GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto memastikan persiapan Operasi Ketupat Candi 2026 berjalan optimal dengan menyiagakan ratusan personel serta menyiapkan berbagai layanan untuk masyarakat.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengamanan dan pelayanan selama masa arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Kabupaten Grobogan.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto menegaskan bahwa Operasi Ketupat Candi 2026 tidak hanya menitikberatkan pada pengamanan, tetapi juga kesiapan personel serta optimalisasi layanan bagi masyarakat yang melintas di Grobogan.
Seluruh unsur terkait juga turut dilibatkan untuk memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026.
BACA JUGA : Bupati Kudus Izinkan Warga Titip Kendaraan Gratis di Kantor Dinas Saat Mudik, Ini Syaratnya!
Polres Grobogan menggelar apel kesiapan Operasi Ketupat Candi 2026 di halaman Mapolres Grobogan pada Kamis (12/3/2026) sore.
Kegiatan tersebut menjadi momentum pengecekan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan Lebaran tahun ini.
Ratusan personel gabungan tampak mengikuti apel tersebut dengan penuh kesiapsiagaan. Mereka berasal dari berbagai instansi yang berkolaborasi dalam menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat.
Dalam operasi tersebut, Polres Grobogan menggandeng sejumlah instansi terkait. Di antaranya Dinas Perhubungan Grobogan, Dinas Kesehatan Grobogan, Satpol PP, Damkar, hingga Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).
Sinergi lintas instansi ini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, khususnya para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Grobogan.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto menjelaskan bahwa jumlah personel yang diterjunkan dalam Operasi Ketupat Candi 2026 mencapai 332 orang.
Seluruh personel tersebut akan menjalankan tugas pengamanan selama masa operasi berlangsung.
Para personel akan disiagakan sejak 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Selama periode tersebut, mereka akan melakukan pengamanan di berbagai titik strategis yang menjadi jalur utama masyarakat.
Selain mengerahkan personel, Polres Grobogan juga menyiapkan sarana pendukung guna menunjang kelancaran pengamanan. Hal tersebut meliputi pos pengamanan hingga pos pelayanan bagi masyarakat.
Kapolres menuturkan bahwa keberadaan pos-pos tersebut akan membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan, baik terkait keamanan maupun kebutuhan lainnya.
“Untuk pos pengamanan kita akan siapkan lima pos dan satu pos pelayanan di Simpang Lima. Semua dipersiapkan dengan baik selama pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026,” jelasnya.
Pos pengamanan tersebut ditempatkan di sejumlah lokasi strategis yang memiliki tingkat mobilitas kendaraan cukup tinggi. Penempatan ini bertujuan agar petugas dapat dengan cepat merespons berbagai situasi di lapangan.
Sementara itu, pos pelayanan di Simpang Lima Purwodadi akan menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat. Di lokasi tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi maupun bantuan dari petugas.
Polres Grobogan juga terus memantau kondisi jalur-jalur utama yang menjadi akses pemudik. Hal ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan selama masa mudik berlangsung.
Salah satu jalur yang menjadi perhatian adalah ruas Purwodadi–Semarang, tepatnya di wilayah Desa Tinanding, Kecamatan Godong. Jalur tersebut sebelumnya sempat mengalami kendala.
Kapolres Grobogan menyampaikan bahwa jalur tersebut mulai dapat dilalui kendaraan dalam waktu dekat. Namun demikian, terdapat pembatasan jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas.
“Untuk jalur Tinanding, saya barusan mendapatkan informasi dari Dinas PUPR provinsi bahwa mulai Jumat ini sudah dapat dilalui, hanya untuk kendaraan kecil. Untuk kendaraan besar, belum diperbolehkan untuk melintas di jalur tersebut,” tambahnya.
Informasi tersebut menjadi penting bagi para pemudik agar dapat menyesuaikan rute perjalanan yang akan ditempuh. Dengan demikian, perjalanan dapat berlangsung lebih lancar dan aman.
Selain pengamanan fisik di lapangan, Polres Grobogan juga mengoptimalkan layanan berbasis teknologi untuk membantu masyarakat. Inovasi ini diharapkan memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan kepolisian.
BACA JUGA : Selama Angkutan Lebaran Daop 4 Semarang Siagakan 393 Personel Keamanan, Ditambah 68 dari TNI/Polri
Kapolres Grobogan menyebutkan bahwa pihaknya telah menyiapkan layanan bernama Si Petir yang dapat diakses melalui aplikasi WhatsApp.
Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan petugas untuk memperoleh berbagai informasi maupun bantuan yang diperlukan.
Layanan Si Petir memungkinkan masyarakat mengakses beragam layanan, mulai dari informasi kesehatan, pengamanan, hingga berbagai kebutuhan lainnya selama perjalanan.
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Si Polan yang terintegrasi langsung dengan Polda Jawa Tengah.
“Masyarakat juga dapat menggunakan layanan chatbot Si Polan yang terintegrasi langsung dengan Polda Jawa Tengah. Dengan memanfaatkan layanan tersebut, kami siap membantu masyarakat dan layanan ini dibuka 24 jam,” tambah Kapolres.
Dengan persiapan personel dan layanan yang matang tersebut, Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto berharap Operasi Ketupat Candi 2026 dapat berjalan dengan optimal sehingga masyarakat dapat merasakan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan.
Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto juga menegaskan bahwa kesiapan personel, pengamanan jalur, serta layanan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan Operasi Ketupat Candi 2026 berlangsung lancar dan memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalan.
TYA WIDYA













