<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akademi La Masia Archives - SuaraBaru.id</title>
	<atom:link href="https://suarabaru.id/tag/akademi-la-masia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<description>Media Online Tajam dan Berimbang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Apr 2026 06:43:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2018/06/cropped-logofooter-32x32.png</url>
	<title>Akademi La Masia Archives - SuaraBaru.id</title>
	<link>https://suarabaru.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Pep Terpesona Barca-nya Hansi Flick</title>
		<link>https://suarabaru.id/2026/04/04/ketika-pep-terpesona-barca-nya-hansi-flick</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2026 10:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Akademi La Masia]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Belanda]]></category>
		<category><![CDATA[Detail]]></category>
		<category><![CDATA[Ideolog]]></category>
		<category><![CDATA[Jogo Bonito]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Possession Football]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Dinamit]]></category>
		<category><![CDATA[Total Football]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=552327</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // pencipta tim indah itu bisa terpesona/ oleh sajian keindahan yang lain/ dengan pendekatan berbeda/ dengan karakter yang tak sama/ pep adalah pendahulu/ flick penerus dan peramu&#8230;// (Sajak “Barca-nya Flick”, 2026) SEJATINYA, siapakah jenius ideolog sepak bola indah? Rinus Michels sang penemu total football Belanda, Jupp Derwall arsitek “Tim Dinamit” Denmark [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/04/ketika-pep-terpesona-barca-nya-hansi-flick">Ketika Pep Terpesona Barca-nya Hansi Flick</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-552328 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola.jpg" alt="" width="393" height="91" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola.jpg 393w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2026/04/logo-bola-bola-150x35.jpg 150w" sizes="(max-width: 393px) 100vw, 393px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// pencipta tim indah itu bisa terpesona/ oleh sajian keindahan yang lain/ dengan pendekatan berbeda/ dengan karakter yang tak sama/ pep adalah pendahulu/ flick penerus dan peramu&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Barca-nya Flick”, 2026)</strong></p>
<p><strong>SEJATINYA</strong>, siapakah jenius ideolog sepak bola indah?</p>
<p>Rinus Michels sang penemu <em>total football</em> Belanda, Jupp Derwall arsitek “Tim Dinamit” Denmark 1986, Tele Santana ideolog <em>jogo bonito</em> Brazil di Piala Dunia 1982 dan 1986, Johan Cruyff &#8212; pelaku dan penyempurna sepak bola indah Belanda di Akademi La Masia &#8212; atau Pep Guardiola, peletak detail <em>possession football</em> Barcelona di klub mana pun dia bekerja?</p>
<p>Nyatanya, Pep malah mengagumi Barcelona karya pelatih asal Jerman ini, Hansi Flick. Simaklah, performa Barca di bawah racikan Flick musim ini mendatangkan pujian. Bukan cuma hasil, tetapi juga gaya bermain atraktif yang memikat. Di antara yang terpesona adalah Pep Guardiola dan Thierry Henry.</p>
<p>Padahal pada 2007-2012 Pep adalah pelatih yang sukses membangun Blaugrana, meneruskan produk “gurunya”, Johan Cruyff: sepak bola menyerang yang ibarat doktrin “ideologi” untuk dihayati dan dimainkan.</p>
<p><strong>Menikmati Barca Flick</strong><br />
Pep Guardiola bahkan mengaku menikmati permainan Barcelona di bawah Hansi Flick saat ini (<em>detik.com</em>, 26 Maret 2026). Pelatih Manchester City itu menyebut menonton Barca layaknya hiburan. Menurut dia, sepak bola seharusnya dinikmati seperti pergi ke bioskop atau restoran.</p>
<p>“Ketika Barca-nya Flick bermain dan saya punya waktu, saya akan duduk dan menontonnya, karena itu menyenangkan,” katanya.</p>
<p>Jika Guardiola terpikat, cerita lebih dramatis datang dari Thierry Henry. Eks striker Arsenal yang juga mantan penyerang Barcelona itu sempat meragukan gaya bermain agresif Blaugrana.</p>
<p>Keraguan itu muncul saat Barca mengalami periode inkonsisten, bahkan gaya Flick dinilai terlalu berisiko untuk bersaing di level tertinggi. Namun semuanya berubah setelah Barcelona tampil menggila di Liga Champions. Blaugrana menghancurkan Newcastle United dengan skor telak 7-2 di leg kedua babak 16 besar.</p>
<p>Penampilan tersebut membuat Henry tak ragu memberikan pujian. “Selamat untuk Barcelona. Eropa mulai merasakan ancamannya. Itu bukan sekadar kemenangan, tetapi seperti gempa global,” ujarnya.</p>
<p>Dia juga terkesan dengan perubahan Barcelona di babak kedua melawan Newcastle, setelah sempat unggul tipis 3-2 saat turun minum.</p>
<p>“Babak kedua mereka luar biasa. Itu transformasi total. Itulah Barcelona yang sebenarnya,” lanjutnya.</p>
<p>Henry bahkan menilai Barcelona punya potensi luar biasa pada musim ini jika bisa terus tampil konsisten. Duet lini depan seperti Lamine Yamal dan Robert Lewandowski menjadi ancaman nyata bagi lawan. “Ketika mereka bermain seperti itu, hampir mustahil untuk dihentikan,” tegas Henry.</p>
<p>Lamine Yamal menjadi trisula bersama Lewandowski dan Raphinha. Dengan Pedri Gonzales dan Frankie de Jonk yang bahu membahu menyuplai umpan-umpan ke barisan penyerang dan menjadi tirai pertama pembendung serangan balik lawan, pertahanan Barca relatif aman.</p>
<p><strong>Berisiko</strong><br />
Sejak menyuksesi kursi kepelatihan dari Xavi Hernandez pada musim panas 2024, Hansi Flick menerapkan filosofi permainan yang sangat berisiko namun spektakuler.</p>
<p>Strategi garis pertahanan tinggi yang dipadukan dengan intensitas serangan tanpa henti, terbukti efektif membawa Barcelona meraih gelar ganda pada musim perdananya. Pendekatan Flick ini sempat diragukan oleh sejumlah pengamat sebelum akhirnya membuktikan kualitasnya di lapangan.</p>
<p>Saat ini, Barcelona masih kokoh di puncak klasemen LaLiga dan terus melaju di ajang Liga Champions. Keberhasilan Flick menjaga konsistensi tim di tengah jadwal yang padat menjadi bukti kematangan taktiknya. Impresivitas ini juga mulai mengubah pandangan para kritikus yang sebelumnya skeptis terhadap peluang Barca di level Eropa.</p>
<p><strong>Johan Cruyff</strong><br />
Pep mengaku sering menonton laga Barcelona racikan Flick karena merasa terhibur, berbeda dari masa-masa sebelumnya ketika dia kurang menikmati permainan Barca. Dia menganggap sepak bola yang disajikan Flick memiliki “kemurnian”, yang mengingatkannya pada gaya Johan Cruyff, yakni fokus mencetak satu gol lebih banyak dari lawan. <em>Attacking football</em> menjadi basis doktrinal dalam permainnan impresif Cruyff, yang dia sempurnakan dari pengalamannya menjadi pilar total football Rinus Michels.</p>
<p>Sedangkan Pep terpukau dengan bagaimana Hansi Flick berhasil merevolusi permainan Barca, menjadikannya tim yang atraktif dan membuat pertandingan terasa menyenangkan.</p>
<p>Lalu, siapa sejatinya pendoktrin sepak bola indah?</p>
<p><strong>&#8212; Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan Suarabaru.Id</em><strong> &#8212;</strong></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2026/04/04/ketika-pep-terpesona-barca-nya-hansi-flick">Ketika Pep Terpesona Barca-nya Hansi Flick</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masa Depan Barcelona, Era Lamine Yamal&#8230;</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/09/09/masa-depan-barcelona-era-lamine-yamal</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Sep 2023 10:00:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Akademi La Masia]]></category>
		<category><![CDATA[Ansu Fati]]></category>
		<category><![CDATA[Cavi]]></category>
		<category><![CDATA[Euro 2024]]></category>
		<category><![CDATA[La Furia Roja]]></category>
		<category><![CDATA[Lamine Yamal]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Seung-woo]]></category>
		<category><![CDATA[Lionel Messi]]></category>
		<category><![CDATA[Luis de la Fuente]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<category><![CDATA[Takefusa Kubo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=366120</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // cahaya bisa muncul dari mana saja/ kaukah terang itu, anak muda?/ benderang yang lahir dari lorong sejarah/ bisa saja tak ternyana&#8230;// (Sajak “Lamine Yamal”, 2023) SIMAKLAH pernyataan Luis de la Fuente ini, “Kami menemuinya di Spanyol. Dia pentolan tim junior dan pesepak bola dengan kekuatan luar biasa, seolah-olah disentuh oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/09/masa-depan-barcelona-era-lamine-yamal">Masa Depan Barcelona, Era Lamine Yamal&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-full wp-image-366124 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/BOLA-BOLA-LOGO.jpg" alt="" width="681" height="183" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/09/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w" sizes="(max-width: 681px) 100vw, 681px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// cahaya bisa muncul dari mana saja/ kaukah terang itu, anak muda?/ benderang yang lahir dari lorong sejarah/ bisa saja tak ternyana&#8230;//</em><br />
<strong>(Sajak “Lamine Yamal”, 2023)</strong></p>
<p><strong>SIMAKLAH</strong> pernyataan Luis de la Fuente ini, “Kami menemuinya di Spanyol. Dia pentolan tim junior dan pesepak bola dengan kekuatan luar biasa, seolah-olah disentuh oleh tongkat sihir Tuhan. Dia berbeda&#8230;” (<em>goal.com</em>, 1 September 2023).</p>
<p>Statemen pelatih tim nasional Spanyol itu bisa jadi terlampau hiperbolik: “tongkat sihir Tuhan”, namun saya menangkapnya lebih sebagai ungkapan kegembiraan ketika De la Fuente menemukan “perbedaan” yang dia butuhkan untuk menyusun keping-keping puzzle sebagai kekuatan dahsyat La Furia Roja.</p>
<p>Bila tidak ada aral, pertandingan Spanyol vs Georgia dalam kualifikasi Euro 2024, 8 September akan menorehkan rekor. Lamine Yamal akan menjadi pemain termuda (16 tahun 1 bulan 26 hari) yang memperkuat tim juara Eropa 2018, 2012 dan juara dunia 2010 itu. Pemain Barcelona itu bakal memecahkan rekor Gavi (17 tahun 62 hari). Yamal disiapkan untuk laga melawan Georgia dan Siprus.</p>
<p>Kegembiraan dan harapan pun terasa membuncah di Barcelona dan timnas Spanyol. Ya, terlampau panjang rasanya hari-hari penantian Barcelonistas untuk menemukan sosok penerus Lionel Messi, pemain terbaik sepanjang sejarah klub Catalan ini.</p>
<p>Pertanyaan bernada kerinduan atau motivasi selalu diapungkan: siapa sang penerus yang menjanjikan?</p>
<p>Ansu Fati-kah, Pedri, atau Gavi? Bukan. Bukan pula anak muda yang pada awal 2000-an sempat dielus-elus, Bojan Krkic. Atau satu lagi nama yang sempat dipuja-puji sebagai “Messi Korea” Lee Seung-woo, dan “Messi Jepang” Takefusa Kubo.</p>
<p>Segemerlap itu sejumlah talenta memancar terang dari Akademi La Masia, namun ketika berkembang dewasa, tak satu pun yang mendekati level La Pulga.</p>
<p>Nah, bagaimana dengan kemengkilapan cahaya bocah yang satu ini?</p>
<p>Lamine Yamal. Dia menoreh sejarah. Dalam usia 15 tahun 290 hari, ketika menggantikan Gavi pada menit ke-83 dalam laga melawan Real Betis di La Liga musim lalu, fans Barca segera tahu mereka bakal memiliki seorang pahlawan baru.</p>
<p>Sang arsitek, Xavi Hermandez paham betul bagaimana menyampaikan kabar bahagia kepada para pecinta Barca. Pada awal musim ini, Yamal sudah ditampilkan sebagai pemain inti. Dua kali pula pemain keturunan Maroko-Guinea yang lahir di Mataro, kota di pinggiran Barcelona itu menjanjikan pengaruh kuat bagi permainan La Blaugrana. Yamal bisa memilih timnas Spanyol untuk melabuhkan kemampuannya.</p>
<p>Dia tampil memikat dalam turnamen Joan Gampar Trophy melawan Tottenham Hotspur, yang dimenangi Barcelona 4-3. Yamal malah menjadi Man of the Match ketika menundukkan Real Villareal 4-3 dalam pertandingan reguler La Liga di Stadion De La Ceramica.</p>
<p>Yang istimewa, lantaran impresivitasnya, Yamal mendapat <em>standing ovation</em> dari suporter Villareal. Ketika digantikan oleh Ansu Fati menit ke-76, gemuruh sorak sorai fans lawan menandai kehadiran bintang baru La Liga.</p>
<p>Dia segera menguapkan keresahan fans Camp Nou yang ditinggal hengkang oleh Ousman Dembele ke Paris St Germain. Dalam usia 16, Yamal tak canggung berada di tengah nama-nama besar Robert Lewandowski, Ilkay Guendogan, Frankie de Jong, dan Ferran Torres, juga para bintang muda seperti Gavi dan Pedri.</p>
<p><strong>“Mainan” Baru</strong><br />
Xavi kini punya “mainan” baru yang diproyeksikan banyak membantunya mengejar kejayaan di La Liga dan Eropa.</p>
<p>Dari era Messi, Andres Iniesta, dan dirinya sendiri, sejauh ini Barcelona belum memiliki figur eksepsional yang betul-betul bisa diandalkan sebagai “pembeda”.</p>
<p>Ansu Fati, dengan bakat besarnya, tidak beranjak ke level top sejak pemunculan menjanjikan pada empat tahun silam. Dia rentan cedera, bahkan musim lalu diterpa miniskus, selain punya sederet kisah hamstring.</p>
<p>Musim ini, pemain dengan dribel lekat itu akan memulai masa peminjaman selama satu periode di Brighton &amp; Hove Albion. Klub yang kini sangat diperhitungkan di Liga Primer itu diarsiteki pelatih yang ahli memaksimalkan skema sayap, Roberto De Zerbi.</p>
<p>Sementara itu, Gavi dan Pedri, seberbakat apa pun, belum juga sepenuhnya menyinari skema permainan Xavi dengan “ceruk kemampuan” yang menjadi pembeda bagi Barca.</p>
<p>Yamal adalah pemain serbabisa yang sama baiknya ketika diskemakan sebagai penyerang, sayap, atau gelandang. Berkaki kiri kuat seperti Messi, dribelnya meliuk-liuk menusuk pertahanan lawan. Operan-operan yang fasih dari operasi sayap memanjakan teman-teman seniornya. Kemampuan mencetak gol juga telah dia buktikan ketika memperkuat tim muda Barca.</p>
<p>Bukan pekerjaan mudah bagi Xavi untuk mengembalikan Barca ke masa-masa sebagai klub yang selain berlangganan trofi, juga mengusung ideologi permainan elok.</p>
<p>Dengan realitas stok pemain yang dimiliki, rasanya perjalanan “back to tiki-taka era” masih membutuhkan waktu, keyakinan, ketelatenan, termasuk pematangan bintang-bintang muda. Tentu termasuk aset masa depan mereka: Lamine Yamal, yang bahkan pelatih timnas Spanyol pun menilainya sebagai pemain dengan sentuhan magis luar biasa&#8230;</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a> dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/09/09/masa-depan-barcelona-era-lamine-yamal">Masa Depan Barcelona, Era Lamine Yamal&#8230;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Dokter” STY dan Diagnosis Penyakit Menahun Timnas</title>
		<link>https://suarabaru.id/2023/01/07/dokter-sty-dan-diagnosis-penyakit-menahun-timnas</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Riyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2023 10:00:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BOLA-BOLA]]></category>
		<category><![CDATA[Akademi La Masia]]></category>
		<category><![CDATA[barcelona]]></category>
		<category><![CDATA[Egy Maulana Vikri]]></category>
		<category><![CDATA[ILIJA Spasocevic]]></category>
		<category><![CDATA[Johan Cruyff]]></category>
		<category><![CDATA[Piala AFF]]></category>
		<category><![CDATA[Ricky Kambuaya]]></category>
		<category><![CDATA[Shin Tae-yong]]></category>
		<category><![CDATA[suarabaru.id]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://suarabaru.id/?p=306143</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Amir Machmud NS // untuk siapakah tiap tarikan napasmu?/ untuk siapa setiap gerak kakimu?/ untuk siapa pula pikiranmu?/ seluruh tubuh dan ideku/ dia bahasa kebersamaan/ dia hak karyaku/ dia hak karyamu/ tegaskanlah: aku adalah kita// (Sajak “Ego-ego Sepak Bola””, 2023) ILIJA Spasocevic sudah bergerak seirama dengan Ricky Kambuaya yang mendribel bola dalam bayangan seorang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/07/dokter-sty-dan-diagnosis-penyakit-menahun-timnas">“Dokter” STY dan Diagnosis Penyakit Menahun Timnas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 12pt;"><strong><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-306166 aligncenter" src="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg" alt="" width="400" height="107" srcset="https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-400x107.jpg 400w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO-150x40.jpg 150w, https://suarabaru.id/wp-content/uploads/2023/01/BOLA-BOLA-LOGO.jpg 681w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" />Oleh: Amir Machmud NS</strong></span></p>
<p><em>// untuk siapakah tiap tarikan napasmu?/ untuk siapa setiap gerak kakimu?/ untuk siapa pula pikiranmu?/ seluruh tubuh dan ideku/ dia bahasa kebersamaan/ dia hak karyaku/ dia hak karyamu/ tegaskanlah: aku adalah kita//</em><br />
<strong>(Sajak “Ego-ego Sepak Bola””, 2023)</strong></p>
<p><strong>ILIJA</strong> Spasocevic sudah bergerak seirama dengan Ricky Kambuaya yang mendribel bola dalam bayangan seorang bek Filipina. Spaso sudah dalam posisi siap menerima umpan di depan gawang Filipina, namun apa yang terjadi? Ricky memilih terus menggiring bola, yang akhirnya malah bisa diamankan bek lawan. Peluang emas pada menit ke-86 itu pun melayang percuma!</p>
<p>Bukan hanya Spaso yang kecewa. Raut geregetan juga ditunjukkan pelatih Shin Tae-yong. Dari awal dia mendoktrinkan banyak gol untuk menjaga peluang bersaing dengan Thailand dalam selisih produktivitas, sehingga bisa mengamankan posisi juara Grup A Piala AFF.</p>
<p>Insiden itu sekali lagi membuktikan pemain kita masih dihinggapi fenomena egoisme menyikapi peluang.</p>
<p>Dalam “struktur kans”, setidak-tidaknya tergambar tiga sikap yang seharusnya diputuskan oleh seorang pemain. Pertama, peluang emas yang memang “milik” dan sepatutnya dituntaskan oleh pemain. Kedua, dia mendapat kans emas, tetapi ada kawan yang berposisi lebih leluasa lagi, sehingga lebih pas apabila bola yang dia kuasai disodorkan sebagai assist kepada rekannya.</p>
<p>Ketiga, dia memaksa membawa bola meskipun sudah dalam posisi sulit, dan pada saat itu melihat kawan yang bisa membantu dan menanti sodoran bolanya. Akan tetapi hal itu tidak dia lakukan, sehingga bola pun hilang percuma, berpindah ke kaki lawan.</p>
<p><strong>Filosofi Cruyff</strong><br />
Saya ingat filosofi Johan Cruyff, maestro sepak bola menyerang yang meletakkan dasar-dasar etos simplifikasi kolektivitas di Akademi La Masia, Barcelona. Sepak bola, kata Cruyff, adalah permainan yang sederhana. Namun hal paling sulit dari permainan itu adalah bagaimana bermain sederhana.</p>
<p>Ricky Kambuaya adalah contoh, seperti juga beberapa kali diperlihatkan Egy Maulana Vikri di Piala AFF kali ini. Keduanya tidak melakukan hal “sederhana” untuk menciptakan hasil lebih produktif, akan tetapi malah memutuskan tindakan rumit.</p>
<p>Sepak bola adalah permainan kolektif. Apabila ada keyakinan untuk melakukan keputusan personal dalam mengeksekusi tindakan, hal itu harus dimodali kemampuan di atas rata-rata. Kalau Anda punya <em>skill</em> individu sekelas Lionel Messi atau Ronaldo Luis Nazario, silakan terobos dua-tiga pemain yang membuat barikade, dan Anda yakin bisa lewat.</p>
<p>Kalau tidak yakin akan hal itu, sikap kolektif-kolegial mengajarkan tentang filosofi “berbagi”. Berikan, sodorkan, arahkan, karena produk dari keputusan itu memberikan manfaat bersama kepada tim, bukan sekadar untuk “tebar pesona” yang akhirnya malah menguapkan peluang.</p>
<p>Anak-anak Tim Garuda mestinya bisa belajar dari sejumlah momen ketidakproduktifan sikap egoistis sejumlah pemain, yang “dipuncaki” oleh Ricky Kambuaya dalam laga melawan Filipina.</p>
<p>Di luar sikap egois sejumlah pemain, Shin Tae-yong menghadapi beberapa soal. Pada sebagian hal dia sudah bisa mentransformasikan perubahan. Dalam sejumlah diskusi saya selalu memberikan contoh performa Fachrudin Ariyanto dkk saat mengalahkan tuan rumah Kuwait 2-1 dalam Pra-Piala Asia di Kuwait City, 2022. Walaupun kalah 0-1 dari Yordania, Garuda tampil impresif, memperlihatkan ketangguhan mental, dan dalam laga selanjutnya menundukkan Nepal 7-0.</p>
<p>“Penyakit menahun” diperbaiki oleh <em>coach</em> Shin, antara lain problem daya tahan fisik ditambah intervensi asupan makanan. Lalu transisi permainan, yakni “persambungan” konsistensi dari menyerang dan diserang (bertahan), begitu pula sebaliknya. Juga ketidakfokusan menghadapi tendangan bebas dari situasi bola mati. Tak jarang, timnas kecolongan gol dari momen-momen seperti itu.</p>
<p>Kesalahan umpan yang pada segi-segi tertentu memerlihatkan kondisi “bingung” ditekan lawan, beberapa kali menerbitkan situasi sulit. Seperti proses lahirnya gol balasan Thailand di Grup A. Asnawi Mangkualam, yang <em>notabene</em> tertempa oleh atmosfer Liga Korea, membuat <em>back pass</em> lemah yang mempersulit Fachrudin. Bola direbut oleh Adisak Kraisom, yang menyodorkannya ke Bordin Phala. Bordin mengumpan ke Sarach Yooyen, yang dengan tendangan keras membobol gawang Nadeo Argawinata.</p>
<p>Tak sekali-dua situasi rawan dipicu oleh salah umpan. Dalam transisi antara menyerang ke bertahan situasi itu sering terjadi.</p>
<p><strong>Gestur Kecewa STY</strong><br />
Benarkah kekurangproduktifan timnas di Piala AFF &#8212; setidak-tidaknya dari jumlah peluang yang diciptakan &#8212; antara lain disebabkan oleh penyakit-penyakit itu?</p>
<p>Beberapa kali, Si “Dokter Korea” memperihatkan gestur kekecewaan. Misalnya ketika Hansamu Yama Pranata membuang peluang emas di depan gawang Brunei Darussalam, sejumlah kans Egy Maulana Vikri dan pengambilan keputusan Egy antara menggiring atau mengumpan, ketika Witan Sulaeman gagal memanfaatkan peluang ke gawang Thailand yang sudah kosong, dan terakhir Ricky Kambuaya memilih tidak memberi umpan ke Ilija Spasojevic yang sudah dalam posisi siap.</p>
<p>Ego yang tidak terkelola oleh pemahkotaan kolektivitas, pengambilan keputusan yang kurang bervisi kepentingan tim, dan salah umpan akut, adalah bagian dari “penyakit menahun” yang membutuhkan terapi kuat.</p>
<p>Dengan materi pemain yang dimiliki STY sekarang, apabila sebagian diagnosis penyakit itu bisa diterapi, rasanya kita cukup memiliki modal untuk bertarung dan berbicara di level Piala AFF.</p>
<p>Penanganan penyakit itu membutuhkan kerja sama penuh <em>chemistry</em> antara “sang pasien” dengan dokternya. Sepintar apa pun sang dokter, apabila si pasien tidak konsisten berdisiplin, terapi hanya akan berjalan sepihak.</p>
<p>&#8212; <strong>Amir Machmud NS</strong>, <em>wartawan <a href="https://suarabaru.id">suarabaru.id</a>, kolumnis sepak bola, dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah</em> &#8212;</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id/2023/01/07/dokter-sty-dan-diagnosis-penyakit-menahun-timnas">“Dokter” STY dan Diagnosis Penyakit Menahun Timnas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://suarabaru.id">SuaraBaru.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
<div style="position:absolute; left:-9999px; top:-9999px;">
<a href="https://thedramaparadise.com/">https://thedramaparadise.com/</a>
<a href="https://villamadridbrownsville.com/">https://villamadridbrownsville.com/</a>
<a href="https://gamesvega.com/">https://gamesvega.com/</a>
<a href="https://bhpi.org/">https://bhpi.org/</a>
<a href="https://ayahqq.com">https://ayahqq.com</a>
<a href="https://klik66.com">https://klik66.com</a>

<a href="https://globelegislators.org">https://globelegislators.org</a>
<a href="https://controlesocial.cg.df.gov.br/">https://controlesocial.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/">https://portaldecorreicao.cg.df.gov.br/</a>
<a href="https://www.aux.com.sg/">https://www.aux.com.sg/</a>
<a href="https://global-edu.uz/">https://global-edu.uz/</a>
<a href="https://chessellpotterycafe.co.uk/menu">https://chessellpotterycafe.co.uk/menu</a>
<a href="http://ipcr.gov.ng/">http://ipcr.gov.ng/</a>
<a href="https://globelegislators.org/about-us/">https://globelegislators.org/about-us/</a>
<a href="https://globelegislators.org/biodiversity/">https://globelegislators.org/biodiversity/</a>
<a href="https://global-edu.uz/ru/">https://global-edu.uz/ru/</a>

<a href="https://maya.perhutani.co.id/">Slot Thailand</a>
<a href="https://simako.perhutani.co.id/">Slot Gacor</a>
<a href="https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/">https://lpm.uinfasbengkulu.ac.id/index.php/kebijakan-mutu/</a>
<a href="https://www.topkarir.com/tentang-kami/">Slot Gacor Thailand</a>

<a href="https://id.pandamgadang.com/">https://id.pandamgadang.com/</a>
<a href="https://cheersport.at/about-us/">https://cheersport.at/about-us/</a>
<a href="https://www.sna.org.ar">https://www.sna.org.ar</a>
<a href="https://tourism.perlis.gov.my/">https://tourism.perlis.gov.my/</a>
<a href="https://ppg.fkip.unisri.ac.id/">https://ppg.fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://feednplay.dei.uc.pt/">https://feednplay.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://fkip.unisri.ac.id/">https://fkip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fh.unisri.ac.id/">https://fh.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://map.fisip.unisri.ac.id/">https://map.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://inspira.dei.uc.pt/">https://inspira.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://an.fisip.unisri.ac.id/">https://an.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://fisip.unisri.ac.id/">https://fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://hi.fisip.unisri.ac.id/">https://hi.fisip.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://ebooks.uinsyahada.ac.id/">https://ebooks.uinsyahada.ac.id/</a>
<a href="https://cultura.userena.cl/">https://cultura.userena.cl/</a>
<a href="https://middlepassage.dei.uc.pt/">https://middlepassage.dei.uc.pt/</a>
<a href="https://discurso.userena.cl/">https://discurso.userena.cl/</a>
<a href="https://ictess.unisri.ac.id/">https://ictess.unisri.ac.id/</a>
<a href="https://aku.ac.id">https://aku.ac.id</a>

<a href="https://hifisipunisri.us.com/">slot gacor</a>
<a href="https://cheersport.sa.com/">slot gacor</a>
<a href="https://pkvgames.gr.com/">pkv games</a>

<a href="https://pioneer.schooloftomorrow.ph/">https://pioneer.schooloftomorrow.ph/</a>
<a href="https://wpsotp.schooloftomorrow.ph/">mpo slot</a>
<a href="https://stem-md.swu.bg/">https://stem-md.swu.bg/</a>
<a href="https://greenstem.swu.bg/">mpo</a>

<a href="https://cheersport.at/doc/pkv-games/">https://cheersport.at/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/">https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/</a>

<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/">https://bogamart.id/wp-content/temps/pkv-games/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/bandarqq/</a>
<a href="https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/">https://bogamart.id/wp-content/temps/dominoqq/</a>

<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/pkv-games/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/bandarqq/</a>
<a href="https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/">https://www.fmreview.org/wp-content/doc/dominoqq/</a>

<a href="https://uniestate.com/pkv-games/">https://uniestate.com/pkv-games/</a>
<a href="https://uniestate.com/bandarqq/">https://uniestate.com/bandarqq/</a>
<a href="https://uniestate.com/qiuqiu/">https://uniestate.com/qiuqiu/</a>

<a href="https://pojoktim.com/public/pkv-games/">https://pojoktim.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/bandarqq/">https://pojoktim.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://pojoktim.com/public/dominoqq/">https://pojoktim.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/">https://mantraguitar.com/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/">https://mantraguitar.com/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/">https://mantraguitar.com/publics/dominoqq/</a>

<a href="https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/">https://rsjatihusada.com/img/pkv-games/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/">https://rsjatihusada.com/img/bandarqq/</a>
<a href="https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/">https://rsjatihusada.com/img/dominoqq/</a>

<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/pkv-games/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/bandarqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/dominoqq/</a>
<a href="https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/">https://appointment.kbribrussel.id/wp-content/publics/idn-poker/</a>

<a href="https://graceconference.com/public/pkv-games/">https://graceconference.com/public/pkv-games/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/bandarqq/">https://graceconference.com/public/bandarqq/</a>
<a href="https://graceconference.com/public/dominoqq/">https://graceconference.com/public/dominoqq/</a>

<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/pkv-games/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/bandarqq/</a>
<a href="https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/">https://bprbuleleng45.co.id/nux/dominoqq/</a>

<a href="https://pksoganilir.com/pkv-games/">https://pksoganilir.com/pkv-games/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/bandarqq/">https://pksoganilir.com/bandarqq/</a>
<a href="https://pksoganilir.com/dominoqq/">https://pksoganilir.com/dominoqq/</a>

<a href="https://bhor.gov.pg/pkv-games/">https://bhor.gov.pg/pkv-games/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/bandarqq/">https://bhor.gov.pg/bandarqq/</a>
<a href="https://bhor.gov.pg/dominoqq/">https://bhor.gov.pg/dominoqq/</a>

<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/pkv-games/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/bandarqq/</a>
<a href="https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/">https://contemporaryworld.ipcr.gov.ng/dominoqq/</a>

<a href="https://legacy.wespa.org/pkv-games/">https://legacy.wespa.org/pkv-games/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/bandarqq/">https://legacy.wespa.org/bandarqq/</a>
<a href="https://legacy.wespa.org/dominoqq/">https://legacy.wespa.org/dominoqq/</a>

<a href="https://ac-group.hr/chip/pkv-games/">https://ac-group.hr/chip/pkv-games/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/bandarqq/">https://ac-group.hr/chip/bandarqq/</a>
<a href="https://ac-group.hr/chip/dominoqq/">https://ac-group.hr/chip/dominoqq/</a>
</div>