blank
Ibu-ibu Bhayangkari Ranting Polsek Ngadirojo, ikut dilibatkan dalam aksi bagi-bagi takjil kepada para pengendara kendaraan bermotor.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Ibu-ibu Bhayangkari Ranting Polsek Ngadirojo Polres Wonogiri, ikut serta dalam aksi bagi-bagi takjil. Sasaran penerima takjil, adalah para pengendara yang melintas di jalan wilayah Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo dan Kapolsek Ngadirojo AKP Pujoyono melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, menyatakan, aksi bagi-bagi takjil dilaksanakan Selasa sore (3/3/26). Jumlah takjil yang dibagikan sebanyak 200 paket. Kegiatan ini, merupakan bagian dari program Polres Wonogiri Peduli Berbagi Takjil Ramadan 1447 H (2026 M), sekaligus sebagai sarana pendekatan ke masyarakat.

Aksi sosial tersebut dipimpin langsung Kapolsek Ngadirojo AKP Pujoyono bersama Ketua Bhayangkari Ranting Ngadirojo Ny Ina Susanti Pujoyono. Melibatkan para anggota Polsek dan Pengurus Bhayangkari Ranting Polsek Ngadirojo. Total personel yang membagikan takjil sebanyak 17 orang.

Pembagian takjil menyasar pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. Takjil yang dibagi-bagikan terdiri atas makanan ringan snack dan minuman dalam kemasan. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takjil memiliki makna dan pengertian ganda. Pertama, secara harfiah, takjil memiliki arti mempercepat atau menyegerakan berbuka puasa saat tiba waktu berbuka. Kedua, seiring pergeseran makna di Indonesia, takjil juga diserap sebagai kata benda yang berarti makanan/kudapan untuk berbuka puasa. Kata takjil, berakar dari bahasa Arab ‘ajjala yang berarti menyegerakan.

Menyegerakan

Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo,menyatakan, kegiatan ini tidak sekadar berbagi makanan untuk menyegerakan berbuka saat tiba waktu Maghrib. Namun juga menjadi wujud nyata sebagai upaya mempererat kedekatan Polri dengan masyarakat.

Aksi bagi-bagi takjil, menjadi wujud kepedulian sosial, yang dilaksanakan sebagai bentuk empati kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang melaksanakan ibadah puasa di Bulan Suci Ramadhan. ”Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar AKP Anom Prabowo.

Bersamaan aksi bagi-bagi takjil, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga ketertiban berlalu lintas. Terutama menjelang waktu berbuka puasa, bersamaan saat terjadinya peningkatan mobilitas kendaraan. Harapannya, para pengendara tidak perlu ngebut untuk bergegas sampai rumah demi berbuka.

Tapi bila datang waktu Maghrib, kiranya dapat menyudahi puasanya di perjalanan, dengan makan dan minum dari takjil yang dibagikan. Dengan demikian, pengendara tidak perlu memacu laju kendaraannya, tapi dapat meneruskan perjalannya tanpa diburu waktu. Sebab tindakan ngebut, dapat berpotensi memunculkan kecelakaan.

Kami, tambah AKP Anom Prabowo, mengajak seluruh warga untuk tetap tertib berlalu lintas, tidak terburu-buru dan menghindari cara ngebut, demi bersama-sama menciptakan situasi Kamtibcarlantas (Keamanan Ketertiban Kelancaran Berlalulintas), agar tetap aman dan kondusif.(Bambang Pur)