SEMARANG (SUARABARU.ID) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Tengah (Jateng), Muhamad Saleh memberi tanggapan atas kabar operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.
Saleh mengatakan, Golkar Jateng akan melapor kepada DPP Golkar untuk mengetahui status Bupati Pekalongan Fadia Arafiq usai kabar OTT, Selasa pagi, 3 Maret 2025. Pelaporan ke DPP Golkar masih menunggu informasi terbaru dari KPK.
“Nanti akan kami laporkan ke DPP Golkar, bila sudah ada informasi terkini dari KPK,” katanya, saat ditemui di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Selasa 3 Maret 2026.
Dia mengatakan, kabar Fadia Arafiq terkena OTT KPK baru diketahuinya dari membaca berita di media massa.
Saleh mengatakan, partai menghargai proses hukum yang dilakukan para penyidik KPK. Khususnya mengetahui hasil penyelidikan tentang tindak pidana korupsi apa yang menjerat Fadia.
“Kami menghargai proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Kita tunggu hasil penyelidikan dalam 1×24 jam dari KPK,” ucapnya.
Pendampingan Hukum
Lebih lanjut, Saleh mengatakan, partai akan memberi pendampingan hukum bagi Fadia. Namun begitu atas dasar keinginan Fadia Arafiq.
“Tentu kami akan menunggu dari permintaan dari Bu Fadia apabila memang membutuhkan pendampingan hukum,” ucapnya.
Terpisah, Sekretaris DPC Golkar Kabupaten Pekalongan, Ruben, mengatakan, Fadia menjalankan program-program pembangunan bagi masyarakat.
Ditanya soal pola komunikasi antara Fadia dengan wakilnya Sukirman, dia bilang, kondisinya terjalin solid dan tetap bekerjasama dengan baik.
“Komunikasinya sama Pak Wakil Bupati juga bagus-bagus saja. Cuman saya kurang tahu persoalan yang dialami Bu Bupati,” katanya. (*)
Diaz A Abidin













