blank
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat saat menyerahkan penghargaan kepada Kepala Dinkes, Jaelan Sulat. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan momentum refleksi kinerja tahun 2025 tentu bukan sekadar menutup kalender kerja semata.

“Lebih dari itu, ini menjadi ruang kejujuran, ruang untuk melihat apa yang sudah dicapai. Ruang untuk mengakui apa yang masih perlu dibenahi, dan ruang untuk meneguhkan kembali arah langkah kita ke depan,” tegasnya.

Penegasan tersebut disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat dalam acara “Refleksi Kinerja Pemkab Wonosobo tahun 2025” yang digelar di Pendopo Bupati setempat, Rabu (31/12/2025).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Amir Husein, Sekda One Andang Wardoyo, Kapolres AKBP M Kasim Akbar Bantilan, SIK MM, jajaran perwakilan Forkopimda, pimpinan OPD, Camat, pimpinan BUMD dan steakholder lainnya.

Menurut Afif, hendaknya refleksi kinerja tahun 2026 ini dimaknai sebagai rasa semangat gotong royong, kebersamaan dan kerja kolaboratif yang terbangun selama ini menjadi fondasi utama bagi setiap capaian yang diraih.

“Kami percaya, bahwa pembangunan daerah tidak pernah lahir dari hanya kerja-kerja satu pihak, melainkan kerja yang tumbuh dari kepercayaan, komunikasi dan kesediaan untuk berjalan berdampingan, ” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, lanjut Afif, tahun 2025 telah menorehkan sejumlah prestasi dan penghargaan yang berhasil diraih oleh Pemkab Wonosobo. Capaian ini lahir dari kerja keras, kedisiplinan dan komitmen bersama dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan serta kualitas layanan publik.

“Namun demikian, perlu saya tegaskan, bahwa penghargaan ini sesungguhnya mengingatkan kita bahwa kepercayaan masyarakat perlu terus dirawat, dan pelayanan publik harus senantiasa kita perbaiki dari waktu ke waktu,” paparnya.

Dikatakan Bupati Wonosobo, di balik capaian yang patut disyukuri ini, perlu diiringi dengan keberanian untuk melihat tantangan secara jujur. Tantangan ke depan semakin berat dan harus bisa dihadapi secara bersama-sama

Pembenahan infrastruktur

blank
Wakil Bupati Wonosobo Amir Husein saat menyerahkan penghargaan kepada Kepala Pelaksana BPBD, Dudi Wardoyo. Foto : SB/Muharno Zarka

Pembenahan infrastuktur tengah keterbatasan fiskal daerah, katanya, menjadi pengingat bahwa setiap langkah pembangunan harus ditempuh dengan perencanaan yang matang, kreativitas, dan keputusan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Ke depan, penyesuaian pola kerja menjadi keniscayaan yang menuntut perubahan cara pandang dan kerja-kerja kita. Inovasi dalam pengelolaan anggaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” tutur Bupati Wonosobo.

Oleh karena itu, pinta Bupati, penentuan prioritas perlu dilakukan dengan semakin cermat, agar setiap sumber daya yang kita miliki dapat dimanfaatkan secara merata dan berkelanjutan.

“Di sektor agrobisnis, tantangan yang kita hadapi juga tidak ringan. Peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan perbaikan pola tanam yang ramah lingkungan,” ungkapnya.

Disebutkan, Pemanfaatan teknologi pertanian, penguatan kelembagaan petani, serta pendampingan yang berkelanjutan akan terus didorong. Petani harus semakin sejahtera, dan alam harus tetap terjaga.

“Sektor pariwisata pun memerlukan perhatian yang sama seriusnya. Wonosobo memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa,” beber dia.

Tantangan ke depan, tandas Afif, adalah mengelola potensi tersebut secara berkelanjutan, meningkatkan kualitas layanan, serta memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Untuk itu, inovasi dan promosi yang tepat akan terus kita lakukan agar Wonosobo semakin dikenal sebagai destinasi yang aman, nyaman, dan berkesan,” terang Afif.

Di sisi lain, persoalan kemiskinan dan masalah sosial, seperti stunting, anak tidak sekolah, serta keterbatasan akses air bersih masih menjadi pekerjaan rumah kita bersama yang tidak boleh kita abaikan.

Program Terarah

blank
Pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama program kerja Pemkab Wonosobo di tahun 2025. Foto : SB/Muharno Zarka

Pemkab Wonosobo berkomitmen menghadirkan program-program yang lebih terarah, tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan riil masyarakat. Namun, keberhasilan upaya ini hanya bisa dicapai melalui keterlibatan dan kepedulian semua pihak.

“Adapun persoalan pengelolaan sampah, masalah ini tidak dapat diselesaikan hanya melalui regulasi dan kebijakan. Isu ini harus dimulai dari kesadaran dan kepedulian yang tumbuh dari perilaku sehari-hari,” akunya.

Untuk itu, tambah Afif, mari bersama-sama biasakan memilah sampah, mendaur ulang dan menjaga kebersihan lingkungan demi keberlangsungan alam yang asri dan lestari.

Seluruh ikhtiar yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025 ini, menurut Bupati, pada akhirnya bermuara pada satu tujuan besar, yaitu peningkatan kualitas hidup masyarakat Wonosobo. Dalam konteks tersebut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Wonosobo menunjukkan tren yang terus membaik.

Dengan, posisi Wonoo yang masih berada di peringkat bawah secara nasional menjadi pengingat bahwa perjalanan ini belum selesai, masih banyak ruang yang harus kita perbaiki dan masih banyak warga yang harus kita hadirkan manfaat pembangunan secara lebih nyata.

Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat harus terus kita dorong secara simultan dan berkelanjutan. IPM bukan sekadar angka statistik, melainkan cermin dari kehidupan sehari-hari masyarakat kita.

Afif mengajak semua pihak untuk menjaga semangat sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun. Apa yang kita capai sepanjang tahun 2025 adalah buah dari kebersamaan, komunikasi, dan kepercayaan yang kita rawat bersama.

“Dan apa yang akan kita hadapi di tahun 2026 tentu membutuhkan komitmen, konsistensi, dan kebersamaan yang sama kuatnya, bahkan lebih kuat dari sebelumnya,” ujar dia.

“Mari kita tutup tahun ini dengan rasa syukur yang tulus, serta kita songsong tahun yang akan datang dengan semangat pengabdian yang lebih jujur, lebih berani dan semakin berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ajaknya.

Muharno Zarka