blank
Sekitar 200 orang melakukan kerja bakti gotong royong sebagai langkah percepatan penanganan darurat pada Jembatan Kedung Sreni yang ambrol pondasinya. Tujuannya, untuk mempercepat pulihnya kembali akses hubungan darat yang terputus.(Dok.Ist)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Sekitar 200 orang bergotong royong melakukan perbaikan pada pondasi Jembatan Kedung Sreni yang rusak. Tindakan darurat ini diambil oleh jajaran TNI bersama para pihak terkait dan masyarakat, sebagai upaya percepatan untuk memulihkan akses hubungan darat yang terputus.

Penerangan Kodim (Pendim) 0728 Wonogiri Peltu Indra, Senin (29/12/25), mengabarkan, Dandim Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, berinisiatif melakukan upaya percepatan perbaikan darurat pada pondasi Jembatan Kedung Sreni yang ambrol. Hal itu dilakukan, demi memulihkan akses hubungan darat antardesa, maupun hubungan darat menuju ke objek wisata spiritual Kahyangan di Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri.

Perbaikan darurat, dilakukan melalui kerja bakti gotong royong bersama warga, dengan cara menumpuk karung-karung berisi pasir, sebagai upaya menambal bagian pondasi jembatan yang ambrol. Juga menambal badan jalan yang ikut terkikis, oleh dampak ambrolnya pondasi jembatan.

Kerja bakti gotong royong ini melibatkan para prajurit TNI dari Koramil-07 Tirtomoyo Kodim 0728 Wonogiri bersama para personel Babinsa. Itu dilakukan bersama para anggota Polsek dan Camat beserta aparat Kantor Kecamatan Tirtomoyo, para Perangkat Desa dan Perangkat Dusun, para relawan siaga bencana tingkat desa.

Juga melibatkan masyarakat dari tiga dusun, yaitu Dusun Ngrejeng, DusunSugihan dan Dusun Natah, bersama masyarakat dari dua desa, yakni Desa Wiroko dan Desa Dlepih. Kerja bakti gotong royong ini, juga melibatkan aparat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri.

Hasil dari kerja bakti gotong royong tersebut, secara darurat mampu memulihkan kembali akses hubungan darat yang sebelumnya terputus. ”Masyarakat sudah dapat beraktivitas kembali melewati Jembatan Kedung Sreni,” tutur Jarno, salah seorang warga Kecamatan Tirtomoyo, Wonogiri.

Ratu Kidul

Seperti diberitakan kemarin, hujan deras yang turun berkepanjangan, telah memicu terjadinya banjir dan menimbulkan bencana alam ambrolnya pondasi Jembatan Kedung Sreni. Dampaknya, membuat terputusnya akses hubungan darat antardesa dan menuju ke objek wisata spiritual Kahyangan Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kejadian ambrolnya pondasi Jembatan Kedung Sreni, berlangsung Sabtu dinihari (27/12/25) sekitar Pukul 02.30. Lokasi jembatan tersebut berada di Dusun Sugihan RT 01/RW 03, Desa Dlepih Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri. Berada di Kilometer sekitar 30 jalur Wonogiri-Objek Wisata Spiritual Kahyangan, Dlepih.

Objek wisata Kahyangan Dlepih, dikenal sebagai petilasan pertapaan (tempat bertapa) Danang Sutawijaya atau Panembahan Senapati. Tempat itu, dikenal sebagai rendevouz atau tempat pertemuan Panembahan Senapati dengan tokoh dari dunia gaib Kanjeng Ratu Kidul (penguasa laut selatan).

Berkat bantuan Ratu Kidul, menjadikan Panembahan Senapati akhirnya mendapatkan wahyu keraton untuk kemudian sukses mendirikan dinasti Kerajaan Mataram Islam di Tanah Jawa.

Sebagai petilasan (bekas) tempat pertapaan Panembahan Senapati, Kahyangan kerap didatangi para wisatawan religi untuk menjalani laku tirakat, demi terkabulnya permohonan. Bahkan Ngarsa Dalem Hamengku Buwono (HB) Raja Kasultanan Yogyakarta, secara periodik mengirimnkan tim untuk melakukan labuhan ke Kahyangan Dlepih, di Kecamatan Tirtomoyo, kabupaten Wonogiri. Labuhan dari Keraton Kasultanan Yogyakarta ke Kahyangan, biasa dilakukan pada Bulan Besar, atau selang sebulan setelah Bulan Sawal Idul Fitri.

Karena ambrol bagan pondasinya diterjang banjir, menyebabkan Jembatan Kedung Sreni membahayakan bila dilintasi oleh kendaraan bermotor beroda empat atau lebih. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jembatan itu awalnya ditutup untuk kendaraan bermotor roda empat. Hanya sepeda motor, pejalan kaki dan sepeda pancal yang diizinkan lewat. Masyarakat berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan secara permanen terhadap pondasi jembatan yang ambrol tersebut.(Bambang Pur)