blank
Grebeg Suran Lampah Hening menyertakan obor, umbul-umbul dan bendera, digelar oleh STABN Raden Wijaya di Pringgondani, Wonokarto, Kecamatan dan Kabupaten Wonogiri.

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Serangkaian kegiatan penyambutan Tanggal 1 Sura Tahun Baru Be 1960, dilaksanakan di sejumlah tempat di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Mulai dari prosesi Grebeg Suran di Pringgondani dan Kahyangan, kenduri massal selamatan nasi encek dan ritual labuhan laut selatan.

Grebeg Suran di kompleks Stadion Pringgondani, Wonokarto, Wonogiri, dikemas dalam prosesi Kirab Lampah Hening. Ini dilakukan oleh Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri. Yang sebelumnya diawali dengan ritual pengambilan air suci dari tiga sendang. Yakni Sendang Mondrorini, Sendang Siwani dan Sendang Sinangka.

Prosesi Kirab Suran Lampah Hening, dilakukan dengan tirakat tapa bisu (pantang bicara). Ritual Suran yang baru pertama kalinya dilaksanakan ini, menjadi bagian dari upaya napak tilas dari sebagian jejak sejarah perjuangan Raden Mas (RM) Said atau Pangeran Sambernyawa.

Event wisata budaya Bulan Sura ini, diinisiasi para mahasiswa Jurusan Kepanditaan STABN Raden Wijaya. Prosesi Kirab Suran Lampah Hening ini, dijadikan sebagai ruang perenungan dan penghormatan terhadap warisan budaya Jawa yang sarat makna.

blank
Prosesi Grebeg Suran di objek wisata religi Kahyangan, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, dilepas keberangkatannya oleh Bupati Setyo Sukarno (pegang bendera start).

Untuk diketahui, RM Said atau Pangeran Sambernyawa, dikenal sebagai sosok pahlawan legendaris yang gigih berjuang melawan ketidakadilan keraton dan penjajah Belanda. Sebelum akhirnya sukses sebagai tokoh sejarah pendiri Dinasti Mangkunegaran Surakarta.

Prosesi Kirab Suran jalan kaki Lampah Hening ini, dipimpin langsung oleh Ketua STABN Raden Wijaya, Dr Sulaiman PhD, bersama jajaran pimpinan kampus. Kirab melibatkan para mahasisa dan tokoh masyarakat, yang mengenakan busana Kejawen. Mereka juga membawa serta pelita api obor dan nyala lilin, untuk menerangi kegelapan malam. Juga menyertakan peserta kirab pembawa bendera dan umbul-umbul.

Samodera

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Wonogiri, Sriyanto, menyatakan, untuk Labuhan Suran Laut Selatan, dilaksanakan oleh masyarakat adat di Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri. Dilaksanakan Selasa sore sampai malam Tanggal 16 Juni 2026. Ditandai dengan ritual melabuh (menghanyutkan) sesaji kepala sapi ke perairan samodera selatan.

Grebeg Suran di Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Selasa (16/6/26), digelar di lokasi wisata religi Kahyangan di kompleks Hutan Dlepih. Berlangsung semarak, dimeriahkan dengan berbagai rangkaian acara budaya, pentas seni, tari klasik dan kontemporer, pertunjukan kesenian Reog Ponorogo dan olahraga massal jalan sehat.

Kegiatan Suran ini diselenggarakan oleh Paguyuban Sekti, yakni dari komunitas para seniman seniwati Kecamatan Tirtomoyo bersama Pemerintah Desa Dlepih. Kegiatan Suran di Kahyangan ini, erat kaitannya dengan upaya memberikan makna pada Kahyangan sebagai petilasan pertapaan Danang Sutawijaya atau Panembahan Senapati. Yakni saat menggapai wahyu raja, sebelum akhirnya sukses menjadi tokoh pendiri dinasti Mataram Islam Tanah Jawa.

blank
Kenduri massal selamatan nasi encek, dilakukan oleh masyarakat Dusun Pelem, Desa Watangrejo, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.

Dalam sambutannya, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, memberikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak, yang telah berperan aktif menyelenggarakan Grebeg Suran Kahyangan. Tumbuh berkembangnya objek wisata, mampu memberikan dampak multiplier effect yang positif. Yakni mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor industri kreatif dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, personel Polri hadir dalam tugas memberikan pelayanan pengamanan, perlindungan dan pengayoman pada momentum keramaian kegiatan Suran yang dilaksanakan masyarakat. Pengamanan dipimpin Kapolsek Tirtomoyo Iptu Yuni Tri Suwarno dengan melibatkan prajurit TNI AD dari Koramil 07 Tirtomoyo dan Karang Taruna Desa Dlepih.

Sementara itu dari Kecamatan Pracimantoro dilaporkan, Suran di Dusun Pelem, Desa Watangrejo, semalam, dikemas sekaligus dalam kegiatan Bersih Dusun. Dimeriahkan pentas wayang kulit semalam suntuk. Menyajikan Lakon Asmoro Bumi dimainkan Dalang Ki Subarjo dari ISI Surakarta. Diawali kenduri massal selamatan, menyertakan sesaji nasi dan lauk pauk yang diwadah dalam ratusan encek (terbuat dari kelopak gedebog batang pisang).(Bambang Pur)