KUDUS (SUARABARU.ID) – Bursa calon Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Kudus periode 2026–2031 mulai mengerucut. Dalam Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Hotel Kenari Asri Kudus, Kamis (16/4/2026), sebanyak delapan nama resmi muncul sebagai calon Ketua DPC PKB Kudus
Dari sejumlah nama tersebut, figur Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Ia masuk dalam daftar lima kandidat hasil pemetaan DPW PKB Jawa Tengah.
Selain Sam’ani, empat nama lain yang masuk dalam hasil pemetaan adalah Mukhasiron (petahana Ketua DPC PKB Kudus), Noor Hadi (Sekretaris DPC), Sutejo (anggota Fraksi PKB DPRD Kudus), serta Noor Hidayah dari unsur perempuan.
Tak hanya itu, dinamika Muscab juga membuka ruang bagi peserta untuk mengusulkan nama tambahan. Hasilnya, muncul tiga kandidat baru yakni Suparno, Rifan Hamim, dan Nor Fatkhah, sehingga total terdapat delapan kandidat yang akan bersaing.
Berbeda dengan mekanisme sebelumnya, pemilihan Ketua DPC PKB kali ini tidak dilakukan secara langsung di forum Muscab. Muscab hanya mengumumkan lima nama kandidat calon ketua dari hasil pemetaan yang dilakukan oleh DPW. Dan di Muscab, para peserta juga diperbolehkan mengusulkan nama tambahan lainnya.
Baca juga:
Muscab PKB Kudus: Bupati Sam’ani Instruksikan Kader Maksimalkan Program Daerah untuk Dongkrak Suara
Seluruh nama kandidat tersebut akan menjalani proses uji kelayakan sebelum akhirnya diputuskan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB.
Wakil Ketua DPP PKB Ida Fauziyah yang memimpin jalannya Muscab menegaskan, perubahan sistem ini bertujuan untuk memperkuat soliditas partai dan menghindari konflik internal.
Menurutnya, pelaksanaan Muscab di masa lalu kerap menimbulkan perpecahan yang justru bertentangan dengan semangat organisasi sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART partai.
“Muswil dan Muscab dulu justru sering kontraproduktif dengan tujuan utama organisasi. Banyak yang berujung pada perpecahan, bukan penguatan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, mekanisme baru ini menggabungkan pendekatan top-down dan bottom-up. Artinya, meski DPP telah melakukan pemetaan kandidat, struktur di tingkat bawah seperti PAC tetap diberi ruang untuk mengusulkan nama.
“Ini bentuk sinergi. Ada pemetaan dari pusat, tapi aspirasi daerah tetap diakomodasi,” imbuhnya.
Ida juga menekankan bahwa sosok Ketua DPC PKB ke depan harus memiliki kapasitas kerja yang kuat serta komitmen dalam membesarkan partai.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menanggapi santai namanya yang masuk dalam bursa calon ketua. Ia menyatakan kesiapannya jika dipercaya mengemban amanah sebagai pimpinan partai di tingkat kabupaten.
“Sebagai kader, siap tidak siap, kalau diberi amanah insyaallah siap,” ujarnya.
Ali Bustomi













