blank
Salah satu pengunjung saat membeli Burselo di booth Karesidenan Surakarta. Foto: dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Mahasiswa semester lima dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM), belum lama ini menyelenggarakan event Komukino XI/2025. Acara ini dilaksanakan di Auditorium Ir Widjatmoko USM.

Komukino sendiri digelar sebagai wadah bagi mahasiswa Ilkom USM, untuk mengintegrasikan kemampuan komunikasi, kreativitas, serta inovasi, dalam pengemasan dan pengembangan berbasis kearifan lokal.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa Ilkom USM dibagi dalam enam karesidenan, Semarang, Surakarta, Pati, Pekalongan, Banyumas, dan Kedu. Setiap karesidenan menampilkan beragam inovasi kuliner hasil kreasi mahasiswa, yang mengangkat kekhasan daerah masing-masing, dengan sentuhan konsep baru.

BACA JUGA: Tiga Atlet USM Raih Emas di Kodim Klaten Sport Fest 2025

Salah satu inovasi yang menarik perhatian pengunjung, datang dari Karesidenan Surakarta, melalui produk kuliner bertajuk Burselo (Burger Selat Solo).

Burselo merupakan inovasi dari makanan khas Surakarta, Selat Solo, yang dikemas ulang dengan tampilan modern, menyerupai burger, tanpa menghilangkan cita rasa autentiknya.

Inovasi ini tidak hanya menonjolkan kreativitas dalam pengolahan makanan, tetapi juga kekuatan konsep komunikasi visual, dan branding produk.

BACA JUGA: Kualitas Pelayanan Administrasi USM Tunjang Kelancaran Proses Akademik dan Nonakademik

”Inovasi Burselo sebagai perpaduan unik antara burger modern dan cita rasa khas Selat Solo, dinilai sangat menarik. Produk ini tidak hanya menawarkan konsep yang kreatif, tetapi juga mendapat respons yang luar biasa. Terbukti dari penjualannya yang meningkat pesat, dan diminati banyak konsumen,” kata Ayang Fitrianti, salah satu dosen Ilkom USM, yang ikut menikmati Burselo.

Atas kreativitas dan inovasi yang ditampilkan, Burselo raih penghargaan sebagai kuliner terbaik, pada akhir rangkaian kegiatan Komukino 2025.

Penghargaan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap ide, konsep, serta kemampuan mahasiswa dalam mengemas kuliner tradisional, menjadi produk yang relevan dengan selera generasi masa kini.

BACA JUGA: Pejabat Struktural Tenaga Kependidikan USM Ikuti Pelatihan Administrasi

Pada kesempatan yang sama, Ketua Karesidenan Surakarta, Adi Arif Kurniawan menyampaikan, dirinya memiliki kesan yang sangat mendalam atas prestasi ini. Hal itu karena, mereka diajarkan bagaimana berkoordinasi satu sama lain, dalam tim yang beda pemikiran dan pendapatnya.

”Semoga dengan adanya Komukino ini, kita bisa belajar, bagaimana me-manage dan memilah pendapat dalam tim. Kami berharap, Komukino tahun depan bisa lebih baik dibanding tahun ini,” tukas Adi.

Riyan