bustomi</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/07/31/gunungan-dari-64-punden-dan-belik-se-kudus-dikirab-ke-masjid-menara-sunan-kudus">Gunungan dari 64 Punden dan Belik se Kudus Dikirab ke Masjid Menara Sunan Kudus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Buka Luwur Sunan Kudus Tahun Ini Tanpa Antrean Nasi Jangkrik</title>
		<link>https://suarabaru.id/2020/08/26/buka-luwur-sunan-kudus-tahun-ini-tanpa-antrean-nasi-jangkrik</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2020 08:55:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kudus]]></category>
		<category><![CDATA[buka luwur sunan kudus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=108022</guid>

					<description><![CDATA[<p>KUDUS (SUARABARU.ID) &#8211; Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) memastikan tidak akan melakukan pembagian brekat umum nasi jangkrik dalam tradisi Buka Luwur tahun ini. Meski  demikian, panitia tetap memasak nasi jangkrik yang rencananya akan digunakan sebagai brekat salinan. Ya, pembagian nasi jangkrik merupakan salah satu prosesi khas dari tradisi Buka Luwur makam Sunan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/26/buka-luwur-sunan-kudus-tahun-ini-tanpa-antrean-nasi-jangkrik">Buka Luwur Sunan Kudus Tahun Ini Tanpa Antrean Nasi Jangkrik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDUS (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Yayasan Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) memastikan tidak akan melakukan pembagian brekat umum nasi jangkrik dalam tradisi Buka Luwur tahun ini. Meski  demikian, panitia tetap memasak nasi jangkrik yang rencananya akan digunakan sebagai brekat salinan.</p>
<p>Ya, pembagian nasi jangkrik merupakan salah satu prosesi khas dari tradisi Buka Luwur makam Sunan Kudus.Tradisi yang dilaksanakan setiap 10 Muharram atau bertepatan dengan pemasangan luwur/kelambu makam Sunan Kudus tersebut dilakukan dengan membagikan ribuan nasi jangkrik, yakni nasi dengan daging kerbau yang dibungkus daun jati.</p>
<p>Tradisi pembagian nasi jangkrik tersebut selalu menarik perhatian warga. Ribuan warga selalu datang berduyun-duyun untuk antre mendapatkan nasi jangkrik yang dipercaya membawa berkah.</p>
<p>Namun, dengan adanya pandemi Covid-19 yang terjadi, tradisi tersebut tidak mungkin dilakukan dengan pertimbangan protokol kesehatan.</p>
<p>Panitia Kegiatan Buka Luwur Sunan Kudus, Muhammad Kharis menuturkan, pihaknya masih tetap membagikan nasi jangkrik kepada masyarakat. Namun, caranya dengan membagikan dari rumah ke rumah.</p>
<p>“Jadi, nanti ada petugas yang membagikan nasi jangkrik ke rumah. Sama seperti pembagian daging kurban kemarin,” tuturnya, Rabu (26/8).</p>
<p>Namun, untuk pembagian brekat salinan  tetap akan dilaksanakan pada 10 Muharram dini hari. Brekat salinan merupakan brekat khusus yang diberikan kepada masyarakat yang telah memberikan shodaqah untuk kegiatan Buka Luwur. “Seperti menyumbang kambing, beras, bumbu dan lain-lain. Nanti akan dikasih kupon khusus untuk mengambil nasi jangkriknya,” terangnya.</p>
<p>Kharis menuturkan, dalam kegiatan Buka Luwur, menu yang dimasak terdapat dua jenis. Yakni nasi jangkrik dan nasi uyah asem. Nasi jangkrik untuk umum, sedangkan uyah asem untuk panitia dan undangan.</p>
<p>“Keseluruhan sama menggunakan daging kambing dan kerbau. Namun bedanya, nasi jangkrik kering dan nasi uyah asem berkuah,” tuturnya.</p>
<p>Proses memasak akan dilakukan mulai tanggal 9 Muharram. Namun sebelum itu pada Kamis (27/8)  malam panitia akan menyembelih kambing dan kerbau.</p>
<p>Menurut Kharis, pihaknya sudah menyiapkan 16 dapur atau pawon menggunakan paving blok. Setiap satu pawon digunakan untuk meletakkan dua dandang. Yakni dandang untuk menanak nasi dan dandang untuk merebus air. “Jadi nanti ada dua tempat. Untuk menanak nasi dan memasak daging,” terangnya.</p>
<p>Di tahun 2019, kata Kharis, beras yang dimasak yakni 1.610 kilogram. Sedangkan hewan yang disembelih yakni 11 ekor kerbau dan 78 ekor kambing.</p>
<p>“Kalau tahun kemarin ada 28 ribu bungkus nasi jangkrik yang disediakan. Tahun ini karena kondisi pandemi paling 20 ribuan. Tapi kita akan maksimalkan,” tuturnya.</p>
<p><strong>Tm-Ab</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2020/08/26/buka-luwur-sunan-kudus-tahun-ini-tanpa-antrean-nasi-jangkrik">Buka Luwur Sunan Kudus Tahun Ini Tanpa Antrean Nasi Jangkrik</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>