<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>balai konservasi borobudur Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/balai-konservasi-borobudur/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Fri, 20 Oct 2023 08:58:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>balai konservasi borobudur Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kanwil Kemenkumham Jateng Serahkan Sertifikat Merek Sandal Upanat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/10/20/kanwil-kemenkumham-jateng-serahkan-sertifikat-merek-sandal-upanat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ning Suparningsih]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Oct 2023 08:58:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[balai konservasi borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[FGD]]></category>
		<category><![CDATA[Kadiv Yankumham]]></category>
		<category><![CDATA[Kanwil Kemenkumham Jateng]]></category>
		<category><![CDATA[sandal upanat]]></category>
		<category><![CDATA[Serahkan]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=376156</guid>

					<description><![CDATA[<p>MAGELANG (SUARABARU.ID) &#8211; Kanwil Kemenkumham Jateng melalui Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Jawa Tengah, Anggiat Ferdian menyerahkan sertifikat merek &#8216;Sandal Upanat&#8217; pada Kamis (19/10/2023). Sertifikat itu diberikan kepada perwakilan Balai Konservasi Borobudur, selaku pemilik dan pendaftar merek tersebut. Penyerahan dilakukan bersamaan dengan digelarnya, Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ”Optimalisasi Pelestarian Warisan Dunia pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/20/kanwil-kemenkumham-jateng-serahkan-sertifikat-merek-sandal-upanat">Kanwil Kemenkumham Jateng Serahkan Sertifikat Merek Sandal Upanat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MAGELANG (SUARABARU.ID)</strong> &#8211; Kanwil Kemenkumham Jateng melalui Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM Jawa Tengah, Anggiat Ferdian menyerahkan sertifikat merek &#8216;Sandal Upanat&#8217; pada Kamis (19/10/2023).</p>
<p>Sertifikat itu diberikan kepada perwakilan Balai Konservasi Borobudur, selaku pemilik dan pendaftar merek tersebut.</p>
<p>Penyerahan dilakukan bersamaan dengan digelarnya, Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ”Optimalisasi Pelestarian Warisan Dunia pada Destinasi Pariwisata Super Prioritas Borobudur Melalui Pelindungan Kekayaan Intelektual Sandal Upanat&#8221;, yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, di Grand Artos Hotel &amp; Convention Magelang.</p>
<p>Anggiat berharap, sertifikat ini bisa menjadi pemicu kreativitas dan produktivitas Balai Konservasi Borobudur, untuk lebih banyak melahirkan kreasi dan produk yang berpotensi sebagai Kekayaan Intelektual, bernilai ekonomis yang tinggi dan mencerminkan warna budaya Kabupaten Magelang.</p>
<p>&#8220;Semoga dengan sertifikat ini, bisa menjadi motivasi rekan-rekan untuk lebih kreatif dan produktif, melahirkan kreasi dan karya cipta. Diharapkan semakin banyak juga karya-karya yang bisa didaftarkan atau dicatatkan sebagai sebuah Kekayaan Intelektual, yang nantinya mampu berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian daerah dan negara. Sekaligus bisa menjadi cermin, menjadi wajah budaya daerah, khususnya di Kabupaten Magelang,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kadiv Yankumham akan mendorong Sandal Upanat mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual lainnya. &#8220;Disinilah kita bersama-sama dapat melihat berbagai macam potensi Sandal Upanat yang dapat didaftarkan sebagai kekayaan intelektual,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&#8220;Diantaranya, ide penciptaan Sandal Upanat dapat dicatatkan sebagai Hak Cipta. Desain dari Sandal Upanat dapat didaftarkan sebagai desain industri. Aktivitas perdagangan Sandal Upanat membutuhkan merek dagang. Dapat didaftarkan sebagai merek komunal, dan potensi kekayaan intelektual lainnya yang dapat kita gali lebih lanjut,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Anggiat yang didampingi Kepala Bidang Pelayanan Hukum, Agustinus Yosi Setyawan dan Kepala Sub Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual, Tri Junianto juga menyerahkan sertifikat pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisi, berupa Tradisi Saparan Gunung Andong dan Upacara Tradisional Gunungan Lentheng, kepada Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Magelang.</p>
<p>Terkait Sandal Upanat, dilansir dari situs resmi Kemendikbudristek, produk tersebut merupakan alas kaki yang terbuat dari anyaman daun pandan. Dari hasil kajian, disimpulkan bahwa penggunaan sandal khusus untuk naik ke Candi Borobudur dapat berpengaruh pada upaya mencegah peningkatan tingkat keausan batu candi, khususnya pada bagian batu, tangga dan batu lantai.</p>
<p>Dari hasil uji gesekan diketahui bahwa jenis material bahan spon batu dengan tingkat kekerasan yang lebih rendah dibandingkan jenis spon batu, mempunyai dampak keausan yang rendah. Saat ini, Balai Konservasi Borobudur (BKB) telah mewajibkan setiap pengunjung Candi Borobudur untuk memakai Sandal Upanat.</p>
<p>Penggunaan Sandal Upanat merupakan upaya untuk mengurangi risiko korosi atau keausan batu akibat gesekan yang terjadi dari pasir yang terbawa alas kaki para pengunjung.</p>
<p>Sementara, Upacara Tradisional Gunungan Lentheng adalah tradisi yang sudah berjalan sejak tahun 1.700 an, yang rutin dilaksanakan setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gunung Bakal Desa Sumberarum Tempuran Kabupaten Magelang.</p>
<p>Saparan Gunung Andong sendiri, merupakan tradisi ungkapan syukur atas hasil panen dari tanaman sayuran dan palawija. Masyarakat di kaki Gunung Andong, tepatnya di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang menggelar merti desa atau yang sering dikenal dengan istilah &#8216;Saparan&#8217;.</p>
<p>Tradisi ini biasanya digelar bertepatan pada hari Rabu Pahing (penanggalan Jawa) di bulan Sapar. Kegiatan merti tersebut merupakan ungkapan atas keberhasilan panen berupa aneka jenis sayuran yang melimpah, dan saat ini harga-harga sayuran juga relatif cukup tinggi, sehingga masyarakat Mantran Wetan diberi kelimpahan.</p>
<p><em><strong>Ning S</strong></em></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/10/20/kanwil-kemenkumham-jateng-serahkan-sertifikat-merek-sandal-upanat">Kanwil Kemenkumham Jateng Serahkan Sertifikat Merek Sandal Upanat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ekskavasi Situs Samberan, Balai Konservasi Borobudur Temukan Arca Perunggu</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/09/17/ekskavasi-situs-samberan-balai-konservasi-borobudur-temukan-arca-perunggu</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2022 03:11:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Arca perunggu]]></category>
		<category><![CDATA[balai konservasi borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Hindu]]></category>
		<category><![CDATA[ekskavasi]]></category>
		<category><![CDATA[Situs Samberan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=279084</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID ( SUARABARU.ID)- Petugas dari Balai Konservasi Borobudur (BKB) menemukan sebuah arca berbahan dasar perunggu, saal melakukan ekskavasi (penggalian) Situs Samberan yang ada di Dusun Samberan, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. “Arca yang mempunyai panjang sekitar 40 sentimeter tersebut ditemukan pada kedalaman dua meter dari atas permukaan tanah, saat dilakukan penggalian di Situs [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/17/ekskavasi-situs-samberan-balai-konservasi-borobudur-temukan-arca-perunggu">Ekskavasi Situs Samberan, Balai Konservasi Borobudur Temukan Arca Perunggu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KOTA MUNGKID ( SUARABARU.ID)-</strong> Petugas dari Balai Konservasi Borobudur (BKB) menemukan sebuah arca berbahan dasar perunggu, saal melakukan ekskavasi (penggalian) Situs Samberan yang ada di Dusun Samberan, Desa Ringinanom, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang.</p>
<p>“Arca yang mempunyai panjang sekitar 40 sentimeter tersebut ditemukan pada kedalaman dua meter dari atas permukaan tanah, saat dilakukan penggalian di Situs Samberan pada 23 Agustus 2022 lalu,” kata Koordinator Perlindungan BKB Muhammad Taufik, Sabtu, ( 17/9/2022).</p>
<p>Tauifk mengatakan, meskipun temuan arca tersebut menampilkan sosok dewa, namun hingga saat ini  pihaknya belum mengetahui arca tersebut merupakan arca dewa apa. Karena beberapa bagian  rusak terkena cangkul saat ekskavasi.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/09/17/ekskavasi-situs-samberan-balai-konservasi-borobudur-temukan-arca-perunggu">Ekskavasi Situs Samberan, Balai Konservasi Borobudur Temukan Arca Perunggu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Naik ke Candi Borobudur, Presiden Republik Federal Jerman Bawa Pulang Sandal Upanat</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/06/17/naik-ke-candi-borobudur-presiden-republik-federal-jerman-bawa-pulang-sandal-upanat</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2022 09:57:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[Arupadhatu]]></category>
		<category><![CDATA[balai konservasi borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Presiden Republik Federal Jerman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=259072</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Presiden Republik Federal Jerman, Frank  Walter Setienmeier dalam kunjungan resmi Indonesia berkesempatan berkunjung ke Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (17/6/2022) Sebelum naik ke Candi Borobudur, rombongan Presiden Republik Federal Jerman tersebut meninjau laboratorium fisik  dan ruangan arsip  Memory of The World yang ada di kompleks Kantor Balai Konservasi Borobudur “Kedatangan Presiden Jerman [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/06/17/naik-ke-candi-borobudur-presiden-republik-federal-jerman-bawa-pulang-sandal-upanat">Naik ke Candi Borobudur, Presiden Republik Federal Jerman Bawa Pulang Sandal Upanat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Presiden Republik Federal Jerman, Frank  Walter Setienmeier dalam kunjungan resmi Indonesia berkesempatan berkunjung ke Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (17/6/2022)</p>
<p>Sebelum naik ke Candi Borobudur, rombongan Presiden Republik Federal Jerman tersebut meninjau laboratorium fisik  dan ruangan arsip  Memory of The World yang ada di kompleks Kantor Balai Konservasi Borobudur</p>
<p>“Kedatangan Presiden Jerman ke  laboratorium  dan ruangan arsip yang ada di Kantor Balai Konservasi Borobudur tersebut, karena ada hubungan kerjasama yang baik dengan Pemerintah Jerman terkait peralatan laboratorium beberapa tahun lalu,’’kata Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Hilmar Faried kepada wartawan, usai kunjungan tersebut.</p>
<p>Hilmar mengatakan, Pemerintah Jerman berperan pada saat restorasi tahap kedua Candi Borobudur,  memberikan bantuan tenaga ahli yang memberikan masukan pengelolaan arsip pemugaran Candi Borobudur sampai akhirnya mendapatkan status sebagai Memory of the World.</p>
<p>Menurutnya, saat meninjau peralatan yang ada di laboratorium dan ruang arsip Memory of The World yang ada di kompleks Kantor Balai Konservasi Borobudur, peralatan yang pernah digunakan untuk membantu pemugaran Candi Borobudur masih dalam keadaan baik.</p>
<p>Setelah meninjau dua ruangan itu, rombongan Presiden Republik Federal Jerman tersebut  melanjutkan untuk naik  ke  struktur candi,  melewati  relief Karmawibhangga sisi  tenggara. Setelah itu, naik melalui  di lorong satu sisi timur lalu naik ke bagian Arupadhatu ( tataran teratas bagian candi).</p>
<p>Ia menambahkan,  saat hendak naik ke bangunan candi, pihak Balai Konservasi Borobudur sempat mengenalkan sandal “üpanat’’ (sandal khusus yang akan digunakan untuk pengunjung yang akan naik candi) kepada  Frank  Walter Setienmeier.</p>
<p>“Namun karena waktu yang sangat singkat, Presiden Jerman tidak sempat memakai sandal upanat tersebut, tetapi dibawa pulang” kata Hilmar.</p>
<p>Ia menambahkan, saat menaiki bangunan Candi Borobudur, rombongan Presiden Republik Federal Jerman tersebut mendapatkan penjelasan  tentang candi peninggalan Dinasti Syailendra dari Pamong Budaya Balai Konservasi Borobudur, Nahar Cahyandaru.</p>
<p>Hilmar menegaskan, kunjungan Presiden Repulbik Federal Jerman tersebut merupakan kunjungan kenegaraan asing pertama sejak adanya pandemic covid-19.</p>
<p>“Dengan adanya kunjungan Presiden Republik Federal Jerman ini, membuktikan kepercayaan bagi dunia internasional, terhadap penanganan covid -19 di Indonesia khususnya di Candi Borobudur,” tandasnya,</p>
<p>Ia juga berharap dengan kunjungan tersebut membuka harapan baru bagi kunjungan- kunjungan yang teratus dan mendukung kelestarian warisan budaya dunia.</p>
<p>Pamong Budaya Balai Konservasi Borobudur, Nahar Cahyandaru menambahkan, saat naik ke bangunan candi, Frank Walter Setienmeier sempat menanyakan adannya endapan putih yang ada di dinding candi.</p>
<p>“Kemudian saya jelaskan, bahwa endapan putih yang ada di dinding candi tersebut merupakan proses kimiawi yang terjadi  adanya cairan garam yang keluar dari batuan candi,” ujarnya.</p>
<p>Selama kunjungan  tersebut, PT Taman Wisata Candi Borobudur selaku pengelola objek wisata Candi Borobudur menutup kunjungan bagi wisatawan umum, mulai pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB.</p>
<p>Setelah rombongan meninggalkan kompleks candi, kunjungan wisatawan umum dibuka kembali dari pukul 12.00 WIB hingga 16.30 WIB.</p>
<p>Selain tertutup untuk kunjungan wisatawan umum, saat kunjungan Presiden Jerman tersebut juga tertutup untuk awak media.  W. Cahyono</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/06/17/naik-ke-candi-borobudur-presiden-republik-federal-jerman-bawa-pulang-sandal-upanat">Naik ke Candi Borobudur, Presiden Republik Federal Jerman Bawa Pulang Sandal Upanat</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banyaknya Pengunjung Naik Ke Candi  Sebabkan Batuan Candi Borobudur Aus</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/06/07/banyaknya-pengunjung-naik-ke-candi-sebabkan-batuan-candi-borobudur-aus</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Jun 2022 12:29:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[balai konservasi borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[batuan candi borobudur aus]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Wisata Candi Borobudur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=256820</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID( SUARABARU.ID)- Banyaknya pengunjung Candi Borobudur yang naik ke struktur bangunan candi, menyebabkan  keausan atau pelapukan  batuan candi peninggalan Dinasti Syailendra itu cukup tinggi. “Gesekan alas kaki pengunjung di batuan candi menjadi penyebab utama batuan candi utamanya bagian lantai dan tangga candi tersebut menjadi aus atau lapuk,”kata Pengkaji Pelestari Balai Konservasi Borobudur, Brahmantara, Selasa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/06/07/banyaknya-pengunjung-naik-ke-candi-sebabkan-batuan-candi-borobudur-aus">Banyaknya Pengunjung Naik Ke Candi  Sebabkan Batuan Candi Borobudur Aus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID( SUARABARU.ID)- Banyaknya pengunjung Candi Borobudur yang naik ke struktur bangunan candi, menyebabkan  keausan atau pelapukan  batuan candi peninggalan Dinasti Syailendra itu cukup tinggi.</p>
<p>“Gesekan alas kaki pengunjung di batuan candi menjadi penyebab utama batuan candi utamanya bagian lantai dan tangga candi tersebut menjadi aus atau lapuk,”kata Pengkaji Pelestari Balai Konservasi Borobudur, Brahmantara, Selasa ( 7/6/2022).</p>
<p>Brahmantara mengatakan, Balai Konservasi Borobudur telah berupaya melalukan berbagai cara untuk mengurangi keausan batuan Candi Borobudur tersebut . Seperti pemasangan lapisan karet dan kayu di lantai dan anak tangga candi.</p>
<p>Namun, upaya yang telah dilakukan tersebut tidak digunakan lagi, terkait dengan estetika candi  yang dibangun pada abad 8 dan 9 Masehi tersebut.</p>
<p>Sebagai gantinya, Balai Konservasi Borobudur selama dua tahun terakhir merencanakan penggunaan sandal khusus bagi orang yang hendak naik ke struktur bangunan candi yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia dengan nomor C592  tahun  1991 silam.</p>
<p>“Untuk mengurangi keausan batuan candi, nantinya pengunjung yang akan naik ke bangunan candi, memakai sandal khusus. Yakni sandal Upanat” katanya.</p>
<p>Menurutnya, hasil kajian  yang dilakukan Balai Konservasi Borobudur menyimpulkan penggunaan sandal khusus  tersebut dapat mengurangi  peningkatan  keausan batu candi.</p>
<p>“ Dari hasil uji  material sandal upanat berbahan spon ati dengan tingkat kekerasan yang lebih rendah mempunyai dampak keausan yang rendah dibandingkan dengan spon batu,” ujarnya.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga melakukan  uji laboratorium untuk melakukan uji terhadap beberapa sampel material alas kaki dan tahap pembuatan sandal khusus.</p>
<p>ia menambahkan, setelah melalui beberapa literasi bentuk, pada dinding relief di Candi Borobudur, tepatnya Relief Karmawibhangga nomor 150  tentang  cerita tentang pemberian kepada raja berupa alas kaki  yang disebut dengan nama  Upanat.</p>
<p>Sementara itu, Staf Balai Konservasi Borobudur, Mura Aristina menambahkan, selain batuan anak tangga dan lantai, keausan batuan candi juga terjadi di sejumlah dinding –dinding relief yang mengelilingi bangunan Candi Borobudur.</p>
<p>“Selain itu, keausan batuan candi juga terjadi pada salah satu dari 72 stupa yang ada tingkatan <em>Arupadhatu</em> (bagian puncak dari kosmologi Buddha ),” kata Mura.</p>
<p>Ia menjelaskan, keausan batuan candi di bagian stupa tersebut khususnya di Stupa yang terdapat patung Buddha yang terkenal dengan nama Kunto Bimo.</p>
<p>Menurutnya, bagian stupa tersebut yang mengalami keausan yakni ukiran batu yang berada di atas bentuk bunga teratai. Hal itu dikarenakan, banyak pengunjung candi naik stupa dan merogoh  untuk menyentuh bagian tangan u dari tubuh arca Buddha yang ada di dalamnya.</p>
<p>‘’Keausan batuan stupa tersebut disebabkan pengunjung naik ke bagian stupa.Karena, sebagian besar pengunjung percaya bila bisa menyentuh tangan patung Budhha, maka akan mendaparkan keberuntungan,” katanya.  W. Cahyono</p>
<p>baca juga : https://suarabaru.id/2022/06/07/warga-sekitar-candi-borobudur-ikuti-pelatihan-pembuatan-sandal-upanat</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/06/07/banyaknya-pengunjung-naik-ke-candi-sebabkan-batuan-candi-borobudur-aus">Banyaknya Pengunjung Naik Ke Candi  Sebabkan Batuan Candi Borobudur Aus</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemendikbud RI  Abadikan 600 Nama Yang Terlibat Pemugaran Candi Borobudur</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/02/14/kemendikbud-ri-abadikan-600-nama-yang-terlibat-pemugaran-candi-borobudur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2022 07:28:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[balai konservasi borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[pemugaran candi borobudur tahap II]]></category>
		<category><![CDATA[prasasti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=231919</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Sebagai bentuk penghargaan bagi orang-orang yang telah berjasa dalam upaya pelestarian Candi Borobudur, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengabadikan sebanyak 600 orang pelaku pemugaran Candi Borobudur tahap II. “Para pelaku pemugaran Candi Borobudur tahap II  selama tahun 1973 hingga 1983 yang dicantumkan dalam prasasti tersebut tidak hanya pelaksananya. Melainkan juga orang yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/02/14/kemendikbud-ri-abadikan-600-nama-yang-terlibat-pemugaran-candi-borobudur">Kemendikbud RI  Abadikan 600 Nama Yang Terlibat Pemugaran Candi Borobudur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID)- Sebagai bentuk penghargaan bagi orang-orang yang telah berjasa dalam upaya pelestarian Candi Borobudur, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengabadikan sebanyak 600 orang pelaku pemugaran Candi Borobudur tahap II.</p>
<p>“Para pelaku pemugaran Candi Borobudur tahap II  selama tahun 1973 hingga 1983 yang dicantumkan dalam prasasti tersebut tidak hanya pelaksananya. Melainkan juga orang yang bertindak sebagai pemikir dan yang terlibat dalam  administrasi saat pemugaran tersebut,” kata Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit Kasiyati, Senin (14/2/2022).<br />
Wiwit mengatakan, prasasti yang mempunyai ketinggian sekitar tiga meter tersebut telah dibuat mulai  Oktober sampai Desember 2021 lalu, dan  merupakan gagasan  dari Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid.</p>
<p>Menurutnya, prasasti yang diletakkan di Taman Kenari Zona I Candi Borobudur tersebut terbuat dari artisial atau batu buatan. Salah satu faktor dibuatnya prasasti dari batu buatan tersebut, karena jika dibuat dari batu asli memerlukan waktu yang lama. Terutama mencari dan mobilitasnya ke Candi Borobudur.</p>
<p>“Faktor lainnya yang menjadi pertimbangan, yakni  untuk mencegah adanya kerusakan jalan menuju candi . Karena adanya tekanan beban batu asli. Dan, bila menggunakan batu asli, harganya pun relatif mahal,” ujarnya.</p>
<p>Wiwit menambahkan, sebelum pembangunan prasasti tersebut, Balai Konservasi Borobudur juga telah mengundang semua pemugar yang  hingga saat ini masih hidup. Dan dipertemukan sebanyak tiga kali.</p>
<p>“ Ke 600 pemugar tersebut merupakan orang-orang yang luar biasa, karena masih mengingat siapa saja yang terlibat dalam pemugaran tersebut. Secara <em>gethok tular</em>  ( dari mulut ke mulut) dan dari tiga kali pertemuan tersebut mendapatkan 600 nama orang itu,” imbuhnya.</p>
<p>Batu prasasti tersebut saat ini sudah tegak berdiri di Taman Kenari, Zona I Candi Borobudur atau berdekatan dengan prasasti peresmian pemugaran Candi Borobudur yang ditandatandani oleh Presiden Soeharto, 23 Februari 1983.</p>
<p>Meskipun prasasti 600 orang yang terlibat dalam pemugaran Candi Borobudur tersebut sudah berdiri, namun untuk peresmiannya belum diketahui pastinya. Selain itu, dalam prasasti tersebut di bagian yang akan ditandatangani, belum dicantumkan nama yang akan meresmikannya.</p>
<p>“Yang akan meresmikan belum diketahui pastinya. Dan, rencana peresmiannya juga belum diketahui persisnya kapan,” kata Wiwit.</p>
<p>Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia dan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menginisiasi pemugaran Candi Borobudur sejak 10 Agustus 1973 hingga 23 Februari 1983.</p>
<p>Selama satu dekade, tim ahli dikerahkan untuk mengokohkan fondasi, membersihkan 1.460 panel relief, membongkar lima teras bujur sangkar dan memperbaiki sistem drainase dengan<br />
menanamkan saluran air ke dalam monumen. Yon</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/02/14/kemendikbud-ri-abadikan-600-nama-yang-terlibat-pemugaran-candi-borobudur">Kemendikbud RI  Abadikan 600 Nama Yang Terlibat Pemugaran Candi Borobudur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sandal Upanat, Sandal Khusus Yang Wajib Dipakai Naik Ke Bangunan Candi Borobudur</title>
		<link>https://suarabaru.id/2022/01/18/sandal-upanat-sandal-khusus-yang-wajib-dipakai-naik-ke-bangunan-candi-borobudur</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[R Widiyartono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Jan 2022 10:52:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Kab Magelang]]></category>
		<category><![CDATA[balai konservasi borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[Candi Borobudur]]></category>
		<category><![CDATA[sandal upanat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=226103</guid>

					<description><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID)- Balai Konservasi Borobudur merencanakan penggunaan sandal khusus  yakni upanat bagi pengunjung yang akan naik ke bangunan  Candi Borobudur, yakni sandal Upanat. “Pemakaian sandal khusus tersebut juga untuk mengurangi keausan batuan candi  yang diakibatkan adanya pasir yang menempel di sepatu atau alas kaki pengunjung sebelum naik ke struktur candi,”kata Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/18/sandal-upanat-sandal-khusus-yang-wajib-dipakai-naik-ke-bangunan-candi-borobudur">Sandal Upanat, Sandal Khusus Yang Wajib Dipakai Naik Ke Bangunan Candi Borobudur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>KOTA MUNGKID(SUARABARU.ID)- Balai Konservasi Borobudur merencanakan penggunaan sandal khusus  yakni upanat bagi pengunjung yang akan naik ke bangunan  Candi Borobudur, yakni sandal Upanat.</p>
<p>“Pemakaian sandal khusus tersebut juga untuk mengurangi keausan batuan candi  yang diakibatkan adanya pasir yang menempel di sepatu atau alas kaki pengunjung sebelum naik ke struktur candi,”kata Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit Kasiyati, Selasa ( 18/1/2022)..</p>
<p>Wiwit mengatakan, penggunaan sandal upanat dengan alas lunak tersebut bagi wisatawan yang hendak naik ke bangunan Candi Borobudur tersebut, terinspirasi dari panel relief nomor 150 di  Karma Wibangga (relief yang tersembunyi di dinding kaki Candi Borobudur).</p>
<figure id="attachment_226104" aria-describedby="caption-attachment-226104" style="width: 400px" class="wp-caption alignnone"><img class="size-medium wp-image-226104" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/01/kepala-BKB-Wiwit-Kasiyati-400x184.jpg" alt="sandal upanat" width="400" height="184" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/01/kepala-BKB-Wiwit-Kasiyati-400x184.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/01/kepala-BKB-Wiwit-Kasiyati-150x69.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2022/01/kepala-BKB-Wiwit-Kasiyati.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-226104" class="wp-caption-text">Kepala Balai Konservasi Borobudur, Wiwit Kasiyati. Foto: Yon</figcaption></figure>
<p>Menurutnya, pihaknya masih berkoordinasi dan meminta arahan dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud terkait  penerapan pemakaian sandal upanat tersebut. Dan, hingga saat ini pihaknya sedang mempersiapkannya.</p>
<p>“Sejauh ini, kami  baru menyiapkan aturan. Yakni pengunjung yang naik ke bangunan candi harus menggunakan sandal Upanat. Sedangkan pelaksanaannya kita belum bisa menentukan,”katanya.</p>
<p>Wiwit menjelaskan, dipilihnya sandal Upanat tersebut, karena sandal Upanat dalam panel relief Karmawibangga nomor 150 tersebut, merupakan sebuah persembangan dewa yang bewujud alas kaki.</p>
<p>Ia menambahkan, rancangan penggunaan sandal bagi wisatawan yang ingin naik ke Candi Borobudur tersebut, sebenarnya telah direncanakan sejak 2015 silam.</p>
<p>Dan, di tahun 2022 ini rencana tersebut kembali digulirkan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk melestarikan bangunan candi yang masuk dalam tujuh keajaiban dunia.</p>
<p>Menurutnya, pihaknya juga masih mengkaji tentang tarif masuk candi tersebut apakah termasuk pembelian sandal tersebut.</p>
<p>“Ada kemungkinan, harga tiket ke candi bisa lebih mahal karena ditambah untuk pembelian sandal khusus tersebut. Selain itu, bagi wisatawan yang tidak naik ke candi juga harga tiketnya lebih murah,”ujarnya.</p>
<p>Ia juga menambahkan, terkait pihaknya kapan wisatawan bisa naik ke bangunan Candi Borobudur, pihaknya juga masih  berkoordinasi dan meminta arahan dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud.</p>
<p>“Ini juga terkait kesiapan kami (BKB) dan TWC. Sehingga kami memerlukan waktu. Namun kami akan segera meminta arahan dari Pak Dirjen kapan pengunjung bisa naik ke struktur bangunan,” katanya.</p>
<p>Menurutnya, nantinta pengunjung juga wajib didampingi pemandu yang akan menjelaskan informasi secara lebih detail, terutama mengenai Candi Borobudur sebagai warisan budaya dunia yang memiliki  kriteria nilai universal yang luar biasa.</p>
<p>“Nantinya, yang diperbolehkan naik ke candi yakni mereka yang benar-benar mengetahui kriteria nilai universal yang luar biasa dari candi melalui para pemandu, sehingga setelah pulang membawa informasi yang sangat luar biasa,”imbuhnya.</p>
<p>Selain itu, Balai Konservasi Borobudur bekerjasama dengan  PT Taman Wisata Candi, telah membuat suatu pola perjalanan yang dirancang dan bisa dinikmati . Sehingga, pengunjung yang naik ke Zona I bisa menentukan titik-titik mana yang bisa dipilih untuk dikunjungi.</p>
<p>“Nantinya  akan  dikunjungi wisatasan bisa secara tematis berdasarkan relief yang ada di candi, mulai dari tema flora, fauna, kemaritiman, pilihan  terhadap kesehatan dan pemenuhan hidup dan lainnya,”katanya.  Yon</p>
<p>baca juga: https://suarabaru.id/2022/01/15/wisatawan-naik-borobudur-harus-pakai-sandal-khusus-diproduksi-pelaku-ukm-di-sekitar-candi/</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2022/01/18/sandal-upanat-sandal-khusus-yang-wajib-dipakai-naik-ke-bangunan-candi-borobudur">Sandal Upanat, Sandal Khusus Yang Wajib Dipakai Naik Ke Bangunan Candi Borobudur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>