SEMARANG (SUARABARU.ID) – PT Dharma Lautan Utama (DLU) bakal mengoperasikan lima armada kapal penumpang rute Semarang – Kalimantan, dan sebaliknya pada Angkutan Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah.
Direktur SDM dan Umum PT DLU, Muhamad Wahyudin, mengatakan, perusahaan pelayaran itu menambah satu armada kapal. Pada Angkutan Lebaran 2025, PT DLU Cabang Semarang mengoperasikan empat kapal.
“Alhamdulillah Angkutan Lebaran 2026 ini PT Dharma Lautan Utama menambah satu kapal untuk melayani kepentingan masyarakat Jawa Tengah,” katanya saat Buka Puasa Bersama Mitra Usaha, Agen & Ekspedisi, di Gets Hotel Semarang, Kamis, 5 Maret 2025.
Dia merincikan, lima kapal itu di antaranya KM Kirana dengan rute Semarang – Kumai (Kalimantan), Dharma Rucitra 9 dengan rute yang sama Semarang – Kumai.
Kemudian Dharma Kartika 7 dengan rute Semarang – Pontianak, Dharma Ferry 2 dengan rute Semarang – Ketapang, Dharma Rucitra 6 rute Semarang – Sampit.
Dengan lima kapal itu, kata Wahyudin, tersedia kapasitas angkut pada H-30 hingga Lebaran 2026 dengan total kapasitas angkut kita adalah 22.886 penumpang.
“Sedangkan untuk hari Lebaran hibgga H+30 kapasitas angkut untuk penumpang sebanyak 31.500 orang,” ucapnya.
Keselamatan Penumpang
Wahyudin, mengatakan, manajemen PT DLU memastikan agar kapal-kapal dalam kondisi aman dan untuk keselamatan. Rapat koordinasi hingga pengecekan seluruh armada kapal telah dilakukan.
“Insya Allah kondisinya dalam keadaan yang prima ” katanya.
Perisahaan juga sudah menyiapkan petugas di darat maupun di laut untuk mengantisipasi cepat ketika menghadapi keadaan-keadaan darurat. Apalagi melihat kondisi cuaca dalam beberapa hari, dengan angin kencangnya.
PT DLU juga berkomunikasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Bidang Lalu Lintas Laut KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang, Kant Dicky Eka Kunarko Putra, mudik telah menjadi hajatan nasional.
Dengan penambahan armada kapal yang dilakukan PT DLU, kata dia, perusahaan pelayaran selalu siap untuk melayani masyarakat.
“Kecukupan armada itu harus berjalan bersama-sama dengan jumlah para saudara kita yang hendak merayakan Idul Fitri di kampung halaman dengan,” katanya.
Terkait kondisi cuaca belakangan ini, KSOP selalu berkoordinasi dengan BMKG, serta Asosiasi Perusahaan Pelayaran Niaga Nasional Indonesia (INSA). Tidak ada kompromi untuk keselamatan.
“Kami berpesan kepada operator untuk selalu memastikan cuaca. Karena lebih baik tidak berangkat daripada tidak sampai. Itu prinsip buat kita,” katanya. (*)
Diaz A Abidin













