blank
Taman Segitiga Emas saat dipergunakan lokasi Nonton Bareng Piala Dunia 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Grobogan. Foto: Tya Widya/ist/

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Taman Segitiga Emas di Kabupaten Grobogan yang selama ini identik sebagai ruang terbuka hijau mendadak jadi pusat perhatian saat Pemerintah Kabupaten menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.

Kegiatan yang mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Grobogan itu mampu menghidupkan suasana taman sekaligus menggerakkan roda perekonomian pelaku UMKM.

Sejumlah warga terlihat sejak pertandingan dimulai. Taman Segitiga Emas menjadi jujukan penonton dari berbagai kalangan yang ingin menikmati laga Piala Dunia 2026 melalui layar lebar.

BACA JUGA : Berantas Kusta di Jateng, Ahmad Luthfi Andalkan Program Speling untuk Skrining

Kehadiran masyarakat menjadi bukti bahwa ruang publik di Grobogan memiliki potensi besar sebagai pusat aktivitas warga, sementara Dinas Lingkungan Hidup terus mendorong pemanfaatannya secara positif.

Pemerintah Kabupaten Grobogan menggelar kegiatan nobar Piala Dunia 2026 pada pertandingan Perancis melawan Maroko yang berlangsung Jumat (10/7/2026) dini hari.

Meski udara malam terasa cukup dingin, semangat para penonton tidak surut. Mereka tetap bertahan hingga pertandingan berlangsung demi menyaksikan aksi kedua tim di babak delapan besar.

Wakil Bupati Grobogan Sugeng Prasetyo turut hadir menyaksikan pertandingan tersebut bersama Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani.

Turut hadir pula Kepala Disperindag Grobogan Pradana Setyawan dan Sekretaris Dinas PUPR Erry Subagyo yang ikut membaur bersama masyarakat.

Layar lebar yang dipasang di kawasan taman menjadi pusat perhatian warga. Sorak-sorai penonton terdengar setiap kali peluang emas tercipta maupun saat gol tercipta.

Suasana nobar pun terasa layaknya berada di dalam stadion. Penonton memberikan dukungan kepada tim favorit mereka dengan penuh semangat sepanjang pertandingan.

Kegiatan itu tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil.

BACA JUGA : Duel Generasi Baru Spanyol vs Sisa Generasi Emas Belgia

Sejumlah pedagang memanfaatkan ramainya pengunjung dengan menjajakan berbagai makanan dan minuman di sekitar lokasi.

Para pelaku UMKM, termasuk penjual kopi keliling, tampak sibuk melayani pembeli yang terus berdatangan selama acara berlangsung.

Momentum nobar Piala Dunia 2026 tersebut diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para pedagang yang berjualan di kawasan taman.

Ketua DPRD Grobogan Lusia Indah Artani mengapresiasi pelaksanaan nobar yang dinilai mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus pelaku UMKM.

Menurut Lusia, meskipun dirinya bukan penggemar sepak bola, ia tetap hadir untuk menemani sang suami sekaligus mendukung kegiatan tersebut.

“Saya sebenarnya tidak begitu suka bola, tetapi apapun yang suami suka, saya selalu berusaha menikmati dan ternyata seseru itu ya kalau nonton bola,” ujar Lusi, yang mendampingi sang suami ikut Nobar Piala Dunia 2026.

BACA JUGA : Launching Nasional Gerakan Langit Biru Indonesia

Ia menilai pemanfaatan ruang publik untuk kegiatan seperti nobar mampu memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro yang berjualan di sekitar lokasi.

Lusia juga berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sehingga ruang publik semakin hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Memang tujuan utamanya itu agar semua UMKM yang ada bisa dapat rezeki dari kegiatan ini. Segitiga Emas ternyata seseru itu,” ujar Lusia.

Hidupkan Taman Segitiga Emas

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Grobogan Heru Dwi Cahyono mengatakan pihaknya mendukung pelaksanaan nobar Piala Dunia 2026 di kawasan Segitiga Emas Purwodadi.

Menurutnya, kegiatan hiburan seperti nobar, pertunjukan seni, maupun budaya tidak seharusnya berhenti setelah perhelatan Piala Dunia 2026 berakhir.

Heru menyebut sebelumnya kawasan tersebut juga telah digunakan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Ia menilai semakin banyak kegiatan positif digelar, maka keberadaan taman akan semakin hidup dan mampu memperkuat citra kawasan sebagai ikon Kota Purwodadi.

“Sebenarnya untuk komunitas-komunitas lain bisa menyelenggarakan event seperti seni budaya begitu di Segitiga Emas ini. Itu boleh, tetapi harus izin dengan cara bersurat ke DLH,” jelas Heru, Jumat (10/7/2026).

Heru menegaskan masyarakat umum diperbolehkan memanfaatkan Taman Segitiga Emas untuk berbagai kegiatan selama memenuhi prosedur yang telah ditetapkan.

Menurutnya, Dinas Lingkungan Hidup Grobogan akan menindaklanjuti setiap permohonan yang diajukan secara resmi agar pemanfaatan ruang publik tetap berjalan tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dinas Lingkungan Hidup juga memastikan proses perizinan penggunaan Taman Segitiga Emas di Grobogan akan diberikan selama seluruh persyaratan dipenuhi penyelenggara, mulai dari aspek keamanan, waktu pelaksanaan hingga mekanisme kegiatan.

“Khusus untuk komunitas seni budaya yang akan menyelenggarakan kegiatan, boleh menyelenggarakan kegiatannya di Taman Segitiga Emas, asalkan bersurat ke DLH dan nanti kita akan menindaklanjutinya,” jelas Heru.

TYA WIDYA