blank
Damkar Satpol PP Grobogan mencatat ada 7 kejadian kebakaran dengan total kerugian mencapai Rp320 juta selama Februari 2026. Foto: Tya Widya/ilustrasi.
GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Pemadam Kebakaran (Damkar) Grobogan mencatat tujuh kejadian kebakaran sepanjang Februari 2026 di Kabupaten Grobogan.
Jumlah kebakaran tersebut lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, sementara penanganan nonkebakaran justru mengalami peningkatan.
Data Damkar Grobogan menunjukkan insiden kebakaran tersebar di sejumlah kecamatan di Grobogan, yakni Purwodadi, Toroh, Pulokulon, dan Wirosari.
BACA JUGA : Meninggal, Diduga Tersengat Setrum Listrik Tiang LPJU di Gunung Belah
Selain kebakaran, petugas Damkar juga aktif menangani berbagai kasus nonkebakaran yang memerlukan respons cepat.
Kepala Satpol PP Grobogan Teguh Prijadi melalui Kabid Pemadam Kebakaran Kabupaten Grobogan, Sulardi, memaparkan bahwa total kejadian kebakaran selama Februari berada di bawah angka 10 kasus.
Ia merinci, dua peristiwa kebakaran terjadi di Kecamatan Purwodadi. Wilayah Toroh mencatat dua kejadian serupa.
Begitu juga di Kecamatan Pulokulon yang juga mengalami dua insiden kebakaran Sementara itu, satu kejadian kebakaran lainnya berlangsung di Kecamatan Wirosari.
“Ada tujuh kejadian kebakaran yang terjadi di Kabupaten Grobogan, yaitu di wilayah Kecamatan Purwodadi, Toroh, Pulokulon dan Wirosari. Penyebabnya didominasi karena korsleting listrik,” jelas Sulardi, Kamis (5/3/2026).
Menurutnya, faktor korsleting listrik masih menjadi pemicu utama kebakaran rumah maupun bangunan di wilayah tersebut. Instalasi listrik yang tidak terawat sering kali menjadi sumber percikan api.
Sulardi membandingkan capaian Februari dengan bulan sebelumnya. Ia menyebut angka kebakaran pada Januari 2026 lebih tinggi.
“Di bulan Januari 2026, kasus kebakaran ada 10 kejadian. Lokasinya di Purwodadi, Pulokulon, Wirosari, Grobogan, Godong, dan Gubug,” tambahnya.
Penurunan jumlah kejadian ini dinilai sebagai perkembangan positif, meskipun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan.
Dari sisi kerugian, total dampak materiil akibat kebakaran selama Februari 2026 mencapai Rp320 juta. Kerugian tersebut mencakup kerusakan bangunan dan berbagai barang berharga milik warga yang tidak sempat diselamatkan saat api membesar.
Sebagai upaya pencegahan kebakaran, Damkar Satpol PP Grobogan terus mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik di rumah.
“Kami imbau kepada warga masyarakat untuk waspada terhadap bahaya kebakaran, khususnya yang berkaitan dengan listrik. Pastikan kondisi kelistrikan di rumah warga aman. Jika perlu adanya pengecekan kabel secara berkala agar insiden kebakaran dapat tercegah sejak dini,” imbau Sulardi.
Selain kebakaran, Damkar Satpol PP Grobogan juga mencatat berbagai penanganan nonkebakaran selama periode yang sama.
Petugas menerima laporan evakuasi sarang tawon vespa, ular, hingga permintaan bantuan membuka cincin yang tersangkut di jari warga.
“Selama bulan Februari 2026 kita juga melakukan penanganan non kebakaran yaitu, evakuasi sarang tawon sebanyak 42 kejadian. Kemudian ular 15 kejadian, membuka cincin sebanyak 4 lima kejadian dan empat lainnya yakni melakukan evakuasi lain,” jelas Sulardi.
Sulardi menjelaskan, tren penanganan nonkebakaran mengalami kenaikan pada bulan Februari 2026 dibandingkan Januari 2026.
BACA JUGA : THR Tak Boleh Telat, Jateng Buka Posko Pengawasan Lebaran 2026
“Dibandingkan dengan kejadian kebakaran yang menurun dari Januari ke Februari, justru yang nonkebakaran ini ada kenaikan jumlahnya. Kecuali untuk penanganan kasus membuka cincin warga mengalami penurunan,” tambah Sulardi.
Pada Januari 2026, Damkar mencatat 39 evakuasi sarang tawon vespa, 11 penanganan ular, empat kasus membuka cincin, serta tiga evakuasi lainnya.
Evakuasi lain yang dimaksud meliputi penanganan hewan liar maupun peliharaan yang memerlukan bantuan khusus.
Sulardi menyebutkan, jenis evakuasi tersebut antara lain penanganan monyet, biawak, burung hantu, hingga kucing yang terjebak di lokasi sulit dijangkau.
Dengan meningkatnya kasus nonkebakaran, Damkar Grobogan menegaskan komitmennya untuk tetap siaga 24 jam melayani masyarakat.
Damkar Grobogan mengimbau warga Kabupaten Grobogan agar segera melapor jika terjadi kebakaran maupun kondisi nonkebakaran yang membahayakan keselamatan.
Melalui peningkatan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dan respons cepat terhadap kasus nonkebakaran, pihaknya berharap risiko kebakaran di Grobogan dapat ditekan serta keselamatan masyarakat tetap terjaga.
TYA WIDYA