blank
Salah seorang dari tim USM Mengajar, saat mengisi materi di SMK Swadaya Semarang. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Semangat pengabdian dan kontribusi nyata kepada dunia pendidikan, kembali ditunjukkan mahasiswa Universitas Semarang (USM), melalui program USM Mengajar 2026, yang diselenggarakan di SMK Swadaya, Semarang, belum lama ini.

Kegiatan yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USM itu, melibatkan lebih dari 40 mahasiswa lintas fakultas, dan diikuti ratusan siswa dengan antusiasme tinggi.

Program USM Mengajar hadir, sebagai wujud kepedulian mahasiswa terhadap pengembangan kualitas pendidikan, sekaligus upaya membangun generasi muda yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

BACA JUGA: USM Sukses Gelar Ngaji Kebangsaan dan Nilai Kemanusiaan Bersama Mbah Munif

Selama dua hari pelaksanaan, para siswa mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran, yang dikemas secara interaktif dan komunikatif. Materi yang diberikan tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter, kemampuan berpikir kritis (critical thinking), serta keterampilan memecahkan masalah (problem solving).

Berbagai metode pembelajaran, seperti diskusi kelompok, permainan edukatif, simulasi kasus, dan sesi motivasi diterapkan, untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan.

Ketua Pelaksana USM Mengajar 2026, Muhammad Fais Abdillah mengatakan, program itu lahir dari keyakinan, bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan pendidikan di masyarakat.

BACA JUGA: USM Sukses Gelar Ngaji Kebangsaan dan Nilai Kemanusiaan Bersama Mbah Munif

”USM Mengajar bukan hanya tentang mahasiswa datang untuk mengajar, tetapi bagaimana mahasiswa hadir untuk memberikan dampak nyata melalui pendidikan, inspirasi, dan kepedulian sosial kepada generasi muda,” ujarnya.

Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana pengembangan kompetensi mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan lingkungan sekolah, mahasiswa dilatih untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

Kasubbag Kemahasiswaan USM, Sudarmono SE MM, mengapresiasi pelaksanaan program ini sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.

BACA JUGA: Rektor USM Lepas Peserta KKN Internasional ke Kuala Lumpur

Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus mampu menjadi agen perubahan yang memberikan solusi bagi lingkungan sekitarnya.

Disampaikan juga, melalui program USM Mengajar, mahasiswa belajar untuk hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pendidikan. Pihaknya ingin, mahasiswa USM memiliki kepekaan sosial yang tinggi, kemampuan berkolaborasi, serta mampu menjadi problem solver, yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

”Kegiatan seperti ini juga menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga untuk membentuk karakter kepemimpinan dan tanggung jawab sosial mahasiswa,” tutur Sudarmono.

BACA JUGA: BEM FTP USM Terima Kunjungan DEM FST Unisri

Dia menambahkan, USM terus mendorong lahirnya berbagai program kemahasiswaan yang berdampak langsung kepada masyarakat, sebagai bagian dari upaya mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Bila melihat tingginya antusiasme siswa serta dukungan dari pihak sekolah, program USM Mengajar dapat terus berlanjut, dan menjangkau lebih banyak sekolah di Kota Semarang maupun daerah sekitarnya.

”Program ini mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah, dalam menciptakan lingkungan belajar yang inovatif, serta melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, adaptif, dan mampu menjadi problem solver di masa depan,” ungkapnya.

Riyan