blank
Keberadaan kandang ayam yang berada di dekat sekolah di Mejobo Kudus menuai protes. Foto: Ali Bustomi

KUDUS (SUARABARU.ID) – Pembangunan kandang ayam yang berlokasi sangat dekat dengan kompleks sekolah di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, memicu keresahan warga dan pihak sekolah. Jarak kandang tersebut diperkirakan hanya sekitar lima meter dari gedung sekolah dasar.

Meski telah dipagari tembok tinggi, keberadaan kandang ayam itu tetap menuai penolakan. Warga dan tenaga pendidik khawatir aktivitas peternakan dapat mengganggu kenyamanan serta konsentrasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Di area tersebut terdapat tiga lembaga pendidikan yang masih aktif, yakni SDN 5 Mejobo, SDN 1 Mejobo, dan TK Pertiwi Desa Mejobo. Kedekatan lokasi kandang dengan sekolah dinilai berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan, mulai dari bau tidak sedap hingga munculnya lalat.

Sudah Dimediasi, Disepakati Tidak Beroperasi

Kepala SDN 5 Mejobo, Nurcholis, mengungkapkan bahwa persoalan ini sebelumnya telah dibahas melalui mediasi yang melibatkan pihak sekolah, pemilik kandang, perwakilan warga, pemerintah desa, serta unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Dalam pertemuan tersebut, sempat muncul rencana pengisian kandang dengan 1.000 ekor ayam. Jumlah itu kemudian dikurangi menjadi 500 ekor. Namun karena mayoritas peserta mediasi tetap keberatan, akhirnya disepakati kandang tidak diisi ayam.

“Awalnya direncanakan 1.000 ekor, lalu turun 500 ekor, kemudian dikurangi lagi. Tapi sebagian besar tetap menolak, akhirnya disepakati tidak ada ayam di kandang itu,” ujar Nurcholis, Kamis (5/3/2026).

Namun belakangan, pihak sekolah menerima laporan dari komite bahwa kandang tersebut telah terisi ayam dalam jumlah cukup banyak. Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran.

Menurut Nurcholis, jika ayam hanya dipelihara dalam waktu singkat mungkin dampaknya belum terlalu terasa. Namun jika berlangsung berbulan-bulan, potensi gangguan seperti bau dan masalah sanitasi dikhawatirkan berdampak pada kesehatan serta kenyamanan siswa.

Komite Sekolah: Bau Sudah Tercium

Ketua Komite SDN 5 Mejobo, Baidhowi, secara tegas menyatakan penolakannya. Ia menilai keberadaan kandang ayam di sekitar sekolah tidak sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan kondusif.

“Kasihan anak-anak kalau belajarnya terganggu. Belum lagi kalau banyak lalat. Saya yang berada tidak jauh dari lokasi saja sudah mencium baunya, apalagi anak-anak yang setiap hari belajar di situ,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala SDN 1 Mejobo, Lilik Subandrio, mengaku baru mengetahui informasi tersebut. Meski demikian, ia menyatakan secara prinsip akan menolak apabila kandang ayam berdiri terlalu dekat dengan lingkungan pendidikan atau permukiman karena berpotensi mencemari lingkungan.

“Kalau kandang ayam berdiri dekat rumah saya saja tentu mengganggu, apalagi ini dekat sekolah,” ujarnya.

Tanggapan Camat Mejobo

Camat Mejobo, Amin Rahmat, membenarkan adanya penolakan dari sebagian warga terkait pembangunan kandang ayam tersebut. Ia menyebut pemilik kandang sebelumnya telah memberikan jaminan bahwa operasional peternakan tidak akan mengganggu lingkungan sekitar.

Namun demikian, pihak kecamatan menegaskan akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan dampak negatif yang meresahkan masyarakat.

“Kalau nantinya terbukti ada gangguan, akan kami koordinasikan bersama Forkopimcam dan ditindaklanjuti sesuai aturan,” jelas Amin.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Mejobo belum memberikan keterangan resmi terkait polemik kandang ayam yang memunculkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Ali Bustomi