blank
Selokan tempat jasad korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dok: Polsek Gubug./

GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Identitas pria yang menjadi korban tertemper KA Harina di jalur rel kereta api wilayah Gubug, Grobogan, akhirnya berhasil diungkap oleh pihak kepolisian setelah dilakukan serangkaian penyelidikan.

Insiden kecelakaan kereta api tersebut terjadi di Km 31+0 jalur Gubug–Karangjati, tepatnya di wilayah Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Sebelumnya, Polsek Gubug menerima laporan adanya peristiwa temperan antara KA Harina dengan sebuah sepeda motor pada Senin (29/12/2025) sekitar pukul 05.00 WIB.

BACA JUGA : Orchid Cup 1 Feat BnR Semarang Meriah, Andromax dan Aurora Kuasai Puncak Podium

Petugas kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian begitu menerima informasi dari warga sekitar yang melihat adanya korban di pinggir rel kereta api.

Kapolsek Gubug, AKP Sunarto, menjelaskan bahwa saat pertama kali ditemukan, korban belum diketahui identitasnya.

Korban tertemper KA Harina saat berada di jalur antara Gubug dan Karangjati, tepatnya di kawasan rel yang melintasi Desa Kuwaron.

Benturan keras menyebabkan korban terlempar cukup jauh dari titik tabrakan hingga akhirnya ditemukan di dalam selokan di sisi rel kereta api.

Petugas memastikan kondisi korban saat ditemukan sudah meninggal dunia akibat luka berat yang diderita.

AKP Sunarto mengungkapkan, saat kejadian korban mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi H 2518 EQ berwarna hitam hijau.

BACA JUGA : Pemerintah Terbitkan Surat Edaran Kewajiban Pembayaran Royalti Lagu-Musik di Ruang Publik Komersial

Polisi kemudian mengamankan barang bukti dan melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan kronologi peristiwa secara menyeluruh.

Tim Inafis Polres Grobogan turut diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban guna mengetahui identitas secara pasti.

Hasil pemeriksaan menunjukkan korban bernama Ali Mustaqim (27).

Menurut AKP Sunarto, korban merupakan kelahiran Grobogan dan tercatat memiliki KTP Kabupaten Semarang, tepatnya di Kecamatan Ambarawa.

Setelah proses identifikasi selesai, pihak kepolisian berkoordinasi dengan keluarga korban untuk penanganan lebih lanjut.

Jasad korban sebelumnya sempat dibawa ke RS Getas Pendowo Gubug untuk dilakukan pemeriksaan medis.

“Informasi yang kami peroleh, korban pulang kampung karena mengalai masalah rumah tangga dan dalam kondisi pisah ranjang,” ujar AKP Sunarto, Selasa (30/12/2025).

BACA JUGA : Wayang Beber Tani, Meriahkan Malam Tahun Baru di Alun-alun Giri Krida Bakti

Pihak rumah sakit kemudian menyerahkan jasad korban kepada keluarga sekitar pukul 02.00 WIB.

Keluarga korban membawa jenazah untuk dimakamkan di Desa Ngambakrejo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan.

Peristiwa ini menambah daftar kecelakaan di jalur rel yang masih kerap terjadi akibat kurangnya kewaspadaan pengguna jalan.

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Gubug mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar rel kereta api.

“Kami imbau juga kepada masyarakat agar tetap mengutamakan keselamatan. Jika berada di pintu perlintasan dan kereta api akan datang, diharapkan untuk menunggu sampai rangkaian gerbong KA terlewat seluruhnya,” imbau Kapolsek.

TYA WIDYA