blank
PT PLN Indonesia Power UBP Semarang melaksanakan program Creating Shared Value melalui penerapan green house berbasis energi hijau PLTB. Foto: Dok/IP

SEMARANG (SUARABARU.ID) – PT PLN Indonesia Power terus menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang melaksanakan program Creating Shared Value (CSV) melalui penerapan green house berbasis energi hijau Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Program Kelompok Wanita Tani (KWT) berbasis energi hijau PLTB ini merupakan program pertanian perkotaan (urban farming) yang pertama kali diinisiasi di Kota Semarang oleh PLN IP UBP Semarang, bekerja sama dengan masyarakat dan stakeholder setempat di area Ring 1.

blank
PT PLN Indonesia Power UBP Semarang melaksanakan program Creating Shared Value melalui penerapan green house berbasis energi hijau PLTB. Foto: Dok/IP

Dalam pelaksanaannya, PLN IP UBP Semarang menggandeng Pemerintah Kota Semarang, Lembaga Pendamping Usaha Buruh Tani dan Nelayan Keuskupan Agung Semarang (LPUBTN KAS), Universitas Katolik Soegijapranata (SCU), dan Rotary Club Semarang Bojong untuk melakukan pendampingan berkala bagi KWT Cantik Bahari di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara.

Kolaborasi lintas sektor ini mengintegrasikan pemanfaatan limbah industri, inovasi pertanian perkotaan, dan pemanfaatan energi terbarukan, guna menghadapi tantangan lingkungan di wilayah pesisir Semarang yang rentan terhadap perubahan iklim.

Salah satu terobosan utama dalam program ini adalah pembangunan fasilitas green house untuk KWT Cantik Bahari. Alih-alih menggunakan material baru, PLN IP UBP Semarang menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah besi sisa operasional PLTGU Tambak Lorok sebagai struktur utama bangunan green house, sebanyak 360 kg.

Menurut F. Erwin Putranto, Senior Manager Unit PT PLN Indonesia Power UBP Semarang mengatakan, langkah ini tidak hanya berhasil menekan emisi karbon sebesar 1,327 Ton CO2eq dari pemrosesan material baru, tetapi juga menjadi solusi cerdas dalam mengelola limbah industri menjadi aset yang bernilai guna tinggi bagi masyarakat.

Menyadari wilayah Tanjung Mas memiliki keterbatasan lahan subur dan kualitas tanah yang terdampak rob, PLN IP UBP Semarang bersama LPUBTN KAS dan akademisi dari Universitas Katolik Soegijapranata memberikan pelatihan komprehensif mengenai urban farming.

“Anggota KWT Cantik Bahari dibekali dengan keterampilan budidaya tanaman hidroponik, vertikultur, serta manajemen pembibitan yang adaptif terhadap iklim pesisir. Pendampingan ini dilakukan secara berkala untuk memastikan program tidak sekadar menjadi bantuan seremonial, melainkan mampu menciptakan ketahanan pangan mandiri dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi ibu-ibu di Kelurahan Tanjung Mas,” jelasnya, baru-baru ini.

Melengkapi ekosistem hijau tersebut, operasional green house KWT Cantik Bahari sepenuhnya didukung oleh energi bersih. PLN IP UBP Semarang mengintegrasikan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) skala mikro untuk memenuhi kebutuhan listrik di fasilitas tersebut, mulai dari sistem pengairan otomatis hingga pencahayaan buatan (grow lights).