blank
Skawan saat menyanyikan lagu "Aku dan Kamu" di acara Jepara Jamaican Sound. Foto: Dok. Panitia.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Komunitas musisi reggae, ska, dan rocksteady Jepara menggelar silaturahmi dalam acara “Jepara Jamaican Sound” sekaligus peluncuran single terbaru bertajuk “Aku dan Kamu” milik band SKAWAN di Kopi Klotok 24 Jepara, pada Minggu (28/06/2026).

Acara tersebut mendapat sambutan hangat dari penonton dan pengunjung yang memadati lokasi. “Alhamdulillah acara berjalan lancar dan meriah, serta selamat kepada Skawan yang telah meluncurkan single terbarunya,” ujar Dian Mbokde selaku ketua panitia.

Tiga grup musik tampil menghibur dalam kegiatan tersebut, yakni SKAWAN, Jepara Jamaican Sound All Star, Ontos dan Es Degan Muria. Masing-masing band menghadirkan warna musik reggae, ska, dan rocksteady yang berhasil membangun kebersamaan di antara para penikmat musik.

Suasana berlangsung meriah sejak awal acara. Penonton menikmati setiap penampilan yang disuguhkan para musisi dan ikut bernyanyi mengikuti lagu-lagu yang dibawakan dengan aliran Musik Jamaican. Antusiasme pengunjung semakin terasa ketika SKAWAN memperkenalkan single terbaru mereka di ahir acara.

blank
Suasana penonton yang menikmati musik Jepara Jamaican Sound. Foto: Dok. Panitia.

Momentum utama acara hadir saat SKAWAN secara resmi meluncurkan dengan menyanikan bersama single “Aku dan Kamu”. Lagu tersebut menjadi karya terbaru yang menambah deretan karya band  asal Jepara sekaligus menjadi bentuk konsistensi mereka dalam berkarya di dunia musik.

Personel SKAWAN, Dayat, mengajak para musisi untuk terus berkarya dan menjaga semangat dalam menyampaikan pesan-pesan positif melalui musik. “Terus semangat untuk berkarya dan tetap semangat membawakan lagu-lagu yang membawa pesan damai,” ujarnya.

Menurut Dayat, musik reggae tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mampu menjadi media untuk menyebarkan nilai persaudaraan, kedamaian, dan kebersamaan kepada masyarakat.

blank
Fahrudin saat membacakan puisi sebelum lauching singgle “Aku dan Kamu” milik SKAWAN. Foto: Dok Panitia.

Sementara itu, salah satu tokoh pergerakan Jepara, Fahrudin, menilai reggae dan semangat Rastafarian memiliki ruang penting sebagai media yang membangun kesadaran sosial. Menurutnya, musik reggae dapat mengajak masyarakat merenungkan makna kehidupan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap alam semesta.

“Harapannya, para musisi terus menghadirkan karya yang tidak hanya enak didengar, tetapi juga mengandung pesan kemanusiaan,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai persoalan seperti penjajahan, penindasan, dan ketidakadilan yang terus terjadi sepanjang sejarah merupakan tema yang selalu relevan untuk disuarakan melalui irama reggae yang khas, riang, dan penuh semangat.

Dirangkum dari acara yang berlangsung, melalui silaturahmi tersebut, komunitas musik Jepara kembali menunjukkan bahwa acara musik mampu mempererat persaudaraan antarmusisi sekaligus menjadi ruang kreatif untuk menyampaikan pesan perdamaian, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap kehidupan.

Septiana W