KARANGANYAR (SUARABARU.ID) – Adam Rizki (5), seorang bocah Taman Kanak-kanak (TK) warga Dukuh Pondok RT 21, Desa Trombol, Mondokan, Sragen tewas tenggelam di Kolamrenang dan Waterboom Pitik Cilik di Desa Kedung Jeruk, Mojogedang, Karanganyar, Kamis (18/12/2025).
Musibah yang menewaskan seorang anak TK itu masih menjadi perbincangan hangat warga. Kasus itu sudah ditangani petugas Polsek Mojogedang, Karanganyar.
Warga menengarai permasalahan terkait sistem pengamanan bagi pengunjung yang berenang di area itu.
Saat kolam renang dibuka Kamis (18/12/2025) jumlah pengunjungnya dikabarkan mencapai seribu lebih. Sedangkan jumlah pengawasnya saat kolam ramai, hanya empat orang.
Pengelola Kolam Renang Waterboom Pitik Cilik Gatot Krisbiantoro saat ditemui tidak membantah adanya siswa TK meninggal, akibat tenggelam di kolam yang dikelolanya.
“Persoalan meninggalnya Adam Rizki sudah diselesaikan secara kekeluargaan dengan orang tua korban,” terang Gatot mewakili Indra, pemilik kolam renang Waterboom itu.
Masalahnya Adam Rizki (5) meninggal akibat tenggelam di kolam dangkal. Gatot berkeberatan jika meninggalnya Adam Rizki akibat lemahnya pengawasan di Waterboom Pitik Cilik.
Sebab pihaknya menempatkan empat petugas lifeguard di kolam renang itu. Namun saat musibah terjadi, di luar jangkauan pengawasan petugas lifeguard.
Gatot berjanji akan menambah petugas pengawas, jika jumlah pengunjung kolam renang cukup banyak.
Warga sekitar kolam renang menyesalkan terjadinya musibah korban meninggal. Apalagi korban meninggal di kolam dangkal, di bawah wahana permainan.
Setelah terjadi musibah, pihak pengelola Kolam renang dan keluarga korban menempuh jalur kekeluargaan.
Kepala Desa Trombol, Sugianto mengaku tidak dilibatkan dalam mediasi penyelesaian damai antara Irawan dan Iriana, orangtua korban dengan pihak pengelola kolam renang. “Saya hanya melayat di rumah duka,” tuturnya.
Sugianto mengaku tidak tahu-menahu soal penyelesaian perkara secara kekeluargaan.
Anind













