blank
Peserta bimtek penullsan budaya lokal bersama para pemateri dan pejabat Dinas Kearsipan dan Perpustakan Kebumen di Ruang Teater, Kamis 12/3.(Foto:SB/Disarpus Kbm)

KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Sebanyak 80 peserta lolos mengikuti Bimbingan Teknik (Bimtek) Penulisan Konten Budaya Lokal yang dipakarsai Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kebumen.

Bimtek penulisan itu dibuka oleh Kepala Disarpus Kebumen Sigit Dwi Purnomo di Ruang Teater Disarpus, Jalan Veteran, Kamis (12/3) pagi.

Menurut Kabid Pepustakaan Disarpus Kebumen Setiya Birawa,  penyelenggara membuka  pendapaftaran melalai situs yang diikuti sekitar 190 peserta. Mereka terdiri atas pustakawan, penggiat literasi, budayawan, guru dan dosen.

Mereka diseleksi dan terpilih sekitar 80 peserta yang akan mengikuti bimtek tiga kali. Selanjutnya mereka wajib menghasilkan karya tulisan dengan bimbingan para pemateri selama tiga kali pertemuan tatap muka maupun daring.

Adapun pemateri Bimtek Penulisan Berbasis Budaya Lokal ini terdiri tiga orang berlatar belakang penulis, akademisi dan peneliti. Mereka terdiri atas Komper Wardopo (jurnalis Suarabaru.id dan wartawan Utama PWI Jateng), Teguh Hindarto, peneliti sejarah dan penulis buku, serta Muchlas Abror, dosen sastra Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen.

blank
Kepala Disarpus Kebumen bersama pemateri dan moderator BImtek penulisan, Kamis 12/3.(Foto:SB/Disarpus Kbm)

Kepala Disarpus Kebumen Sigit Dwi Purnomo dalam sambutannya menyatakan, perkembangan informasi di era digital menuntut kita tidak hanya menjadi pembaca, namun juga menjadi pencipta pengetahuan melalui tulisan.

Menurut Sigit Dwi Purnomo, Kabupaten Kebumen memiliki kekayaan budaya, tradisi, kearifan lokal, serta sejarah yang sangat beragam dan bernilai tinggi. Potensi tersebut semakin bermakna apabila dapat didokumentasikan dan disebarluaskan melalui karya tulis.

“Oleh karena itu melalui kegiatan Bimtek Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal ini kami berharap para peserta dapat menggali potensi daerah, menuliskannya secara kreatif dan informatif serta menghasilkan karya yang dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat,”tandas Sigit.

Kepala Disarpus Kebumen itu mengungkapkan, pada kegiatan serupa tahun lalu diikuti 60 penulis telah membuahkan kumpulan tulisan dan diterbitkan menjadi  buku. Buku itu menjadi koleksi Disarpus, khusnyaPerspustakaan  Dearah Kebumen, serta sejumlah perpustakaan desa dan perpustakaan sekolah.

Bahkan buku berjudul Keberagaman Budaya Kebumen. Culture Diversity, setebal 360 halaman  itu juga telah diberikan Disarpus Kebumen ke berbagai pihak. Termasuk kepada para tamu dari luar daerah yang datang ke Kebumen.

Sigit Dwi Purnomo menekankan, melalui Bimtek Penulisan Berbasis Konten Budaya Lokal 2026 ini menjadi salah satu upaya Disarpus Kebumen dalam mendorong peningkatan budaya literasi masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjad ruang belajar, tetapi juga menjadi wadah untuk saling berbagi serta menumbuhkan semangat menulis di kalangan masyarakat dan generasi muda,”imbuh Sigit.

Komper Wardopo