SEMARANG (SUARABARU.ID)– Penghulu Ahli Muda dari KUA Kecamatan Tembalang, Semarang, H Suparwito SPdI MPdI menekankan, pentingnya jamaah calon haji untuk kembali memperdalam pemahaman rukun, wajib, dan sunnah haji, agar ibadah yang dijalankan dapat berlangsung dengan baik dan meraih kemabruran.
Hal itu seperti yang disampaikannya, saat memberikan materi dalam acara Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kabupaten/Kota dan Kecamatan, di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Sabtu (28/3/2026).
Menurut Suparwito, para jamaah calon haji harus memahami hal-hal praktis yang sering dianggap sederhana, namun sangat penting saat berada di Tanah Suci. Salah satunya, mempraktikkan cara mengenakan pakaian ihram dengan cara yang sederhana, cepat, dan nyaman.
BACA JUGA: Kepala SKK Migas: Sumur Minyak Rakyat Kendal Bersih dan Tidak Cemari Lingkungan
”Hal-hal kecil seperti cara memakai ihram dengan benar, perlu dilatih sejak sekarang. Hal itu agar saat pelaksanaannya nanti, jamaah calon haji tidak mengalami kesulitan,” kata dia dalam paparannya.
Selain itu, Suparwiro juga mengingatkan akan pentingnya menjaga kesehatan dan memperkuat hafalan doa-doa haji. Dia menyarankan, para jamaah calon haji untuk mengulang hafalan sambil melakukan aktivitas ringan atau refreshing.
”Ini harus rutin dilakukan, agar tetap bersemangat dalam mempersiapkan diri menuju perjalanan ibadah yang cukup panjang ini,” tukasnya pada sekitar 210 jamaah calon haji, yang akan menunaikan ibadah ke Tanah Suci tahun ini.
BACA JUGA: Ketika Mo Salah, Legenda Anfield Pamitan
Seperti diketahui, manasik haji terintegrasi ini menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan jamaah calon haji. Tidak hanya dari sisi pemahaman ibadah, tetapi juga kesiapan fisik dan mental sebelum keberangkatan.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Petugas Pendamping Haji Daerah dan Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang. Hadir juga unsur Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, seperti Wahidin Hasan, Abdul Mufid, dan M Pujianto.
Kegiatan manasik ini berlangsung interaktif, di mana para jamaah calon haji tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan mempraktikkan beberapa tahapan ibadah haji secara langsung.
Riyan













