KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Seorang pelajar RS (12), tewas tenggelam saat mandi di Sungai Kedungbener, Desa Sangubanyu, Kecamatan Buluspesantren, Kebumen, Senin (20/7).
Peristiwa itu terjadi sekitar Pukul 14.30 WIB, di Sungai Kedungbener, tepatnya di bawah Jembatan Merah, Desa Sangubanyu, Kecamatan Buluspesantren. Korban diketahui masih berstatus pelajar asal Kecamatan Buluspesantren.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas, saat itu korban bersama lima temannya bermain dan berenang di sungai. RS kemudian membawa sebatang bambu dan berusaha menyeberangi sungai yang diperkirakan memiliki kedalaman sekitar tiga meter.
Teman-teman korban telah memperingatkan agar tidak menuju bagian tengah sungai. Namun peringatan tersebut tidak diindahkan hingga korban akhirnya tenggelam. Mengetahui kejadian itu, teman-teman korban meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Seorang warga yang berada di lokasi segera turun ke sungai untuk melakukan penyelamatan. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang diperoleh petugas, korban diketahui tidak dapat berenang.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Buluspesantren bersama tenaga kesehatan Puskesmas Buluspesantren 1 langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan.
Hasil pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah, menolak dilakukan visum et repertum, serta menyatakan tidak akan mengajukan tuntutan kepada pihak mana pun.
Mendasari persitiwa tersebut Polres Kebumen mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di luar rumah.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, pengawasan dari orang tua untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa. Anak-anak diharapkan tidak bermain di lokasi yang berisiko, seperti sungai, tanpa pendampingan orang dewasa.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua agar selalu mengetahui ke mana anak-anak bermain. Pastikan mereka berada di tempat yang aman dan tidak bermain di sungai atau lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan,”ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Selasa, 21 Juli 2026.
Komper Wardopo













