KUDUS (SUARABARU.ID) – YBM PT PLN (Persero) UP3 Kudus bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat.
Pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan kali ini melalui penyaluran bantuan alat usaha kepada seorang penyandang disabilitas atas nama Fatimah (38) yang sejak lahir tinggal di Desa Tanjungrejo RT.3/RW.4 Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus.
Bantuan ini diberikan sebagai upaya mendukung kemandirian ekonomi mustahik sekaligus mengembangkan potensi usaha kreatif yang telah dirintis oleh Fatimah secara mandiri.
Bantuan yang disalurkan berupa benang rajut berbagai warna, lengkap dengan pengait tas berbahan nikel, magnet penutup dompet berbahan aluminium, ring light dan holder handphone untuk mendukung pemasaran digital, rak susun plastik sebagai sarana penyimpanan, serta tambahan modal usaha senilai Rp1.000.000.
Seluruh bantuan tersebut diharapkan dapat menunjang pengembangan usaha rajut handmade yang saat ini ditekuni oleh Fatimah dengan nama usaha “Nifabear”.
Sejak usia enam bulan, Fatimah mengalami kondisi yang menyebabkan aktivitas sehari-harinya terbatas dan membutuhkan bantuan keluarga dalam berbagai kebutuhan dasar.
Namun keterbatasan fisik tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap produktif dan mandiri. Sebagai anak ketiga dari lima bersaudara, Fatimah tumbuh menjadi pribadi yang memiliki keteguhan dan optimisme tinggi dalam menjalani kehidupan.
Fatimah mengembangkan usaha rajut handmade yang dipelajari secara otodidak tanpa pelatihan formal. Dari keterampilan tersebut, Fatimah pernah menerima hingga 45 pesanan produk rajut secara personal.
Sebelumnya, ia juga pernah menjalankan toko boneka offline selama kurang lebih lima tahun dan berhasil membantu membiayai pendidikan adik bungsunya hingga lulus SMA. Namun, pandemi Covid-19 membuat usahanya harus berhenti, sehingga ia kembali merintis usaha dari awal.
Ketua YBM PT PLN (Persero) UP3 Kudus, Candra Mukti Saksono menyampaikan, program ini merupakan wujud amanah zakat pegawai PLN yang dikelola untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami melihat Ibu Fatimah memiliki semangat luar biasa dan potensi besar dalam bidang usaha kreatif. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat sekaligus sarana untuk mengembangkan usahanya, sehingga semakin mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kami juga berharap zakat yang ditunaikan para pegawai PLN dapat menjadi keberkahan bagi seluruh pihak,” ungkapnya, baru-baru ini.
Sementara Kepala Perwakilan IZI Jawa Tengah, Retno Widowati menuturkan, Ibu Fatimah merupakan sosok inspiratif yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk terus berkarya.
“Semangat dan kreativitas yang dimilikinya menjadi modal yang sangat berharga untuk berkembang. Melalui kolaborasi bersama YBM PLN UP3 Kudus, kami berharap bantuan ini dapat memperkuat usaha yang telah dirintis sehingga mampu menjadi usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas. IZI Jawa Tengah akan terus berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang tepat sasaran dan berdampak,” kata Retno.
Dengan penuh haru, Fatimah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi motivasi besar untuk terus berkarya dan mewujudkan impian yang selama ini ia bangun.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada YBM PLN UP3 Kudus dan IZI Jawa Tengah atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi saya untuk mengembangkan usaha rajut handmade yang sedang saya jalankan bersama teman teman disabilitas FKDK Kudus,” ucapnya.
“Semoga Allah membalas segala kebaikan para donatur, dan suatu saat usaha ini bisa berkembang lebih besar serta membuka kesempatan bagi orang lain untuk ikut bekerja bersama saya,” katanya.
Melalui program pemberdayaan ekonomi ini, YBM PT PLN UP3 Kudus bersama IZI Jawa Tengah berharap, bantuan yang diberikan tidak hanya menjadi sarana meningkatkan produktivitas usaha, tetapi juga menjadi ikhtiar dalam menghadirkan harapan baru bagi para mustahik agar mampu bangkit, mandiri, dan berdaya.
Diharapkan amanah zakat yang dititipkan para muzakki menjadi amal jariyah yang mendatangkan keberkahan, serta menginspirasi semakin banyak pihak untuk terus menebarkan manfaat bagi sesama.
Ning S













