blank
Bupati Grobogan, Setyo Hadi, memukul gong didampingi jajaran Forkopimda yang membunyikan kentongan tanda Grobogan Agro Expo VIII dibuka. Foto: Tya Widya.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Grobogan Agro Expo (GAE) VIII Tahun 2026 resmi dibuka sebagai ajang penguatan sektor pertanian melalui inovasi dan penerapan teknologi modern.

Kegiatan yang berlangsung pada 3-7 Juni 2026 tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan konsep Smart Farming kepada masyarakat sekaligus mempercepat transformasi pertanian di Kabupaten Grobogan.

Dengan tema “Mendukung Keberlanjutan Swasembada Pangan Melalui Smart Farming”, GAE VIII 2026 diharapkan mampu mempertemukan petani, pelaku usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.

BACA JUGA : Mangkir Pemeriksaan Polisi, Di mana Pentolan HIPMI Jateng Terlapor Dugaan Penganiayaan?

Pertemuan itu diharapkan menjadi ladang dalam mengembangkan sektor pertanian yang lebih maju, efisien, dan berdaya saing.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Grobogan, Setyo Hadi, dalam sambutannya. Bupati menegaskan bahwa transformasi pertanian menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Pembukaan expo berlangsung meriah dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat serta peserta pameran dari sejumlah instansi dan pelaku usaha yang bergerak di bidang pertanian.

Bupati Grobogan Setyo Hadi mengatakan tema yang diangkat pada penyelenggaraan tahun ini sangat relevan dengan kondisi sektor pertanian saat ini.

Menurutnya, berbagai tantangan masih dihadapi petani, mulai dari fluktuasi harga komoditas, keterbatasan sumber daya, hingga meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat yang terus bertambah dari waktu ke waktu.

Ia menilai pendekatan berbasis teknologi menjadi salah satu solusi yang mampu menjawab berbagai persoalan tersebut secara efektif dan berkelanjutan.

“Smart farming bukan sekadar penggunaan teknologi modern, tetapi juga perubahan cara berpikir dan cara bekerja dalam sektor pertanian,” kata Bupati.

Setyo Hadi menegaskan Pemanfaatan teknologi digital menjadi langkah utama untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, dan kualitas hasil pertanian secara berkelanjutan.

BACA JUGA : Tiga  Siswa Raih TKA Tertinggi Tingkat Kabupaten, SMP Negeri  1 Jepara Miliki Kuota 230 Siswa Baru

Pemerintah Kabupaten Grobogan, lanjutnya, terus berkomitmen mendukung program nasional dalam mewujudkan sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program penguatan kapasitas petani, pengembangan teknologi budidaya, serta peningkatan akses terhadap sarana dan prasarana pertanian.

Meski demikian, Setyo Hadi menegaskan bahwa keberhasilan membangun ketahanan pangan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata.

Ia menilai sinergi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

“Keberhasilan mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan tidak dapat dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan tentunya petani sebagai ujung tombak pembangunan pertanian,” katanya.

Percepat Modernisasi Sektor Pertanian

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Kukuh Prasetyo Rusady menjelaskan bahwa GAE VIII 2026 tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi hasil pertanian.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi instrumen strategis untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian sekaligus meningkatkan pemberdayaan petani di Kabupaten Grobogan.

Panitia menargetkan sekitar 60 ribu pengunjung akan menghadiri expo dua tahunan tersebut selama lima hari pelaksanaan.

Pengunjung berasal dari berbagai kalangan, mulai petani, pelajar, mahasiswa, akademisi, pelaku agribisnis hingga masyarakat umum dari 19 kecamatan di Kabupaten Grobogan.

BACA JUGA : Terkait Polemik Tambang Galian C di Kabupaten Kendal, Kesbangpol Siap Buka Ruang Dialog

Beragam agenda edukatif dan inovatif disiapkan untuk memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan baru kepada para pengunjung.

Kegiatan tersebut meliputi pameran teknologi pertanian, demplot pertanian, pameran UMKM, bimbingan teknis, temu usaha, Ngopi Tani Live, pentas budaya, donor darah, bakti sosial hingga berbagai perlombaan.

Sebanyak 47 stan pameran teknologi pertanian turut meramaikan gelaran tahun ini dengan menampilkan berbagai produk dan layanan pendukung usaha tani.

Stan-stan tersebut menghadirkan sarana produksi pertanian, alat dan mesin pertanian, layanan pendukung usaha tani, hingga produk unggulan dari perangkat daerah terkait.

Selain itu, panitia juga menghadirkan 23 demplot pertanian yang menampilkan berbagai varietas unggul tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan.

Melalui demplot tersebut, pengunjung dapat melihat secara langsung penerapan teknologi budidaya modern yang mulai dikembangkan di Kabupaten Grobogan.

Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan juga menampilkan sejumlah inovasi unggulan yang menjadi daya tarik tersendiri selama pelaksanaan expo.

Inovasi tersebut antara lain koleksi plasma nutfah, demplot Smart Farming, serta penangkaran burung hantu dan reptil yang dimanfaatkan sebagai pengendali hama tikus secara alami.

BACA JUGA : Perkuat Iman dan Taqwa Pegawai, Kemenkum Jateng Gelar Pengajian Rutin

Tak hanya fokus pada teknologi, penyelenggara juga memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui pameran UMKM.

Petani, petani milenial, pelaku UMKM, hingga Kelompok Wanita Tani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memasarkan produk olahan dan hasil pertanian lokal kepada masyarakat luas.

Melalui Grobogan Agro Expo dan GAE VIII 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan berharap semakin banyak masyarakat mengenal inovasi Smart Farming serta berbagai peluang usaha yang lahir dari sektor pertanian modern.

Bupati Setyo Hadi menilai pengembangan pertanian berbasis teknologi dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

Bupati Setyo Hadi optimistis Grobogan Agro Expo akan menjadi momentum penting dalam mempercepat transformasi pertanian menuju era Smart Farming yang lebih maju dan kompetitif.

“Melalui Grobogan Agro Expo ke-8 ini, kami berharap lahir berbagai ide, inovasi, dan peluang usaha baru yang mampu memperkuat sektor pertanian Grobogan agar semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya.

TYA WIDYA