blank
Sekda Grobogan, Anang Armunanto, saat memberikan bantuan kepada Takmir Masjid Baitul Makmur, Ginggangtani, Gubug. Foto: Tya Widya/Protkopim Setda Grobogan.

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Momentum Safari Ramadan dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Grobogan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan Anang Armunanto hadir langsung dalam kegiatan Safari Ramadan di Kecamatan Gubug, Grobogan, Kamis (5/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah dan warga di bulan yang penuh berkah ini.

BACA JUGA : Ramai Isu Stok BBM Tinggal 20 Hari, Pertamina Minta Masyarakat Tak Panic Buying

Kegiatan Safari Ramadan yang dipimpin Sekretaris Daerah Anang Armunanto di Gubug, Grobogan, juga menjadi sarana menyampaikan berbagai pesan pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Anang Armunanto menegaskan Safari Ramadan sebagai ruang silaturahmi sekaligus penyampaian informasi kepada masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Grobogan Anang Armunanto bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Grobogan melaksanakan Safari Ramadan di Masjid Baitul Makmur, Desa Ginggangtani, Kecamatan Gubug.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta warga setempat yang antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Dalam suasana Ramadan yang penuh kehangatan, pertemuan itu berlangsung sebagai wadah komunikasi antara pemerintah daerah dan masyarakat di tingkat desa.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap berbagai program pembangunan dapat tersampaikan secara langsung kepada masyarakat.

Sekda Anang Armunanto juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan sejumlah pesan penting yang berkaitan dengan kondisi lingkungan dan keselamatan warga.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Grobogan.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Stasiun Klimatologi, kondisi hidrometeorologi masih memungkinkan terjadinya hujan lebat disertai angin kencang dalam waktu singkat.

BACA JUGA : Enam SMK dan SMK Negeri di Jepara Miliki Kepala Sekolah Baru, Satu Diantaranya Perempuan

Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.

“Cuaca ekstrem bisa datang tiba-tiba. Hujan bisa turun deras, disertai angin. Oleh karena itu kita perlu meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Sekda.

Selain mengingatkan soal cuaca, Anang Armunanto juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal.

Ia menekankan pentingnya kebiasaan sederhana dalam pengelolaan sampah agar tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.

Menurutnya, langkah kecil dari rumah tangga dapat memberikan kontribusi besar bagi kelestarian lingkungan.

Ia meminta warga tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air karena dapat menyebabkan penyumbatan yang berpotensi memicu banjir.

“Secara pribadi maupun kelompok, kita jangan membuang sampah ke kali, ke saluran, atau dibuang sembarangan. Kalau bisa diolah sendiri. Sampah organik bisa dipendam di tanah agar menjadi pupuk. Itu namanya lubang biopori,” katanya.

Fenomena Sosial

Selain isu lingkungan, Sekda juga menyoroti fenomena sosial yang belakangan muncul di kalangan remaja usia sekolah.

Ia menyebut kegiatan seperti perang sarung dan tawuran sering terjadi pada momen tertentu, termasuk saat Ramadan. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama seluruh elemen masyarakat.

Anang Armunanto mengajak para orang tua, tokoh masyarakat, serta tokoh agama untuk ikut membimbing generasi muda.

Menurutnya, pembinaan sejak dini sangat penting agar para remaja tidak terjerumus dalam kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban.

Ia berharap generasi muda dapat mengisi waktu Ramadan dengan kegiatan positif dan bermanfaat. Selain itu, menjelang perayaan Idul Fitri, Sekda juga menyampaikan imbauan terkait pelaksanaan takbir.

BACA JUGA : OJK Tegal Dorong Peningkatan Literasi Keuangan Syariah Pelajar

Ia mengingatkan masyarakat agar kegiatan takbiran dilaksanakan secara khidmat dan tetap memperhatikan keamanan lingkungan.

“Biasanya malam Idul Fitri kita melaksanakan takbir. Sebisanya takbiran dilaksanakan di rumah, di masjid, di musala, atau di tempat-tempat ibadah,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat menjaga suasana malam takbiran agar tetap kondusif.

Meski demikian, apabila di beberapa wilayah masih melaksanakan takbir keliling sebagai tradisi, kegiatan tersebut diharapkan dilakukan secara tertib.

Melalui Safari Ramadan di Gubug, Grobogan, Anang Armunanto berharap hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat serta mampu memperkuat kebersamaan dalam membangun daerah.

TYA WIDYA