blank
Sekretaris DPD PKS Sragen Muh Fuad Aprianto (kiri) menyerahkan kaus untuk Zhafran, Ketua Garuda Keadilan Sragen. Foto: Anind

SRAGEN (SUARABARU.ID) – Penyerahan tongkat estafet kepemimpinan di tubuh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sragen ke generasi muda, bakal berjalan mulus.

Sekretaris DPD PKS Kabupaten Sragen Muh Fuad Aprianto mengungkapkan ‎menerima tongkat estafet kepemimpinan adalah hak mereka para generasi penerus, sedangkan menyerahkannya adalah kewajiban pendahulu.

“Dalam setiap denyut sejarah, kepemimpinan tidak pernah diwariskan dengan paksaan, tetapi dititipkan dengan amanah,” tutur Muh Fuad Aprianto kepada awak media di Sragen, Selasa (30/12/2025).

Hal tersebut juga disampaikan Muh Fuad Aprianto saat berlangsungnya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PKS di Kantor Partai Jalan HOS Cokroaminoto, Sragen, Minggu (28/12/2025).

Sebelum rapat juga digelar Jalan Sehat Keluarga (Jasuke). Dalam kesempatan Rakerda itu dipakaikan Hoodie untuk Zhafran sebagai Ketua Garuda Keadilan dan Pramudya Sukma Aji sebagai Ketua GEMA Keadilan yang merupakan organisasi sayap PKS.

Sukma didampingi Sekretaris Tulus Wahyu Widodo dan Bendahara Peni Kartika Sari.

Dikatakan tongkat estafet itu, bukan milik generasi pendahulu untuk digenggam sampai tutup usia, melainkan amanah yang suatu saat harus diserahkan kepada mereka yang akan melanjutkan perjalanan.

“Sebab roda organisasi, seperti roda kehidupan, hanya akan hidup bila ia terus berputar,” kata Fuad.

Dia menambahkan, ‎stagnasi bukan sekedar diam. Ia adalah jalan kematian yang paling sunyi.

“Organisasi yang menunda regenerasi sejatinya sedang menyiapkan liang kuburnya sendiri, perlahan, tanpa suara, tanpa perlawanan,” ungkapnya.

Maka regenerasi tidak boleh menunggu ajal, tidak boleh menanti kelelahan total. Regenerasi harus dimulai saat masih kuat berdiri, agar estafet berpindah dengan penuh kesadaran, bukan keterpaksaan.

‎”Sebagaimana nasihat para arif, kepemimpinan sejati bukan tentang lamanya berkuasa, melainkan keberanian menyiapkan pengganti. Inilah ruh yang kami syukuri dalam Rakerda DPD PKS Kabupaten Sragen kali ini, sebuah ikhtiar sadar untuk memulai, setahap demi setahap, menyiapkan generasi penerus. Bukan sekadar seremoni, tetapi tanda kesungguhan,” tambahnya.

blank
Sekretaris DPD PKS Sragen Muh Fuad Aprianto (kiri) menyerahkan kaus untuk Zhafran, Ketua Garuda Keadilan Sragen. Foto: Anind

‎Diungkapkan, p‎engukuhan GEMA Keadilan dan GARUDA Keadilan Kabupaten Sragen, serta kepercayaan yang diberikan kepada mereka untuk mengelola kegiatan RAKERDA DPD PKS Kabupaten Sragen dengan kreativitas dan kreasi zamannya, adalah simbol keberanian dalam memberi ruang.

“Ruang untuk tumbuh, ruang untuk mencoba, ruang untuk keliru lalu diperbaiki,” tambahnya.

Sebab generasi penerus tidak dilahirkan dari ruang sempit, melainkan dari kepercayaan yang lapang.

‎”Tugas kami sebagai generasi pendahulu bukan menjadi bayang-bayang yang menakutkan, apalagi pagar besi yang menghalangi. Tugas kami adalah memandu, mendampingi, dan menguatkan. Menjadi penunjuk arah tanpa mematikan langkah, menjadi cahaya tanpa membakar,” katanya memberi sangat.

Seperti kata hikmah yang sering disuarakan oleh Buya Hamka, lanjut Muh Fuad Aprianto kemuliaan manusia terletak pada keikhlasan memberi manfaat, bukan pada kelekatan pada jabatan.

‎Biarlah generasi penerus berlari dengan irama zamannya, selama nilai tetap terjaga dan tujuan tetap satu. Sebab hak merekat adalah menerima tongkat estafet, dan kewajiban kita adalah menyerahkannya dengan lapang dada, dengan do’a, dan dengan keyakinan bahwa masa depan organisasi akan lebih kuat karena kita berani mempercayakan.

‎”Roda harus terus berputar dan kita para pendahulu, akan dikenang bukan karena lamanya memimpin, tetapi karena keberanian menyiapkan yang menggantikan,” pungkasnya.
Anind